<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169</id><updated>2012-01-30T10:09:45.625+07:00</updated><category term='edukasi'/><category term='aksesoris mancing'/><category term='boogie'/><category term='fly fishing'/><category term='cumi-cumi'/><category term='lampung'/><category term='majingklak'/><category term='fotografi'/><category term='cumi kering'/><category term='barramundi'/><category term='kepulauan seribu'/><category term='umpan buatan'/><category term='popper'/><category term='pulau seribu'/><category term='adhek amerta'/><category term='mangrove jack'/><category term='mancing mania trans 7'/><category term='sabang'/><category term='rapala'/><category term='samudera hindia'/><category term='ujung kulon'/><category term='abu garcia'/><category term='mk fishing tour'/><category term='barbless hook'/><category term='angler'/><category term='halmahera'/><category term='light tackle casting'/><category term='papua barat'/><category term='kakap putih'/><category term='tor tambroides'/><category term='lure'/><category term='lembang'/><category term='banda aceh'/><category term='cianjur'/><category term='queenfish'/><category term='laut pasifik'/><category term='mahseer'/><category term='sailfish'/><category term='kasting'/><category term='tomman'/><category term='bawal'/><category term='udang galah'/><category term='pulau weh'/><category term='jigging master'/><category term='shrimp fly'/><category term='sapan'/><category term='papua'/><category term='sumur'/><category term='tanjung pinang'/><category term='indonesia fly rodders'/><category term='seni budaya'/><category term='indonesia sportfishing'/><category term='pulau berhala'/><category term='banten'/><category term='ikan beunteur'/><category term='cilacap'/><category term='jawa timur'/><category term='heddon'/><category term='bluefin trevally'/><category term='gt unlimited'/><category term='largemouth bass'/><category term='spesies ikan'/><category term='turnamen'/><category term='medan'/><category term='nanggroe aceh darussalam'/><category term='raja ampat'/><category term='binuangeun'/><category term='sulawesi selatan'/><category term='dogtooth tuna'/><category term='singin&apos; drag'/><category term='sepak bola'/><category term='sumatra utara'/><category term='kuala rompin'/><category term='konservasi'/><category term='indonesia'/><category term='fishing ground'/><category term='cuaca'/><category term='minangkabau'/><category term='baby chima'/><category term='pulau peucang'/><category term='ikan nila'/><category term='catch and release'/><category term='chelsea fc'/><category term='trolling'/><category term='kalimantan timur'/><category term='pulau rondo'/><category term='popping'/><category term='kabupetan lingga'/><category term='ikan mas'/><category term='ikan layaran'/><category term='mancing tradisional'/><category term='bandung angler team'/><category term='kepulauan selayar'/><category term='billfish'/><category term='pulau pramuka'/><category term='sumba'/><category term='baronang'/><category term='family life'/><category term='malang selatan'/><category term='football'/><category term='ikan sepat'/><category term='lingkungan'/><category term='jigging'/><category term='jawa tengah'/><category term='tegal'/><category term='jawa barat'/><category term='pulau pari'/><category term='marina ancol'/><category term='taka adventure'/><category term='world'/><category term='sumatra barat'/><category term='ikan betutu'/><category term='michael risdianto'/><category term='pacu'/><category term='marlin'/><category term='dudit widodo'/><category term='kerang gonggong'/><category term='majalah mancing'/><category term='black bass'/><category term='yellowfin tuna'/><category term='indonesia fly fishing shop'/><category term='kalimantan'/><category term='selat sunda'/><category term='formasi'/><category term='lady angler'/><category term='makassar'/><category term='giant trevally'/><category term='aceh'/><category term='kepulauan riau'/><category term='tokoh'/><category term='gabus'/><category term='spot mancing'/><category term='film'/><category term='kelah'/><category term='kolam pancing'/><category term='taka bonerate'/><title type='text'>Indonesia Sportfishing News</title><subtitle type='html'>Life is flower of which love is the honey (Victor Hugo)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>314</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-3847995507775459034</id><published>2012-01-26T10:24:00.013+07:00</published><updated>2012-01-26T11:06:11.913+07:00</updated><title type='text'>Kembali Ke Sumba: GT Monster, Popping With Santa Claus &amp; Batanta 140 gr Black</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suksesnya trip spesial Natal 2011 untuk Mancing mania Trans|7 ini, dan selesainya tulisan ini, tak ada kata lain yang bisa saya ucapkan selain Deo Gratias (Terimakasih Tuhan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nD7ESgrzoP8/TyDKSdRICpI/AAAAAAAAFbg/ZzvnlSzku0A/s1600/header.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nD7ESgrzoP8/TyDKSdRICpI/AAAAAAAAFbg/ZzvnlSzku0A/s200/header.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701779546693962386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bq8D6gwUmOg/TyDKSetp4_I/AAAAAAAAFbo/mXBxqZvN09k/s1600/kameraman.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bq8D6gwUmOg/TyDKSetp4_I/AAAAAAAAFbo/mXBxqZvN09k/s200/kameraman.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701779547082056690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3mJBlmjafeE/TyDKSjzy05I/AAAAAAAAFb4/w5hsdx67z-o/s1600/mike%2Bmerem.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3mJBlmjafeE/TyDKSjzy05I/AAAAAAAAFb4/w5hsdx67z-o/s200/mike%2Bmerem.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701779548449985426" /&gt;&lt;/a&gt;Tulisan ini bisa jadi akan menjadi sangat personal. Pulau Sumba, NTT adalah salah satu popping ground terbaik di Indonesia, dan bahkan dunia. Hampir tidak ada pemancing popping yang sengaja melewatkan Pulau Sumba dalam riwayat dan rencana trip popping mereka. Jika ada pemancing popping yang belum menginjak tanah Sumba, itu hanya masalah waktu, meski berat dan susah, mereka pasti akan terus mencoba menembus perairan Sumba untuk melemparkan popper terbaik mereka dan mengeluarkan tackle terbaik mereka di sini.  Sumba adalah surga popping yang menyediakan pertarungan terbaik bagi siapa saja yang berkesempatan popping di pulau para umbu ini. Menurut saya, di Indonesia ada tiga pulau yang bersaing ketat sebagai yang terbaik sebagai destinasi popping di Indonesia; Alor, Lembata, dan Sumba. Semuanya di propinsi Nusa Tenggara Timur. Tetapi pamor Alor sebagai popping ground tampaknya tidak berumur panjang. Pulau ini kondisi drop off nya terlalu dalam tampaknya lebih menjanjikan sebagai jigging ground, meski di beberapa titik merupakan spot popping yang baik. Dan nyatanya memang kebanyakan trip kesini main technique yang diaplikasikan adalah jigging dan bukannya popping. Saya mencatat, salah satu popping trip paling sukses ke pulau ini dilakukan oleh Tim Mancing Mania Trans7 bersama sekelompok pemancing Jakarta – Jepang sekitar pertengahan 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembata, pernah membuktikan diri sebagai “markas”-nya GT monster di Indonesia. Pulau tempat orang-orang Lamalera tinggal dan menangkap paus dengan tombak ini boleh berbangga karena hampir tidak memiliki ikan GT berukuran kecil. Akan tetapi kharisma Lembata sebagai sarangnya GT monster ini saat ini mulai meredup. Lembata meraih kepopuleran sebagai popping ground terbaik diam-diam. Tidak banyak pemancing yang tahu dan mampu menembus ‘kekerasan’ alam di pulau ini. Namun pulau tandus yang dipopulerkan oleh dokumenter handal Indonesia, Mas Dudit Widodo ini akhir-akhir ini begitu bising oleh trip-trip mancing berskala besar dari pemancing-pemancing popping papan atas Indonesia dan bahkan para pemancing Jepang (yang masuk lewat Alor). Ada khabar, bahwa konon kini GT monster telah susah didapatkan di Lembata. Padahal dulu, setiap strike ikan GT di Lembata, setidaknya pasti beratnya up 25 kg! Trip terakhir saya ke pulau ini bersama Mas Dudit Widodo dan Rudi Hadikesuma, kalau tidak salah November 2010, kami mendapatkan banyak ikan GT dengan ukuran antara 25 hingga GT 42 kg! Lembata adalah pulau paling mempesona di Indonesia bagi siapa saja yang ingin mendapatkan GT monster yang bisa memecahkan rekor nasional, rekor dunia sekalipun. Tak heran pulau tandus ini banyak diincar para pemancing popping. Tak banyak yang bisa menembus “ketebalan” benteng pulau ini. Akan tetapi beberapa pemancing top Indonesia dan Jepang, telah melontarkan popper-poppernya di sini.  Sehingga meski di forum-forum, atau website sportfishing dunia pulau ini tampak sepi-sepi saja dan diacuhkan, sebenarnya kenyataannya tidak demikian. Karena kebanyakan datang ke sini secara diam-diam dan sengaja tidak mempublikasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Eg7RlUgL1_c/TyDKrMMx8TI/AAAAAAAAFcc/ZQ0ChWhIo9g/s1600/sapi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Eg7RlUgL1_c/TyDKrMMx8TI/AAAAAAAAFcc/ZQ0ChWhIo9g/s200/sapi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701779971609063730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JXz6LTrQSGE/TyDKq7ciLfI/AAAAAAAAFcQ/vNVzc1PyWGM/s1600/hardtop.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JXz6LTrQSGE/TyDKq7ciLfI/AAAAAAAAFcQ/vNVzc1PyWGM/s200/hardtop.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701779967111736818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-yOXZVRUOaRY/TyDKqjEH6LI/AAAAAAAAFcE/Mq20ljUsBPE/s1600/jalan%2Bberliku.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-yOXZVRUOaRY/TyDKqjEH6LI/AAAAAAAAFcE/Mq20ljUsBPE/s200/jalan%2Bberliku.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701779960566900914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-jq07w3uImm0/TyDKra0oxQI/AAAAAAAAFck/7_GI5zzsqE4/s1600/senja.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jq07w3uImm0/TyDKra0oxQI/AAAAAAAAFck/7_GI5zzsqE4/s200/senja.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701779975534331138" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali ke Sumba. Dibandingkan dengan Lembata dan Alor, Pulau Sumba lebih terbuka. Semua orang bisa masuk lewat “pintu” manapun. Sumba yang meski panas, memiliki keterbukaan hati yang khas untuk menerima siapapun datang. Tentunya laku dan kesantunan tertentu diperlukan agar kita bisa mengakses spot-spot popping terbaik di pulau ini. Satu hal yang pasti meski menurut saya Sumba lebih cosmopolitan (terbuka) dibandingkan Alor dan Lembata, Sumba ternyata memiliki ketangguhan yang lebih. Jadi meskipun sudah tak terhitung banyaknya popping trip ke sini, baik itu trip kecil maupun trip-trip berskala besar dari dalam dan para pemancing luar negeri, Sumba tetap gagah hingga hari ini. Sekali lagi, hingga hari ini. Pertanyaannya. Mampukah kita sebagai pemancing, demi kesuksesan trip kita, mampu menyesuaikan diri dengan kekhasan Sumba. Maksud saya begini. Ya, Sumba bisa Anda akses langsung dari sisi laut yang manapun. Ibarat kata, Anda datang tanpa ba bi bu, cukup dengan fishing fleet yang mendukung, Anda sudah akan bisa mengeksplorasi Sumba. Tetapi menurut saya itu bukan yang terbaik. Kecuali Anda adalah orangorang soliter yang memang tidak bisa hidup di antara banyak orang. Salah satu “kunci” terbaik mengakses Sumba adalah, Anda diterima menjadi sahabat para “raja laut” Sumba. Yang meski tampak keras itu, sebenarnya adalah pemancing-pemancing yang berpengalaman dan selalu mau untuk berbagi. Selain cara yang khas yang dilakukan orang-orang Sumba dalam menjaga spotnya seperti ilustrasi di atas, tak dapat dipungkiri Sumba memang memiliki potensi sportfishing yang luar biasa mengaggumkan. Sisi selatan Sumba adalah popping ground yang dahsyat. Dari perbatasan Sumba Barat hingga ke Waingapu. Ratusan kilometer tebing terjal, batu mandi, dan drop off membentang. Sisi utara Sumba lain lagi, disini adalah jigging spot yang hingga hari ini masih menyimpan potensi yang disegani. Kondisi geografis yang menantang, dan musim angin telah menjaga Sumba tetap gagah hingga hari ini dan meneguhkan dirinya sebagai sportfhsing ground paling dahsyat di Indonesia. Saya memiliki ilustrasi pribadi yang kebenarannya boleh Anda bantah. Jika Lembata memiliki GT monster paling hebat di Indonesia, tetapi populasinya tidak banyak. Pun jumlah spot di Lembata tidak berapa banyak. Alor juga demikian. Tetapi Sumba sangat lengkap dan luas! Jadi, jika ingin merasa lengkap sebagai pemancing popping dan jigging, jangan pernah abaikan Sumba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sumba Selatan: Santa Claus &amp; Debut Batanta Popper di Sumba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Ip3Iqmg-fiU/TyDLblxENCI/AAAAAAAAFdc/-vPAcBRmqOk/s1600/mike%2Bgt%2Bkecil.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Ip3Iqmg-fiU/TyDLblxENCI/AAAAAAAAFdc/-vPAcBRmqOk/s200/mike%2Bgt%2Bkecil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701780803105862690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kHMDgyrC30c/TyDLa23K4fI/AAAAAAAAFdM/p1GAsCl6mSQ/s1600/senja%2Bdi%2Blaut.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kHMDgyrC30c/TyDLa23K4fI/AAAAAAAAFdM/p1GAsCl6mSQ/s200/senja%2Bdi%2Blaut.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701780790514999794" /&gt;&lt;/a&gt;Saya baru tiga kali ke Sumba. Di akhir 2009 bersama Bayu Noer. Akhir 2010 bersama Mas Dudit Widodo, Rudi Hadikesuma dan Cepy Yanwar. Dan terbaru adalah 24-29 November 2011 lalu dalam rangka pembuatan episode Mancing Mania special Natal 2011. Trip terbaru ini saya hanya datang berdua dengan Cepy Yanwar. Dan Sumba sekali lagi membuktikan dirinya sebagai popping ground terbaik yang dahsyat. Dalam trip terbaru ini kami disambut hangat oleh Om William, Om Sem, dan Fandy. Om William adalah pemancing senior Sumba (tepatnya Sumba barat) yang tinggal di Bali yang berjuluk “Raja Laut”-nya Sumba. Kisah ini dimulai di Jakarta. Suatu sore di Mampang saya mencetuskan ide kepada bos saya di kantor. Kenapa tidak kita mengunjungi Om Santa Claus Sumba untuk ditayankan di Mancing Mania pada Minggu, 25 Desember 2011? Dan ternyata langsung acc. Setelah memastikan Om William siap bergabung, kami pun langsung menyiapkan trip ke Sumba. Biasanya kami pergi bertiga, tetapi kali ini karena kondisinya mendesak dan jumlah kru yang berada di Jakarta terbatas, hanya saya dan Cepy Yanwar saja yang berangkat. Padahal posisi saya sebenarnya adalah reporter dan bukannya kameraman. Tetapi siapa takut? Toh hal seperti ini bukan sekali dua kali saya lakoni. Malah memperkaya diri kita dengan ilmu baru yang bermanfaat. Meski konsekuaensinya pasti akan super repot karena harusnya kami berangkat bertiga. Malah bagus untuk menempa diri. Sumba yang panas, keras, dan tugas yang harus dipikul sebaik mungkin. Tak banyak yang bisa menuntaskannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FOy2EUNFEcY/TyDLa4uFAtI/AAAAAAAAFc8/KKKp8WmSOc4/s1600/trans7.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FOy2EUNFEcY/TyDLa4uFAtI/AAAAAAAAFc8/KKKp8WmSOc4/s200/trans7.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701780791013737170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cZ45-dmPUPs/TyDLaglxUpI/AAAAAAAAFc0/YJIUqDdgymo/s1600/with%2Bsanta.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cZ45-dmPUPs/TyDLaglxUpI/AAAAAAAAFc0/YJIUqDdgymo/s200/with%2Bsanta.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701780784536441490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_oqYZcbnbX0/TyDLcbuEWLI/AAAAAAAAFdk/WCdVoTk9zCk/s1600/cepy%2Bgt%2Bkecil.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_oqYZcbnbX0/TyDLcbuEWLI/AAAAAAAAFdk/WCdVoTk9zCk/s200/cepy%2Bgt%2Bkecil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701780817588803762" /&gt;&lt;/a&gt;Saya dan Cepy mendarat di Bandara Tambolaka, Sumba Barat sekitar pukul 12 siang. Panas yang luar biasa langsung membakar kami yang mengantuk (pesawat paling pagi dari Jakarta memaksa kami tidak tidur malam sebelum berangkat). Fandi, menantu Om William menjemput kami. Kami tiba di kediaman Om William di Waikabubak (ibukota Sumba Barat) 1.5 jam kemudian. Waikabubak adalah kota kecil yang panas, berdebu, dan sibuk. Benar-benar kota dengan cirri khas Sumba. Jika kita tak terbiasa dengan panas menyengat, pasti tidak akan nyaman. Apalagi bagi Anda yang tidak terbiasa dengan lalu-lalangnya orang-orang asli Sumba yang selalu membawa parang kemanapun mereka pergi. Tetapi kami telah terbiasa karena begitulah Sumba sebenarnya. Anda hanya harus menjadi diri sendiri dan tidak perlu mencampuri urusan orang lain maka semua akan baik-baik saja. Ada sesuatu yang genting sebenarnya saat kami tiba di Waikabubak. Saat kami hendak berangkat ke base camp di Teluk Aili, sekitar 3 jam ke arah selatan menggunakan, tiba-tiba semua toko di kota ini tutup. Ternyata ada pertarungan antara dua suku yang berseteru di dalam kota! Menurut Om William hal ini akan berlangsung panjang karena nyawa selalu akan dibalas nyawa. Tetapi Om William menenangkan kami dengan, mereka tidak akan menyentuh orang lain yang tidak ada urusan dengan masalah tersebut. Jadi ibaratnya meski kita melintas di antara mereka yang saling mengacungkan parang, karena kita bukan bagian dari dua kubu, maka kita akan baik-baik saja. Tetapi meski begitu saya tidak mau begitu. Karena saya jauh-jauh ke Sumba untuk ikan GT monster!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yKzPgf3wZ6s/TyDL9exB1KI/AAAAAAAAFeU/NJNYewkRIOI/s1600/fandy.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-yKzPgf3wZ6s/TyDL9exB1KI/AAAAAAAAFeU/NJNYewkRIOI/s200/fandy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701781385342211234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--dEYuljeo48/TyDL8-Cs8qI/AAAAAAAAFeM/nh_Rjchp48g/s1600/om%2Bwi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--dEYuljeo48/TyDL8-Cs8qI/AAAAAAAAFeM/nh_Rjchp48g/s200/om%2Bwi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701781376557970082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vNXi-alsa18/TyDL8iCELiI/AAAAAAAAFd8/dvhyfm_GMIU/s1600/popper%2Bdi%2Bmulut%2Bgt.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vNXi-alsa18/TyDL8iCELiI/AAAAAAAAFd8/dvhyfm_GMIU/s200/popper%2Bdi%2Bmulut%2Bgt.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701781369039105570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ffDxzFO4-tA/TyDL8e2jERI/AAAAAAAAFdw/1HzZK3-zE94/s1600/team.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ffDxzFO4-tA/TyDL8e2jERI/AAAAAAAAFdw/1HzZK3-zE94/s200/team.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701781368185491730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Z2cCBCvsyB0/TyDL9aCdhcI/AAAAAAAAFeg/wsEd9iDLiRs/s1600/cepy.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Z2cCBCvsyB0/TyDL9aCdhcI/AAAAAAAAFeg/wsEd9iDLiRs/s200/cepy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701781384073151938" /&gt;&lt;/a&gt;Kami akhirnya tiba di Teluk Aili sekitar pukul sembilan malam karena ada insiden di perjalanan. Untuk mencapai Teluk Aili kami menggunakan dua buah mobil yakni Daihatsu Rocky dan Toyota Hardtop. Hardtop berangkat di depan beberapa puluh menit dan baru Rocky. Medan menuju Teluk Aili memang berat. Satu jam terakhir kita benar-benarmelewati jalanan dalam hutan yang penuh turunan,tanjakan, dan kelokan tajam yang ekstrim. Nah ketika pas di tengah hutan ternyata ada t-rod nya Rocky yang lepas! Jadi kami terjebak ditengah hutan antara pukul 5 hingga 8 malam. Hardtop menjemput kami kembali sekitar pukul 7 malam karena khawatir dengan kami yang tidak sampai-sampai di basecamp. Namun kami tetap harus membetulkan dahulu t-rod Rocky yang istilah Jawa-nya mlese (meleset posisinya) itu baru kemudian beriringan menuju basecamp. Basecamp kami adalah sebuah rumah sederhana di tepi pantai. Beratap ilalang dan beralaskan papan. Tidak terlalu terawatt karena ini adalah “gubuk” yang dibangun Om William hanya untuk memancing. Di teluk besar ini hanya ada satu orang saja yang tinggal, yakni orang kepercayaan Om William bernama Eja. Eja mirip orang dari pedalaman benua Afrika yang panas itu. Tidak berbaju, tidak bersandal, kemana-mana membawa parang dan atau tombak. Jika melihatnya, kita seperti terlempar ke masa silam yang jauh. Yang pasti dia orang sederhana yang pemberani dan atau mungkin nekat. Hidup sendiri di teluk sunyi yang jauh dari peradaban ini. Hanya berteman anjing. Depan gubuknya lautan, belakang gubugnya adalah hutan. Dapat dihitung dengan jari tangan dalam setahun berapa orang yang mau bersusah-susah untuk mengunjunginya. Lokasi basecamp kami ini benar-benar di ujung dunia. Tidak ada apa-apa selain alam yang megah dan panas. Tidak ada sinyal hp, tidak ada tetangga, tidak ada toko makanan, dan sulit air tawar! Jadi selama 4 hari 3 malam kami disini, kami tidak mandi karena bekal air tawar yang kami bawa hanyalah air minum saja. Entah bagaimana Eja mandi. Mungkin dia berjalan beberapa kilometer ke dalam hutan, mungkin disana ada sumber air tawar. Bagi saya dilokasi seperti ini mandi menjadi tidak terlalu penting, jadi daripada berjalan kiloan meter demi mandi, lebih baik duduk menikmati pantai sambil merindukan pacar di Jakarta. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir 2010 Tim Mancing Mania Trans|7 juga menjadikan teluk indah ini sebagai basecamp selama 4 hari. Inilah pertemuan kami untuk pertama kalinya konsep mancing bersama Santa Claus untuk ditayangkan setiap Natal datang berhasil diwujudkan. Sehingga untuk urusan tidak bisa mandi, nyamuk di waktu malam yang jumlahnya ribuan, panas yang “gila”, dan lain-lain di basecamp saya sudah terbiasa. Hanya saja pada trip ini tugas saya menjadi double karena selain menjadi reporter saya juga harus bertugas menjadi kameraman. Keesokan harinya kami bangun sepagi mungkin untuk kemudian naik ke kapal utama yang di jangkar agak di tengah. Kami harus naik sampan kecil dahulu. Pantai yang dangkal tidak mengijinkan kapal kayu kami merapat ke pantai. Kami lalu berangkat menuju spot-spot yang dulu pernah kami datangi dimana kami disambut “mesra” oleh ikan-ikan GT monster. Sumba Selatan menurut saya waktu itu sungguh luar biasa karena rate strike dan size GT yang kami dapatkan sungguh dahsyat. Akan tetapi pada trip kali ini kondisinya jauh berbeda. Kami tidak mendapatkan strike berarti dari ikan-ikan predator di sini. Selama dua hari popping dengan tiga pemancing, kami hanya menaikkan 5 ekor GT saja! Padahal di tahun 2010 tersebut, kami sampai malas lagi popping saking banyaknya sambaran. Memang, setahu saya usai trip pertama yang kemudian ditayangkan di Trans|7 tersebut tiba-tiba Sumba Selatan disorot oleh para pemancing popping dan membanjirlah popping ke tempat ini. Padahal dulunya perairan perbatasan Sumba Timur dan Sumba Barat ini tidak terlalu dilirik orang karena sulitnya medan. Jadi padatnya trip-trip popping tersebut, sedikit banyak mempengaruhi kondisi spot. Belum ditambah saat kami datang kemarin, laut terlalu flat dan arus  bawah juga sangat lemah! Jadi klop sudah, boncoz sih tidak, tetapi hasilnya tidak seperti kami bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sumba Selatan kemarin, GT paling besar didapatkan oleh Fandy, beratnya sekitar 25 kg saja! Dan yang menggembirakan saya dalah, semua ikan GT yang berhasil kami naikkan semuanya memakai popper Batanta 140 gram black buatan Hime Lure. Padahal dulu, “peluru” paling mematikan untuk dipakai popping di Sumba adalah popper Halco. Tetapi dalam trip ini, halco benar-benar tidak disambar sama sekali. Enak sih dilempar dan dimainkan. Ringan namun bisa dilempar jauh, splash-nya pun meski tanpa sentakan keras pun bisa memercik besar dan berbunyi keras. Tetapi saat kami memakai Halco ini, kami benar-benar nol strike dan baru strike saat para pemancing akhirnya mau mencoba popper hitam jelek yang say abawa dari Jakarta, yakni Batanta 140 gram black. Saya tidak arogan, ini adalah kesaksian. Di sebuah batu mandi, yang padahal telah satu setengah hari kami gempur dengan menggunakan Halco, sama sekali tidak ada sambaran, namun pada setengah hari terakhir, saat kami menggunakan popper Batanta 140 gram black, langsung 3 ekor GT landed! Mungkin teori bahwa ikan juga memiliki “ingatan” itu benar, itulah kenapa sebabnya popper Halco disini tak disambar sama sekali. Karena pada puluhan (atau ratusan?) trip oleh pemancing lain pada tahun-yahun sebelumnya, semuanya memakai popper-popper Halco karena (sorry) harganya ekonomis dan sangat bagus baik tampilan dan action-nya. Di spot berikutnya kami berhasil landed lagi dua ekor. Namun meski peruntungan kami pada sisa hari ketiga tersebut membaik, kami keburu patah arang dan memutuskan untuk kembali ke kota Waikabubak esok hari baru kemudian bergeser ke Sumba Timur pada hari kelima untuk menjajal sebuah spot yang konon baru ditemukan oleh salah satu pemancing yang merupakan keluarga Om William, yakni Om Sem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Reef Sem: Berani lempar, Berani Bertanggung Jawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0bOvkqjRhNU/TyDMWjQ2azI/AAAAAAAAFe0/-hRnnvzk-7c/s1600/binit%2Bbadai.