Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2009

Mimpi Dapatkan Bluefin Trevally di Ujung Kulon w/ Fly Fishing

Find my fishing report at Majalah Mancing or MancingOnline.Com


Ikan bluefin trevally sebenarnya bukan target fly fishing yang populer bagi fly fisher luar negeri dibandingkan dengan bonefish ataupun ikan permit misalnya.(Photo by Globalflyfisher.Com)

Saat ini saya sedang melewatkan detik-detik yang panas (udaranya maksudnya) di kantor Majalah Mancing yang baru di daerah Kartini Raya (Jakarta Pusat). Seorang kawan lama yang sudah menjadi fotografer hebat tadi menelepon saya katanya mau main ke kantor namun belum datang juga. Tentang mancing malam nanti bersama kawan-kawan MKFT saya akan menuju perairan Ujung Kulon, Banten untuk popping GT ataupun saltwater spesies lainnya. Saya sendiri sangat ingin mendapatkan strike bluefin trevally di Pulau Peucang dengan teknik fly fishing.


Prestasi terbesar saya saat fly fishing di Ujung Kulon hanyalah ketika flies saya dikejar-kejar oleh bluefin trevally. Prestasi yang tidak bisa dibanggakan.(Photo oleh K. Hariyanto)

Semoga ada waktu untuk sekedar me…

Kesan Kover Black Marlin 150 Kg

Ini adalah kover Majalah Mancing paling berkesan bagi saya. Saat itu pertarungan 2.5 jam menaklukkan black marlin 150 kg di perairan Aceh baru saja usai. Ikan anggun nan perkasa ini terpaksa mati karena telah kehabisan tenaga. Sebelum dipaksa naik ke permukaan ikan marlin ini kondisinya sudah mendem terus di dalam air, kehabisan tenaga karena tidak mampu melakukan gerakan sama sekali.

Seharusnya, jika mengacu pada etika sportfishing, ikan ini harus dilepaskan kembali ke lautan bebas. Memang ada beberapa pengecualian misalnya jika ini adalah ikan pertama bagi pemancing bersangkutan dan atau ini adalah ikan yang berpotensi memecahkan rekor. Dan 'untungnya' ikan ini bagi si pemancing, sahabat saya Bayu Noer Rachman yang merupakan host Mancing Mania Trans 7, ini adalah ikan marlin pertamanya dan untuk perairan Indonesia ikan ini memang berpotensi memecahkan rekor. Jadi matinya ikan ini memang memiliki alasan yang kuat.

Sudah begitu ikan ini dipancing dengan piranti jigging pula (ta…

Kisah Dua Pemancing

by Andrew Ho

Diceritakan tentang sebuah kejadian yang dialami dua orang pemancing yang sama-sama hebat, berinisial A dan B. Kedua pemancing itu selalu mendapatkan banyak ikan. Pernah kedua pemancing tersebut didatangi oleh 10 pemancing lain ketika memancing di sebuah danau. Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapatkan cukup banyak ikan. Sedangkan 10 pemancing lainnya hanya bisa gigit jari, karena tak satupun ikan menghampiri kail mereka.

Kesepuluh pemancing amatir itu ingin sekali belajar cara memancing kepada kedua pemancing hebat tersebut. Tetapi keinginan mereka tidak direspon oleh pemancing berinisial A. Sebaliknya, pemancing berinisial A tersebut menunjukkan sikap kurang senang dan terganggu oleh kehadiran pemancing-pemancing amatir itu.
Tetapi pemancing berinisial B menunjukkan sikap yang berbeda. Ia bersedia menjelaskan tehnik memancing yang baik kepada ke-10 pemancing lainnya, dengan syarat masing-masing diantara mereka harus memberikan seekor ikan kepada B sebagai bonus jika …

Senja Merah Loloda Utara

Mungkin mereka harus melihat dengan mata kepala sendiri senja merah di Loloda Utara. Senja merah yang menyala membakar langit dan kita hanya terpaku di atas perahu kayu renta milik nelayan Pulau Doi yang tak mampu diperbarui oleh pemiliknya. Melihat senja merah itu menyala dan kita takjub karenanya sementara beberapa jengkal di bawah kita adalah lautan tak terukur dalamnya yang bertabur misteri dan mistis jelata. Lautan yang menyimpan jerit jelata berbagai masa dari sebuah tanah legenda bernama Halmahera. Mungkin, itulah yang harus mereka lihat, senja merah di Loloda Utara, agar mereka sadar siapa Pencipta-nya, agar mereka tidak lupa bahwa mereka hanyalah setitik debu hina di hamparan bergeloranya samudera.

