Friday, January 30, 2009

Kesaksian Pertempuran Karang Copong


Suatu pagi di Ujung Kulon, Banten. Sinar mentari sedang berusaha lebih keras keluar dari halangan awan dan semenanjung Pulau Peucang. Angin dari barat daya mengusap pelan seluruh perairan. Kapten mulai memposisikan kapal di Karang Copong agar pemancing mudah melemparkan umpan ke titik-titik tujuan. Personel MK Fishing Tour bersiap di sekitar pemancing, beberapa di antaranya membantu kapten mengamati sekeliling agar kapal selalu aman dari ombak besar dan terhindar dari batu-batu karang. Umpan mulai berdesingan di udara layaknya peluru Sekutu di Normandia.

Dan… BAMMMM!!! Sebuah umpan milik pemancing dihantam oleh predator penghuni Karang Copong. Reel menjerit laksana elang memekik di udara dan kegaduhan menyelimuti kapal yang terus bergoyang karena hantaman ombak. Personel MK Fishing Tour menjadi semakin sibuk. Membantu angler dan juga membantu kapten agar sang ikan dapat naik ke kapal dengan selamat. Tidak mudah di situasi seperti itu karena predator Ujung Kulon tidak mudah ditaklukkan. Mereka adalah penguasa wilayah ini. Dengan segenap tenaga ikan akan berlari dan melawan. Pemancing terkadang menjadi gentar dan atau kehabisan tenaga. Tetapi personel MK Fishing Tour selalu siap untuk membangkitkan kembali ‘api’ yang mulai padam. Pertarungan kembali dimulai dan akhirnya sang predator menyerah. Selesai? Belum. Karena segala proses melepas treble hook, pemotretan serta mempertahankan nyawa ikan harus berlangsung dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Kemudian ikan dilepaskan kembali ke lautan bebas agar kembali menikmati kehidupannya.

Aku ikut tersenyum bahagia menjadi bagian momen ini karena kemenangan menaklukkan ikan predator pagi itu begitu harum laksana harum embun yang menempel di ilalang pegunungan di pagi hari. Meski setelah momen itu kedua tanganku menjadi sangat pegal karena tangan kanan harus memegang video dan tangan kiri memegang kamera foto. Tetapi bagiku, tidak ada momen paling membahagiakan selain membawa pulang gambar-gambar bermakna. Bermakna bagiku bukan melulu tentang ikan besar saja tetapi juga tentang bagaimana menghargai alam dengan lebih bijaksana. Dan aku melihat personel MK Fishing Tour melakukannya dengan menakjubkan…

Halah... Aku sok sastrawan banget ya nulis tentang strike GT aja. Hahahahahah! Yang pasti salut untuk MK Fishing Tour!

Tuesday, January 27, 2009

THANKS Boogie!

THANKS Boogie untuk life jacket berkualitas yang keren dan nyaman ini. Desain dan warnanya bagus dan juga saya suka sekali dengan rasa nyaman saat life jacket ini menempel di badan saya. Tidak bikin badan saya terasa tidak enak. Masalah kualitas saya pikir tidak perlu diragukan lagi karena Boogie adalah produsen outdoor sports pertama di negeri ini yang berkonsentrasi penuh pada pembuatan alat-alat outdoor sports untuk dipakai 'bermain' di air seperti rubber boat dan lain sebagainya. Meliput trip mancing kini menjadi semakin menyenangkan karena saya diliputi oleh rasa aman dan percaya diri yang semakin besar dengan menempelnya pelampung berkualitas produksi mereka di badan saya. Seperti saat meliput trip mancing MK Fishing Tour di Ujung Kulon, Banten 23-25 Januari kemarin. Ujung Kulon seperti kita tahu adalah fishing ground cantik yang menyediakan banyak sekali spot popping hebat. Tetapi satu hal yang tidak bisa dihindari adalah bahwa ombak-ombak di berbagai titik popping tersebut juga luar biasa besar sehingga baik bagi angler maupun penumpang kapal lainnya harus ekstra hati-hati. Angin tidak datang saja ombak sudah besar di titik-titik tersebut, apalagi kalau angin sedang 'main'. Hemmmmm... Maknyossss deh rasanya digoyang ombak di sana! Akan tetapi kemarin, saat di badan saya menempel pelampung Boogie itu, meski kapal mancing dimainkan ombak sana-sini dan saya juga harus berkeliling ke segala penjuru kapal untuk mendapatkan gambar terbaik, saya tidak merasa khawatir sedikitpun dan malah semakin merasa percaya diri saja karena menempelnya pelampung bagus ini. Oleh karenanya, THANKS Boogie!