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0bOvkqjRhNU/TyDMWjQ2azI/AAAAAAAAFe0/-hRnnvzk-7c/s200/binit%2Bbadai.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701781816046152498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7IdYCHcVtfg/TyDMWRHREmI/AAAAAAAAFes/OeMUj-uOzew/s1600/batanta%2Bremuk.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-7IdYCHcVtfg/TyDMWRHREmI/AAAAAAAAFes/OeMUj-uOzew/s200/batanta%2Bremuk.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701781811174117986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cJ6SFhoap_8/TyDMW9RrQTI/AAAAAAAAFfE/AfixltQ-IqA/s1600/cepy%2Bgt%2Bhitam.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-cJ6SFhoap_8/TyDMW9RrQTI/AAAAAAAAFfE/AfixltQ-IqA/s200/cepy%2Bgt%2Bhitam.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701781823028937010" /&gt;&lt;/a&gt;Kami tiba di spot baru temuan Om Sem siang hari saat matahari Sumba sedang panas-panasnya. Kami menumpang di rumah warga kampung yang letaknya tak jauh dari spot. Laut persis di hadapan kami. Kapal Raja Laut 2 milik Om William sudah sampai sehari sebelumnya dan tampak ditambat dengan sangat kuat karena angin bertiup kencang. Bapak Hans yang merupakan “guide” dadakan yang akan ikut memandu kami menenangkan kami bahwa esok pagi angin akan reda, hanya sore hingga malam saja angin di spot ini bertiup kencang. Semoga batin saya. Karena jika ternyata esok angin juga meledak lagi, maka kami akan tamat, maksudnya kami akan tidak bisa melaut dan episode special Natal untuk Mancing Mania Trans|7 akan semakin berat untuk diselesaikan mengingat waktu yang terbatas. Kampung tempat kami bermalam adalah kampung nelayan yang tidak teratur tata letaknya. Rumah tersebar dimanapun di antara pepohonan dan jalan kampung yang ada sebenarnya adalah sela-sela pepohonan yang terbuka dan berpasir. Yang harus disyukuri adalah kampung ini memiliki air tawar dan juga ada sinyal hp! Jadi pacar di kota tak perlu sewot lagi karena kita bisa mengirim kabar. Meski terkadang sinyal juga hilang, terbang bersama angin. Namun udara tetap panas dan gerah! Sehingga kami sulit tidur, apalagi kepiting-kepiting pantai sebesar kepalan tangan orang dewasa suka nimbrung dengan kita. Masuk ke dalam rumah tanpa permisi dank arena kita tidur di lantai maka kondisi kita menjadi terancam. Sebenarnya hal itu bisa diatasi dengan menutup pintu. Tetapi jika pintu rumah ditutup, kita seperti tidur di dalam oven. Sosis bisa matang bung! Wkwkwkwk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi datang dengan cepat. Panas yang sangat menyengat kulit kami yang “lembut”. Kami sarapan dengan cepat dan langsung kabur ke laut menjemput nasib kami hari ini. Spot temuan Om Sem adalah reef-reef dangkal yang tidak jauh dari pantai. Mungkin jaraknya hanya 1 mil saja dari daratan. Dan konon saat ini, reef ini adalah yang terbaik di Sumba saking banyaknya ikan predator terutama GT. Tak banyak spot seperti ini; dekat dengan daratan, dekat dengan kampung nelayan, tetapi GT nya berlimpah. Tetapi kami masih harus membuktikannya hari ini apakah hal tersebut benar adanya. Raja Laut 2 yang didorong dengan mesin 50 pk x 2 dengan cepat mengantarkan kami tiba di lokasi. Piranti popping kelas PE 8 dan PE 10 kami juga telah siap di rod holder. Popper-popper kini semu adiganti dengan Batanta 140 gram Black. “Si hitam saja yang dipasang,” kata Om William. Meski sebenarnya popper 140 gram ini kurang cocok bagi Om William, Fandy dan Om Sem karena berat. Mereka biasanya hanya memakai popper 80 gram. Tetapi sebelum kami menyapa GT di spot ini kami harus berunding dahulu siapa yang melempar duluan dan siapa yang harus bersabar menjadi abk lebih dahulu. Kapal tidak mengijinkan empat orang popping bersamaan, hanya untuk dua angler popping saja, maksimal 3 popping berbarengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepy dan Fandy menjadi pemancing pertama yang melempar. Fandi di haluan dan Cepy di buritan. Batanta 140 gram pun langsung terbang jauh dan mendarat dengan gagah di kepala arus reef. Tak perlu waktu lama memainkan popper, sekali dua kali sentakan langsung “buuuuuum!”, double strike pula. Ini dia yang kami cari, sekali roll gambar semua bisa terekam. Sejak melempar, memainkan umpan, sambaran, dan fight! Tak lama kemudian dua ekor GT dengan berat antara 15-25 kg pun kami naikkan. Cepy masih belum puas. Dia kembali melempar karena strike pertama baginya belum begitu menguras tenaga. Kembali strike! “Yaaaah, kecil!” teriaknya karena tenaga ikan yang ringan, padahal sebenarnya karena GT sedang berenang ke arah kapal. Tepat saat ikan GT berbalik arah menjauhi kapal, maka baru terasa bahwa ini adalah ikan besar. Om Sem sampai ngakak melihat polah Cepy yang kemudian menjadi kewalahan meladeni perlawanan ikan. Sebagai pemancing muda tenaga Cepy sebenarnya sangat prima, namun dia gemar sekali memakai rod medium action dengan lifting power yang sedang, sehingga saat kena sambaran ikan besar, maka pertarungan menjadi lama. Ini akan berbeda misalnya saat itu dia memilih memakai joran popping kaku yang juga dia bawa. Meski ngos-ngos an, akhirnya GT ketiga kami naikkan. Size nya sangat menarik, up 25 kg. Kembali Batanta popper 140 gram black menunjukkan dirinya sebagai yang terbaik. Saya katakan seperti ini karena saat kemudian Fandy mengganti popper dengan halco, dia tidak juga disambar dan baru disambar lagi saat dia mengganti popper dengan Batanta black! Om Sem sampai terheran-heran. Padahal awalnya dia meragukan kemampuan popper ini. Saya yang senyum-senyum senang dibalik kamera karena “peluru” saya ini tidak memalukan sama sekali. Strike ke-4 giliran Om Sem yang tampil. Dia berdiri di haluan dan juga tampak kewalahan dengan perlawanan ikan. Maklum dia lebih banyak trolling dibandingkan popping. Makanya Om Sem, popping dong jangan trolling melulu. Hehehehe. GT ke-4 akhirnya berhasil dinaikkan oleh Om Sem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi pesta strike ini terus berlangsung dan semua angler ikut kebagian merasakan fight. Om William sang Santa Claus pun ikut popping dan strike. Paling banyak strike adalah Cepy karena dia adalah “seleb” yang memang harus banyak-banyak strike. Oleh karena spot ini ditemukan oleh Om Sem, maka kami kemudian menamainya dengan Serra Sem (Reef Sem) untuk mengabadikan namanya. Akan tetapi meski semua angler telah pesta strike dari ikan-ikan GT dengan size yang lumayan, jujur, tidak ada yang berukuran monster hingga up 30 kg sehingga kami belum benar-benar terpuaskan. Masalahnya tenaga para pemancing telah terkuras akibat memakai popper besar dan terus fight. Ditambah dengan matahari Sumba yang jumlahnya ada lima, maka situasinya menjadi tidak mudah. Hanya ada satu pemancing tersisa yang belum strike, yakni saya yang berhari-hari setia di belakang kamera namun dengan jelas muka telah begitu memelas ingin strike meski hanya satu ekor GT saja. Saya sebenarnya lebih senang semua pemancing yang ikut strike sebanyak mungkin sehingga gambar cukup dan syukur-syukur ada yang monster untuk closing nantinya. Tetapi ada saat dimana saat itu kami harus makan siang di atas kapal sehingga kamera tidak perlu on. Saya permisi untuk popping di depan sendirian sambil menunggu para angler selesai mengisi “bensin” masing-masing. Saya percaya bahwa spot ini tidak mungkin tidak dihuni oleh GT monster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-KrII9CxJhuI/TyDMtSxDnKI/AAAAAAAAFfc/S29Px72A968/s1600/mike%2Bfight.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-KrII9CxJhuI/TyDMtSxDnKI/AAAAAAAAFfc/S29Px72A968/s200/mike%2Bfight.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701782206754823330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DS62DYt7QBE/TyDMtNg6tXI/AAAAAAAAFfQ/8I_jHJHKO_Y/s1600/cepy%2Bdan%2Bsi%2Bhitam.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DS62DYt7QBE/TyDMtNg6tXI/AAAAAAAAFfQ/8I_jHJHKO_Y/s200/cepy%2Bdan%2Bsi%2Bhitam.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701782205344953714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0ti4tI9849E/TyDMt4-ig2I/AAAAAAAAFfo/PgO8f3wFplE/s1600/mike%2Bgigit%2Bjoran.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0ti4tI9849E/TyDMt4-ig2I/AAAAAAAAFfo/PgO8f3wFplE/s200/mike%2Bgigit%2Bjoran.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701782217011921762" /&gt;&lt;/a&gt;Pada lemparan pertama saya menggunakan rod Ripple Fisher Fanta Stick yang dipasangi dengan Batanta 120 gram pink. Tetapi memang rod kaku ini tidak nyaman untuk saya (atau memang rod ini lebih cocok untuk bule-bule berbadan besar itu?), terlalu kaku, maka saya kembali menaruhnya dan berganti dengan rod lain yang lebih lentur. Nah di rod yang berikut ini sejak tadi telah dipasangi dengan Batanta 140 gram black. One cast berikutnya saya arahnya ke depan kapal. Namun tidak ada respon. Ketiga kalinya saya melemparkan ke kiri jauh sambil berucap Deo Gratias. Deo Gratias adalah bahasa Latin yang artinya Terimakasih Tuhan, maksudnya saya berterimakasih karena trip ini akhirnya sukses dan meski misalnya saya juga tidak dikasih strike, saya tetap berterimakasih kepada Tuhan karena episode Mancing Mania Trans|7 untuk spesial Natal 2011 materinya telah lebih dari cukup untuk dibawa pulang ke Jakarta. Selain itu karena saya sedang mengingat seseorang tercinta yang memiliki tattoo tulisan latin ini. Orang terbaik yang selalu memberi saya semangat dan teladan untuk terus tersenyum menghadapi jalan hidup yang berliku. Jika pada lemparan ketiga ini tidak ada sambaran, bisa jadi kredibilita saya sebagai pemancing popping mungkin akan diragukan, setidaknya pasti dicengin oleh pemancing lain dan saya bisa jadi menjadi keki dan akhirnya benar-benar tidak akan strike. Tetapi dalam hati saya tidak percaya jika disini tidak ada GT monsternya. Maka sambil sedikit melamun, popper terus saya sentak dengan sentakan keras sehingga splash yang keluar begitu besar dan suara popper pun keras!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya tidak akan ada sambaran. Satu sentakan terakhir sebelum popper saya naikkan kembali untuk dilempar saya tetap setia megawasi dan memainkan popper dengan yakin. Saya sangat terkejut saat popper hendak saya angkat ke kapal tiba-tiba dari bawah muncul sesosok GT besar yang tanpa senyum dan permisi langsung menghantam popper dan kembali berenang dengan cepat ke dalam air. Posisi popper saat itu sekitar dua meter saja dari sisi kapal. Ini situasi strike yang tidak saya harapkan karena strike di dekat kapal pinggang kita langsung “kena”. Berbeda sekali dengan strike di kejauhan dimana kita memiliki kesampatan memainkan ikan lebih lama sehingga kita tidak terlalu tersiksa dengan beban ikan. GT terus menukik ke dalam dan membawa lari tali dengan perkasa. Rod medium action dari merk kelas menangah ini sampai lurus rus! Tidak bisa diungkit sama sekali. Benar-benar menyiksa dan menjadi bahan lelucon yang meriah di buritan. Saya tidak melihat, tetapi Om Sem jelas sekali ngakak saking senangnya melihat saya melongo dan tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi pemberontakan ikan.  Setelah sekitar 3 menit, GT tampaknya mulai mengendurkan larinya. Dengan hati-hati butt rod saya taruh di gimbal dan mulai untuk fight. Masalah berikut adalah lifting power rod yang sialan. Memang, jika bermain di sarang monster tidak boleh main-main dengan rod gak jelas! Lifting power yang parah membuat kita sangat tersiksa karena sulit memompa joran dan meunggulung tali. Dia melengkung indah memang, tetapi ya terus begitu saja sehingga hanya mau bergerak jika badan kita ikut mengayun agar rod bisa dipompa. Masalahnya adalah, pinggang kita tidak bsia bertahan selama itu. Jadi ada beberapa momen saya melepas rod dari gimpal dan hanya menjepitnya saja di sikut saya. Ada sekitar 20 menit hal ini terjadi sebelum akhirnya GT monster Reef Sem ini bisa diakhiri perlawanannya. Pertarungan paling melelahkan dengan ikan GT yang pernah saya hadapi! Kami tidak membawa timbangan untuk mengukur berat ikan ini, tetapi kami menaksir up 35 kg tetapi tidak sampai 40 kg! Menurut Om William ini adalah ikan rekor paling besar di Reef Sem dan belum terpecahkan hingga saat tulisan ini dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GT monster yang saya tarik itulah yang kemudian menjadi penutup trip. Cepy yang harusnya menjadi host sejak awal strike terpaksa merekam seluruh gambar karena tak bisa dipungkiri ini adalah ikan GT monster yang memang kami cari-cari dan emmang harus direkam. Kami semua tersenyum karena ini akan menjadi episode yang sangat sensasional. Om William, Om Sem, Fandy, Cepy saya lihat tampak gembira. Pukul tiga sore saat angin mulai berhembus kencang kami memutuskan untuk pulang ke kampung. Awan tebal tampak berkumpul di langit namun matahari senja terlihat berusaha keras menembus kepekatannya. Terlihat sangat indah namun mematikan jika sudah “meledak” menjadi hujan nanti. Dalam hati saya berucap “Deo Gratias” lagi dan segera memasukkan kamera ke dalam dry bag agar aman dari cipratan air laut. Salam strike! God bless you all!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Foto courtesy of Michael Risdianto, Cepy Yanwar &amp; Fandy. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Keterangan foto: Kata Om William sang “Raja Laut” Sumba GT monster ini beratnya antara 35-40 kg // Saya sebenarnya bertugas sebagai kameraman dan reporter // Pas difoto dengan ikan besar eh malah mata merem // Sapi-sapi Sumba menghalangi perjalanan. Permisi Om, kami numpang lewat. :D :D :D // Hardtop &amp; Rocky, soulmate sejati selama di Sumba // The long and winding road // Sunset saat menuju Teluk Aili // GR kecil di  Sumba Selatan. Heran padahal Sumba Selatan harusnya spot “gila” // Sunses saat hendak kembali ke basecamp di Teluk Aili // ABK pun memakai topi Santa Claus // Bersama Om William aka Santa Claus Pulau Sumba // Cepy hooked up GT pertama di Sumba Selatan // Fandy dengan GT monster di Serra Sem // Om William juga hooked up GT monster di Serra Sem // Hooked on Batanta 140 gram black // The Team! Saya, Cepy, Om William dan Om Sem. Photo by Fandy // Cepy dan Batanta 140 gram black // Badai siap meledak di Serra Sem // Popper-popper buatan Hime Lure yang telah dihantam GT berkali-kali // Cepy dengan GT hitam di Serra Sem // Saya fight // Cepy dan GT lain di Serra Sem // Saya menggigit joran dan terus diketawain oleh Om Sem //&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-3847995507775459034?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/3847995507775459034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=3847995507775459034' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/3847995507775459034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/3847995507775459034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2012/01/kembali-ke-sumba-gt-monster-popping.html' title='Kembali Ke Sumba: GT Monster, Popping With Santa Claus &amp; Batanta 140 gr Black'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-nD7ESgrzoP8/TyDKSdRICpI/AAAAAAAAFbg/ZzvnlSzku0A/s72-c/header.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-244929438523303526</id><published>2012-01-24T16:16:00.011+07:00</published><updated>2012-01-26T00:09:23.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giant trevally'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><title type='text'>Not Lost In Papua: Fishing Trip Raja Ampat, Papua 2011 Part 3</title><content type='html'>Ada satu video shot yang mungkin bisa menggambarkan betapa populasi ikan di Raja Ampat sangat luar biasa, silahkan berkunjung ke &lt;a href="http://hime-lure.blogspot.com/2011/11/video-one-cast-one-strike-ft-angler-joe.html"&gt;One Cast One Strike&lt;/a&gt; di blog Hime Lure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jSU5ZbarGWA/Tx54DzvPfHI/AAAAAAAAFYI/mVuZcMP2Nn4/s1600/tarigan%2Bsalem.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jSU5ZbarGWA/Tx54DzvPfHI/AAAAAAAAFYI/mVuZcMP2Nn4/s200/tarigan%2Bsalem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701126185120922738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-kcxfiJYTuOY/Tx54EJYJyJI/AAAAAAAAFYg/UmtwR3qajC4/s1600/pinky.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-kcxfiJYTuOY/Tx54EJYJyJI/AAAAAAAAFYg/UmtwR3qajC4/s200/pinky.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701126190929660050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VJ4gWj_oOpY/Tx54D0lLBJI/AAAAAAAAFYQ/PEvzKwjaaSU/s1600/handoko%2Btenggiri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VJ4gWj_oOpY/Tx54D0lLBJI/AAAAAAAAFYQ/PEvzKwjaaSU/s200/handoko%2Btenggiri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701126185347122322" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi saya pribadi, dalam setahun bisa tiga kali bolak-balik ke salah satu “surga di bumi” yakni kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, adalah sesuatu yang sangat-sangat saya syukuri. Tentunya pendapat ini akan berbeda dengan orang lain yang bisa jadi lebih sering misalnya. Saya mengenal dua pemancing Jakarta, dua kawan dekat ini mungkin dalam sebulan bisa dua minggu lebih di Raja Ampat, karena dia memiliki usaha di sana. Jadi bagi mereka, mungkin ke Raja Ampat layaknya saya bolak-balik kosan saya di Mampang usai bekerja di kantor, yang juga di Mampang letaknya. Bagi kawan-kawan yang lain yang belum pernah ke Raja Ampat, saya mungkin dianggap “enak banget” dan atau “enak ya jalan-jalan terus, bikin iri!” Padahal jelas-jelas saya kesana tidak untuk jalan-jalan (dalam artian bersenang-senang) melainkan untuk bekerja. Senang? Tentu! Tetapi apakah untuk bersenang-senang? Tidak! Kami dimanjakan oleh pemandangan dan susana laut yang menakjubkan, ya! Tetapi apakah tidur di atas pasir di dalam tenda selama seminggu itu selalu menyenangkan? Jawabnya silahkan ditanyakan kepada kepiting-kepiting di Pulau M, tempat kami mendirikan base camp selama seminggu. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-t01Wa7ilLjY/Tx54mz_NJoI/AAAAAAAAFZQ/YQmUhe7w_Hs/s1600/pesawat.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-t01Wa7ilLjY/Tx54mz_NJoI/AAAAAAAAFZQ/YQmUhe7w_Hs/s200/pesawat.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701126786483299970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-8osBbSsI8EE/Tx54mSceirI/AAAAAAAAFZE/TA7Dvwumvvg/s1600/camp3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8osBbSsI8EE/Tx54mSceirI/AAAAAAAAFZE/TA7Dvwumvvg/s200/camp3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701126777479269042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-TGJ8YfOeTZI/Tx54mfBvQrI/AAAAAAAAFY0/2Z8wI1NB5WI/s1600/camp2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-TGJ8YfOeTZI/Tx54mfBvQrI/AAAAAAAAFY0/2Z8wI1NB5WI/s200/camp2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701126780856779442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-1dpOGWkg1xw/Tx54mMNEcMI/AAAAAAAAFYs/O6Nicotj1qk/s1600/camp1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-1dpOGWkg1xw/Tx54mMNEcMI/AAAAAAAAFYs/O6Nicotj1qk/s200/camp1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701126775804031170" /&gt;&lt;/a&gt;Trip pertama ke Raja Ampat telah saya posting di blog iseng ini. Silahkan klik &lt;a href="http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/06/pertarungan-selat-dampier-dibakar.html"&gt;Pertarungan Selat Dampier&lt;/a&gt; untuk kembali membacanya. Disana terlihat jelas bawah pada trip bulan maret 2011 tersebut kami terlihat sedikit gagap karena bermain di fishing ground yang benar-benar baru kami kenal. Hasil sebenarnya sangat maksimal tetapi kami merasa sedikit kehabisan tenaga mengkover areal yang demikian luas sementara di langit sepuluh matahari membakar tubuh kami hingga kering. Namun kami puas karena ada setidaknya GT monster yang kami naikkan. Ketiga GT tersebut up 30 kg dan di rilis kembali. Trip kedua dilakukan bulan Mei 2011. Kami mendirikan base camp sendiri di sisi selatan Pulau Batanta karena tergoda dengan “rayuan” dari Kapten D, yang berkata pada bulan Maret, bahwa jika kami menginginkan monster GT, maka Tanjung B lah tempatnya. Namun tak mungkin jika saat itu juga kami mengeksplorasinya karena Kapten D ini berkata pada hari trip terakhir. Memang si Kapten D ini kelewatan, bilang ada spot monster di hari terakhir saat tenaga sudah habis, bbm tinggal tersisa sedikit, dan logistik juga sudah menipis. Maka pada bulan Mei tersebut, kami kembali untuk membayar lunas semua penasaran kami dengan menaikkan beberapa monster GT di Tanjung B. Apalagi dalam trip ini ada pemancing popping kelas wahid Indonesia, yakni Rudi Hadikesuma yang merupakan jaminan naikknya GT monster. Kisahnya ada di &lt;a href="http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/07/tentang-pemancing-bulan-hujan-dan-ikan.html"&gt;Tentang Pemancing, Bulan, Hujan dan Ikan&lt;/a&gt;. Dan semua perjalanan ke Raja Ampat ini telah menghasilkan lima episode eksklusif untuk Mancing Mania Trans|7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-LZy07Tjq1NM/Tx55PJAGYXI/AAAAAAAAFZ4/sC5V9Gh6n-o/s1600/pulau%2Bmerpati%2B18.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LZy07Tjq1NM/Tx55PJAGYXI/AAAAAAAAFZ4/sC5V9Gh6n-o/s200/pulau%2Bmerpati%2B18.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701127479318962546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ik5yOlCWJKM/Tx55Oye2jQI/AAAAAAAAFZk/_z2wVQRm0ss/s1600/pulau%2Bmerpati%2B16.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ik5yOlCWJKM/Tx55Oye2jQI/AAAAAAAAFZk/_z2wVQRm0ss/s200/pulau%2Bmerpati%2B16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701127473273933058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pyTxC9uAsaE/Tx55O1tiDUI/AAAAAAAAFZc/DVC1DrE4KQc/s1600/pulau%2Bmerpati%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pyTxC9uAsaE/Tx55O1tiDUI/AAAAAAAAFZc/DVC1DrE4KQc/s200/pulau%2Bmerpati%2B3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701127474140810562" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi dengan berbagai pelajaran berharga dari dua trip sebelumnya, pada akhir November 2011 kami kembali lagi ke Raja ampat dengan lebih yakin, bersemangat, dan dengan “armada” yang lebih besar. Ada tiga kapal! Satu kapal kayu 15 x 3 meter bermesin 40 x 2, satu speedboat 8 x 3 meter bermesin 40 x 2, dan terakhir adalah speedboat cepat Aurel milik seorang pemancing Sorong yang didorong oleh dua buah mesin besar. Saya lupa berapa pk, tak kurang dari 150 pk x 2 yang pasti. Di dua kapal terdahulu sebagian besar adalah para pemancing yang pada dua trip terdahulu juga ikut ke sini, “dikomandani” oleh Handoko Wiharja, pemancing senior asal Surabaya. Sedangkan di speedboat Aurel adalah “juragan-juragan”-nya Raja Ampat. Mereka adalah pemancing-pemancing yang tiap minggu memancing di Raja Ampat karena bolak-bolik Jakarta – Sorong mengurus usaha. Jika ditotal, termasuk dengan kru lokal, kami ada sekitar 30 orang lebih. Jadi tak heran jika selama tujuh hari penuh, Pulau M dan Pulau W yang menjadi base camp kami selama trip berubah menjadi “metropolitan”! Padahal sebelumnya kedua pulau tersebut adalah pulau yang hampir kosong! Hanya Pulau W yang berpenduduk sekitar 10 jiwa. Pulau M benar-benar kosong melompong sebelumnya. Jadi jika suatu saat Anda datang ke Pulau M ini dan kemudian sayup-sayup ada suara aneh menyanyikan lagu-lagu macam Utha Likumahua, The Mercys, dan atau Queen sekalipun, itu adalah hantu-hantu Pulau W yang telah hafal lagu-lagu yang kami putar di Ipod selama seminggu di pulau ini tiap malam. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-kZLufVjsO4c/Tx553xgWK8I/AAAAAAAAFaY/cXbIE6bQjnI/s1600/pulau%2Bmerpati%2B26.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-kZLufVjsO4c/Tx553xgWK8I/AAAAAAAAFaY/cXbIE6bQjnI/s200/pulau%2Bmerpati%2B26.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701128177386400706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Wfi3kRxQg5w/Tx553tRjA-I/AAAAAAAAFaI/OolSQx4vt8s/s1600/pulau%2Bmerpati%2B25.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Wfi3kRxQg5w/Tx553tRjA-I/AAAAAAAAFaI/OolSQx4vt8s/s200/pulau%2Bmerpati%2B25.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701128176250586082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-wxbd3-ljTlE/Tx553i1xF6I/AAAAAAAAFaA/qJIS5bKG97k/s1600/pulau%2Bmerpati%2B20.