Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2009

Doaku Iboih

Dear all, sesungguhnya saya telah kembali dari Aceh sejak beberapa hari lalu. Tepatnya sejak 24/02/2009. Ingin segera kembali menuliskan sesuatu di blog ini namun entahlah, saya terlalu lelah. Namun tugas utama saya untuk segera mengabarkan hasil ekspedisi saya bersama kawan-kawan pemancing dari Surabaya, Bali, dan Tuban serta dua kru Trans 7 itu tidak saya lupakan. Bahkan sejak masih di Aceh saya telah melakukannya. Silahkan klik Bayu dan Tim Bertubi Tubi Pancing Blue Marlin 150 kg Dengan Metal Jig di Aceh dan Ekspedisi Aceh Part 2: Parade GT Torpedo di MancingOnline.Com. Namun seperti biasa, kisah lengkap yang disertai foto-foto eksklusif hanya akan Anda temukan di Majalah Mancing. Saya percaya Anda semua maklum.

Intinya perairan sekitar Pulau Weh, seperti sudah saya ungkapkan di Majalah Mancing edisi Februari 2009, adalah destinasi mancing yang memang sangat layak untuk Anda datangi. Semua teknik bisa dilakukan di perairan sana. Saya tidak mengatakan bahwa setiap melemparkan popper …

Pergi Dulu Ya...

Teman-teman. Karena pagi jam 8.30 WIB nanti saya akan pergi ke Banda Aceh, NAD untuk kemudian memancing ke perairan sekitar Pulau Weh, Pulau Rondo, dan lain-lain. Blog ini sementara tidak akan ada update sampai entah kapan. Good bye and good luck fishing my friends...

* Comment lucu di FB saya dari kawan saya seorang kameraman kondang di Trans 7

Jeruk Makan Jeruk

Kawan-kawan saya ngakak saat melihat saya sendiri yang tampil di kover depan Majalah Mancing edisi Februari 2008. "Jeruk makan jeruk tuh!" teriak mereka. By the way, kira-kira bikin laku majalah apa malah bikin bangkrut ya? Jawab kawan saya,"Tenang pembaca lihat ikannya kog. Gak lihat elonya." Maksudnya?! Haha!

Bagaimanapun ijinkan saya menerangkan sedikit mengenai "edisi Aceh" dari Majalah Mancing ini. Edisi kali ini agak berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya dimana feature tampil sangat dominan. Ekspedisi Aceh yang saya lakukan bulan Desember 2008 lalu ditampilkan di edisi "bulat-bulat" dan memakan sebagian besar halaman. Ini semua karena kami benar-benar terpesona dengan masih bagusnya potensi mancing di Tanah Rencong. Jadi jangan sampai kehabisan ya!

Disuruh Menggambar GT Yang Muncul Kambing

Cerita lucu. Tentang kapten kapal mancing kami yang bernama Jafar, warga asli Desa Iboih, Pulau Weh. Kapten kapal yang satu ini sebenarnya orangnya baik. Tetapi dia suka ‘gatal’. Kalau pemancing yang ada di kapalnya terus-terusan dapat ikan dia suka ingin ikut-ikutan mancing. Akibatnya dia terkadang menjadi tidak konsen mengarahkan kapal saat berada di spot-spot mancing popping ataupun jigging. Tetapi kalau kami berada di spot tengah laut dia tetap bisa menahan diri untuk tidak meninggalkan kemudinya. Meski kami tahu sekali muka dia sudah mirip orang kebelet. Kebelet mancing. Hahaha. Namun kalau kami sedang menggunakan kapal kecil milik mertuanya, Pak Rusli, dan memancing di laut dekat-dekat desa yang ombaknya cukup tenang dia sering tidak bisa menahan diri dan lalu melupakan kemudinya untuk kemudian bergabung dengan kami popping. Baru kalau kapal kecil kami menjadi tidak karuan arahnya dia buru-buru kembali ke kemudi untuk mengarahkan kapal.

Sebenarnya saya tidak akan tahu andai kawan…

Senja di Pelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut, menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang menyinggung muram, desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

(Senja Di Pelabuhan Kecil-Chairil Anwar, 1946)

* Picture taken at Sumur, Banten, 25 Januari 2009

Tiga Alasan Kenapa Saya Ingin Segera Kembali Ke Aceh

Tiga dari banyak alasan kenapa saya ingin kembali ke Aceh. Bukan apa-apa. Semua ikan GT ini, meski sebenarnya juga bukan ikan yang sangat besar, tetapi semuanya saya dapatkan only on one first cast!!! Jadi bayangkan andai saya saat itu bisa memegang rod popping or my fly rod itu seharian (apalagi kalau sampai 12 hari penuh) tanpa terganggu tugas meliput berita. Hemmmmmm... Pasti hasilnya akan lebih mantap lagi. Makanya saya sudah tidak sabar lagi untuk segera kembali ke Aceh...

Yumeya Stella 10000D Spool

Tahukah Anda bahwa Yumeya Stella 10000D Spool untuk Shimano Stella 10000HG dan 20000HG yang di pasaran Jepang sana dibanderol $219.99 (entah berapa jika masuk ke Indonesia) ternyata diproduksi oleh Daiwa. Beratnya 229 gram dan mampu diisi tali PE5 sepanjang 400 meter. Jika tali kita PE6 mampu diisi sepanjang 300 meter. Melihat fakta ini saya sering teringat ada yang sampai bersungut-sungut mempertentangkan antara S dan D. Padahal di atas sana S dan D berangkulan. Hahaha. Tapi saya cuma mau berbagi info saja kog. Info lebih lanjut silahkan klik Samurai Tackle.

* Foto by Samurai Tackle

Apakah Sunblock/Sunscreen Anda Aman?

Jika Anda pengguna sunblock atau sunscreen pelindung kulit dari sengatan sinar matahari, baiknya baca sebentar artikel ini. Saya kutip dari dari Environmental Working Group. Intinya menyatakan bahwa 4 dari 5 merk (dari total 1065 yang diteliti) berbahaya bagi kesehatan kulit dan atau tidak memberi perlindungan sama sekali kepada kulit kita. Membaca daftar di rilis keluaran EWG ini membuat saya ngeri karena ternyata banyak sekali merk yang iklannya ramai di TV kita malah masuk kategori "high hazard". Hiiiiiiii. Baiknya baca sendiri deh...

"Does your sunscreen work? An investigation of nearly 1,000 brand-name sunscreen products finds that 4 out of 5 contain chemicals that may pose health hazards or don't adequately protect skin from the sun's damaging rays. Some of the worst offenders are leading brands like Coppertone, Banana Boat, and Neutrogena. More than a million cases of skin cancer are diagnosed in the U.S. every year, but FDA still hasn't finalized suns…