Klik Boogie untuk informasi produk-produk berkualitas dari Boogie lainnya.

Klik Trip Mancing MK Fishing Tour Yang Selalu Manis untuk hasil liputan yang dimuat di MancingOnline.Com. Tunggu edisi Majalah Mancing selanjutnya untuk fishing movie dari liputan ini.

* Foto oleh K. Hariyanto (MK Fishing Tour)

Help! Masakan ABK Kapal di Ujung Kulon Lebih 'Nendang' Daripada Rumah Makan di Kramat Lontar

Kali ini saya ingin berbicara tentang ikan kecil. Ceritanya dua hari kemarin saya mengikuti trip mancing yang dilakukan oleh MK Fishing Tour (Bekasi) yang sedang memandu old man angler asal Bekasi bernama Masra ke Ujung Kulon, Banten. Hasil trip poppingnya sangat mengesankan. Banyak sekali strike dari bluefin trevally dan giant trevally. Ukuran berkisar antara 5-25 kg. Sangat mengesankan karena Masra bukan pemancing muda usia, umurnya sudah berkepala 5 namun masih mampu popping dengan baik selama dua hari di "dangerously beautiful" fishing ground semacam Ujung Kulon. Tentunya tanpa MK Fishing Tour disampingnya tidak akan bisa dia melakukannya. Jadi salut saya untuk kawan-kawan saya di MK Fishing Tour. Terutama untuk CnR nya yang menggetarkan. Dan tak lupa juga untuk keceriaannya selama mancing kemarin.

Kembali ke ikan kecil. Saya kemudian tiba di kosan saya di Jakarta Minggu (25/01/09) dini hari. Tidur sebentar. Bangun jam sepuluh pagi untuk menyambut cinta saya. Lalu kirim sms Imlek ke kawan-kawan pemancing yang Chinese dan juga ke big boss saya lalu mandi dan kemudian beli makan siang. Ada ikan kecil di menu makan siang saya itu. Ikan tongkol yang dimasak entah apa namanya. Ada sambal dan sayuran juga di menu saya itu. Saya comot tongkol itu lalu HAPPPP! Masuk ke mulut saya dan saya kunyah pelan....Huuurrrrrpppppphhhhh! Mulailah mimpi buruk saya. Rasanya kacau balau. Bukan ikan basi atau apa. Hanya rasanya saja yang menurut saya kacau balau. Berbeda sekali dengan masakan ABK kapal-kapal di Ujung Kulon yang memasak ikan-ikan kecil hasil bottom fishing khusus mencari lauk makan siang/pagi kami di trip kemarin bersama MK Fishing Tour di Ujung Kulon. Saya nyengir kuda menikmati tragedi di tahun baru Imlek ini. Saya cemberut, namun tetap menghabiskan makanan saya. Goooosh, saya jadi ingin segera trip bareng MK Fishing Tour lagi. Bossss, ayok mancing lagi aja bos! Hiks!!!

Sebagian kisah trip ke Ujung Kulon ini bisa dibaca di Trip mancing MK Fishing Tour Yang Selalu Manis di MancingOnline.Com. Ikuti juga terbitan Majalah Mancing untuk VCD mancing bareng MK Fishing Tour (belum tahu kapan akan dirilis, namun pasti akan dirilis suatu saat nanti).

* Kedua foto iseng ini saya jepret sebelum ikan-ikan segar ini kami goreng untuk lauk makan siang.

Friday, January 23, 2009

GONG XI FA CAI!!! Selamat Tahun Baru Imlek 2560 (26 Januari 2009)

To all my friends. May GOD BLESS YOU all!!!



Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)


By the way I'm going fishing last week with Mr. Sigit Triwaskito. He caught about 11 milkfish on fly rod, on two hours, and me only caught one fish. Hiks.... Well it's ok. Mr. Sigit is a fly fisher master and me just a newbie. But the important is we enjoying time together in Tj. Burung after we not meet for several month. He's one, and the best, of my fly fishing teacher. I'll going fishing again tonight till 25 February to Ujung Kulon, Banten for BIG FISH such as giant trevally etc... See you soon!!!

Monday, January 19, 2009

My Popping Trip Video at Pulau Weh, December 2008

I put the video on YouTube. Mike Popping Trip @ Pulau Weh, December 2008. Strike on one first cast. Haha. Commonly it named "giant trevally" (English), "Caranx ignobilis (Latin). In Indonesian language "kuwe gerong". But Acehnese call it "bungkok" for the size up 25 kg, like mine in the video. Hahaha. For the size between 10-25 kg they call it "gerepoh". Anda for under 10 kg "anak singkat". Thanks to FCAK Banda Aceh to made this trip happen. And also thanks to Indonesia Fly Rodders for the great 'weapons'.