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wxbd3-ljTlE/Tx553i1xF6I/AAAAAAAAFaA/qJIS5bKG97k/s200/pulau%2Bmerpati%2B20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701128173449713570" /&gt;&lt;/a&gt;Target kami dalam trip ini jelas ikan-ikan monster. Buat apa jauh-jauh kalau hanya menargetkan yang biasa? Bukan kami tidak menyukai size biasa, size berapapun ada nilainya, tetapi size does matter. Jadi kami memilih yang besar saja. Jadi kalaupun akhirnya dapatnya size sedang atau kecil, setidaknya telah menargetkan yang size “mama”. Tetapi lebih dari itu semua, kami akan memfokuskan pada titik-titik baru yang pada dua trip sebelumnya belum kami datangi. Kedua kami akan mencoba untuk kembali jigging mengejar “kapal selam” yang konon banyak bersliweran di salah satu karang dalam di Tanjung B. Lagi, kata Kapten D. Jadi jangan tanya tackle macam apa yang kami bawa. Tetapi saya kurang suka memotret tackle, karena tackle-tackle mahal itu bukan milik saya, jadi cukup jika sedikit saya singgung disini. Tackle popping ada kali 20 set! Reel didominasi oleh dua merk ternama yakni S dan D. Yang lebih beragam adalah rod-nya. Ada Smith, Hots, Carpenter, dll. Untuk jigging merk lebih beragam, tetapi saya paling suka memakai overhead-nya Accurate. Berat di awal, tetapi ternyata lebih nyaman dibandingkan jigging dengan spinning reel. Maklum pemula, baru tahu sekarang. Ditambah dengan popper range 80-140 gram, metal jig 170-350 gram, PE 5-12 dan lain sebagainya, sebenarnya tackle kami lebih dari cukup untuk membuka usaha toko pancing bernama Raja Ampat Fishing Tackle yang akan dijaka oleh Kapten D, “tukang kompor”asal Kampung Dome, Sorong!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7az3Y8Ykwdk/Tx56LUhWYDI/AAAAAAAAFas/ZxNAHjU2trg/s1600/pulau%2Bmerpati%2B23.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7az3Y8Ykwdk/Tx56LUhWYDI/AAAAAAAAFas/ZxNAHjU2trg/s200/pulau%2Bmerpati%2B23.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701128513203363890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-SSd_jQvlkek/Tx56LS3t53I/AAAAAAAAFak/UFZEgsGOrIM/s1600/pulau%2Bmerpati%2B22.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SSd_jQvlkek/Tx56LS3t53I/AAAAAAAAFak/UFZEgsGOrIM/s200/pulau%2Bmerpati%2B22.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701128512760309618" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak usah bertele-tele. Jujur, kami tidak mendapatkan ikan monster dalam trip ini. Bahkan, GT up 30 kg pun tidak. Juga dogtooth up 10 kg pun tidak. Memang kami mendapatkan banyak dan beragam ikan, baik dengan teknik popping dan jigging. Jika tidak percaya silahkan tanya ke dang Joe Michael misalnya, salah satu pemancing dalam trip ini yang memakai speedboat Aurel, dia bahkan bisa landed hingga lebih dari 30 GT dalam dua hari saja! Teknik jigging juga gagal menaikkan monster, padahal target kami tidak muluk-muluk, yaaah kalau dogtooth tuna setidaknya up 10 kg lah. Atau kalau amberjack up 15 kg. Tetapi kami hanya mendapatkan beberapa yang sizenya under 10 kg semua. Teori itu, jika dalam sportfishing teori ini memang ada, ternyata benar. Kakek-kakek kita berkata,”Jika di spot mancing terlalu banyak ikan-ikan kecil, maka ikan-ikan monster akan selalu kalah cepat menyergap umpan-umpan kita”. Alasannya antara lain karena ikan besar kalah cepat bergerak dengan cucu-cucunya. Jika tidak percaya, ajak kakek Anda balapan lari. Sehingga meskipun di lokasi tersebut ada GT monsternya, dia pasti lebih memilih menjadi penonton cucu-cucunya berpesta popper daripada ikut rebutan. Dan “sialnya” Raja Ampat adalah surga ikan, baik dari tingkat populasi maupun keberagaman spesies! Jadi hingga hari terakhir trip, kami harus cukup puas dihibur dengan ikan-ikan GT size antara 8-20an kg saja. Namun ada momen yang bagi saya fantastis. Saat kawanan tenggiri berpesta menghajar pencil dan swimmer kita. Gimana tidak berkesan, lempar umpan sambil merem pun (memejamkan mata) pencil kita bisa langsung dihantam oleh tenggiri! Dan sizenya mak! Ada yang 25 kg an! Saat itu Cepy yang juara mendapatkan tenggiri paling besar. Lihat sendiri fotonya entah berapa kg itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enaknya mengkover areal yang luas dengan tiga buah kapal adalah, kita tidak perlu rebutan spot mancing. Jadi jika misalnya Tim Joe Michael ada di spot A misalnya, maka dua kapal lain akan memilih untuk memancing di lokasi lain yang jaraknya berjauhan. Kadang jarak kami bisa terpisah 10 mil laut. Untungnya ada radio, meski lebih sering tidak bisa dipakai saking kami terpisah jauh, sehingag kami terkadang tetap bisa berkomunikasi. Untungnya lagi adalah kami membawa tiga buah kamera video. Jadi pas sudah, mau dimanapaun para pemancing mengadu nasib di spot pilihan masing-masing, tukang suting akan selalu ada menemani. Kurang apa? Silahkan mancing sepuasanya dan kami siap mendokumentasikan? Meski tukang suting suka gatal, dan sekali dua kali lemparan suka nimbrung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-g17G9hM1mCE/Tx56ZbeJJLI/AAAAAAAAFbU/E6mZV5Oe8tk/s1600/pulau%2Bmerpati%2B5.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-g17G9hM1mCE/Tx56ZbeJJLI/AAAAAAAAFbU/E6mZV5Oe8tk/s200/pulau%2Bmerpati%2B5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701128755587130546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-O156UcS6Oj0/Tx56ZHxLJoI/AAAAAAAAFbE/gzaSkwD3qJQ/s1600/pulau%2Bmerpati%2B4.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-O156UcS6Oj0/Tx56ZHxLJoI/AAAAAAAAFbE/gzaSkwD3qJQ/s200/pulau%2Bmerpati%2B4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701128750298244738" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali tentang teori. Konon, kata kakek-kakek kita lagi (kalau pemancing-pemancing senior baca blog ini dan merasa masih muda saya bisa dilempar popper :d) ada pilihan untuk menghindari hantaman ikan-ikan kecil. Satu, dengan memakai umpan-umpan besar yang cenderung enggan dihantam ikan-ikan kecil. Khusus untuk GT, taruhlah memakai popper up 140 gr. Tetapi siapa yang mau sepanjang hari melemparkan umpan yang bisa mematahkan tangan ini? Untuk GT, kita bisa mengindari GT besar katanya dengan swimbait yang tipe subwalk, yakni bergerak di bawah permukaan. Tetapi nyatanya kami selama disini, selalu dikerumini oleh fans-fans abg (GT kecil). Cara berikut adalah cara yang sedikit unik, yakni menghabiskan ikan-ikan kecil (ini bukan berarti membunuh, maksudnya terus menaikkan ikan-ikan kecil tetapi kemudian dirilis lagi), karena trauma, ikan-ikan kecil kemudian akan malas menyambar umpan lagi sehingga memberi kesempatan untuk kakek GT tampil. Tetapi jika sepanjang hari sambaran ikan GT kecil tidak pernah habis? Kita yang repot. Kenyataan ini sebenarnya menggembirakan, karena ini membuktikan bahwa Raja Ampat adalah “surga di bumi”. Namun ini tidak bagus untuk para pemburu monster yang ingin mendapatkan ikan-ikan rekor ukuran besar yang bisa dipakai membuat pening kepala para pemancing lain akibat shock. Atau mungkin kami tidak diberkati oleh GT monster dalam trip ini karena kami terlalu kuat memiliki “niat jahat?”, yakni ingin menebar racun dosis tinggi yang bisa membuat pemancing lain sakau strike?! Hanya Tuhan yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, karena kisah ini sudah terlalu “berbusa” baiknya silahkan dinikmati saja foto-fotonya. Keterangan foto perlu juga untuk dibaca karena disana saya sertakan informasi penting juga. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi saya melalui email. Tetapi maaf saudara-saudara, jika pertanyaan tersebut adalah tentang koordinat spot, apalagi spot jigging saya mungkin akan kesulitan menjawabnya. Bukan saya pelit berbagi informasi, tetapi justru saya tidak ingin mengurangi sensasi petualangan mancing Anda karena akan menghilangkan sisi “wild” dan “adventure” dalam trip yang mungkin akan Anda lakukan di Raja Ampat. Namun saya siap diajak berdiskusi tentang fishing trip ke Raja Ampat. Kecuali Anda adalah kru TV lain yang menjadi pesaing Trans7, tempat saya bekerja. Salam strike!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bnXFIw-GQvk/Tx56ZA2DtiI/AAAAAAAAFa8/Zg_CX6-Vh3s/s1600/pengamen.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bnXFIw-GQvk/Tx56ZA2DtiI/AAAAAAAAFa8/Zg_CX6-Vh3s/s200/pengamen.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701128748439680546" /&gt;&lt;/a&gt;* Foto courtesy of Joe Michael/Andry Sugianto &amp; Michael Risdianto. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;*Tarigan, pemancing asal Timika, mendapatkan ikan rainbow runner dengan teknik jigging // Ini dia popper juara selama trip, Batanta pinky 80 gram dari Hime Lure. Sssssst, bahkan merk Aussie dan merk lainnya pun kalah rate strike-nya // Handoko hooked up ikan tenggiri menggunakan umpan swimmer // Pulau Batanta &amp; Salawati dilihat dari udara // Pohon kelapa di Pulau M // tenda-tenda kami dekat sekali dengan pohon kelapa. Harus banyak berdoa agar tidak ada kelapa yang jatuh // Tiba di base camp setelah 3 jam melaut dari Sorong // Cepy hooked up tenggiri besar dengan umpan popper // Tarigan hooked up GT // Joe Michael mungkin adalah pemancing dengan rate strikenya paling tinggi selama trip // Ahin akhirnya berhasil hooked up GT pertamanya. Ini adalah pengalaman pertamanya popping // Beramai-ramai foto dengan GT // Tarigan strike GT lagi // Beragam popper kami bawa // Takya dari Hime Lure juga sukses hooked up ikan tenggiri. Sayang tidak ada fotonya karena saya sibuk mengambil gambar video // Tiga foto terakhir adalah pembuat catatan iseng ini. Hehehe….. //&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-244929438523303526?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/244929438523303526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=244929438523303526' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/244929438523303526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/244929438523303526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2012/01/hantu-pun-ikut-beryanyi-fishing-trip.html' title='Not Lost In Papua: Fishing Trip Raja Ampat, Papua 2011 Part 3'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jSU5ZbarGWA/Tx54DzvPfHI/AAAAAAAAFYI/mVuZcMP2Nn4/s72-c/tarigan%2Bsalem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-777826365377701673</id><published>2012-01-21T01:02:00.014+07:00</published><updated>2012-01-26T00:10:27.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giant trevally'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popping'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popper'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><title type='text'>Story Of Hime Lure, Especially Batanta "Pinky" Popper</title><content type='html'>This is story of &lt;a href="http://hime-lure.blogspot.com"&gt;HIME LURE&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-gxQFUyZTQKI/Txmw3Icp8vI/AAAAAAAAFX4/NNSg-uRHbVk/s1600/joe%2Bgt%2Bhitam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gxQFUyZTQKI/Txmw3Icp8vI/AAAAAAAAFX4/NNSg-uRHbVk/s320/joe%2Bgt%2Bhitam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699781264621040370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pO-isio2dWI/Txmw2T7pfsI/AAAAAAAAFXs/fcGby0ZbSoQ/s1600/mike%2Bmonster1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pO-isio2dWI/Txmw2T7pfsI/AAAAAAAAFXs/fcGby0ZbSoQ/s320/mike%2Bmonster1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699781250523954882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-JKH3QQ-jV4c/Txmw15fHgcI/AAAAAAAAFXg/3mNl-GinKb4/s1600/joe%2Bbest%2Bpict.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-JKH3QQ-jV4c/Txmw15fHgcI/AAAAAAAAFXg/3mNl-GinKb4/s320/joe%2Bbest%2Bpict.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699781243424965058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-o1DG-xMW-Lg/Txmw15Dg_eI/AAAAAAAAFXU/CMT3Q0ynM58/s1600/cepy%2Bgt.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-o1DG-xMW-Lg/Txmw15Dg_eI/AAAAAAAAFXU/CMT3Q0ynM58/s320/cepy%2Bgt.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699781243309194722" /&gt;&lt;/a&gt;Howdy. Ijinkan saya kali ini untuk berbagi kisah pribadi sejenak. Tak pernah terbayang dulu bahwa saya akan mencintai olahraga memancing sedemikian dalamnya seperti sekarang ini. Tetapi ternyata “petir” mancing yang menyambar tiba-tiba di pertengahan 2007 itu begitu dahsyat dan saya tak bisa mengelak lagi dari sengatan “listrik”-nya yang demikian mematikan namun indah ini. Waktu berjalan cepat tanpa terasa, seperti arus yang tak terlihat namun membawa kapal kita hanyut hingga jauh ke tengah laut. Saya mengalami banyak hal indah sekaligus menyedihkan dalam mengarungi dunia mancing yang “gila” ini. Berpetualang tanpa bekal yang cukup, hanya berbekal doa dan persahabatan misalnya. Ataupun hal-hal lain yang kiranya tak perlu disebutkan terlalu jelas disini. Hal-hal yang indah, sudah tak terhitung banyaknya yang terjadi akibat mancing ini. Dan saya berterimakasih kepada Tuhan dan kepada Anda semua yang telah begitu baik menerima saya sebagai sahabat di berbagai tempat dan di berbagai kesempatan, dalam suka dan duka. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan Anda semuanya. Dunia mancing di Indonesia telah berkembang pesat. Sebagai salah satu fishing ground terbaik di dunia Indonesia telah sukses menjadi destinasi favorit para pemancing dari berbagai penjuru bumi. Toko-toko pancing berserak di setiap kota,  dan selalu ramai. Operator mancing jempolan juga banyak beroperasi di negeri tercinta ini. Mulai yang dioperasikan oleh anak bangsa sendiri, salah satu yang paling hebat Adhek Sportfishing misalnya sampai yang dioperasikan oleh bule ataupun orang-orang Jepang. Adhek Sportfishing misalnya, adalah salah satu operator mancing terbaik di dunia. Dan penjuru lautan yang jauh di negeri indah ini telah begitu ramai oleh celoteh sekaligus jerit reel para pemancing yang ingin memacu adrenalinnya melawan ikan-ikan predator. Banyak yang berpendapat, bahwa tinggal di luar negeri lebih nyaman, karena pekerjaan kesehatan kesejahteraan keamanan lebih baik. Tetapi bagi saya, lahir dan besar sebagai orang Indonesia adalah yang paling membahagiakan karena bisa potensi mancing di negeri ini demikian luar biasa. Sayang sekali infrastruktur negeri ini di berbagai daerah yang potensi mancingnya luar biasa kurang memadai, sehingga biaya mancing yang menjadi sangat tinggi kadang tidak terjangkau oleh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada titik-titik penting yang saya lewati dalam dunia sportfishing negeri ini yang sangat berperan membantu saya memberi banyak pemahaman, banyak sahabat, dan begitu banyak berkat kepada saya selama ini. Majalah Mancing selama 2007-2009 adalah “pintu” masuk pertama yang membuat saya belajar untuk pertama kalinya menjadi jurnalis sekaligus pemancing yang baik. Bersama dua orang pemancing senior negeri ini (Nursasongko Anwar dan Agustinus Sutandar, para pendiri Federasi Olahraga Memancing Seluruh Indonesia) saya diberi pelajaran pertama tentang sportfishing, sustainable sportfishing, dan lain sebagainya. Meski kini telah jarang berjumpa dengan mereka, mereka selalu memiliki tempat tersendiri di hati saya. Terimakasih kepada Anda berdua, meski kita sering tidak sependapat akibat kemudaan say ayang bersemangat ini, terutama kepada Nursasongko Anwar. Akan tetapi “pintu” terlebar yang membawa saya jauh “berlayar” dalam gempita olahraga memancing di negeri ini adalah program MANCING MANIA di TRANS 7, pioneer tayangan olahraga memancing di televisi Indonesia yang hingga hari ini menjadi tayangan favorit di seluruh negeri (dan bahkan di luar negeri). Program yang dicetuskan dan terus dikawal hingga hari ini oleh Mas Dudit Widodo ini adalah “kapal” terbaik yang mendidik saya tentang banyak hal agar menjadi jurnalis sekaligus pemancing yang terbaik. Namun yang membawa saya untuk ikut menjadi yang terbaik bersama MANCING MANIA TRANS 7 adalah seorang Denis Polapa, jurnalis TV handal sejak jaman TV 7. Terimakasih kawan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-nUWwDfmUjiI/TxmwOsx6bfI/AAAAAAAAFXE/K0M-YQJr6no/s1600/joe%2Bgt%2Bputih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nUWwDfmUjiI/TxmwOsx6bfI/AAAAAAAAFXE/K0M-YQJr6no/s320/joe%2Bgt%2Bputih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699780569999240690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9Fg9wljmXy8/TxmwOZEaiHI/AAAAAAAAFW8/QDeNZazbW4g/s1600/gt%2Bbatanta%2B140.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9Fg9wljmXy8/TxmwOZEaiHI/AAAAAAAAFW8/QDeNZazbW4g/s320/gt%2Bbatanta%2B140.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699780564708132978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-yWixTU27Oro/TxmwOCIyzWI/AAAAAAAAFWw/ChMyzyJ9wto/s1600/hime%2Bpasir.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-yWixTU27Oro/TxmwOCIyzWI/AAAAAAAAFWw/ChMyzyJ9wto/s320/hime%2Bpasir.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699780558552485218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-flbAUXFJ0qM/TxmwNzPctAI/AAAAAAAAFWk/KlMBG8ItQx4/s1600/cepy%2Btop.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-flbAUXFJ0qM/TxmwNzPctAI/AAAAAAAAFWk/KlMBG8ItQx4/s320/cepy%2Btop.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699780554553865218" /&gt;&lt;/a&gt;Melihat banyak hal, merekam banyak hal, bergaul dengan aneka rupa dan watak pemancing, berkompromi dengan segala cuaca, berkompromi dengan segala jenis ikan, membuat saya semakin mencintai olahraga mancing hingga sulit untuk menjelaskannya. Meski jujur saja, saya tidak segila Anda semuanya (hehehehe) karena segila-gilanya saya, saya tidak memiliki tackle-tackle terbaik misalnya. Yang pasti ada banyak hal yang kemudian mengendap dan sebaik mungkin selalu saya kembalikan kepada dunia memancing yang telah begitu luar biasa menghidupi saya selama ini. Dinamisnya olahraga memancing dan potensialnya Indonesia sebagai fishing ground kelas dunia menumbuhkan banyaknya pemain kelas dunia di ranah sportfishing dunia. Misalnya saja, pembuat artificial lure untuk memancing. Adhek Amerta, Heru Gombong, Budi Popper, dan lain sebagainya telah mencatatkan namanya dengan gagah di ranah sportfishing dunia. Saya tak perlu menuliskan terlalu jelas misalnya kenapa di New Caledonia (Pasifik) misalnya begitu banyak popper made in Indonesia. Begitu juga misalnya di Jepang, kenapa begitu banyak tackle shop menjual Adhek Popper. Fakta, Indonesia memiliki para pemancing yang hebat! Saya pribadi jujur mengidolakan Adhek Amerta. Pemancing senior berpengalaman yang begitu ramah baik dan selalu terbuka asal Bali. Dan saya merasa terberkati bisa berteman dengan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, “angin” laut tiba-tiba berhembus jauh memasuki kota Jakarta dan seseorang di samping saya berkata kenapa saya tidak bergerak lebih jauh di dunia sportfishing ini? Saya menjawab telah begitu banyak kawan dekat yang melakukannya, menjadi pemancing pro. Dalam artian hidup dari dunia mancing. Baik itu menjadi guide mancing, lure maker, membuka toko pancing, dan atau menerbitkan majalah atau tabloid misalnya. Namun ternyata “angin” sepoi-sepoi itu bukannya mengecil dan hilang malah menjelma menjadi badai bernama HIME LURE. Sebuah brand yang dengan sadar saya bikin untuk (saat ini) melemparkan popper ke pasar mancing Indonesia. Keputusan mempublikasikan HIME LURE bukanlah keputusan gelap mata yang diputuskan semalam. Sulitnya keputusan untuk mengiyakan adalah karena saya tahu saya akan bersinggungan dengan kawan-kawan baik yang sebelumnya telah melakukan hal serupa, dimana banyak di antara mereka adalah senior saya sekaligus idola saya sendiri. Namun mungkin inilah jalan yang harus saya tempuh, HIME LURE akhirnya dipublikasikan di akhir 2011 dalam kesederhanaan namun dipenuhi dengan semangat dan keyakinan. Bukan untuk menjadi pesaing, meski hal ini tak bisa dihindari, melainkan untuk meneruskan semangat para senior sekaligus guru-guru mancing saya yang selama ini telah memberi saya banyak pengetahuan di dunia mancing ini. Saya harap mereka mengerti dengan keputusan saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prototype pertama popper HIME LURE diuji di laut pertama kali pada awal 2011 di Raja Ampat, Papua. Beberapa popper ukuran besar, dari 150-170 gram. Dan hasilnya ternyata luar biasa. Waktu itu saya berfikir hasil tersebut karena Papua adalah fishing ground yang masih sangat potensial sehingga saya tidak boleh arogan dengan hasil tersebut. Akan tetapi dua trip berikutnya yang juga digelar di tempat yang sama, dimana kami juga membawa popper-popper lain kelas dunia yang telah lebih dahulu sukses, memberi saya keyakinan bahwa HIME LURE memiliki masa depan karena ternyata keaslian bentuk dan warnanya ternyata mampu bersaing dengan gagah dengan merk-merk lain yang telah sukses mendunia. Bahkan satu merk popper dari negeri Kanguru sampai kalah telak secara jumlah strike. Padahal spot mancing sama, kami juga sekapal, namun hasil jauh berbeda. Waktu itu kami bermain di sekitar pulau cantik bernama Batanta. Oleh karena prototype pertama popper HIME LURE tersebut belum memiliki nama, maka saya memberinya nama BATANTA untuk mengabadikan tempat bermain pertama popper-popper HIME LURE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-0yfdYKqJFfw/TxmvbTigf-I/AAAAAAAAFWc/d41pVA3y3hY/s1600/joe%2Band%2Bpinky.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-0yfdYKqJFfw/TxmvbTigf-I/AAAAAAAAFWc/d41pVA3y3hY/s320/joe%2Band%2Bpinky.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699779687050412002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3ClRa0oTPkA/Txmva_ycOgI/AAAAAAAAFWM/Z6unTcahzgM/s1600/mike%2Band%2Bpinky.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3ClRa0oTPkA/Txmva_ycOgI/AAAAAAAAFWM/Z6unTcahzgM/s320/mike%2Band%2Bpinky.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699779681748531714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lGrlMyQZV0E/TxmvavIe8NI/AAAAAAAAFV8/Ft3fHIcIn3Y/s1600/mm%2Bpapua2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lGrlMyQZV0E/TxmvavIe8NI/AAAAAAAAFV8/Ft3fHIcIn3Y/s320/mm%2Bpapua2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699779677277581522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-T9XCk43fCjU/TxmvaYFXUhI/AAAAAAAAFV0/21O4Z-9f_mE/s1600/mm%2Bpapua3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-T9XCk43fCjU/TxmvaYFXUhI/AAAAAAAAFV0/21O4Z-9f_mE/s320/mm%2Bpapua3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699779671090483730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ctKJgb_PMgk/TxmvaO8JUxI/AAAAAAAAFVo/5NC6xfwXEEg/s1600/redbass.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ctKJgb_PMgk/TxmvaO8JUxI/AAAAAAAAFVo/5NC6xfwXEEg/s320/redbass.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699779668635898642" /&gt;&lt;/a&gt;HIME LURE masih bayi kecil yang sedang belajar banyak hal. Namun seluruh kru HIME LURE adalah bayi pilihan yang begitu bersemangat. Sehingga jika sekarang misalnya popper Batanta menjadi pilihan banyak pemancing, itu bukan karena HIME LURE menjual omong kosong, namun memberi bukti sebagai yang layak untuk dipilih oleh para pemancing popping di negeri ini. Banyak catatan manis di akhir 2011 yang ditorehkan oleh para pemakai popper Batanta. Dan kami sangat berterimakasih kepada Anda semuanya yang telah begitu baik memberi kepercayaan kepada bayi kecil bernama HIME LURE. Dua report di akhir 2011 yang menurut kami terbaik adalah report dari angler Jakarta, Joe Michael yang bolak-balik Papua seperti pesawat terbang. Joe Michael mengaku secara pribadi ke saya, ada saat, dalam sehari di abisa strike 30 ekor GT dengan menggunakan Batanta “pinky” 80 gram. Sebelum akhirnya popper tersebut kemudian hilang karena diminta oleh ikan GT untuk dipajang di rumahnya. Hehehe. Report paling akhir di tahun 2011 adalah perjalanan tim Mancing Mania Trans 7 ke Pulau Sumba, dimana sebagai kru MMT7 saya juga ikut serta. Dari begitu banyak GT dan monster GT yang landed selama pembuatan episode Mancing Mania Spesial Natal 2011 tersebut, semuanya hooked on Batanta 140 gr black!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-HKwXSu_Epuk/TxmtU8SuQ8I/AAAAAAAAFVg/PRjxPKz5In4/s1600/pinky.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-HKwXSu_Epuk/TxmtU8SuQ8I/AAAAAAAAFVg/PRjxPKz5In4/s320/pinky.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699777378707719106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-irYpKV3nOB0/TxmtUhcaTBI/AAAAAAAAFVQ/1cujnyGk5QQ/s1600/popper%2Bjejer1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-irYpKV3nOB0/TxmtUhcaTBI/AAAAAAAAFVQ/1cujnyGk5QQ/s320/popper%2Bjejer1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699777371500596242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qPiBQpQdwRQ/TxmtT0pLHeI/AAAAAAAAFVE/1Lzxl7Up1QY/s1600/popper%2Bjejer2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qPiBQpQdwRQ/TxmtT0pLHeI/AAAAAAAAFVE/1Lzxl7Up1QY/s320/popper%2Bjejer2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699777359474531810" /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini saya sedang menunggu report mancing yang paling saya nanti di awal 2012. Seorang pemancing Belanda membawa beberapa Batanta 150 gram ke Oman (Afrika), yang konon adalah pusatnya GT monster di bumi ini. Saya berharap HIME LURE kembali membuktikan dirinya sebagai “yang layak dipilih” oleh para pemancing popping. Jika itu terjadi, maka saya tidak perlu untuk merasa malu ataupun segan kepada semua senior dan guru-guru saya, karena saya (meski apa yang saya lakukan ini mungkin akan terasa tidak nyaman bagi beberapa orang) akan terus membesarkan bayi HIME LURE ini dengan semangat, kerendahan hati, keterbukaan, dan kerja keras seperti mereka semua pernah ajarkan kepada saya. Saya percaya mereka mengerti keputusan saya ini. Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Foto courtesy of Joe Michael/Andry Sugianto &amp; Michael Risdianto. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Keterangan foto: Angler Joe Michael dengan GT Papua-nya pada salah satu trip ke Raja Ampat // Saya berhasil landed GT 38 kg di Sumba pada November 2011 // Joe Michael dengan lure favoritnya, Batanta 80 gr pinky landed GT Raja Ampat // Host Mancing Mania Trans 7, Cepy Yanwar landed GT di Sumba, NTT // Joe Michael adalah kawan terbaik yang mensupport Hime Lure dengan sangat luar biasa //Seekor GT Sumba landed on Batanta 140 gr black // HIMEEEEEE!!! // Cepy Yanwar memberi jempol untuk Hime Lure // Joe Michael di Raja Ampat, Papua // Saya di sebuah reef dekat pulau kosong di Papua // Cepy Yanwar landed tenggiri besar pada Maret 2011 // Arfane Yudhithia (kameraman Mancing Mania Trans 7) landed GT besar di Raja Ampat // Ikan redbass pun “horny” dengan popper Batanta 80 gr black // The champion, Batanta “pinky” // You love GT’s? Hime loves you! // HIME HIME HIME…..!!! //&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-777826365377701673?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/777826365377701673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=777826365377701673' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/777826365377701673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/777826365377701673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2012/01/story-of-hime-lure-especially-batanta.html' title='Story Of Hime Lure, Especially Batanta &quot;Pinky&quot; Popper'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gxQFUyZTQKI/Txmw3Icp8vI/AAAAAAAAFX4/NNSg-uRHbVk/s72-c/joe%2Bgt%2Bhitam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-8133871405667779313</id><published>2011-11-20T01:10:00.029+07:00</published><updated>2011-11-22T11:07:13.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angler'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popping'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sailfish'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><title type='text'>Trip "Dancing Sailfish" Kuala Rompin, Malaysia, 26-27 September 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AtlI8qx3Vpk/TsgBu9TAuVI/AAAAAAAAFTw/lEjWF0sxtio/s1600/DSCN3644.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-AtlI8qx3Vpk/TsgBu9TAuVI/AAAAAAAAFTw/lEjWF0sxtio/s200/DSCN3644.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Location:&lt;/span&gt; Kuala Rompin, Malaysia. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Date:&lt;/span&gt; 25-28 September 2011. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Angler:&lt;/span&gt; Bayu Noer, Lutfi, Adhek Amerta, Nabil, Tommy, Diana, Boen, Wau, dan Marvin. Photos by: Diana, Arfane, Marvin, Adhek Amerta, Nabil, Wau. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan:&lt;/span&gt; Saya tidak bisa menulis apapun tentang trip ke negara tetangga ini. Entahlah, hasrat menulis itu tiba-tiba menjadi tawar sejak tekanan-tekanan atas nama c**** itu begitu hebat mendera berbulan-bulan ini. Memalukan memang selama hampir dua bulan lebih usai trip ini, dan saya tidak bisa menulis sedikit saja cerita tentangnya. Saya memohon maaf dan maklum. Tetapi yang pasti, saya berharap foto-foto di bawah ini bisa membuat blog ini memiliki sedikit arti. Jika Anda mengikuti dua episode tentang ikan layaran ini di layar kaca (Mancing Mania Trans 7), mungkin Anda dapat merasakan dan sedikit membayangkan, bahwa sebenarnya saya ingin berbagi cerita tentang banyak hal. Sayang sekali, karena tekanan-tekanan itu ternyata berhasil, 'menang'. Terimakasih telah berkenan berkunjung. Oh ya yang pasti saya berhasil menaikkan dua ekor ikan dari tiga strike yang saya dapatkan. Anda tahu, tidak mudah menjadi kameraman. Meski hasrat memancing begitu menggebu, kita harus mengutamakan tugas utama sebagai tukang rekam gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vdoOGeAsJAs/Tsi3U2rZMVI/AAAAAAAAFT8/qTh_gyBDfJA/s1600/lutfi.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-vdoOGeAsJAs/Tsi3U2rZMVI/AAAAAAAAFT8/qTh_gyBDfJA/s200/lutfi.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Atau okelah saya bercerita sedikit tentang beberapa orang yang terlibat dalam trip sailfish Kuala Rompin ini. Foto disamping ini adalah Lutfi, pemancing sport asal Bali yang merupakan best friend-nya Adhek Amerta. Duo Lutfi-Adhek ini bisa dibilang duet ‘maut’ karena telah menjelajah negeri kita tercinta dan juga luar negeri bersama-sama. Mereka berdua adalah para pemancing sport yang sangat bersemangat. Sekedar informasi, saat-saat ini duet Lutfi-Adhek Amerta sedang getol-getolnya memakai piranti super kecil! Bayangkan saja, selama di Kuala Rompin, mereka berdua ini hanya memakai piranti PE 1!!! Gilaaa!!! PE 1 yaaaah hampir setara 5 kilogram. Sekecil-kecilnya ikan layaran (sailfish) di Kuala Rompin, jarang lah yang under 10 kg. Rata-rata size nya up 20 kg. Dan malah pada trip kemarin itu rata-rata sizenya malah besar-besar. Up 25 kg semua. Jadi bayangkan, duo Lutfi-Adhek Amerta ini baku tarik dengan ikan tercepat di dunia ini (up 100 km per jam kemampuan berenangnya) dengan menggunakan tali PE 1!!!!!! Hebatnya duet maut ini menaikkan beberapa ekor ikan! Sudah memakai PE 1 eh umpannya pun umpan pencil (stickbait). Sayang sekali saya tidak menyimpan foto pencil yang digunakan, yang pasti adalah seri Pennipen nya ASF Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--2O9y_CFyOE/Tsi6n1arJdI/AAAAAAAAFUI/BIZ6Yul9RQs/s1600/adhek.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="150" src="http://1.bp.blogspot.com/--2O9y_CFyOE/Tsi6n1arJdI/AAAAAAAAFUI/BIZ6Yul9RQs/s200/adhek.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lalu foto disamping adalah…. Ah rasanya tak perlu saya tuliskan disini sebenarnya. Karena beliau adalah pemancing sport papan atas Indonesia, dan bahkan dunia! Adhek Amerta. Master popping, jigging, lure maker kelas dunia, dan fishing operator kelas wahid! Sejujurnya saya tidak bernai menulis banyak hal tentang beliau karena merasa diri ini adalah orang biasa saja dibandingkan dengan beliau yang merupakan pemancing senior kesohor dengan segudang ilmu dan pengalaman. Yang pasti ini adalah trip kesekian saya dengan Pak Adhek. Pertama kali saya trip dengan beliau adalah pada tahun 2009 di Halmahera, Maluku Utara. Saat itu digelar turnamen mancing dan disanalah saya pertama kali diajari popping oleh beliau. Saya ingat sekali, selama dua hari popping saya hanya berhasil mendapatkan satu ekor redbass (kakap batu!). Hahahaha…. Parah!!!! Tetapi saya diajari banyak hal oleh beliau, terutama tentang arti “tidak menyerah” dan “selalu bergembira”. Kalau hasil yang beliau dapatkan saat itu jangan tanyakan karena waktu itu beliau bahkan keluar sebagai salah satu juara turnamen untuk Kategori Ikan GT. Selama dua hari di Kuala Rompin kemarin lagi-lagi saya belajar banyak hal’, apalagi saya dan beliau berbagi kasur bersama karena penginapan tempat kami bermalam tidak menyediakan kamar double bed! Intinya Adhek Amerta adalah pemancing sport yang luar biasa. Rendah hati, ramah, berpengalaman, sarat pengetahuan, dan lain sebagainya. Silahkan berkenalan dengannya langsung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-9IXRVXQUOvA/Tsi92o6N4BI/AAAAAAAAFUU/HpQLbSCp6MA/s1600/nabil.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9IXRVXQUOvA/Tsi92o6N4BI/AAAAAAAAFUU/HpQLbSCp6MA/s200/nabil.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676996076692693010" /&gt;&lt;/a&gt;Pemancing berikut ini adalah Nabil, saudaranya Lutfi. Masih muda, keponakan atau sepupu, entahlah. Pemancing yang tampaknya baru saja menekuni mancing sport karena diracunin oleh Lutfi. Tak banyak yang bisa saya ceritakan tentangnya. Beberapa hal yang pasti akan selalu saya ingat, Nabil ini selalu “nyangkut” di imigrasi baik saat di bandara Singapura dan imigrasi perbatasan antara Singapura dan Malaysia. Bayangkan saja berapa kali “nyangkut”-nya karena kami masuk ke Malaysia lewat darat. Hehehehe…. Nabil Nabiiiiil….. Makanya nama jangan cuma satu suku kata. Setidaknya kayak nama gw kek! Hahaha! Dan selanjutnya foto-foto di bawah ini adalah beberapa foto trip yang bisa saya pajang di sini. Group kedua di bawah ini adalah group-nya Tommy Cakra (Jakarta). Ada Diana, Om Boen, Wau, Dan Marvin. Nah di atas kapal merekalah sebenarnya saya saat selama dua hari trip di Kuala Rompin. Seandainya Indonesia memiliki fishing ground khusus ikan layaran layaknya di Malaysia ini. Sebenarnya bisa, dan laut kita sebenarnya lebih luas entah berapa puluh kali lipat jika dibandingkan dengan Malaysia. Problemnya, urusan perut di Indonesia sudah membuat banyak hal menjadi kusut. Menangkap ikan dengan cara-cara yang tidak arif lingkungan, hukum yang bisa ditawar dan bahkan bisa dibeli, dan lain sebagainya. Ah sudahlah, pusing kepala memikirkan hal yang lebih ruwet dari benang kusut ini. Good luck fishing always. Terimakasih telah berkenan berkunjung ke blog iseng ini. Salam strike!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-eRMTwOFjpyg/Tsf6EdywLUI/AAAAAAAAFS0/mAu4Tbb6q-g/s1600/IMG_3775.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-eRMTwOFjpyg/Tsf6EdywLUI/AAAAAAAAFS0/mAu4Tbb6q-g/s400/IMG_3775.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780809947721026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_z34VUVdwIE/Tsf6EPfoNTI/AAAAAAAAFSo/Oy58AhUA0n8/s1600/IMG_3760.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_z34VUVdwIE/Tsf6EPfoNTI/AAAAAAAAFSo/Oy58AhUA0n8/s400/IMG_3760.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780806109410610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hAZtPZeOI3g/Tsf6DoC8X1I/AAAAAAAAFSg/vPS4BFg-bio/s1600/IMG_3748.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hAZtPZeOI3g/Tsf6DoC8X1I/AAAAAAAAFSg/vPS4BFg-bio/s400/IMG_3748.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780795520114514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-KsCqhHyx3Sc/Tsf6DShWguI/AAAAAAAAFSM/dCTlp5j-Cdg/s1600/IMG_3744.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-KsCqhHyx3Sc/Tsf6DShWguI/AAAAAAAAFSM/dCTlp5j-Cdg/s400/IMG_3744.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780789742076642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-iXHThEpb_AM/Tsf6DS5dttI/AAAAAAAAFSE/ZZAPSkbc3z8/s1600/IMG_3743.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-iXHThEpb_AM/Tsf6DS5dttI/AAAAAAAAFSE/ZZAPSkbc3z8/s400/IMG_3743.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780789843211986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sdqqNiNfNZU/Tsf5WpNeITI/AAAAAAAAFR4/MPuTyTarcBA/s1600/IMG_3735.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sdqqNiNfNZU/Tsf5WpNeITI/AAAAAAAAFR4/MPuTyTarcBA/s400/IMG_3735.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780022738592050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-MKZ_SYNBy3E/Tsf5WVbJukI/AAAAAAAAFRs/vY6Ce-7YXSI/s1600/IMG_3732.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MKZ_SYNBy3E/Tsf5WVbJukI/AAAAAAAAFRs/vY6Ce-7YXSI/s400/IMG_3732.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780017427266114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Y8h_eHbtovw/Tsf5WET0AsI/AAAAAAAAFRg/KNkwKjLw9fk/s1600/IMG_3725.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Y8h_eHbtovw/Tsf5WET0AsI/AAAAAAAAFRg/KNkwKjLw9fk/s400/IMG_3725.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780012833080002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-EqnlIGneGgA/Tsf5V1yj8wI/AAAAAAAAFRU/Ri5MKCQ18uo/s1600/IMG_3684.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-EqnlIGneGgA/Tsf5V1yj8wI/AAAAAAAAFRU/Ri5MKCQ18uo/s400/IMG_3684.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780008935518978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-5MVtd0IwLBY/Tsf5VgXNhpI/AAAAAAAAFRI/LxsNahOi8FI/s1600/IMG_3667.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5MVtd0IwLBY/Tsf5VgXNhpI/AAAAAAAAFRI/LxsNahOi8FI/s400/IMG_3667.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676780003183658642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Ot-twGuC3ac/Tsf4shIfyHI/AAAAAAAAFQ4/cx7kpy2O60k/s1600/DSCN3596.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ot-twGuC3ac/Tsf4shIfyHI/AAAAAAAAFQ4/cx7kpy2O60k/s400/DSCN3596.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676779299015739506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-K-VboLwlHzo/Tsf4saEaPvI/AAAAAAAAFQs/-aqnqF41ROs/s1600/DSCN3589.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-K-VboLwlHzo/Tsf4saEaPvI/AAAAAAAAFQs/-aqnqF41ROs/s400/DSCN3589.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676779297119551218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7hGGYh2Coqc/Tsf4sKf0TMI/AAAAAAAAFQk/OLo-zfBKBac/s1600/DSCN3584.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7hGGYh2Coqc/Tsf4sKf0TMI/AAAAAAAAFQk/OLo-zfBKBac/s400/DSCN3584.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676779292939537602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-VSOkrNN26SI/Tsf4r_rRc3I/AAAAAAAAFQU/4wd0KODM6s4/s1600/DSCN3566.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-VSOkrNN26SI/Tsf4r_rRc3I/AAAAAAAAFQU/4wd0KODM6s4/s400/DSCN3566.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676779290034795378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-55EUg2Aiobc/Tsf4rzbVkxI/AAAAAAAAFQM/HQ6cHot01Do/s1600/DSCN3547.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-55EUg2Aiobc/Tsf4rzbVkxI/AAAAAAAAFQM/HQ6cHot01Do/s400/DSCN3547.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676779286746731282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-JQwVmaqREKo/Tsf4LKmtgmI/AAAAAAAAFQE/GG000IGMVIA/s1600/DSCN3522.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-JQwVmaqREKo/Tsf4LKmtgmI/AAAAAAAAFQE/GG000IGMVIA/s400/DSCN3522.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676778726032769634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-THjDqYBgh50/Tsf4K08Bs9I/AAAAAAAAFP0/CynZyAVu_4c/s1600/DSCN3505.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-THjDqYBgh50/Tsf4K08Bs9I/AAAAAAAAFP0/CynZyAVu_4c/s400/DSCN3505.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676778720216593362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-czYwOtP02gQ/Tsf4KjmBLgI/AAAAAAAAFPo/ssjZYKjIQEk/s1600/DSCN3479.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-czYwOtP02gQ/Tsf4KjmBLgI/AAAAAAAAFPo/ssjZYKjIQEk/s400/DSCN3479.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676778715560881666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-25GWdDgjjuw/Tsf4KUBq7LI/AAAAAAAAFPc/2__DFoiUQ9I/s1600/DSCN3449.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-25GWdDgjjuw/Tsf4KUBq7LI/AAAAAAAAFPc/2__DFoiUQ9I/s400/DSCN3449.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676778711381896370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-24G6dofymHA/Tsf4KX4ft5I/AAAAAAAAFPQ/uzsX8CRXG7A/s1600/DSCN3422.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-24G6dofymHA/Tsf4KX4ft5I/AAAAAAAAFPQ/uzsX8CRXG7A/s400/DSCN3422.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676778712417154962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-bUHyAfbcfyg/Tsf3eMJwyCI/AAAAAAAAFPE/FORIuIpTZpo/s1600/DSCN3420.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bUHyAfbcfyg/Tsf3eMJwyCI/AAAAAAAAFPE/FORIuIpTZpo/s400/DSCN3420.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676777953354106914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-CEc1cE-Ob_k/Tsf3d9dynCI/AAAAAAAAFO4/1KhG6JfDcl4/s1600/DSCN3386.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-CEc1cE-Ob_k/Tsf3d9dynCI/AAAAAAAAFO4/1KhG6JfDcl4/s400/DSCN3386.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676777949411580962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-feKEj0Y3qCc/Tsf3ds5UvbI/AAAAAAAAFOs/Ox4h69lkY7k/s1600/DSCN3366.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-feKEj0Y3qCc/Tsf3ds5UvbI/AAAAAAAAFOs/Ox4h69lkY7k/s400/DSCN3366.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676777944963661234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Zsw4v3piSrU/Tsf3dTb_S4I/AAAAAAAAFOg/XVBh-tqH9CU/s1600/DSCN3363.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Zsw4v3piSrU/Tsf3dTb_S4I/AAAAAAAAFOg/XVBh-tqH9CU/s400/DSCN3363.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676777938129734530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-eKzkrM6vrQk/Tsf3dGynjSI/AAAAAAAAFOU/fx5pWWMVK2o/s1600/DSCN3360.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-eKzkrM6vrQk/Tsf3dGynjSI/AAAAAAAAFOU/fx5pWWMVK2o/s400/DSCN3360.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676777934734986530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Keterangan foto berturut-turut mulai dari foto ke-4: Bayu Noer, host Mancing Mania Trans 7 dengan ikan kesekian yang dia naikkan ke kapal// Adhek Amerta sedang meladeni perlawanan ikan dengan tali PE1// Bayu Noer berhasil menaikkan ikan// Lutfi sedang fight dengan menggunakan tali PE 1// Bayu Noer mencoba fight dengan tali PE 1. Setahu saya istrike yang ini line break// Adhek Amerta sedang santai. Tampaknya sedang mengamati fight seorang pemancing. Sayang saya tidak berada di kapal ini// Kapal Tommy Cakra sedang mencari ikan umpan// Lihat seseorang yang sedang memakai kaos biru dengan tulisan Papua 06.06.06? Itu saya. Hehehe// Double strike bisa diselesaikan dengan baik oleh Bayu Noer-Lutfi// Lutfi strike lagi// Tiga foto Wau dalam berbagai sudut pengambilan gambar. Seharusnya foto Wau ini terposting satu saja. Tetapi mau nurunin ulang fotonya malas karena sudah tidak hafal nama filenya. Nama file di postingan cuma angka-angka dan lupa menandai// Teruuuus ke bawah adalah strike yang didapatkan oleh Tommy, Diana, Om Boen, dan Marvin//&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-8133871405667779313?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/8133871405667779313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=8133871405667779313' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/8133871405667779313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/8133871405667779313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/11/sailfish-rompin-26-27-september-2011.html' title='Trip &quot;Dancing Sailfish&quot; Kuala Rompin, Malaysia, 26-27 September 2011'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AtlI8qx3Vpk/TsgBu9TAuVI/AAAAAAAAFTw/lEjWF0sxtio/s72-c/DSCN3644.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-8257257806466912030</id><published>2011-09-19T06:52:00.010+07:00</published><updated>2011-11-20T02:18:10.184+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angler'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumatra barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><title type='text'>Menjelajah Tiga Propinsi Demi Sang Pemangsa Purba, Bagarius Yarelli</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-LHvU6gzNUh4/TnakjVRyHOI/AAAAAAAAFGo/8wKyPoDaZzo/s1600/joe%2Bin%2Bblack.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-LHvU6gzNUh4/TnakjVRyHOI/AAAAAAAAFGo/8wKyPoDaZzo/s200/joe%2Bin%2Bblack.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653887309124345058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-J1JAN1w9_Q0/TnadDO2Oh6I/AAAAAAAAFGA/5BYNcUJefW0/s1600/joe%2Bbagarius.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-J1JAN1w9_Q0/TnadDO2Oh6I/AAAAAAAAFGA/5BYNcUJefW0/s200/joe%2Bbagarius.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653879061060945826" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin kami tidak membawa suatu hasil yang luar biasa setelah selama seminggu penuh menjelajahi sungai-sungai di tiga propinsi di Sumatra (Sumatra Barat, Jambi dan Riau), namun kami masih bisa sedikit tersenyum karena kami adalah orang-orang yang bersemangat, dan tetap mencoba rasional, bahwa alam dan Tuhan ada diluar kuasa kita. Kitalah yang berada dalam kuasa-Nya. Berusaha dengan sekuat tenaga dan sebaik mungkin adalah penghiburan dan oleh-oleh yang kami bawa. Meski terkadang tidak banyak yang mengerti dan memperhitungkan hal ini sebagai sesuatu yang harusnya juga layak untuk dinilai. Kalau sudah berhadapan dengan alam dan Tuhan memang siapa yang mampu? Kita yang harus menyesuaikan dan sadar diri, siapapun kita. Tetapi kami maklum banyak yang khilaf dengan mencoba mengesampingkan hal ini dan melulu melihat pada hasil saja. Ya, saya bilang khilaf, jika seseorang itu hanya menilai pada hasil akhir saja tanpa menghitung juga bagaimana proses. Siapa yang ingin gagal dalam sebuah fishing trip? Hanya mereka yang pamit pergi memancing dengan tujuan ‘lain’ yang ingin gagal dalam sebuah fishing trip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-IC2OlOdFkvo/TnaajFrM7JI/AAAAAAAAFEY/gBJtESNES48/s1600/bagarius%2Bkaltim.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-IC2OlOdFkvo/TnaajFrM7JI/AAAAAAAAFEY/gBJtESNES48/s200/bagarius%2Bkaltim.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653876309819714706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-hL3rFaT9Zn8/TnaajQdn8gI/AAAAAAAAFEg/MzMJCFg1AWo/s1600/bagarius%2Bkaltim2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-hL3rFaT9Zn8/TnaajQdn8gI/AAAAAAAAFEg/MzMJCFg1AWo/s200/bagarius%2Bkaltim2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653876312715555330" /&gt;&lt;/a&gt;Ikan Bagarius yarelli tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan di banyak negara karena berita di berbagai media yang menyatakan bahwa ini adalah ikan aneh, purba, langka dan merupakan ikan pemakan daging manusia. Berduyun-duyun mereka yang tertarik dengan ikan-ikan langka pun pergi menjelajah ke India, Pakistan dan negara-negara lainnya untuk mencari keberadaan ikan langka berwajah aneh ini. Berita di berbagai media yang menyatakan bahwa ini adalah ikan pemakan manusia memang membuat publik menjadi sangat penasaran. Praktis akibat berita yang memang seringnya di ‘set’ heboh seperti itu, maka harga ikan ini di pasaran ikan hias melonjak drastis. Ikan yang di habitat aslinya bahkan tidak ada yang meliriknya. Menurut pengamatan saya, beberapa bulan, atau sekitar satu tahun terakhir ini saya melihat dan membaca banyak berita aneh tentang ikan. “Ikan aneh ditemukan di bla bla bla….”, padahal kalau pembuat beritanya mau jalan-jalan di Google sebentar saja, maka akan ketahuan itu adalah ikan apa.  Bagarius yarelli, kepopulerannya berawal dari India, di negeri ini masih ada tradisi menghanyutkan jenasah di sungai, dan karena di sana sungainya besar-besar dan mengalir panjang melintasi berbagai habitat ikan, ada kalanya jenasah orang yang meninggal tersebut akhirnya menjadi sasaran ikan-ikan predator. Dan salah satunya yang rajin melahap jenasah-jenasah tersebut adalah Bagarius yarelli. Dan entah karena ketagihan atau bagaimana, intinya akhirnya ikan-ikan tersebut menjadi terbiasa dengan daging manusia, terkadang ada orang atau anak kecil yang bernasil sial, mereka yang bermain di air ada kalanya mendapat sial akibat serangan ikan-ikan predator yang telah ‘sakau’ daging manusia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-DSxm-kInh4Q/Tnaajckf93I/AAAAAAAAFEo/h1mH9Nd2C6s/s1600/hotel1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DSxm-kInh4Q/Tnaajckf93I/AAAAAAAAFEo/h1mH9Nd2C6s/s200/hotel1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653876315965618034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Z1ZV7smGA_g/TnaajsF7ACI/AAAAAAAAFEw/n3J71lokKAs/s1600/hotel2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Z1ZV7smGA_g/TnaajsF7ACI/AAAAAAAAFEw/n3J71lokKAs/s200/hotel2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653876320132333602" /&gt;&lt;/a&gt;Niatnya adalah membuat sebuah tayangan berkualitas untuk MMT7, seperti biasanya, tentang ikan yang saat ini sedang ramai menjadi pembicaraan publik ini. Biar terang, apa sebenarnya ikan ini, bagaimana habitatnya, bagaimana memancingnya, dan lain sebagainya. Indonesia adalah salah satu habitat ikan Bagarius yarelli. Indonesia memiliki banyak sekali sungai-sungai dataran tinggi berarus deras dengan palung-palung dalam. Kalimantan, Sumatra dan bahkan Jawa memilikinya. Di upper river Kalimantan, akhir 2009, di camp kami orang-orang suku Dayak Punan bahkan iseng menangkap ikan ini dengan tangan kosong dan menunjukkannya kepada kami untuk membuktikan bahwa di sungai tersebut masuh banyak ikan besar. Tetapi saat itu, kami sedang tidak tertarik dengan ikan Bagarius yarelli karena kami sedang memburu spesies yang lebih prestisius lagi. Hanya di Jawa saja yang telah hampir kehilangan ikan ini di habitat aslinya. Sumatra dan Kalimantan masih memiliki potensi yang menjanjikan. Di Jawa, ikan Bagarius yarelli paling banyak ditemukan (dulu tapi) di Jawa Barat, dimana ikan ini disebut dengan nama lika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-hSSqGjO9H3c/TnabfdrzcwI/AAAAAAAAFE4/dEKXPui629w/s1600/tomman.