Dulu di Dekat Perempatan Bank BCA Dago

Dulu di sepanjang Jalan Dago diadakan festival seni tahunan yang selalu menyedot massa dalam jumlah yang sangat besar. Disponsori oleh sebuah raksasa rokok di Indonesia. Namun karena rasa festival seninya malah kemudian menjadi meredup, marginal dan kemudian malah dominan konsumerismenya, festival itu dihentikan. Ini hanya rekaman ingatan dari pendengaran saya saja terhadap hal itu, sebab sebenarnya kenapa festival seni itu dihentikan saya tidak tahu secara pasti. Namun satu hal yang sangat saya ingat dengan pasti di festival itu pernah digelar lomba foto spontan. Diikuti oleh fotografer-fotografer yang memang selalu membanjiri festival ini baik untuk menunaikan tugasnya sebagai jurnalis dan atau fotografer hobi yang sedang memburu momen. Dan saya ada disana. Sebagai anak kampung yang keracunan foto yang belajar otodidak dan sangat bangga meski hanya memiliki kamera Nikon F80 analog yang hanya dilengkapi lensa kit. Tidak ada yang istimewa sama sekali dengan tongkrongan saya. Namun say…

Danone Aqua Goodness Of Nature Press Conference

Keterangan foto: “Konferensi Pers Danone Aqua Goodness Of Nature” @ Taman Sriwedari, Hotel Sultan Jl. Gatot Subroto Jakarta tanggal 7 April pukul 10.00-12.00 WIB.

Kebetulan diajak seorang kawan jurnalis media umum ke acara ini. Saya merasa bertanggung jawab untuk ikut menyebarkan informasi ini seluas-luasnya. Yang pasti saya berharap semoga kampanye "kebaikan alam" ini membahana kemana-mana, meluas gaungnya dan membawa kebaikan untuk alam dalam arti seluas-luasnya. Amiiiiin!

Selamat Ulang Tahun Parasastra

Selamat ulang tahun kawan. semoga kesunyian ini bukan berarti kita tertidur atau menyerah. Tetap semangat dan terus berkarya....

Parasastra adalah kelompok mahasiswa Fakultas Sastra UNPAD BANDUNG yang mempunyai minat besar untuk "belajar" fotografi dalam pengertian seluas-luasnya. PARASASTRA didirikan pada tanggal 5 Mei 2006 oleh 8 orang pendiri yang selanjutnya disebut Angkatan Pendiri (PDR). Setahun kemudian PARASASTRA telah memiliki Angkatan Blur (BLR) dan setelah dua tahun ditambah dengan kehadiran Angkatan Bulb (BLB). Kini anggota PARASASTRA telah mencapai hampir 50 orang lebih. Anggota yang masih aktif di kampus (masih menempuh studi) adalah kelompok terbesar dalam PARASASTRA. Sebagian lagi adalah PARASASTRA yang telah menyelesaikan studi dan telah bekerja di berbagai bidang. Ada yang aktif di media, dibidang desain, film, wiraswasta dan bahkan juga di bidang perbankan. Hal tersebut memang sangat mungkin dijalani oleh "JEBOLAN" PARASASTRA mengingat selama di P…

Cumi Kering Goreng di Kelong Pak Long

Cumi goreng ataupun cumi bakar bukan sajian laut yang asing bagi banyak orang. Namun waktu seminggu lalu saya mengunjungi Kabupaten Lingga saya merasakan petualangan kuliner yang tidak ada duanya dengan si cumi ini. Ceritanya bersama kru Mancing Mania Trans 7 hari itu kami merancang trip mancing ke sebuah kelong (bagan) di tengah laut. Berharap bisa kasting, popping, atau melakukan kegiatan mancing lain yang khas atau sangat menarik. Namun apa daya kondisi perairan memang tidak mendukung, tidak ada game fish di tempat itu. Maka kami pun sibuk menyantap cumi kering yang digoreng yang disajikan oleh pekerja kelong itu. Dan ternyata saudara-saudara, cumi kering yang digoreng itu rasanya sangat luar biasa. Beda banget dengan cumi basah yang digoreng ataupun dibakar!!!

Gonggong Yang Tidak Berisik

Sekedar oleh-oleh kuliner dari perjalanan ke Kepulauan Riau seminggu lalu. Kerang gonggong adalah siput yang masuk dalam keluarga moluska gastropoda. Di Batam, Tanjung Pinang dan beberapa daerah lain di Kepulauan Riau kerang ini merupakan santapan yang sangat terkenal di kalangan pecinta sea food karena rasanya yang sangat nikmat. Kerang yang disajikan usai direbus selama sekitar 15-an menit ini biasa disajikan dengan sambal pedas baik itu sambal kacang, sambal kecap ataupun saos pedas. Dipercaya juga sebagai 'mesiu' penambah stamina 'senjata' pria. Jangan lupakan gonggong jika Anda sedang dalam perjalanan ke Kepulauan Riau. Dijamin, ketagihan! Tetapi hati-hati ya dengan kandungan kolesterolnya, jangan sampai Anda menyantap satu truk gonggong dalam waktu semalam. Hehehehe...