Also find my another videos on MancingOnline.Com

My Fly Fishing Trip Video at Pulau Weh, December 2008

I put the video on YouTube. The title is Mike Fly Fishing Trip @ Pulau Weh, December 2008. Acehnese people call this fish "merah mata". I call it a small size of "big eye trevally". Or "kuwe mata besar" in Indonesian language. Thanks to FCAK Banda Aceh to made this trip happen. See you soon bro!!! And also THANKS to Indonesia Fly Rodders that armed me with a great 'weapons'!

Also find my another videos on MancingOnline.Com

Monday, January 12, 2009

Mengingat Rencong Darimu


Sudah sekitar tiga minggu berlalu sejak saya meninggalkan Nanggroe Aceh Darussalam, tetapi saya terus teringat dengannya. Kopi Aceh yang luar biasa nikmat, ikan-ikan di Pulau Weh, dan teman-teman baru saya yang hebat. Dan semuanya selama disana. Malam sebelum saya meninggalkan Banda Aceh untuk kembali ke Jakarta mereka, teman-teman baru saya itu, memberi saya sebuah kenang-kenangan berupa rencong, senjata tradisional rakyat Aceh. "Dengan ini Mas Mike sudah kami anggap layaknya keluarga atau saudara sendiri," kata mereka. Sesungguhnya saat itu saya bermaksud tidak mau menerima rencong itu, lha hati saya sebenarnya belum mau pulang. Tetapi bagaimana lagi, waktu sudah tidak mengijinkanku berlama-lama di 'rumah' kalian. Kuli memang begini bukan? Pergi sana sini bukan murni karena kehendak pribadi. Sampai jumpa kawan-kawanku. Secepatnya aku akan segera menemui kalian. By the way, apakah kalian sudah melewati rekor BIG FISH-ku di Pulau Weh? Uuuups... Hahahahaha...

>>More about rencong

* Photo of rencong by Old.Blades.Free.Fr

Semoga 2009 Ini Panen Melimpah


Semoga 2009 ini panen kita melimpah. Semoga hama tidak merusak bulir-bulir padi milik kita sehingga panen tahun ini bisa membuat kita tersenyum. Setidaknya kita tidak terlalu ikut susah karena mesti ikut menanggung akibat krisis negara lain. Doa ini untuk kakekku di kampung yang terus setia bertani. Dan juga untuk seluruh petani di Malang Selatan dan juga seluruh dunia. Semoga panen kita melimpah. Meski kita tahu setiap musim panen harga hasil pertanian selalu anjlok, karena memang "tikus-tikus" keparat itu selalu terus rakus, tetapi setidaknya kita menjadi memiliki stok pangan yang aman untuk kita. Selamat bercocok tanam ya Kek, jangan lupa juga minum obatnya secara teratur ya. Karena tanpamu dan orang-orang sepertimu (meski entah beras hasil cocok-tanam dari siapa yang kumakan di kota aneh ini) aku tidak mungkin akan bisa makan nasi putih lagi...

* Foto di atas adalah foto cok bakal, cok bakal adalah semacam sesajen sebagai pelengkap doa sebelum memulai cocok tanam. Doa tanam dengan disertai cok bakal ini masih banyak dilakukan oleh petani hingga sekarang.

Sunday, January 4, 2009

Banyak Yang Menanyakanmu

Banyak yang menanyakanmu. Aku yakin kamu tahu dan bisa merasakan itu. Aku yakin sekali kamu tahu, dulu itu, bahwa dirimu telah banyak mencuri perhatian dari orang-orang di sekitarku. Panjang sekali daftarnya. Jelas aku kebingungan menjawabnya. Tetapi aku harus menjawabnya. Maka aku mengarang sebuah cerita tentang perjalanan kita ke sebuah hutan yang lebat dan berbahaya. Kita berada di sana kemudian tersesat dan kehausan. Kita lalu menemukan sebuah danau bening yang dihuni oleh ikan-ikan lucu dan kupu-kupu. Ganjil sekali. Ikan dan kupu-kupu bukanlah pasangan yang serasi. Kita lalu minum air dari danau bening itu dan kita kemudian memilih jalan pulang yang berbeda. Kamu karena meminum lebih banyak air bening itu merasa lebih kuat sehingga kamu memilih jalan yang melingkar melewati sebuah bukit. Aku karena meminum sedikit saja memilih melewati jalan yang lebih pendek agar bisa segera tiba di rumah. Begitulah aku ceritakan kepada mereka semua kenapa kini aku pulang sendiri. Aku tidak menjawab ketika mereka mengejarku dengan pertanyaan berikutnya yakni apakah kamu akan segera tiba. Aku menghindar dengan menenggak kopi panasku lalu menghisap dalam-dalam rokokku kemudian berpura-pura terbatuk parah sehingga aku punya alasan untuk keluar sejenak menghirup udara pekarangan samping rumah. Kamu telah mencuri perhatian mereka. Dan aku tidak mengerti kenapa aku masih bisa menyampaikan ini kepadamu padahal aku tahu dirimu tidak pernah akan tiba di sini lagi.