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-hSSqGjO9H3c/TnabfdrzcwI/AAAAAAAAFE4/dEKXPui629w/s200/tomman.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653877347056841474" /&gt;&lt;/a&gt;Kami tiba di Padang pada tanggal 19 Agustus siang hari. Bandara Minangkabau ternyata adalah bandara yang cukup besar dan berkelas internasional, ini kali pertama saya mendarat di Padang, namun menurut saya hari itu suasana bandara cukup sepi. Panas yang menyengat membuat saya agak shock, ditambah lagi saat itu adalah bulan Ramadhan. Saya tidak puasa, pun mayoritas peserta trip ini juga tidak puasa, tetapi masalahnya kami berada di wilayah yang sangat terkenal dengan ketaatannya beragama, maka kami pun ikut puasa juga. Meski akhirnya saat sudah dalam perjalanan menuju kota Sawahlunto (3 jam dari Padang) kami sesekali merokok. Sebenarnya kami sepanjang perjalanan sambil lirak-lirik kiri kanan mencari warung atau restoran makanan yang buka, tetapi tida ada sama sekali. Jadilah kami semua puasa hingga sore menjelang di Sawahlunto. Kota sawahlunto adalah kota yang kecil, terletak di sebuah lembah yang dikelilingi bukit terjal. Kota tambang yang menurut saya mulai surut. Dulu sekali, kota ini  adalah pusatnya batubara di Indonesia. Namun kini tampaknya tinggal sisa-sisanya saja meski disana-sini bangunan-bangunan perusahaan tambang masih berdiri namun sepi aktivitas. Batubara yang tersisa sudah tidak lagi signifikan dan kebanyakan berada sedikit di luar kota. Tetapi kota Sawahlunto adalah kota yang cantik. Sepi, bersih, tampak sekali terawatt, dan terlihat sangat kokoh. Saya ingat, jaman saya SD, ada pertanyaan ujian dimanakah penghasil batubara terbesar di Indonesia dan jawabannya adalah Ombilin di Sawahlunto. Tetapi yang paling saya ingat adalah satu pendiri negara kita, Mohammad Hatta. Dia berasal dari kota mungil yang cantik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3u-QODDchA8/TnabfjM-JwI/AAAAAAAAFFA/NVwID9kJBKA/s1600/bagarius%2Bsawahlunto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 157px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3u-QODDchA8/TnabfjM-JwI/AAAAAAAAFFA/NVwID9kJBKA/s200/bagarius%2Bsawahlunto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653877348538132226" /&gt;&lt;/a&gt;Kami menginap di satu-satunya hotel berbintang di kota ini, Parai Garden Hotel. Tampaknya ini masih satu perusahaan dengan Parai Resort di Bangka. Dan coba tebak, hari itu, dan hingga kepulangan kami ke Padang pada tanggal 25, kami adalah satu-satunya rombongan paling setia yang meninap di hotel ini. Ada beberapa orang yang kami lihat juga menginap di hari pertama, tetapi setelah itu gonee….. Sepi. Tinggal tersisa kami. Jadi kami serasa menginap di villa pribadi tetapi super besar ukurannya. Hotelnya bagus. Kombinasi bangunan lama di depan dengan penambahan bangunan baru di belakang. View ke arah bawah dari hotel ini juga cukup menghibur, landscape kota dan tebing-tebing yang mengelilinginya. Usai rehat sejenak kami sempat jalan-jalan ke pinggir kota untuk melihat-lihat spot air tawar yang ada. Dan kami menjadi optimis bahwa esok, acara memancing kami akan menyenangkan. Bagaimana tidak, di pinggiran kota saja sungainya bagus-bagus, juga danau-danaunya. Bahkan di sebuah sungai, kami melihat frenzy ikan hampala (sebarau), padahal lokasinya di dekat kota. Bagaimana nanti dengan spot kami nanti yang jauh di luar kota? Mantab pasti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi alam dan kehendak-Nya memang sungguh misterius. Baru saja kami menginjakkan kaki di hotel untuk beristirahat karena waktu berbuka puasa hampir tiba, tiba-tiba awan gelap entah darimana menyelimuti seluruh penjuru kota. Dan hujan kemudian mengguyur Sawahlunto dengan lebatnya ditingkahi petir disana-sini. Sendi-sendi kaki kami langsung lemas, dan kami rebahan di kamar hotel masing-masing dengan galau seperti habis diputusin pacar. Hebatnya, hujan ini bahkan baru reda hingga subuh hampir menjelang. Bayangkan, semalam suntuk hujan! Jadi bisa dibayangkan bagaimana keruhnya air sungai yang akan kami pancingi esok hari. Pagi hari kami langsung telepon ke penduduk desa yang sudah standby di lokasi dan kabar yang kami terima adalah “keruh seperti susu coklat”. Alamaaaaaaak! Untuk teknik kasting yang akan kami terapkan, mau sebanyak apapun populasi ikan target di lokasi (target kami di sungai tersebut adalah ikan mahseer/gariang dan hampala/sebarau), sudah dapat dipastikan kami akan sia-sia jika tetap memaksa memancing di spot tersebut. Saya pernah mengalami kejadian seperti ini saat ‘naik’ ke pedalaman Kabupaten Berau di Kaltim pada tahun 2009. Sudah berbulan-bulan tidak hujan, dan memang masih musim kemarau. Air sungai sangat bening saat kami baru tiba dan bahkan kami bisa melihat ikan-ikan lalu lalang di bawah perahu kami. Tetapi tiba-tiba saat sore menjelang, hujan seperti ditumpahkan dari langit. Sungai meluap dan banjir besar melanda. Perlu waktu tiga hari saat itu untuk sekedar menunggu warna air sungai menjadi kehijau-hijauan. Di Sawahlunto kami tidak memiliki waktu hingga tiga hari untuk menunggu “air susu coklat” menjadi “air teh hijau”. Kami memikirkan alternatif lain untuk menggantikan trip mahseer dan hampala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-HjreMAwcip0/Tnabf3fnz6I/AAAAAAAAFFQ/jbMhPgU-AGs/s1600/boat2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HjreMAwcip0/Tnabf3fnz6I/AAAAAAAAFFQ/jbMhPgU-AGs/s200/boat2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653877353985068962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-nbGRJqBHL3E/TnabfwKXx1I/AAAAAAAAFFI/p4cx3IiOlw4/s1600/boat.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nbGRJqBHL3E/TnabfwKXx1I/AAAAAAAAFFI/p4cx3IiOlw4/s200/boat.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653877352016889682" /&gt;&lt;/a&gt;Karena sungai semuanya keruh. Kami memikirkan perairan tawar yang kira-kira tidak terkena imbas akibat hujan semalam yang mengguyur. Semuanya mengerucut pada rawa-rawa atau danau kecil yang konon banyak terdapat di daerah Sumatra Barat arah perbatasan Jambi. Kawan kami yang asli Sawahlunto, Surya K, membantu kami mengontak kawan-kawannya yang dekat dengan lokasi-lokasi potensial. Dari hasil kontak tersebut kami memutuskan untuk mengarah ke Propinsi Jambi sambil ‘mlipir’ sepanjang jalan dengan target utama ikan tomman (Channa micropeltes). Kami kembali bersemangat karena dari pengamatan sekilas sepanjang perjalanan, daerah arah ke Propinsi Jambi ini tampaknya tidak diguyur hujan sederas Sawahlunto dan sekitarnya. Kami berhenti di beberapa spot yang menurut pengakuan Surya K cukup potensial, tetapi sayang tomman yang kami cari-cari tidak dapat juga. Kami tidak menyerah, perjalanan kami semakin mendekati Propinsi Jambi. Di sebuah daerah yang sudah saya lupa namanya, sekitar 4 jam dari Sawahlunto kami berhenti di rawa-rawa dekat sebuah pabrik karet. Kami sempat singgah di rumah seorang penduduk yang memelihara tomman besar di belakang rumahnya. Gila! Ikan tomman itu sekitar 6 kg bobotnya dan tampak sangat menyeramkan. Matanya sangat awas memperhatikan kita terus menerus dan wajahnya yang bengis seakan berkata “Elo mau apa liat-liat gue? Mau gw hajar tangan elo?” Saya tahu potensi bahaya dari ikan tomman ini, maka saya pun mengambil gambar jauh-jauh dari jangkauan sang top predator freshwater ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lalu kembali lagi ke rawa-rawa dekat pabrik karet . Beberapa kali melempar umpan jenis froggie Andre dan Joe akhirnya berhasil menggaet ikan gabus biasa berukuran sedang. Tomman tidak juga menyambar umpan padahal jelas banget tadi waktu datang ada beberapa tomman yang sedang jalan-jalan di tengah rawa dekats ebuah tonggak besar dan tampak sangat jelas dengan mata telanjang kami di tepi rawa. Ukurannya dari kejauhan tidak kurang dari 5 kg. Spot juga tampak sangat menjanjikan sebenarnya. Banyak teratai disana-sini, banyak rumput yang tumbuh menyembul dari dalam air, dan lain sebagainya. Satu-satunya yang ‘kurang bagus’ adalah kenyataan bahwa rawa-rawa ini letaknya persis di samping jalan Trans Sumatra. Jadi sangat mudah diakses orang. Pastinya traffic memancing di rawa ini yang dilakukan oleh penduduk lokal sangat padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-s2Z9-DzIwEA/TnabgJ477cI/AAAAAAAAFFY/flN8PIQLU40/s1600/kopi%2Bpagi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-s2Z9-DzIwEA/TnabgJ477cI/AAAAAAAAFFY/flN8PIQLU40/s200/kopi%2Bpagi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653877358923083202" /&gt;&lt;/a&gt;Joe tidak putus harapan, dia terus melempar. Rajin pangkal strike. Tak dinyana saat kodok-kodokannya baru jatuh di air di sebuahtitik yang sulit dijangkau, BOOOOOOOM!!! Sekor tomman berukuran besar tampak langsung menghajar umpan itu. Terkejut karena ternyata itu adalah ‘kodok sialan’ tomman kembali meloncat di udara dan tampak sebesar paha orang dewasa. Belum pernah saya melihat ikan tomman di wild spot yang besarnya sebesar itu. Joe bereaksi cepat menggulung tali namun usahanya terhalang oleh lebatnya rerumputan air. Talinya tersangkut  di kejauhan tetapi tomman terus memberontak. Beberapa warga yang menonton kami sejak kedatangan kami berusaha memberi saran dan menyuruh Joe menunggu sebentar, mereka hendak mencari karung lalu terjun ke air untuk ‘menjemput’ sang tomman. Tetapi tomman terus memberontak dan Joe juga mulai gugup. Dia sedikit menggulung untuk mengencangkan tali. Malang tidak bisa ditolak. Taaaaaas!!!! Tali pun putus. Tomman menghilang, kami semua lemas. Kamera tidak saya matikan dan terus merekam. Senja yang semakin temaram tidak mampu menyembunyikan raut muka Joe yang tampak gusar. “Sorry bro,” ucapnya ke arah kamera saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara tomman perkasa di rawa tepi pabrik karet inilah, kami urung mengarahkan mobil-mobil kami kembali ke Sawahlunto dan malah ‘ngacir’ masuk ke wilayah Provinsi Jambi. Karena berdasarkan informasi dari Surya K, ada sebuah danau yang merupakan sarangnya tomman di dekat kota Muara Bungo. Kami tiba di kota ini pukul 22.00 wib setelah menempuh perjalanan yang mendebarkan sepanjang Trans Sumatra (ini kali pertama di Trans Sumatra say amembuktikan sendiri betapa gilanya bus-bus antar propinsi di sini). Untungnya kami sempat dihibur oleh para penjual duren saat masuk kota Muara Bungo sehingga pikiran tidak terlalu penat. Mereka tampaknya tahu kami semua ngidam duren. Terbukti dari wajah-wajah kami yang begitu cerah saat melahap duren-duren miliknya. Haha. Muara Bungo adalah kota perbatasan yang tampak cukup sibuk. Jalanan sedikit crowded dan kami harus semakin ekstra waspada dengan bis-bis antar propinsi yang melaju seenaknya itu. Kesulitan lain berkendara di jalan Trans Sumatra adalah rombongan truk-truk karet dan batubara, mereka bisa berkonvoi dalam 10an truk per rombongan (konon untuk menghindari pembajakan di jalan). Bayangkan kesulitan kami untuk menyalipnya. Malam itu juga kami mampir ke danau yang akan kami pancingi esok dan menggedor salahs atu rumah pemilik perahu untuk esok pagi. “Perahu ada dan siap besok saya antar Pak!” kata sang empunya perahu. Beres. Kami kembali ke hotel kecil kami untuk mendengkur saking lelahnya. Usai mandi dan rehat sejanak di lobby hotel yang pengap itu, blaaaar!, hujan deras mengguyur kota sejadi-jadinya. WTF!!!!!! Apakah hujan-hujan ini memasang GPS di mobil-mobil kami sehingga terus mengikuti kami kemanapun kami pergi?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-CnzYw9AqJ10/Tnacbk56C6I/AAAAAAAAFFg/HRN9WTnRuDM/s1600/tenda.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CnzYw9AqJ10/Tnacbk56C6I/AAAAAAAAFFg/HRN9WTnRuDM/s200/tenda.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653878379787193250" /&gt;&lt;/a&gt;‘Kesusahan’ kami masih berlanjur esok paginya. Sesampai di tepi danau kami sudah disambut oleh sang pemilik perahu. Lumayan bagus perahunya, panjang dan lebar dan bahkan 6 orang bisa kasting sekaligus. Tetapi dimana mesinnya? Oh tenang ada dayung, berarti sang empunya perahu akan mendayungnya. Kuat juga dia pikir saya karena ukuran perahu ini tak kurang dari 12 kali 2.5 meter. “Mari Pak silahkan kalau mau dipakai perahunya, saya ada acara keluarga,” katanya datar. Haaaaaaa???? Jadi siapa yang akan mendayung perahu sebesar ini mengelilingi danau???? Waduuuuuuh! Jadi kami harus mendayung perahu ini sendiri. Hahahahaha. Jadi pelajaran buat semua pembaca blog ini, lain kali kalau mau sewa perahu atau kapal di daerah yang tidak kita kenal, baiknya ditanya sekalian di depan apakah perahu/kapal disewakan sekaligus mesinnya dan juga siapa yang akan membawa perahu/kapal tersebut. Jadi bisa dibayangkan hasil dari trip di danau ini. Sudah dua hari sebelumnya boncos, sekarang disuruh mendayung sendiri perahu sebesar ini mengelilingi danau. Hasilnya sudah bisa ditebak. Seperempat perjalanan galah penopang sudah patah dan tinggal tersisa dua dayung saja. Sungguh, setengah mati rasanya mendayung mengelilingi danau seluas 20 kali lapangan bola itu. Puasa-puasa pula. Dalam perjalanan kembali ke Sawahlunto, kami sempat mampir ke desa Jambu Lipo di Sijunjung. Kami mencoba mancing di lubuk larangan di desa ini karena pengurus desa memberi ijin kami berkat bantuan kawan yang tinggal di Jakarta (Edwin), tetapi sayang hasilnya kurang memuaskan. Spotnya luar biasa potensial. Ikan mahseer dan hampala berukuran monster banyak sekali. Tetapi ternyata sangat sulit mendapatkan ikan dengan umpan tiruan sementara bertahun-tahun ikan-ikan ini hidup damai dari makanan yang ditebar warga desa dari atas jembatan. Hanya dua ekor kami dapatkan itupun size kecil.  Tengah malam, kami pun tiba kembali di Sawahlunto seperti regu penyerbu kecil yang kalah perang. Lemah, letih, lesu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jBT8cnmcJds/Tnacb_eOq8I/AAAAAAAAFFo/vm0yWwoKGwQ/s1600/sunset.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jBT8cnmcJds/Tnacb_eOq8I/AAAAAAAAFFo/vm0yWwoKGwQ/s200/sunset.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653878386918861762" /&gt;&lt;/a&gt;Tanggal 22 Agustus pagi hari kami kembali bersiap untuk memburu target utama kami yakni ikan Bagarius yarelli atau yang dalam bahasa setempat disebut ngangai. Untuk ini kami harus berkendara ke arah perbatasan Propinsi Riau (jadi ke arah atas atau belakang Sumatra Barat) selama sekitar 4 jam. Jalanannya lebih buruk dibanding Trans Sumatra yang ke arah Jambi tetapi relatif lebih sepi. Namun perjalanan tak juga bisa dikebut karena kondisi jalan yang cukup berkelok dan mobil juga sedikit batuk-batuk karena terus dipakai berkelana sejak tanggal 19 September dari pagi hingga malam. Panas! Sepanjang perjalanan yang terasa cuma panas dan pengap. Sama dengan kondisi udara di daerah Jambi yang pengap. Pelan namun pati akhirnya kami tiba di tepis ungai Batang Kuantan, Riau untuk kemudian ‘naik’ kea rah hulu kembali masuk ke wilayah Provinsi Sumatra Barat melalui sungai. Jadi lokasi mancing ikan Bagarius yarelli ini sebenarnya memang ada di wilayah Sumatra Barat tetapi tidak bisa ditembus melalui darat jadi kami terpaksa ‘melambung’ lewat jalan belakang. Perahu terpaksa kami tambah satu lagi karena satu perahu yang disiapkan oleh kawan kami Surya K terlalu kecil untuk menampung kami semua yang jumlahnya 8 orang (11 orang jadinya dengan tukang perahu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-1E3bnJTRfyY/TnaccKmae7I/AAAAAAAAFF4/aARyjuclx48/s1600/mike%2Bbagarius.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1E3bnJTRfyY/TnaccKmae7I/AAAAAAAAFF4/aARyjuclx48/s200/mike%2Bbagarius.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653878389905980338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-dczQfuOGoew/Tnacb2HinJI/AAAAAAAAFFw/m8JRyFHag9E/s1600/spot%2Bbagarius1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dczQfuOGoew/Tnacb2HinJI/AAAAAAAAFFw/m8JRyFHag9E/s200/spot%2Bbagarius1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653878384407780498" /&gt;&lt;/a&gt;Batang Kuantan airnya keruh sekali akibat erosi di bagian hulu, namun sebenarnya keruhnya sungai akibat erosi ini sebenarnya tidak terlalu parah apalagi juga hujan tidak turun terlalu lebat disini kemarin-kemarin. Sebab utama keruhnya air sungai ini adalah akibat aktifitas penambangan emas tradisional yang dilakukan oleh masyarakat di sini. Jadi di Batang Kuantan ini banyak sekali ponton tambang emas yang berisik itu yang beroperasi sepanjang hari (kecuali malam) dan jumlahnya mungkin ribuan. Sebab sepanjang kami naik ke hulu dimana-mana selalu kami temui ponton tambang emas tradisional ini. Mereka menyedot lumpur dari dasar sungai dengan mesin diesel yang telah dimodifikasi lalu menyaringnya di atas untuk memisahkan antara konsentrat emas dan lumpur dan lalu memuntahkan kembali lumpur itu ke dalam sungai. Jumlahnya ribuan ponton jadi tak heran jika sungai indah ini begitu keruh dan berisik. Di hulu yang jauh dari mana-mana saja jika siang hari serasa berada di kawasan pabrik di daerah pinggiran Jakarta berisiknya. Jadi sebenarnya ada sedikit missed informasi tentang keberadaan penambang emas ini. Dulu kata narasumber kami jumlahnya sedikit dan malah telah dilarang, tetapi ternyata kini malah semakin banyak dan berisik. Jadi sebenarnya kami menjadi semakin khawatir dengan potensi populasi ikan di sungai ini karena ekosistem mereka jelas sangat terganggu oleh keruhnya air dan berisiknya sungai. Ikan-ikan pasti cenderung naik ke tempat yang sepi. Masalahnya kami tidak bisa terus naik ke hulu ke daerah yang tidak kami kenal, jadi kami kemudian menghentikkan ‘pendakian’ kami di daerah Batu X untuk kemudian mendirikan tenda kami di situ. Kebetulan lokasinya mendukung untuk tenda besar kami dan juga ada air terjun kecil di belakang camp. Posisi camp kami ini sangat indah jika dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam menjelang persis usai kami mendirikan tenda kami. Raga yang lelah dan penat belum juga hilang sementara tugas berikutnya sudah menanti, mancing, mencari gambar, melanjutkan tugas kami di sini. Jadi dalam gulita yang hanya dibantu oleh cahaya senter-senter yang kami bawa, kami kemudian menyebar sepanjang tepi sungai yang mungkin untuk dipancingi dengan harapan dapat menggaet ikan-ikan Bagarius yang mulai bergerak mencari mangsa. Peralatan pancing kami jejer sepanjang tepi sungai di sekitar tenda, di ujungnya adalah umpan udang hidup kecil-kecil yang kami tusukkan ke mata pancing. Di setiap ujung joran selalu kami pasang ‘klintingan’ sehingga jika ada sambaran akan berbunyi ‘klintiiiiiiiiiing’. Anda tahu pemain kuda lumping? Nah seperti itulah klintingannya. Tetapi kami cukup satu klintingan untuk tiap joran, bukan direneng banyak seperti pemain kuda lumping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xSCDxSGlhnM/TnakjpJprnI/AAAAAAAAFGw/WajkLCBTiYY/s1600/joe%2Bn%2Bjoko.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xSCDxSGlhnM/TnakjpJprnI/AAAAAAAAFGw/WajkLCBTiYY/s200/joe%2Bn%2Bjoko.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653887314458947186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ZmfwMCFDCxU/TnakjE1Un1I/AAAAAAAAFGg/Ko8dwYxXdAw/s1600/edi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZmfwMCFDCxU/TnakjE1Un1I/AAAAAAAAFGg/Ko8dwYxXdAw/s200/edi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653887304710004562" /&gt;&lt;/a&gt;Namun meski mengerahkan semua semua kemampuan dan ketahanan begadang yang kami miliki di malam yang lelah itu, kami hanya menaikkan satu ekor ikan Bagarius, itupun size kecil dan satu ekor ikan baung, pun ukurannya juga mungil. Bagariusnya ukuran sekiloan lebih sedikit dan ikan baungnya sekitar 8 ons saja beratnya. Joe, Andry dan Pak Djoko yang sempat kembali turun ke bawah dengan perahu di malam gulita itupun tidak menaikkan apa-apa. Padahal kami sempat optimis karena baru beberapa saat menurunkan umpan kami langsung strike bagarius kecil tersebut. Umpan pertama saya juga langsung mendapatkan sambaran tetapi hook out. Tetapi setelah itu hanya sunyi dan gulita yang menemani kami. Alam memang sedang sangat tidak bersahabat. Cahaya lampu dari tenda di kejauhan yang tampak sangat nyaman jika dilihat dari kejauhan semakin membuat kami keki dan menutup malam itu menjelang pukul 2 pagi untuk kemudian rebahan di dalam tenda beralas tikar dan matras. Rasanya luar biasa tidur di dalam tenda yang dipayungi oleh keagungan semesta itu. Hanya saja sayangnya karena tepian sungai Kuantan ini semuanya batu. Jadi ‘spring bed’ kami saat itu jujur saja rasanya sangat aduhai. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski langit sedikit berawan, pagi menjelang luar biasa indah di tepi Batang Kuantan. Sinar matahari seakan berjuang keras menerobos awan dan celah sungai untuk menyapa kami yang malas bangun. Air sungai masih juga keruh namun suasana sekitar masih sunyi dan tenang karena suara pontoon-pontoon penambang emas belum berbunyi. Jika mereka semua sudah berbunyi, hancur sudah suasana di sini, seperti pasar tumpah saja suasananya. Segelas kopi saya bawa ke tepi sungai untuk menemani syukur saya pada Tuhan sambil duduk-duduk di atas batu. Kamera SLR Canon milik Andry menjadi teman yang baik pagi itu. Beberapa jepret saya tembakkan untuk mengabadikan sungai indah yang gelisah karena penambangan emas ini. Kami belum mendapatkan apa-apa. Usai semua kru mandi dan sarapan, kami kembali bersiap melanjutkan usaha kami mencari sang Bagarius yarelli di sungai ini. Strategi pun dirancang. Kami akan tersebar dalam dua perahu dengan arah mancing yang berbeda. Satu ke hilir, satunya lagi ke hulu. Kami berharap ini dapat mengkover areal yang luas sehingga kemungkinan strikenya makin tinggi. Joe cs memilih ke arah hilir, saya dan kru MMT7 ke arah hulu. Tetapi sayang, strategi ini pun tidak memberi kami hasil yang wah padahal segala daya upaya telah kami kerahkan. Mancing sudah tidak lagi fun karena jujur saja sebenarnya lokasi di ‘ujung dunia’ ini begitu keruh dan berisik oleh suara mesin diesel dari pontoon-pontoon emas itu. Hasil akhir hingga sore menjelang hanya seekor hampala by Andry, satu Bagarius size sedang by Joe dan satu ikan juaro (patin sungai) oleh Yanwar, salah satu driver kami. Pun malam harinya kami masih tidak putus asa. Kami kembali mencoba dan hasilnya juga tidak menggembirakan. Kami semakin galau dan memutuskan kembali ke Sawahlunto keesokan paginya. Untungnya pelampiasan gundah kami tidak neko-neko (aneh-aneh), selama perjalanan dari daerah batang Kuantan hingga kota Sawahlunto kami hanya melampiaskan boncoz (hasil mancing yang buruk)  kami kepada para pedagang duren. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-r1TnlowAgOQ/TnadDSpHSfI/AAAAAAAAFGI/7XDzxXqoQts/s1600/joe%2Btebing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-r1TnlowAgOQ/TnadDSpHSfI/AAAAAAAAFGI/7XDzxXqoQts/s200/joe%2Btebing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653879062079687154" /&gt;&lt;/a&gt;Kami mendapatkan sedikit hiburan saat dalam perjalanan kembali ke Sawahlunto ini. Warga desa Jambu Lipo mengijinkan kami untuk memancing di lubuk larangan desa mereka, padahal belum saatnya buka lubuk sebenarnya, ini berkat bantuan kawan kami Edwin di Jakarta yang berasal dari desa ini. Kondisi lubuk sebenarnya sangat ideal. Air jernih dan ikan-ikan mahseer (gariang) dan hampala (sebarau) tampak sangat banyak berenang di dalam sungai. Bahkan banyak sekali yang sizenya monster. Tetapi lagi-lagi kami memang tidak beruntung lagi. Ini tidak lepas dari kebiasaan hidup ikan-ikan ini sebenarnya. Di lubuk larangan ikan-ikan selalu dikasih makan oleh warga dari atas jembatan dengan jajanan dari warung. Ada pilus dan lain sebagainya. Jadi ikan-ikan tersebut terbiasa dengan makanan seperti itu, dan untuk yang sizenya monster, itu artinya dia telah hidup dengan cara seperti itu bertahun-tahun. Nah kami ini pemancing sport, kalau kasting di sungai ya memakai umpan tiruan macam pencil, minnow dan popper kecil. Jadi ya sangat sulit untuk mendapatkan sambaran dari ikan-ikan predator yang telah berubah karakter tersebut. Jadi selama di lubuk larangan yang ikannya luar biasa tersebut, hanya dua strike yang dapat kami shoot, itupun yang mendapatkan strikenya adalah warga desa yang memancing menggunakan umpan minyak sawit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-0UMct7-uYvs/TnadDe0qthI/AAAAAAAAFGQ/U9YUU8T-SdM/s1600/ikan%2Bbesar.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0UMct7-uYvs/TnadDe0qthI/AAAAAAAAFGQ/U9YUU8T-SdM/s200/ikan%2Bbesar.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653879065349371410" /&gt;&lt;/a&gt;Sore ketika para resepsionis hotel menyapa kami saat itu jam telah menunjuk angka 17.30 wib dengan tanggal 24 Agustus, tersisa dua hari bagi kami disini. Esok kami harus geser ke Padang dan lusa pagi terbang ke Jakarta. Kami tidak terima sebenarnya gagal di sawahlunto, tetapi jadwal tidak mungkin diperpanjang karena kami semua harus kembali ke Jakarta untuk berlebaran. Tanggal 25 Agustus pagi kami pun check out dari Parai Garden dan melaju ke Padang lewat jalur yang melintas tepi Danau Singkarak. Kami sempat mencoba kasting di salah satu tepian danau yang indah ini, namun lagi-lagi ini hanya menambah panjang daftar boncoz kami. Haha. Tepat saat berbuka puasa kami tiba di kota Padang. Menginap di sebuah hotel kecil namun bagus, semua hotel besar penuh, malam harinya makan malam di sebuah resto yang cukup terkenal (saya lupa namanya, yang pasti saya makan sangat lahap) dan keeseokan harinya kembali ke Jakarta. Secara pribadi saya kecewa dengan hasil trip ini. Kenapa kenapa dan kenapa bisa begini hasilnya. Tetapi kita tidak bisa menentang kehendak-Nya bukan. Jadi hanya doa yang saya bisa panjatkan, semoga nasib berubah di perjalanan berikutnya. Hanya itu yang terpikirkan saat kaki kembali menginjak Jakarta pada tengah hari tanggal 26 Agustus. Maaf, batin saya berucap untuk kawan-kawan saya Joe, Andry dan Pak Joko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagarius Yarelli aka Goonch Catfish aka Man Eater&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-KB7H8oyp6JY/TnaajAkHxfI/AAAAAAAAFEQ/H_XGXeaPsXc/s1600/bagarius%2Bby%2Bwikipedia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 81px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KB7H8oyp6JY/TnaajAkHxfI/AAAAAAAAFEQ/H_XGXeaPsXc/s200/bagarius%2Bby%2Bwikipedia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653876308447839730" /&gt;&lt;/a&gt;Bagarius adalah ikan langka dalam keluarga catfish dari family Sisoridae dan terbagi dalam empat genus dominan; Bagarius yarelli, bagarius gigas, Bagarius rutilus, Bagarius suchus. Tersebar di beberapa negara Asia, terutama Asia bagian Selatan seperti India dan Pakistan, termasuk juga dapat dijumpai di Indonesia. Ada banyak jenis ikan Bagarius tetapi yang saat ini paling ngetop adalah Bagarius Yarelli karena di India, ikan inilah yang dituduh paling gemar makan daging manusia (jenasah yang dihanyutkan, dan terkadang orang sial yang sedang bermain di sungai). Bukti kepopuleran lainnya adalah jika kita menengok harga ikan ini di pasaran ikan hias. Di Indonesia saja, ikan bagarius seukuran 15an cm bisa dihargai hingga 7 digit rupiah. Padahal di daerah dimana ikan ini hidup, ikan ini termasuk ikan yang paling tidak ada harganya karena tidak diminati dagingnya. Penampilannya yang menyeramkan namun sebenarnya cukup jinak dan mudah dipelihara, membuat ikan ini banyak diburu untuk diperjual belikkan. Di Sumatra ikan ini populer disebut ngangai. Di Jawa Barat disebut lika. Ada isitilah sebenarnya untuk ini sebagai “ikan bodoh” karena jika dia bersembunyi, dia hanya akan memasukkan kepalanya saja di sela-sela batu sementara badan dan ekornya tetap nongol di luar lubang persembunyiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-TOsZoIhR21k/TnakjEPOW_I/AAAAAAAAFGY/FQQN2IVR-Hw/s1600/arfane.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-TOsZoIhR21k/TnakjEPOW_I/AAAAAAAAFGY/FQQN2IVR-Hw/s200/arfane.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653887304550210546" /&gt;&lt;/a&gt;* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Katerangan foto: #0 Joe hooked up Bagarius in black t-shirt. #1 Joe hooked up ikan Bagarius berukuran sedang. #2 bagarius yarelli upper river Berau, Kaltim tahun 2009. #3 #4 Suasana pagi di Parai Garden Hotel saat hujan mendera. #4 Tomman Jambi peliharaan seorang warga. #5 Foto ikan bagarius yarelli yang membuat kami terbang ke Sumatra Barat ini dijepret oleh kawan kami Surya K. #6 #7 Perahu yang kami bawa berpetualang di Batang Kuantan. #8 Kopi pagi selalu ‘nendang’ meski boncoz. #9 Tenda kami di tepi Batang Kuantan tampak sangat mewah. #10 Sunset terlihat dari atas perahu saat hendak merapat ke basecamp. #11 #12 Ikan Bagarius kecil perolehan saya dan kondisi spot sekitar basecamp. #13 #14 Joe dan Pak Joko saat perjalanan dengan perahu. Dan Edi, kawan baik Joe juga mejeng dengan Bagarius. #15 Posisi Joe saat hooked up ikan Bagarius berada di sebuah tebing rendah di ujung basecamp. #16 Ikan terbesar air tawar yang say aperoleh. Hehe. Foto by Surya K. #17 Profil ikan Bagarius diambil dari Wikipedia. #18 Arfane, kameraman MMT7.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-8257257806466912030?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/8257257806466912030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=8257257806466912030' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/8257257806466912030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/8257257806466912030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/09/menjelajah-tiga-propinsi-demi-sang.html' title='Menjelajah Tiga Propinsi Demi Sang Pemangsa Purba, Bagarius Yarelli'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LHvU6gzNUh4/TnakjVRyHOI/AAAAAAAAFGo/8wKyPoDaZzo/s72-c/joe%2Bin%2Bblack.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-5160569732068104195</id><published>2011-09-02T01:03:00.017+07:00</published><updated>2011-09-07T11:57:07.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='malang selatan'/><title type='text'>Beunteur Sanctuary dan Masa Depan Spesies Ikan Air Tawar di Jawa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-IY7VCGEsSdY/TmCxGoMCFUI/AAAAAAAAFD4/5A64RYlX09M/s1600/foto%2Bdr%2Bbb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-IY7VCGEsSdY/TmCxGoMCFUI/AAAAAAAAFD4/5A64RYlX09M/s200/foto%2Bdr%2Bbb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647708660147819842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya pernah bermimpi, bisa mengabadikan momen-momen indah dengan piranti 'pembeku gambar' terbaik. Fotografi telah membuat saya gelisah bertahun-tahun namun harga piranti-nya yang berada di awang-awang itu masih jauh dari jangkauan. Ikan mungil yang kita sebut dengan ikan beunteur atau wader ini pun, meski menurut saya momennya sedang indah untuk diabadikan, akhirnya hanya bisa dijepret dengan perangkat selular. Ikan yang tidak dianggap cukup bergengsi oleh banyak kalangan, namun mampu bertahaan melintasi berbagai perubahan lingkungan hingga hari ini. Semoga kisah ikan beunteur ini bisa dinikmati. Salam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-OZLCwDxdCSQ/TmCc9DAYTDI/AAAAAAAAFAQ/vUWlyV2G3VE/s1600/landing.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OZLCwDxdCSQ/TmCc9DAYTDI/AAAAAAAAFAQ/vUWlyV2G3VE/s200/landing.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647686505315454002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tXqg4pH_5ss/TmCc9VjAeVI/AAAAAAAAFAY/_vF5VdnizlU/s1600/malang%2Bpost.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tXqg4pH_5ss/TmCc9VjAeVI/AAAAAAAAFAY/_vF5VdnizlU/s200/malang%2Bpost.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647686510292531538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-v03Y0Z_Qe-E/TmCc9snVNyI/AAAAAAAAFAg/9_Ifyms2Chc/s1600/rajekwesi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-v03Y0Z_Qe-E/TmCc9snVNyI/AAAAAAAAFAg/9_Ifyms2Chc/s200/rajekwesi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647686516484683554" /&gt;&lt;/a&gt;Saya tak pernah menyangka bahwa di ‘halaman’ rumah saya sendiri, saya bisa menjumpai kemegahan yang akan saya kisahkann ini. Di Jawa, menurunnya kualitas lingkungan dan pesatnya pertumbuhan populasi penduduk, telah ikut menyumbang pada menurunnya (dengan cepat) populasi spesies ikan-ikan air tawar di habitat aslinya. Tetapi apa yang tampak di depan mata saya sekarang memunculkan kesadaran dan kegembiraan, bahwa masih ada spesies ikan air tawar di Jawa yang memiliki masa depan. Di sebuah lembahan besar di daerah Malang Selatan, terdapat sebuah sungai berair jernih dengan dasar bebatuan. Air gemericik mengalir di cerukan-cerukan. Tidak terlalu deras. Bening dan agak dingin. Daun-daun kering yang terjatuh dari pepohonan tampak beberapa hanyut dibawa air. Ada air terjun tampak di kejauhan. Di beberapa badan sungai, terdapat semacam lubuk dangkal namun lebar, dan olalaaaaaaa, ribuan ikan beunteur (wader) berenang dan sedang ‘makan siang’ dengan damai di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ZZwzDtPDGaY/TmCc87rv_yI/AAAAAAAAFAI/EDGq5ASNqVM/s1600/gereja.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZZwzDtPDGaY/TmCc87rv_yI/AAAAAAAAFAI/EDGq5ASNqVM/s200/gereja.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647686503349878562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-m57_I-4Vq5k/TmCc96VCZ-I/AAAAAAAAFAo/VC_uYsMxacA/s1600/salib.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-m57_I-4Vq5k/TmCc96VCZ-I/AAAAAAAAFAo/VC_uYsMxacA/s200/salib.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647686520166049762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FK2d5QbGkT8/TmCfLjgKbLI/AAAAAAAAFAw/lDOif6YDBt4/s1600/vero.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FK2d5QbGkT8/TmCfLjgKbLI/AAAAAAAAFAw/lDOif6YDBt4/s200/vero.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647688953580121266" /&gt;&lt;/a&gt;Kisah ‘cinta’ dengan ikan beunteur ini dimulai dari batalnya keberangkatan saya ke Gunung Rinjani dan Taman Nasional Komodo gara-gara sebuah penyakit yang harus segera dioperasi. Praktis saya tidak bisa kemana-mana. Dan usai operasi saya memutuskan ‘membasuh’ diri sejenak di desa kelahiran, sebuah desa kecil di Malang Selatan. Desa tercinta namun jarang saya tengok. Tetapi sepertinya sekarang saya akan sering pulang kampung. Sebab kini telah tersedia banyak flight ke sana. Ada Garuda, Lion Air, Batavia Air dan bahkan Sriwijaya Air. Jadi jika dulu kita musti menghabiskan waktu antara 12 hingga 15 jam di bis malam atau di kereta, kini cukup 1 jam 15 menit saja dari Bandara Soetta, Jakarta. Sehingga jika kita berangkat dari Jakarta, mau kabur ke Malang pas weekend pun tidak masalah. Senin juga sudah bisa bersibuk ria kembali di ibukota. Tetapi saya jamin jika sudah sampai di Malang, Anda akan malas pulang. Why? Ah saya susah menjelaskannya, silahkan coba sendiri kapan-kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-kG6zMpP-N9Y/TmCfL7kixmI/AAAAAAAAFA4/JQsgexofwA8/s1600/lintas%2Bselatan1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kG6zMpP-N9Y/TmCfL7kixmI/AAAAAAAAFA4/JQsgexofwA8/s200/lintas%2Bselatan1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647688960040945250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-T4evYiP0xz0/TmCfL1BjIJI/AAAAAAAAFBA/aZQM4nyh038/s1600/jembatan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-T4evYiP0xz0/TmCfL1BjIJI/AAAAAAAAFBA/aZQM4nyh038/s200/jembatan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647688958283554962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-iOfoZlK9dhU/TmCfMGvRu2I/AAAAAAAAFBI/k-WBeJHaCag/s1600/spion.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-iOfoZlK9dhU/TmCfMGvRu2I/AAAAAAAAFBI/k-WBeJHaCag/s200/spion.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647688963038755682" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan Juli, dimana acara nge-beunteur ini dilakukan, seharusnya menjadi bulan yang istimewa. Ada penambahan umur yang seharusnya saya syukuri dengan doa. Ada banyak jadwal perjalanan yang harus dikerjakan dengan semangat dan ceria. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Sakit, operasi, dan lain sebagainya mengacaukan semua hal yang telah direncanakan jauh-jauh hari. Kepulangan ke Malang menjadi semacam obat untuk menebus semua kekacauan yang terjadi sebelumnya. Diniatkan sebagai semacam terapi untuk mengembalikan ceria yang sempat meredup karena operasi sebuah penyakit yang baru saya lakukan,  dan misi lainnya adalah untuk menengok seorang wanita yang telah melahirkan saya dan mengurus saya hingga sebesar ini sekarang, Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-y0Euu7gUaqA/TmCfMTmFRfI/AAAAAAAAFBQ/cLgEQC2OIhE/s1600/pete.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-y0Euu7gUaqA/TmCfMTmFRfI/AAAAAAAAFBQ/cLgEQC2OIhE/s200/pete.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647688966489851378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-zih_6eAi43Y/TmChccR3b5I/AAAAAAAAFBY/byFQLHoNy20/s1600/joran.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-zih_6eAi43Y/TmChccR3b5I/AAAAAAAAFBY/byFQLHoNy20/s200/joran.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647691442722140050" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi sebenarnya tidak ada niat sama sekali untuk pulang ke kampung halaman dengan tujuan utama untuk memancing. Lama tidak kembali ke kampung halaman memmbuat saya takjub. Kampung kecil saya yang dulu tampak biasa saja, kini telah berubah menawan. Jalanan kampung telah diaspal bagus yang bahkan mobil sedan pun bisa melaju dengan nyaman. Salah satu tanda kemajuan yang harus disyukuri karena ini memudahkan transportasi lalu-lintas keluar dan masuk kampung, menggerakan roda ekonomi kampung, dan bisa memicu banyak multiplier effect lainnya. Perlu waktu tak sebentar untuk hadirnya tanda-tanda kemajuan yang kini banyak bertebaran di kampung ini, sama seperti saya, perlu waktu tak sebentar untuk pulang kampung halaman dengan senyum yang benar-benar lebar seperti sekarang ini. Saya malas pulang, karena merasa belum mendapatkan apa-apa di rantau, malu, tetapi kepulangan kali ini berbeda, saya boleh tersenyum lebar karena merasa yakin sedikit banyak telah mampu membuktikan bahwa semua yang dulu saya katakan kepada Ibu saya bukanlah mimpi siang hari. Tanggal 22 Juli saya pun menginjakkan kaki di halaman rumah dengan senyum yang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-R6152fNlBqY/TmChc5hd2fI/AAAAAAAAFBo/Sw6E5S1U_8c/s1600/bawah%2Bjembatan2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-R6152fNlBqY/TmChc5hd2fI/AAAAAAAAFBo/Sw6E5S1U_8c/s200/bawah%2Bjembatan2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647691450572200434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jp9RlHrfmSo/TmChcv7vzMI/AAAAAAAAFBg/ZH16Ju4BF8o/s1600/bawah%2Bjembatan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jp9RlHrfmSo/TmChcv7vzMI/AAAAAAAAFBg/ZH16Ju4BF8o/s200/bawah%2Bjembatan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647691447998074050" /&gt;&lt;/a&gt;Namun terbiasa bekerja dengan dateline padat dan trip-trip panjang yang menguras tenaga dan pikiran, membuat kenyamanan bernama bermalas-malasan di rumah terasa cepat menjemukkan. Banyak sebenarnya yang bisa dilakukan sambil bersantai. Memetik gitar di beranda. Atau berkeliling family membicarakan ladang. Namun yang paling banyak ditanyakan oleh sanak saudara adalah kapan saya menikah. Meski begitu menyenangkan berada terus di rumah, terus saja ada gelisah yang mengusik. Tak terasa hari sudah tiba pada tanggal 24 Jui. Masih ada dua hari tersisa sebelum kembali ke Jakarta. Kenapa tidak mancing mumpung ada waktu luang? Ya kenapa tidak mancing? Ada sungai? Danau? Bendungan besar. Dan bahkan ke laut. Tetapi ke tampaknya laut tidak mungkin, meski jarak laut dengan rumah tidak terlalu jauh, kondisi fisik belum mendukung. Tiba-tiba teringat seorang kawan yang sering kontak di dunia maya, yang tinggal tak jauh dari kampung, hebat ya kini di kampung pun orang bisa bermain internet. Jadilah saya telpon dia dan langsung sepakat untuk mancing ikan-ikan kecil saja, beunteur aka wader. Ikan kecil yang menjanjikan sensasi strike ‘besar’!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Tp5HUHT6w3M/TmChdbDwJEI/AAAAAAAAFB4/qpx9tllh1t4/s1600/wader%2Bmike1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Tp5HUHT6w3M/TmChdbDwJEI/AAAAAAAAFB4/qpx9tllh1t4/s200/wader%2Bmike1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647691459574375490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3JCZXcci3ms/TmChdPn20NI/AAAAAAAAFBw/CUFr7cf7QuA/s1600/wader%2Bpete1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3JCZXcci3ms/TmChdPn20NI/AAAAAAAAFBw/CUFr7cf7QuA/s200/wader%2Bpete1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647691456504582354" /&gt;&lt;/a&gt;Kawan saya itu biasa saya panggil Pete (tampaknya dia suka makan petai sehingga dipanggil Pete), lebih muda dari saya, namun giat memancing. Bahkan dia pernah nongol di Majalah Mancing dan juga di Mancing Mania Trans 7. Artis dah pokoknya di kampung mah?! Karena sudah siang saat saya menelepon dia, maka waktu yang ada kami pakai keliling kota kecamatan untuk menyiapkan peralatan mancing dan umpan. Esok pagi kami sepakat kabur ke selatan, jauh dari kampung, untuk mancing ikan mungill tersebut. Hal piranti untuk ikan beuteur akan saya bahas di bagian akhir tulisan. Khusus tentang umpan, saya memakai umpan ala Cianjur, Jawa barat yang disebut geleng (campuran kuning telur bebek, potongan kecil daging tuna/tongkol, lalu makanan anak-anak Chiki Balls). Bahan-bahan itu diulek jadi satu hingga menjadi sebuah adonan kenyal yang wangi-amis. Umpan jenis ini dijamin tidak ada yang lawan. Mungkin satu-satunya umpan yang bisa melawan keampuhan umpan ini hanyalah (maaf: kotoran manusia). Ada yang lucu tentang umpan ini. Ibu saya saya pesenin membeli telur bebek ke pedagang yang biasa lewat depan rumah, dua butir, saya tidak memberitahu untuk apa, eh sore hari saat saya pulang belanja peralatan mancing, telur bebek ini sudah didadar dan tersaji di meja makan. Wahahahaha. Kami semua ngakak setelah tahu sebenarnya ini akan dipakai apa. Jadilah esok pagi menunggu pedagang lagi yang lewat untuk kembali membeli telur bebek. Pedagang telurnya tentu saja gembira karena kami kini rajin membeli telurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7_jfp-ZI7fM/TmCkYQ4nFbI/AAAAAAAAFCg/7QGe1X3naas/s1600/bs5.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7_jfp-ZI7fM/TmCkYQ4nFbI/AAAAAAAAFCg/7QGe1X3naas/s200/bs5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647694669478827442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-HwxHrCc1yVg/TmCkYOw6UHI/AAAAAAAAFCY/HR5zVURcHjk/s1600/bs4.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-HwxHrCc1yVg/TmCkYOw6UHI/AAAAAAAAFCY/HR5zVURcHjk/s200/bs4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647694668909662322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-cGm6GDyCFmg/TmCkXwXKTeI/AAAAAAAAFCQ/QtppvQD7nQQ/s1600/bs3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-cGm6GDyCFmg/TmCkXwXKTeI/AAAAAAAAFCQ/QtppvQD7nQQ/s200/bs3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647694660748594658" /&gt;&lt;/a&gt;Keesokan harinya di tanggal 25 Juli, berdua dengan Pete, dengan satu motor jenis matic saja, pete mati-matian melarang saya membawa motor saya sendiri, kami pun meluncur berboncengan ke daerah selatan, sekitar 40 menit dari rumah. Berboncengan, melewati jalanan yang sebagian mulus diaspal, bergeronjal batu makadam, dan melintasi jalur lintas selatan yang baru dibuka namun kini telah mulus karena kerikilnya telah dihaluskan. Dua cowok keren yang mengundang tatapan heran setiap mata yang berpapasan dengan kami, karena kami sedang serius berangkat mancing dan tidak peduli apapun. Haha. Ah andai mereka tahu kami ini sering nongol di layar televisi pasti mereka akan menghentikan kami dan menawarkan dua cangkir kopi panas. Ngarep! Sepanjang perjalanan saya takjub dengan kondisi desa-desa yang kami lalui. Desa memang, tetapi terasa nyata bahwa kemajuan ada dimana-mana. Jauh berbeda dengan dulu di jaman saya kecil. Dan saya bersyukur kepada-Nya. Gimana tidak ada kemajuan. Jauuuh di selatan, dimana tidak ada rumah pun, kita bisa akses Facebook dari Blackberry kita. Dimana-mana petani tampak sumringah karena palawija begitu subur. Motor bagus bersliweran. Mobil pengangkut hasil bumi lalu-lalang. Jalanan cukup bagus. Ada harapan yang bersinar terang. Desaku, telah melangkahi sebuah pintu kemajuan dan terus melangkah masuk ke dalamnya dengan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mrgL5Tb1rgc/TmCkX2Ox9nI/AAAAAAAAFCI/xqjoz9cxYw4/s1600/bs2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mrgL5Tb1rgc/TmCkX2Ox9nI/AAAAAAAAFCI/xqjoz9cxYw4/s200/bs2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647694662324057714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-xX0DNQ7q1zA/TmCkXthucOI/AAAAAAAAFCA/mrc1UM4Bb7Q/s1600/bs1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-xX0DNQ7q1zA/TmCkXthucOI/AAAAAAAAFCA/mrc1UM4Bb7Q/s200/bs1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647694659987599586" /&gt;&lt;/a&gt;Kami pun tiba di sebuah sungai jauh dari perkampungan, namun dilintasi jalur lintas selatan (Catt: jalur lintas selatan direncanakan akan terentang jauh membelah sisi selatan Jawa Timur, dari Banyuwangi hingga Pacitan). Usai foto-foto beberapa pemandangan yang bagus kami langsung mencari tempat memarkir motor, akhirnya kami taruh di bawah jembatan, dan kami beringsut ke spot sekitar jalan. Air sungai dalam kondisi sempurna. Tidak terlalu deras dan juga tidak terlalu jernih. Tetapi matahari begitu panas ‘menyalak’ membakar kepala. Piranti langsung di set dan umpan geleng kami pasang. Dan tak perlu waktu hingga semenit, umpan sudah disambar, terus dan teruuuus. Sialnya Pete lebih hebat dari saya. Dia terus hooked up hingga ikan ke tujuh sementara saya baru satu ekor. Tak perlu minder, maklum selama ini saya seringnya mancing popping. Wakakakakak! Tetapi sungguh saya gemes dengan ikan-ikan di spot pertama ini. Susah sekali nyangkut di kail saya. Padahal jelek-jelek begini saya pernah sukses nge-beunteur di sungai-sungai di Jawa Barat dan bahkan Jawa Tengah lho?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-zdcDL7f-RR4/TmCl4bFkNnI/AAAAAAAAFCw/5BYi1knEDhk/s1600/gabus.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-zdcDL7f-RR4/TmCl4bFkNnI/AAAAAAAAFCw/5BYi1knEDhk/s200/gabus.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647696321484961394" /&gt;&lt;/a&gt;Sesi pertama usai, Pete sudah menaikkan sepuluhan ekor dan saya baru dua ekor. Entah karena panas atau apa kami merasa lapar. Untunglah Ibu saya mengerti kami pasti akan lapar. Bekal yang dicantolkan di stang motor pun kami buka. Kami duduk manis di bawah jembatan dan mulai melahap bekal kami. Beberapa petani melintas namun menolak kami tawari bergabung makan. Dan indahnya, ada pete yang telah dikupas di antara bekal-bekal itu. Sungguh, seorang ibu memang sangat mengenal apa yang disukai oleh anaknya. Makanan yang sederhana namun terasa luar biasa. Suasananya memang mendukung. Kita melahap makanan sambil memandangi sungai dimana kiri-kanan sungai adalah pertanian yang menghijau. Udara segar. Angin berhembus semilir. Suara burung-burung di kejauhan. Langit biru di atas sana yang cerah. Hal-hal yang kadang lupa kita syukuri. Hal-hal yang di banyak tempat lain mungkin mulai menghilang tergeser oleh deru pambangunan.&lt;br /&gt;Perut telah kenyang dan hati pun semakin senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-tGPAX1leYpA/TmCl4ISAMHI/AAAAAAAAFCo/oSTClbFDFN4/s1600/wader%2Bbesar1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tGPAX1leYpA/TmCl4ISAMHI/AAAAAAAAFCo/oSTClbFDFN4/s200/wader%2Bbesar1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647696316436852850" /&gt;&lt;/a&gt;Harus ada perbedaan. Jadi usai makan siang saya memilih spot saya sendiri. Pete tetap berada di bawah jembatan, namun saya memilih turun agak kebawah ke bebatuan yang dipenuhi ceruk kecil berisi air. Ada semacam genangan besar disana namun banyak ditumbuhi lumut. Sepintas kondisi airnya lebih buruk dibandingkan bagian atas sungai. Namun bisa jadi ini malah spot yang lebih potensial untuk menggaet ikanbeunteur karena visibility nya rendah (ikan beunteur sudah dipancing jika air terlalu jernih). Meski panas, saya mantab mencoba spot ini dan duduk manis di atas batu datar persis di bagian atas genangan. Umpan pertama langsung hooked up. Benar khan? Ini spot yang potensial. Hingga beberapa menit kemudian ada sekitar 5 ekor ikan beunteur sudah menggelepar di atas tanah. Pete yang berada di bawah jembatan rupanya juga sukses menggaet ikan beunteur, malah ada yang big size, sebesar korek api gas. Dia beruntung sekali, bahkan ada ikan gabus yang dia naikkan. Padahal dia memakai umpan untuk ikan beunteur. Gabus yang malang. Sudah makan siang bolong, makan umpan yang salah pula. Sebuah foto ikan beunteur yang cantik dengan latar belakang langit biru tadi telah sukses saya upload ke Facebook, melintasi ruang dan waktu, mendunia. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-kMdWieVVPv8/TmCl4wspLGI/AAAAAAAAFDI/7Iim8oOiMLs/s1600/berendem.