Tembang Kampung Halaman

Untukmu... Akhirnya aku bisa menepi dari membingungkannya kota dan gemuruhnya lautan. Menepi sejenak, di tempat dimana jejak-jejak samar bernama masa kecil tercecer di antara sawah, ladang dan gemerisik dedaunan dibelai angin. Tetapi sejujurnya tidak menepi sama sekali. Kotak kecil ajaib ini telah menjelma 'jimat' yang harus kubawa kemanapun aku pergi. Kalau terlalu lama tidak muncul di "dunianya maya" sudah akan ada telepon menanyakan khabarku. Dimana, ngapain, sama siapa, ikut kita yuuuk? Hahaha. Di desa, sedang menggarap ladang dan sawah!

Lihatlah kini kampungku. Jalanannya mulus bak pipi selebritas yang dioperasi plastik. Dulu saat aku kecil jalanan ini adalah jalan tanah yang saat musim hujan berubah menjadi 'sawah'. Bepergian kini menjadi sangat mudah. Tinggal injak gas motor dan dalam hitungan menit kita sudah berada di tempat tujuan. Dulu kita mesti bertelanjang kaki menembus beceknya lumpur genangan-genangan air. Jaman dulu tidak ada orang yang bepergian ke kampung sebelah dalam balutan pakaian necis, sekarang? Hemmm... Celana model Britney Spears pun ada. Dulu anak-anak kecil melewatkan waktu dengan bermain di sungai dan atau mendengarkan dongeng kancil, sekarang mereka menunggu acara idols cilik di televisi. Yah biarlah, inilah mungkin konsekuensi dari sebuah kemajuan. Entahlah... Tetapi tunggu, bukankah dulu aku anak kecil hitam yang menuntun sapi dari sungai itu? Dan sekarang menenteng kotak ajaib ini? Jadi siapa yang sebenarnya berubah? Jadi sebenarnya siapa yang salah? Aih, kenapa kita mengawali tahun baru ini dengan pertengkaran???

Ini adalah kepulanganku yang terlambat. Dulu beberapa kali aku absen dari merayakan Natal, tetapi itu lama sekali, jaman kuliah dulu. Kemarin, Natal telah berlalu dan baru aku tiba dengan senyuman termanis yang dirindukan oleh seluruh penghuni RT-ku. Haha! Natal memang tidak terkejar lagi karena jalur kepulanganku cukup berliku. Tiket di Jakarta yang langka dan beberapa pekerjaan yng harus dikerjakan di kotanya para "sura" dan "baya". Aku bukan pemeluk taat, tetapi entah kenapa, melewatkan Natal tidak bersama keluarga melainkan terjebak di berisiknya perjalanan membuatku bersedih. Mungkin itu yang disebut kerinduan terhadap orang-orang terdekat. Apapun itu kini kampungku, apapun kini diriku, disinilah aku menepi sejenak. Melewatkan senjaku dengan memandangi gereja di seberang rumah yang belum selesai direnovasi karena kehabisan dana (donaturnya hampir bangkrut karena krisis global). Menulis ini dan mengantarkannya padamu melalui jaringan nirkabel.

Selamat Natal 2008 dan Selamat tahun Baru 2009. Semoga tahun yang lalu merupakan pengalaman yang berharga dan pondasi yang kuat untuk kita semua menatap tahun anyar ini dengan lebih berani. Maaf ucapanku ini terlambat...

Friday, January 2, 2009

Mike’s Aceh Shrimp













Dikutip dari MancingOnline.Com
--
Disela-sela padatnya jadwal popping dan jigging bersama Fishing Club Aneuk Kampung (FCAK) di Pulau Weh dan Pulau Rondo, reporter kami Michael Risdianto sempat mencoba mengaplikasikan teknik fly fishing di beberapa estuary area di Pulau Weh. Hasilnya beberapa spesies yang hooked up on fly fishing. Sebagai ‘penanda’ keberhasilannya itu, sebuah komunitas fly fishing yang tergabung dalam Indonesia Fly Rodders menamakan umpan yang dipakai oleh reporter kami itu dengan nama Mike’s Aceh Shrimp.

>>More…