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-kMdWieVVPv8/TmCl4wspLGI/AAAAAAAAFDI/7Iim8oOiMLs/s200/berendem.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647696327286008930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-OUmBIyw4gto/TmCl4g0Su1I/AAAAAAAAFDA/1gp6Ni0XSmY/s1600/cnr%2Bwader.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OUmBIyw4gto/TmCl4g0Su1I/AAAAAAAAFDA/1gp6Ni0XSmY/s200/cnr%2Bwader.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647696323023125330" /&gt;&lt;/a&gt;Kami perlu tantangan yang lebih. Ingin melihat dan merasakan yang lebih. Pete hafal seluk beluk sungai ini. Jadi kami kemudian merapikan peralatan untuk beringsut ke tempat lain. Sebenarnya masih di sungai yang sama, tetapi masuk dari tempat yang berbeda. Kali ini kami akan mengarah semakin ke bawah ke dekat air terjun. Motor kami pacu lagi melintasi jalur lintas selatan dan kami kemudian berbelok di sebuah ladang entah milik siapa, melintasi jalan setapak, masuk ke semak-semak dan tiba tepi sungai di atas air terjun. Sayang sekali karena posisi kami di atas air terjun kami tidak bisa menikmati keindahannya. Namun kami dihibur dengan ‘penampakkan’ lain yang menurut saya jauh lebih indah. Bahkan megah. Di sana, di sebuah cerukan memanjang berair jernih, cerukan yang dilimpahi aliran bening air terjun mini dari bagian atasnya, tampak ribuan ikan beunteur berenang dengan damai. Sungguh, ini benar-benar beunteur sanctuary yang sempurna dan luar biasa. Ikan-ikan itu sangat banyak, cuek berenang kesana-kemari, seakan tidak peduli dengan dua cowok keren yang menatap takjub dari atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-__3ipMsbMSU/TmCl4r4XypI/AAAAAAAAFC4/ffWDZXqnp4E/s1600/pete%2Bbesar.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-__3ipMsbMSU/TmCl4r4XypI/AAAAAAAAFC4/ffWDZXqnp4E/s200/pete%2Bbesar.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647696325993024146" /&gt;&lt;/a&gt;Oke, ikan beunteur juga bukan spesies yang luar biasa istimewa dalam daftar spesies ikan air tawar kita, dia hanyalah ikan mungil namun memiliki daya tahan bertahan hidup di perairan alami yang luar biasa. Tetapi kali ini sungguh, saya takjub, karena tidak menyangka akan melihat hal seperti ini di sini, di kampung halaman saya sendiri. Sungai ini juga bukan sungai perawan yang tidak terjamah, kebun warga ada di kanan kiri sungai. Petani bahkan menanam sayur mayur tidak jauh dari ‘surga’ ini. Juga mengambil air dari sungai ini untuk menyirami tanaman mereka. Tetapi padatnya populasi ikan di spot ini membuat saya terharu karena ini pertanda bahwa (saya yakin 100% para petani juga mengkonsumsi ikan-ikan ini sebagai lauk pauk) ada kepedulian luar biasa dari siapapun yang sering berinteraksi, mereka pasti melakukan interaksi tersebut dengan sangat sangat arif. Mereka pasti tidak merusak sungai ini dengan racun ataupun setrum, jika iya, saya percaya tidak akan melihat kemegahan ini. Karena apa, kalau mau niat jahat misalnya, satu biji potas juga bisa menamatkan ribuan ikan ini wong ikan-ikan ini ibarat berada dalam satu bak besar berisi air. Jadi, ada niatan mulia dari siapapun mereka yang sering berada di dekat loaksi ini untuk membiarkan lokasi ini tetap alami dan indah bagi semua mahkluk air di dalamnya. Terimakasih Tuhan! Saya sampai lupa memancing dan sibuk memotret dengan perangkat selular saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-NYdGW2ZJ7-0/TmCnhj260UI/AAAAAAAAFDw/vs9ZdIFTBig/s1600/photo%252860%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-NYdGW2ZJ7-0/TmCnhj260UI/AAAAAAAAFDw/vs9ZdIFTBig/s200/photo%252860%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647698127725711682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-m6wrY1xpdiA/TmCnhs4NHvI/AAAAAAAAFDo/uSyaNfQ9F0E/s1600/photo%252855%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-m6wrY1xpdiA/TmCnhs4NHvI/AAAAAAAAFDo/uSyaNfQ9F0E/s200/photo%252855%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647698130147024626" /&gt;&lt;/a&gt;Lagian ikan-ikan ini juga susah banget dipancing saking jernihnya air disini. Gimana tidak jernih, dengan mata telanjang saja, ikan-ikan itu kelihatan sedang melakukan apa. Ada yang cuma berenang sana-sini. Ada yang sedang mencari makan. Dan ada yang sedang berkejaran entah sedang apa (mungkin yang ini adalah ikan-ikan yang sedang kasmaran). Ini membuat saya yakin pada satu hal, bahwa kelestarian ataupun pelestarian ikan di habitat alami mereka, bukan karena tidak dimanfaatkannya berkat dari Tuhan bernama ikan tersebut, tetapi bagaimana memanfaatkannya dengan arif lingkungan. Beunteur sanctuary yang saya lihat ini buktinya. Dan konsep seperti inilah sebenarnya yang diterapkan di banyak daerah yang memiliki areal konservasi untuk ikan-ikan air tawar. Di daerah Sumatera Barat misalnya, mereka menerapkannya dengan lebih sistematis dan ketat bernama lubuk larangan. Hampir setiap kampung memiliki lubuk larangan. Di Malaysia juga ada yang serupa dan malah dengan skala yang lebih besar dan telah berhasil ‘dijual’ untuk wisata mancing kelas internasional. Ikan beunteur mungil yang berenang riang di dalam air ini seperti berkata bahwa sebenarnya masih ada masa depan bagi spesies ikan-ikan air tawar di Pulau Jawa di habitat alami mereka. Tentunya dengan syarat, bahwa ada kearifan lingkungan yang cukup dari siapapun yang berinteraksi dengan mereka dan habitatnya (pemancing, warga sekitar, pelaku industri, dan lain sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-58THc_2nXrg/TmCnhZyndnI/AAAAAAAAFDg/4_z5XvMu4yk/s1600/photo%25288%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-58THc_2nXrg/TmCnhZyndnI/AAAAAAAAFDg/4_z5XvMu4yk/s200/photo%25288%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647698125023311474" /&gt;&lt;/a&gt;Dasar pemancing yang sudah jatuh cinta mati dengan ikan beunteur. Saat saya sedang asyik melamunkan beunteur sanctuary sambil merendam air di sebuah cerukan kecil, Pete berhasil hooked up ikan beunteur besar. Lebih besar dari batang korek api gas. Untuk ikan beunteur, ukuran ini termasuk ‘monster’. Pete girang bukan kepalang. Saya mengambil beberapa fotonya dan juga video rilisnya. Tidak sepatutnya babon beunteur itu kami angkat karena dia bisa saja menetaskan jutaan telur dalam beberapa bulan ke depan sebelum mungkin ajal menjemputnya. Saya sudah kalah telak dengan Pete jadi saya memutuskan tidak memancing lagi dan konsen mengambil gambar apa saja yang menarik mata saya. Meski hanya menggunakan Ipod, hasilnya foto dan videonya tidak mengecewakan. Tetapi saya tidak kuat juga untuk tidak menjajal ‘surga’ kecil ini. Kail saya lalu saya turunkan ke dalam air dan saya mencoba peruntungan saya di lokasi ini. Karena cerukan ini cukup dalam. Ada sekitar 2 meteran dalamnya, pelampung harus ditaruh tinggi di atas agar umpan bisa menjangkau kedalaman ideal yang lebih gelap. Kalau ditaruh terlalu di atas tidak akan dimakan oleh ikan-ikan itu karena mereka tahu ada tali yang mengikat mata pancing itu. Jadi kami harus mengejar ikan-ikan yang ada di kedalaman, ikan-ikan yang entah sedang asyik ngapain. Tidak buruk, meski beberapa kali gagal, akhirnya naik juga satu ekor ikan yang size nya cukup mengesankan. Usai diambil fotonya, video rilisnya juga kami abadikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BHZzbyWdHSk/TmCng4ud9sI/AAAAAAAAFDQ/vKX_7t41s8M/s1600/photo%25281%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BHZzbyWdHSk/TmCng4ud9sI/AAAAAAAAFDQ/vKX_7t41s8M/s200/photo%25281%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647698116147541698" /&gt;&lt;/a&gt;Saya sebenarnya malas sekali pulang dan ingin terus berada di dekat sungai ini, malam hari konon lebih gampang jika berniat memancing beunteur-beunteur monster. Kemping di tepi sungai ini pasti sangat indah. Tetapi apa daya, tiket pesawat yang ada di tas pinggang saya jelas tertulis tanggal 26 Juli pukul 12.45. Jadi sebelum hari keburu gelap, apalagi spot ini juga jauh dari pemukiman, malah dekat dengan hutan pesisir selatan, kami memutuskan menyudahi acara nge-beunteur kami dengan senyum kepuasan. Pete juara. Dia hooked up ikan sangat banyak, saya hanya beberapa ekor saja. Tidak sampai sepuluh ekor. Andai ada kesempatan kembali ke tempat ini, saya akan menginap di sini agar mampu mengeksplorasi badan sungai yang lain termasuk air terjunnya. Kami lalu mendorong motor kami menaiki sebuah bukit kecil dan lalu memacunya menuju jalur lintas selatan. Di antar oleh matahari senja yang masih juga panas kami terus meluncur pelan. Di sebuah belokkan kami memotong untuk masuk ke areal perkampungan. Dan lalu masuk ke jalan beraspal. Terus ke utara hingga ke halaman rumah saya beberapa puluh menit kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-8FyhSS8kWl4/TmCnhNIpCWI/AAAAAAAAFDY/gWSIgwfO8xU/s1600/photo%25282%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8FyhSS8kWl4/TmCnhNIpCWI/AAAAAAAAFDY/gWSIgwfO8xU/s200/photo%25282%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647698121626028386" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin kita sering gundah dengan kondisi populasi ikan-ikan air tawar di Pulau Jawa, mungkin kita sering marah pada aksi-aksi tidak arif lingkungan dalam menangkap ikan di pulau ini, mungkin kita juga apatis saking sudah rusaknya kualitas habitat dan populasi ikan-ikan di sungai-sungai di Jawa, tetapi percayalah, masih ada harapan itu. Beunteur sanctuary di sebuah kampung kecil di pesisir selatan Malang membuktikannya. Jadi, kita tidak boleh berhenti berharap dan berusaha untuk terus melakukan sebuah perbedaan untuk anak cucu kita nanti. Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Epilog:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam Jenis Ikan Wader&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-6ubJT_k-0eA/Tmb5SajrENI/AAAAAAAAFEI/DL1TEdAC370/s1600/wader-pari-lujar-padi-rasbora-argyrotaenia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6ubJT_k-0eA/Tmb5SajrENI/AAAAAAAAFEI/DL1TEdAC370/s200/wader-pari-lujar-padi-rasbora-argyrotaenia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649476877344772306" /&gt;&lt;/a&gt;Ikan wader, atau beunteur (Sunda) tersebar di hampir semua pulau utama di Indonesia. Ikan ini termasuk ikan yang tangguh karena populasinya hingga saat ini di perairan alami kita masih cukup baik. Habitat ikan ini biasanya adalah sungai, parit, selokan dan juga danau yang berair jernih. Banyak ditangkap dengan berbagai cara karena ini adalah ikan air tawar yang terkenal lezat. Kadang dipancing atau dipelihara untuk dijadikan sebagai umpan mancing ikan predator. Mampu tumbuh hingga sebesar dua jari orang dewasa dengan panjang sekitar 10an cm. Wader adalah jenis ikan dari suku (famili) Cyprinidae. Ikan wader ada beberapa jenis; wader pari (lunjar padi), wader bintik dua (spotted barb), dan beberapa jenis lainnya. Selain di Indonesia, persebarannya juga terdapat di banyak negara Asia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-6YuCPd3xdkI/Tmb5SHJk4kI/AAAAAAAAFEA/VpARVPtETok/s1600/wader-bintik-dua-puntius-binotatus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6YuCPd3xdkI/Tmb5SHJk4kI/AAAAAAAAFEA/VpARVPtETok/s200/wader-bintik-dua-puntius-binotatus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649476872135041602" /&gt;&lt;/a&gt;Konon, jika mengacu pada Wikipedia, ikan dari famili Cryprinidae mempunyai berbagai macam jenis. Diperkirakan ada lebih dari seratus jenis. Dua jenis yang sangat populer (dan paling banyak) adalah wader pari atau lunjar padi (Rasbora argyrotaenia). Jenis kedua paling populer adalah wader bintik dua (Puntius binotatus). Wader bintik dua merupakan salah satu spesies wader yang di beberapa daerah di Indonesia biasa disebut sebagai beunteur (Sunda), wader cakul atau wader (Jawa), puyan (Banjar), tanah atau sepadak (Bengkulu). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai spotted barb atau common barb. Jenis lain ikan wader (dalam Bahasa Latin) antara lain; Rasbora argyrotaenia (Silver Rasbora), Rasbora aurotaenia (Pale Rasbora), Rasbora baliensis, Rasbora bankanensis, Rasbora beauforti (Spotlight Rasbora), Rasbora einthovenii (Blue Line Rasbora), Rasbora jacobsoni, Rasbora kalbarensis (Kalbar Rasbora), Rasbora sumatrana (Sidestripe Rasbora), Rasbora tawarensis, Rasbora tobana, Puntius bantolensis, dan Puntius javanicus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik dan Piranti Menggaet Wader&lt;br /&gt;Tidak rumit. Untuk joran/stik pancing biasa digunakan joran tegeg yang soft atau medium taper dengan panjang 2,4 atau 2,7 m (jika sungai/lokasinya lebar) semakin lentur joran akan semakin sensitif merespon tarikan ikan wader yang ukurannya memang kecil kecil. Jadi sensasi strikenya tetap maksimal. Di Jawa Barat, misalnya di Cianjur, yang populer adalah joran lentur kecil dari bambu yang disebut jeujeur. Panjang sekitar 1.2 meteran. Jeujeur dibuat sangat lentur dan diraut dengan apik sedemikian rupa, hingga saking lenturnya, kadang bisa kita lengkungkan membentuk angka delapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tali/line digunakan tali mono bening dengan ukuran sekecil mungkin (2 lbs) dengan diameter 0.1 atau 0.12 mm. Semakin kecil tali lebih baik karena tidak akan terlalu terpengaruh dengan arus sungai (di sungai/selokan/parit beunteur hidup di dekat arus/aliran air).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata pancing/hook bisa dipilih pancing nomer 0,5 – 0,8 . Mata kail yang terlalu besar membuat ikan mudah mocel, memang dibutuhkan keahlian tersendiri untuk memasang mata kail no. 0.5/0,8 pada line 0,1mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga perlu pelampung sebagai indikator sambaran. Terakhir kita memerlukan stopper. Kita juga perlu timah daun untuk dipasangkan di senar di dekat kail agar umpan cepat turun ke dalam air. Berbagai jenis umpan bisa dipilih. Wader sebenarnya cenderung omnivora sehingga varian umpannya cukup banyak; cacing, pelet, nasi, roti, tahu bacem, mi rebus, bakwan, lumut dll. Umpan favorit yang sering saya gunakan adalah umpan model Cianjur yang disebut geleng yang terbuat dari campuran telur bebek (kuningnya saja) yang diulek jadi satu dengan potongan daging tongkol dan jajan anak-anak yang disebut Chiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mancingnya? Ah gampang. Pasang semua piranti lalu atur kedalamannya, jangan sampai menyentuh dasar sungai. Jangan lupa pasang umpannya dulu. Catatan, kudu ekstra sabar dan memiliki daya penglihatan yang mantap untuk melakukannya. Hehehehehe. Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Most pictures by me, Pete, and the farmer we met by during the trip. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Foto 0: Ikan beunteur mungil yang saya dapatkan di spot bawah jempatan, diabadikan dengan perangkat selular biasa. Foto sederhana yang mengingatkan kembali mimpi ingin memiliki piranti fotografi yang cukup baik.&lt;br /&gt;* Foto 1-3: Landing di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Banyak maskapai udara yang singgah disini skrg.//Malang Post, salah satu koran wajib yang harus Anda baca di Malang.//Ini adalah spot klasik saya saat sudah mendekati kampung saya, dimana kita bisa melihat dengan bebas ke arah lembah besar.//Foto 4-6: Gereja di sebelah rumah saya.//Bayangan pagar gereja ‘jatuh’ di aspal jalan desa yang telah diaspal.//Ini anjing saya di kampung, Vero.//Foto 7-9: Melintasi jalur lintas selatan yang sedang dibangun dibawah terik matahari yang menyengat.//foto 10-11: Pete bekal dari ibu saya dan joran tegeg yang saya bawa.//Foto 12-15: Dua foto pertama adalah spot di bagian bawah jembatan.//Dua foto berikutnya adalah beunteur-beunteur pertama perolehan Pete dan saya, Pete mendapatkan yang lebih besar.//Foto 16-20: Inilah “beunteur sanctuary” itu.//Foto 21-25: Pete mendapatkan ikan gabus lokal.//Ikan beunteur besar perolehan Pete.//Saya berendam di sebuah cerukan kecil.//Ikan beunteur perolehan saya hendak saya rilis kembali.//Pete kembali hooked up ikan beunteur besar.//Foto 26-30: Matahari mulai berangkat menuju peraduan, namun langit tetap membiru.//Saya dan Pete dengan latar-belakang “beunteur sanctuary”.//Jalan pulang dan masih tetap disengat panas matahari.//Beunteur besar terakhir yang kami dapatkan.//Saya juga dapat bung!//&lt;br /&gt;* Foto 30-31: Wader pari dan wader bintik dua photo by Alamendah.Wordpress.Com.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-5160569732068104195?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/5160569732068104195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=5160569732068104195' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/5160569732068104195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/5160569732068104195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/09/beunteur-sanctuary-dan-masa-depan.html' title='Beunteur Sanctuary dan Masa Depan Spesies Ikan Air Tawar di Jawa'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IY7VCGEsSdY/TmCxGoMCFUI/AAAAAAAAFD4/5A64RYlX09M/s72-c/foto%2Bdr%2Bbb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-8470125874546641578</id><published>2011-07-29T00:37:00.013+07:00</published><updated>2011-07-29T12:33:40.362+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giant trevally'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='raja ampat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popping'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jigging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><title type='text'>Tentang Pemancing, Bulan, Hujan, dan Ikan-ikan Raja Ampat di Bulan Mei</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tetapi memang sulit mengharapkan GT monster di reef dangkal seperti ini karena biasanya ikan GT size monster lebih suka menyendiri di tubiran yang berarus kejam dan bukannya mejeng di mall tempat para abg seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-NJtuireASso/TjGoQBJ9jAI/AAAAAAAAE_Y/EhJ88PL6vpM/s1600/SURGA%2BDI%2BBUMI.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NJtuireASso/TjGoQBJ9jAI/AAAAAAAAE_Y/EhJ88PL6vpM/s200/SURGA%2BDI%2BBUMI.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634469601958792194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-X5T5G03bvas/TjGozsbM6DI/AAAAAAAAFAA/emr41X91qB8/s1600/WET%2BMORNING.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-X5T5G03bvas/TjGozsbM6DI/AAAAAAAAFAA/emr41X91qB8/s200/WET%2BMORNING.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634470214869248050" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah ‘tenggelam’ di Jakarta beberapa bulan, tiba-tiba saja kami kembali lagi dengan riang ke Kepulauan Raja Ampat. Bulan Mei yang panas di Jakarta namun begitu dingin dan basah di Provinsi Papua Barat. Kami mendarat di Bandara Sorong tanggal 20 Mei lewat tengah hari dan langsung menemui kawan-kawan mancing kami yang telah sehari sebelumnya tiba di kota Sorong. Ada dua orang pemancing yang telah begitu dekat layaknya saudara yang menanti kami. Pak Handoko (Surabaya) yang kali ini membawa empat orang kawannya sebagai korban untuk diracuni mancing. Kawan-kawan Pak Handoko ini belum pernah mancing sebelumnya dan juga tidak kami kenal sebelumnya. Dan satu orang lagi adalah seorang yang telah kondang di jagat mancing Indonesia dan bahkan dunia, Pak Rudi (Rudi Hadikesuma). Nama terakhir adalah jagoan popping dan jigging Indonesia dan pemancing kelas dunia yang sayangnya dia tidak suka publikasi dan gaptek. Andai dia tidak gaptek. Nama-nama besar popping dan jigging dunia saat ini yang banyak didominasi orang-orang Jepang itu bisa dia ‘nodai’ dengan namanya. “Gae opo Maik, penting mancing, ora usah terkenal-terkenal an ora patheken”.  Gak terkenal gak kurapan, kata Pak Rudi dengan logat Surabaya-nya yang khas itu. Huahahahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fIWkfEk0z1c/TjGoQLFbKgI/AAAAAAAAE_g/ayDYopdk6M4/s1600/TENDA%2BBASAH.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fIWkfEk0z1c/TjGoQLFbKgI/AAAAAAAAE_g/ayDYopdk6M4/s200/TENDA%2BBASAH.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634469604624116226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qKy7i9NbAZE/TjGmfyqTIVI/AAAAAAAAE-w/pP_N8Ft5H7k/s1600/PAGI%2BREDUP.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qKy7i9NbAZE/TjGmfyqTIVI/AAAAAAAAE-w/pP_N8Ft5H7k/s200/PAGI%2BREDUP.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634467673922543954" /&gt;&lt;/a&gt;Hotel Le Meridien yang letaknya ada di seberang Bandara Sorong tampak ramai siang itu. Rupanya ini adalah salah satu hotel favorit para pelancong yang datang ke Papua Barat, mungkin karena letaknya persis di depan bandara. Jika melihat padatnya tamu hotel yang kebanyakan adalah para penyelam ini, rupanya bulan kunjungan yang cukup padat ke Raja Ampat adalah bulan mei ini. Banyak sekali bule bersliweran di lobby hotel dan mobil-mobil sewaan terus datang dan pergi menurunkan dan menjemput tamu di depan lobby hotel. Tetapi saya lebih memilih mencari mba-mba penjaga coffee shop kecil di sudut lobby hotel. “Mba, njaluk kopi ne siji”. Saya pede berbicara dengan bahasa Jawa. “Kopi ireng Mas?”. Lha benar khan! Memang, banyak sekali pendatang dari Jawa di sini. Jika kita melihat mba-mba yang perawakan kecil, tidak terlalu putih, namun berdandan cukup apik dan bekerja di hotel-hotel di Sorong, kebanyakan dari Jawa. Atau keturunan Jawa. Atau orang yang pernah tinggal di Jawa. Coba sendiri kalau Anda tidak percaya saat nanti datang ke sini. “Mbak, njaluk kopi ne siji”. Itu petunjuk dari saya. Selanjutnya terserah Anda. Jadi ngopi silahkan, tidak jadi ngopi malah terus ngobrol silahkan. Paling tamu yang antri di belakang Anda yang manyun! Saya sebenarnya masih berniat melanjutkan pembicaraan dengan mba-mba penjaga coffee shop yang manis ini, sebab dia langsung nyerocos tanpa babibu “Mas, nanti iwakke jangan dilepas ya!”. Lho, lho, catch and release lho itu Mbak namanya! Tapi Pak Rudi yang sudah duduk di pojokan lobby hotel sudah teriak-teriak. “Kopi ku selak entek Maik, cepetan sini tho!” Kopiku dah mau habis Maik, cepet kesini! Wah gak ngerti acara anak muda Pak Rudi ini. Hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5baz7aTnI9w/TjGk6J9iG9I/AAAAAAAAE9I/89V_alsHpME/s1600/HUJAN.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5baz7aTnI9w/TjGk6J9iG9I/AAAAAAAAE9I/89V_alsHpME/s200/HUJAN.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465927830576082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-pNFj-J44Uoo/TjGkY6GNCSI/AAAAAAAAE8o/iX1CaXHQpfw/s1600/CABLAK.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-pNFj-J44Uoo/TjGkY6GNCSI/AAAAAAAAE8o/iX1CaXHQpfw/s200/CABLAK.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465356636293410" /&gt;&lt;/a&gt;Kali ini kami datang ke Papua Barat dengan harapan yang lebih. Bulan Maret lalu kami telah datang ke Raja Ampat. Trip yang mengesankan namun kami belum mendapatkan ikan yang benar-benar monster! Ada sih waktu itu beberapa ekor GT up 30 kg tetapi masih kurang memuaskan. Kali ini harus dapat yang lebih dan banyak! Apalagi Kapten D yang dulu memandu kami di trip pertama sudah jauh-jauh hari berpesan kepada kami agar menyiapkan fisik dan tackle kami. Siap-siap joran patah! Katanya. Areal yang akan kami datangi adalah areal yang berbeda. Lautnya lebih dalam dengan tubiran yang lebih terjal. Lebih minim fasilitas dan lebih jauh dari pemukiman dan pulau-pulau utama di Raja Ampat. Jadi siap-siap joran patah. Wah asyik juga nih kalau banyak tackle patah. Acara mancingnya akan seru. Tetapi karena Kapten D sudah berpesan seperti itu, saya banyak membawa tackle-tackle biasa yang sengaja untuk dipatahkan! Hehehehe. Tetapi jangan ditanya bawaan Pak Rudi dan Pak Handoko. All up PE8 dan semua rod nya extra hard dari semua merk papan atas. “Awas yo kon Maik lek joranku gak cuklek!” Awas ya kau Maik kalau sampai joranku tidak patah. Pemancing yang aneh memang Pak Rudi. Kalau sampai jorannya tidak patah, dia akan sangat kecewa. Ada-ada saja. Rudi Hadikesuma memang kini sudah malas berurusan dengan ikan-ikan kecil. Dia kini lebih senang mendapatkan satu strike sehari, tapi sizenya up 40 kg, daripada ikan 20-an kg meskipun itu 20 strike sehari.  Makanya kalau kita ngintip tackle box dia sekarang, kita tidak akan menemukan popper. Melainkan senter-senter besar yang dijadikan popper. Hahahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bY2x-vrAL_I/TjGoPx_i3cI/AAAAAAAAE_Q/hYcOjNOYFbw/s1600/POPPER.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bY2x-vrAL_I/TjGoPx_i3cI/AAAAAAAAE_Q/hYcOjNOYFbw/s200/POPPER.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634469597888568770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bYXiqnDNCEE/TjGgR4SNd9I/AAAAAAAAE74/1XUZZqcMjQA/s1600/ABK.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bYXiqnDNCEE/TjGgR4SNd9I/AAAAAAAAE74/1XUZZqcMjQA/s200/ABK.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634460837844187090" /&gt;&lt;/a&gt;Waktu berlalu dengan cepat. Malam tiba-tiba datang begitu juga pagi. Mata seakan masih digantungi popper 140 gram saat kami berada di sebuah sudut remang di kawasan dermaga Sorong untuk loading barang ke kapal-kapal kami. Kami membawa semua perlengkapan. Persis seperti rombongan bedol desa yang tidak akan kembali selama sebulan mengadu nasib ke seberang pulau. Mulai dari minyak tanah, beras, terpal, dan lain sebagainya kami bawa. Buah-buahan, pisang, dan segala macam yang lain. Intinya semua keperluan untuk kemping selama seminggu di sebuah sudut Pulau B yang terisolasi. Namun anehnya meski jelas-jelas kami akan berada di daerah tanpa sinyal selama hampir seminggu, kami membawa banyak sekali ponsel dan gadget lainnya. Ada yang bawa Blackberry sampai 3 biji per orang, ada yang kombinasi (bb, nokia, iphone), ada yang ipod dan bb doang. Plus kami masih membawa dua telepon satelit. Kalau telepon satelit jelas memang berguna sekali untuk emergency. Lha kalau bb sampai 3 biji per orang. Ke daerah yang tiada sinyal selama seminggu? Jaman memang berubah. Kini ponsel sangat perlu ketika daerah tersebut tidak ada sinyal. Hahaha! Saya malah membawa empat ponsel meski dua yang lainnya adalah ponsel kelas cumi. Gelo-gelo! Padahal seharusnya bawa seperlunya saja, yang lain ditinggalkan di hotel disandingkan dengan barang-barang lain yang memang sengaja kami titipkan di hotel. “Abang, kita perlu hiburan di sana nanti, jangan ditinggal”, kata seorang abk mengomentari saya yang hendak meninggalkan ponsel di Sorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-icEh2sAHvFo/TjGgSM7pA8I/AAAAAAAAE8I/mjRq4d2-0gs/s1600/APEL.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-icEh2sAHvFo/TjGgSM7pA8I/AAAAAAAAE8I/mjRq4d2-0gs/s200/APEL.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634460843386667970" /&gt;&lt;/a&gt;Satu speedboat kusam bermesin 25 PK x 2 langsung penuh dengan peralatan dan logistik. Meski begitu masih disisakan ruang untuk para pemancing bisa duduk selama perjalanan ke lokasi nanti. Sementara sebuah longboat sengaja dikhususkan untuk mengangkut abk dan sisa logistik lainnya. Kami kemudian melaju membelah lautan ke arah barat daya kota Sorong, dengan tujuan akhir yakni sisi luar Pulau B. Perjalanan yang cukup menyenangkan. Ombak tenang, nasi kuning, dan cipratan-cipratan air asin dari kedua sisi kapal kami nikmati dengan gembira. Sebenarnya andai cipratan-cipratan air laut dari kedua sisi kapal ini bisa dihalangi akan lebih nikmat rasanya perjalanan ini, sayangnya tidak bisa karena terpal penutup sisi kapal terlalu tinggi.  Ah, apa artinya cipratan air asin dibandingkan dengan ikan size monster yang menunggu di depan sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Z0lMmCCU5JY/TjGgSY6PrRI/AAAAAAAAE8Q/qg4HNS3azUg/s1600/AYAH%2BSURYA.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Z0lMmCCU5JY/TjGgSY6PrRI/AAAAAAAAE8Q/qg4HNS3azUg/s200/AYAH%2BSURYA.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634460846602038546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Ya5Ag0yVv_I/TjGgR7eSX3I/AAAAAAAAE8A/pKXXIWItFC4/s1600/AHIN.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Ya5Ag0yVv_I/TjGgR7eSX3I/AAAAAAAAE8A/pKXXIWItFC4/s200/AHIN.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634460838700146546" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan tiga jam lebih pun tanpa terasa berlalu dan kami telah berada di areal ujung Pulau B dan sedang kebingungan untuk menentukan base camp. Seharusnya kami tidak perlu mencari sana-sini titik terbaik untuk dijadikan base camp, namun Kapten D andalan kami tiap pergi ke raja Ampat rupanya juga manusia biasa, dia bisa lupa dan juga disorientasi. Meski areal ini adalah arealnya memancing ikan-ikan tenggiri, ikan paling laku di Sorong, namun perubahan vegetasi di tepian pulau yang berhutan lebat ini membuat kami beberapa kali salah menepi. Sebenarnya banyak sekali titik yang bisa dijadikan lokasi base camp, namun sayangnya kualitas air tawarnya kurang baik. Terlalu keruh atau terlalu payau dan kadang terlalu tercampur dengan rendaman vegetasi yang membuat air berwarna kecoklatan. Namun kami akhirnya malah menemukan lokasi base camp yang sangat baik. Sebuah dataran di tepi sungai kecil yang airnya jernih, sejernih air dalam botol kemasan. Dan yang menakjubkan air ini mengalir deras dari dalam hutan di belakang kami. Lokasinya berada di sebuah teluk yang menghadap arah Selatan. Di belakang kami gunung dan hutan, di depan kami adalah lautan yang tenang. Sangat indah. Namun sayangnya jika melihat dua tanjung besar di sisi kiri dan kanan kami, kami tampaknya akan kehilangan sunrise dan sunset untuk beberapa hari ke depan. Tak masalah. Air tawar bening yang mengalir deras di samping tenda kami jauh lebih penting daripada rasa sentimentil saat menatap matahari bangun atau tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-oE-JscMibE0/TjGmfv-2zlI/AAAAAAAAE-o/Mi-DZ5e3Iho/s1600/NO%2BSUNSET.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-oE-JscMibE0/TjGmfv-2zlI/AAAAAAAAE-o/Mi-DZ5e3Iho/s200/NO%2BSUNSET.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634467673203461714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-feGPCe3su74/TjGmfVLbPTI/AAAAAAAAE-g/MkXPBfrgoTg/s1600/NO%2BSUNRISE.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-feGPCe3su74/TjGmfVLbPTI/AAAAAAAAE-g/MkXPBfrgoTg/s200/NO%2BSUNRISE.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634467666008423730" /&gt;&lt;/a&gt;Tenda kami bangun dengan cepat namun tak urung kami terkejar oleh senja yang tiba-tiba tenggelam. Berarti mancing baru bisa dilakukan esok hari. Sialnya genset kami mengalami masalah, jadi pada malam pertama kami melewati malam hanya dengan cahaya senter dan lilin. Bagi saya ini lebih baik karena suara alam menjadi begitu jelas. Namun bagi kameraman dan bagi peserta trip lain yang tidak biasa bergaul dengan kegelapan hal ini adalah masalah besar. Ditambah dengan hujan yang turun di malam hari, keindahan alam Raja Ampat tampil begitu unik bagi yang menyukainya, namun ini adalah sebuah kesusahan tiada tara bagi empat orang kawan baru kami (kawan-kawan Pak Handoko) yang rupanya belum terbiasa di alam. “Memang tidak ada resort atau penginapan di sini?”. Rumah penduduk satu buah saja tidak ada Om. Hehe. Inilah perbedaan besar mereka yang pergi ke ujung dunia ingin memancing dan mereka yang datang ingin snorkeling atau ingin berjemur di pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-mtG0e0FmZUw/TjGozU6nCyI/AAAAAAAAE_4/vsnheVBqkSI/s1600/TOPI%2BMM.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-mtG0e0FmZUw/TjGozU6nCyI/AAAAAAAAE_4/vsnheVBqkSI/s200/TOPI%2BMM.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634470208558533410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3UqxJqwzbjU/TjGozV5BrYI/AAAAAAAAE_w/wYjLOZpU_y8/s1600/THE%2BTEAM.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3UqxJqwzbjU/TjGozV5BrYI/AAAAAAAAE_w/wYjLOZpU_y8/s200/THE%2BTEAM.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634470208820325762" /&gt;&lt;/a&gt;Hari pertama kami terpisah dalam dua rombongan berbeda. Speedboat besar diisi oleh mereka-mereka yang akan full memancing. Sedangkan longboat akan kembali bergerak ke arah Sorong, untuk mencari kampung terdekat untuk menyewa genset baru. Sebenarnya genset kami tidak rusak, tetapi ada kabel khususnya yang tidak terbawa. Jadi bisa jadi nanti kami hanya akan menyewa kabel khusus itu dari pemilik genset di kampung terdekat. Sialnya, di longboat yang bertugas mencari genset baru ini adalah saya dan Pak Handoko. Kami harus rela kehilangan waktu sehari dibandingkan rekan-rekan kami yang lain demi genset. Namun tetap, meski tujuan utama kami adalah mencari genset, empat buah popping set sudah siap untuk dilemparkan di spot-spot yang akan terlewat nanti. Singkat kata akhirnya kami akhirnya mendapatkan gesnet di sebuah kampung. Dan segera kembali ke base camp. Di beberapa spot kami sempat popping namun rupanya arus kurang bagus. Hanya dua ekor barakuda yang saya dapatkan. Saya tidak suka barakuda karena bau dan fighting ability-nya lemah, namun karena ‘senyum’ ikan ini cukup manis, saya sempat mengambil gambarnya bersama dengan Om Y yang menjadi abk di longboat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-djiFypWjwVs/TjGkYpVeIkI/AAAAAAAAE8g/1UIPR5FyCjI/s1600/BODYGUARD.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-djiFypWjwVs/TjGkYpVeIkI/AAAAAAAAE8g/1UIPR5FyCjI/s200/BODYGUARD.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465352136925762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-iHNzH3ZptAY/TjGlkNElcBI/AAAAAAAAE9w/gOamGQTDhJw/s1600/MIKE%2BBARKUD.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iHNzH3ZptAY/TjGlkNElcBI/AAAAAAAAE9w/gOamGQTDhJw/s200/MIKE%2BBARKUD.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634466650219966482" /&gt;&lt;/a&gt;Speedboat utama mendapat hasil yang cukup mengesankan. Pak Rudi berhasil strike GT monster di areal Tanjung B, tanjung utama yang akan menjadi battle field kami di hari-hari mendatang juga, dan pemancing lain juga berhasil hooked up ikan GT-barakuda-dan hiu. Hiu adalah spesies yang dilindungi, kami juga tak berminat memancingnya, namun ada seekor hiu besar yang berhasil dipancing oleh newbie di kapal ini, rekan Pak Handoko bernama Surya dan sizenya up 50 kg. Suasananya kata kawan-kawan sangat seru. Ini yang penting, suasananya seru. Ikan tidak sempat difoto karena berontak saat berada di dekat kapal, namun sizenya monster! Berarti sudah dua buah monster yang naik hari ini. Hal ini sangat penting bagi kami kru Mancing Mania Trans 7 (MMT7). Sebenarnya ada tiga jika yang kami naikkan di longboat saya juga dihitung, beratnya juga up 50 kg, sayangnya itu adalah genset tua milik kepala Kampung W. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-MBltZuICOPU/TjGozJ9cqJI/AAAAAAAAE_o/P3ztpHxFh-I/s1600/TENGGIRI%2BASAP.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MBltZuICOPU/TjGozJ9cqJI/AAAAAAAAE_o/P3ztpHxFh-I/s200/TENGGIRI%2BASAP.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634470205617645714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-zkf3YuyScRY/TjGoPrR7Y5I/AAAAAAAAE_I/TzzqbO_f2Zk/s1600/PISANG%2BGORENG.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zkf3YuyScRY/TjGoPrR7Y5I/AAAAAAAAE_I/TzzqbO_f2Zk/s200/PISANG%2BGORENG.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634469596086625170" /&gt;&lt;/a&gt;Malam kedua suasana di base camp kami menjadi lebih meriah karena lampu-lampu menyala terang. Namun hujan tak juga bosan mendatangi kami. Jadi saat makan malam kami berkumpul di tenda besar, tenda logistik dan dapur untuk baku cerita sambil makan malam dengan kru-kru lokal kami. Om M menjadi artis malam itu karena dia begitu mahir memainkan gitar akustik yang kami bawa dari Sorong. Semua beryanyi; lagu-lagu tradisional Papua, lagu Menado (lagu ini untuk olok-olok kru kami karena ada yang ditinggal minggat istrinya yang orang Menado), lagu-lagu nostalgia, dan bahkan lagu campursari Jawa. Campursari Jawa jatah saya. Kru-kru lokal itu request Sewu Kutho-nya Didi Kempot. Heran, di ujung Papua begini mereka kenal Didi Kempot! Inilah Indonesia yang sesungguhnya, beragam dan harmonis. Namun mereka hanya hafal sebaris lirik terakhir dari lagu ini yang berbunyi “Isik tresno sliramu”, masih cinta dirimu. Oooooo…. Jadi pernah ada yang patah hati dengan gadis Jawa rupanya! Tenang, tak masalah patah hati dengan gadis manapun, asal jangan sampai patah hati dengan ikan bobara (GT) ya, kata saya. Mereka ngakak berguling-guling karena geli. Dari beberapa kali ke Papua, saya berkesimpulan orang-orang Papua adalah orang yang sangat ekspresif dengan selera humor di atas rata-rata. Ingatlah mop-mop Papua yang klasik itu untuk mencari referensi tentang selera humor orang-orang Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-GVMjS9VLSZ8/TjGoPVcYCrI/AAAAAAAAE_A/s21TZ_J8SJU/s1600/PENGUNGSI.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-GVMjS9VLSZ8/TjGoPVcYCrI/AAAAAAAAE_A/s21TZ_J8SJU/s200/PENGUNGSI.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634469590224865970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ir1KRSeyl6k/TjGmfawdRBI/AAAAAAAAE-Y/bUel2PK2YiE/s1600/NJEMUR.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ir1KRSeyl6k/TjGmfawdRBI/AAAAAAAAE-Y/bUel2PK2YiE/s200/NJEMUR.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634467667505923090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1Dq3zKz7we8/TjGgSRInRBI/AAAAAAAAE8Y/lK-yO-bO8bc/s1600/BADAI.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1Dq3zKz7we8/TjGgSRInRBI/AAAAAAAAE8Y/lK-yO-bO8bc/s200/BADAI.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634460844514821138" /&gt;&lt;/a&gt;Sunrise yang pernah saya janjikan untuk selalu saya potret untuk seseorang benar-benar tidak terjadi karena setiap pagi terhalang tanjung besar di kiri base camp. Saya agak gundah karena ada sedikit yang kurang di pagi saya kali ini. Namun pikiran tentang ikan-ikan besar yang menarik deras reel segera membuat saya kembali lupa akan gundah. Belum juga lengan patah sebelah, belum juga popper habis sepuluh, empat rekan kami dari Medan dan Jakarta, yang bermimpi bisa berjemur di pantai dan bermalas-malasan di resort memutuskan untuk kembali ke Sorong. Mereka berencana untuk berpesiar menggunakan jasa operator diving, yang menggunakan kapal-kapal phinisi besar, ke areal Raja Ampat yang lain. Kami tidak menyalahkan mereka. Kami hanya sedih karena gagal meracuni mereka agar suka memancing. Gila, orang lain banyak yang bermimpi kami bawa ke sini, mereka malah memutuskan pulang untuk mencari spot snorkeling. Tak masalah, semakin sedikit pemancing semakin puas bagi kami menarik ikan-ikan besar di perairan ini. Kembali longboat hari ini bergerak ke Sorong mengantarkan mereka pulang. Jadi kini peserta trip tinggal tersisa lima orang; tiga kru MMT7, Pak Rudi, dan Pak Handoko. Siiiiiip! Ora kakean uwong. Ucap Pak Rudi. Tidak kebanyakan orang sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-X9L6BF7iC6U/TjGk6WW-HXI/AAAAAAAAE9Q/Dpi5f6ElpfM/s1600/IMAGINASI.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-X9L6BF7iC6U/TjGk6WW-HXI/AAAAAAAAE9Q/Dpi5f6ElpfM/s200/IMAGINASI.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465931158494578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-pn8f7BE7S6g/TjGmf_v09vI/AAAAAAAAE-4/zIzgKkmw3-4/s1600/PAK%2BHAN%2BDOGGIE.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-pn8f7BE7S6g/TjGmf_v09vI/AAAAAAAAE-4/zIzgKkmw3-4/s200/PAK%2BHAN%2BDOGGIE.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634467677435393778" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut penduduk Kampung W saat saya datang menyewa genset, sebenarnya kami datang salah waktu. Karena saat ini menjelang fullmoon. Mereka berkata menjelang fullmoon susah ikan. Inilah sebabnya mereka juga tidak memancing ke laut. Popping sebenarnya tidak menganut teori ini. Tetapi jika melihat hasil kami pada hari ini, saya mau tidak mau kembali teringat dengan perkataan warga kampung tersebut. Pada hari kedua ini hasil kami tidak seberapa. Tidak sebanding dengan ribuan lemparan yang kami lontarkan di setiap spot dan reef yang kami temui, yang menurut Kapten D adalah sarangnya monster di perairan ini. Ada apa? Jika melihat dari kondisi perairan sini, tidak ada masalah perusakan lingkungan di sini. Bahkan reef ini sangat cantiknya. Semua karang hidup dan luar biasa indah malah. Arus juga cukup bagus. Tetapi entah kenapa spot-spot ini seperti tidak berpenghuni. Hanya beberapa strike saja yang kami dapatkan. Begitu juga di spot Tanjung B yang paling gagah karena merupakan tanjung berarus yang juga memiliki reef dangkal yang sangat luas, hampir kosong. Rupanya semua spot ini sedang “datang bulan” alias fullmoon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-iaz-CzYOiV4/TjGlk7zQiLI/AAAAAAAAE-Q/BOSk_-h-OZo/s1600/NELEN%2BPOPPER.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iaz-CzYOiV4/TjGlk7zQiLI/AAAAAAAAE-Q/BOSk_-h-OZo/s200/NELEN%2BPOPPER.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634466662763759794" /&gt;&lt;/a&gt;Hasil yang kurang memuaskan di hari kedua ini menginspirasi kru-kru lokal kami yang sehari-hari bertugas di darat (dapur dan logistik) untuk menggubah sebuah lagu, plesetan dari lagu Sio Mama (Ambon), menjadi Sio Bobara. Salah satu baris liriknya kira-kira dirubah menjadi begini: Sio bobara, beta rindu bobara e. Beta so besar begini, belum dapat, bobara mama e. Sialnya lagi mereka menggubah lagu ini untuk meledek kami para pemancing dan kru lokal yang bertugas di laut. Tak urung saat makan malam, kru-kru lokal kami ini pun kembali berguling-guling di pasir saling ledek. Wakakakakak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh menyerah. Okelah jika dengan teknik permukaan kami kurang berhasil kali ini, kami masih bisa menerapkan teknik lain. Jigging menjadi pilihan karena kami hampir tidak pernah melakukan bottom fishing. Maka pada hari berikutnya kami sengaja meninggalkan semua tackle popping kami di darat agar bisa fokus jigging. Padahal spot jigging saja tidak punya. Saraf! Tetapi bukan Mancing Mania jika menyerah. Cari! Jadi hampir setengah hari penuh kami keliling sana-sini mencoba memainkan metal jig kami dengan berbagai gaya di berbagai titik mulai dari kedalaman 70 hingga 200an meter. Di sebuah spot dengan kedalaman antara 70-100 meter pencarian kami pun usai. Strike! Siapa lagi yang pertama strike kalau bukan Pak Rudi. Dan spesies yang bagus pula. Dogtooth! Maka kami pun fokus jigging di areal tersebut dan memanen begitu banyak ikan. Anehnya dengan teknik jigging kami tidak hanya mendapatkan ikan demersal. Bahkan ikan barakuda, tenggiri, rainbow runner yang notabene adalah spesies permukaan juga menyambar metal jig kami. Pak Handoko juga berhasil strike dogtooth cukup besar. Kami juga mendapatkan amberjack dan juga kurisi cablak tetapi sayangnya sizenya tidak besar sehingga saya malas mengambil fotonya. Sesampai di darat kini giliran kru lokal Papua yang bertugas di dapur dikejar-kejar oleh kru laut kami agar memasak yang paling enak beberapa spesies yang kami bawa pulang (tenggiri dan rainbow runner). Mereka ini memang tidak pernah berhenti berantem rupanya (baca; bercanda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam kembali menjelang dan kami kembali bersatu di pantai yang berkerikil hitam bersih itu (sebenarnya inilah penyebab kenapa empat rekan kami yang mencintai pasir putih itu pulang, pasirnya tidak putih melainkan berkerikil hitam). Perut telah kenyang dan olok-olok juga telah habis. Saatnya membasuh hati dengan alunan syahdu gitar kopong yang dimainkan oleh Om M, juru masak kami. Kali ini dia memainkan sebuah lagu tradisional Biak (Om M adalah orang Biak) yang berjudul Wayo-wayo (atau Wae-wae), lagu yang menceritakan suku Biak di masa lalu saat berpetualang di lautan. Lagu yang menceritakan perjuangan hidup di laut, tentang para nelayan yang dihibur oleh cantiknya ‘tarian’ ikan wae-wae. Saya tidak bisa menghadirkan keindahan lagu ini disini, tetapi sungguh lagu tradisional ini akan membuat siapapun yang mendengarnya untuk teringat pada hal-hal terbaik dalam hidupnya; cinta, keluarga, cita-cita, dan Tuhan. Mungkin ini adalah malam terbaik yang pernah saya alami selama sekian tahun berkeliling negeri mencari ikan. Saat mendengar lagu ini, kita seperti terlempar ke ruang dan suasana yang sangat heroik namun sunyi. Tetapi jika kita mencari dimanakah letaknya, kita selalu hanya akan kembali melihat ke dalam hati kita masing-masing. Saking dahsyatnya lagu ini, Rudi Hadikesuma pemancing legendaris negeri kita itu sempat memutuskan mogok mancing dan ingin belajar main gitar saja dengan Om M di darat. Waduuuuh celaka! Kami menentangnya habis-habisan. Masak jagoan popping Indonesia pindah hobi main gitar?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci keberhasilan ekspedisi besar seperti yang kami lakukan ini tergantung pada banyak sekali faktor. Tidak cukup pada niat sekeras baja dan atau segunung uang yang kita habiskan. Tetapi bagaimana mengatur semua hal agar saling mendukung. Faktor alam adalah yaag terpenting yang harus kita terus perhatikan dengan teliti dan sikapi dengan arif. Jika kita datang ke tempat terisolasi seperti ini dengan pikiran yang sempit dan sikap yang kaku, dijamin separuh trip kita sebenarnya sudah gagal. Itulah kenapa trip-trip ke tempat jauh dan terpencil selalu tidak bisa dipaksakan. Dengan waktu sempit namun hasilnya luar biasa misalnya. Sulit. Waktu yang panjang diperlukan agar sebagai ‘tamu’ di tempat yang baru kita kemudian mengenal arena kita dengan wajar dan mendapatkan hasil serta hikmah terbaik darinya. Waktu yang panjang juga diperlukan agar kita bisa mengatur tenaga dengan baik karena banyak sekali hal yang harus kita urus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-R-v-j9-JDzM/TjGkZDPbVLI/AAAAAAAAE8w/msTpqvjHbMw/s1600/GT%2BPAK%2BHAN.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-R-v-j9-JDzM/TjGkZDPbVLI/AAAAAAAAE8w/msTpqvjHbMw/s200/GT%2BPAK%2BHAN.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465359090898098" /&gt;&lt;/a&gt;Piranti popping kembali menjadi tackle utama kami di hari berikutnya. Rata-rata yang kami bawa adalah tackle kelas PE8 ke atas. Jika dipilah-pilah; rod kebanyakan adalah tipe XXH dan bahkan ada yang XXXH, reel 10000 dari dua buah merek terbaik, line PE8 up (ada yang PE12), leader 170 lbs up, popper 120 gram ke atas dengan mata kail 5/0. Pak Rudi untuk ‘senter’-nya (saya menyebutnya senter saking gedenya popper, malah memasang treble hook 7/0 Decoy. Jangan bermain-main dengan piranti Pak Rudi jika kita adalah pemancing yang popping sebulan sekali. Bisa patah tangan! Dan spot incaran kami hari ini adalah spot di sebuah selat yang berjarak sekitar 21 mil dari lokasi base camp kami. Lumayan jauh. Oleh karenanya bekal untuk makan siang kami bawa serta karena tidak mungkin kembali ke base camp. Kami akan merapat di pulau kosong saat rehat nanti. Pulau A namanya. Pulau yang indah dan telah beberapa kali masuk di layar kaca TV luar negeri saking indahnya. Sekitar pulau ini penuh dengan reef-reef sekukuran lapangan bola di berbagai titik. Popping ground yang luar biasa. Bulan Maret, kami telah pernah menjajalnya dan awesome! Kami berharap tidak bertemu rombongan turis diving yang pasti akan mengusir kami jika melihat aktivitas kami. Sebab, memancing bagi mereka adalah merusak alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tiba saat sinar matahari membakar kepala dengan garangnya. Kapten D lansung menghentikan kapal di spot paling ujung dan meminta kami melempar ke dekat kepala arus. Strike! Pak Handoko yang mendapatkannya. Karena ruang yang masih cukup leluasa, Pak Rudi juga melempar, strike! Double strike ini kami alami hampir sepanjang hari saat berada di spot ini. Tetapi ukurannya tidak terlalu besar. Ikan GT sekitar 15-20an kg saja. Kami tidak terlalu terkesan namun merasa sayang meninggalkan spot ini karena letaknya yang jauh. Hari ini kami memang sedikit arogan. Tidak mau berurusan dengan GT kecil kalau bisa. Sebab kami perlu monster dan monster GT. Tetapi memang sulit mengharapkan GT monster di reef dangkal seperti ini karena biasanya ikan GT size monster lebih suka menyendiri di tubiran yang berarus kejam dan bukannya mejeng di mall tempat para abg seperti ini. Kami meninggalkan spot ini saat melihat di kejauhan awan hitam tebal berarak kea rah kami pulang nanti. Namun ternyata kami kalah cepat, di Tanjung B kami sudah terjebak badai yang datang tiba-tiba. Kami basah kuyup diterjang hujan angin yang keras. Badan serasa dicacah saja karena kapal kami tidak beratap sehingga angin dan hujan leluasa menyerang kami seperti anak panah yang menerjang kue keju. Alam yang megah meski menyakitkan. Tadi masih cerah terang benderang dengan langit biru, tiba-tiba menjadi seperti neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kami sampai di base camp dengan gembira karena Om M telah menyambut kami dengan pisang goreng dan teh hangat yang diletakkan di atas box ikan berwarna orange. Rupanya dia tahu kami pasti akan sangat menderita didera badai yang rupanya tampak dari base camp ini. Meski begitu dia buru-buru kabur karena kami belum-belum sudah kembali request lagu Wayo-wayo. Makan malam belum jadi Pak, nanti saja Wayo-wayo nya jawabnya sambil ngacir ke tenda logistik. Lelah. Badan lelah serasa habis kerja kuli. Namun inilah indahnya ekspedisi mancing. Begitu banyak kejadian terangkum sehingga nantinya jika kita kenang akan menjadi sebuah cerita yang indah. Beberapa dari kami kemudian masuk ke tenda untuk rebahan namun saya memtuskan untuk rebahan di atas kerikil pantai sambil berharap mendengar suara-suara merdu milik seseorang. Saya jatuh tertidur dan bangun udara dingin mulai berhembus dari atas gunung. Pertanda sebentar lagi gelap datang dan kita harus bersiap mandi dan berbenah agar bisa tidur nyenyak nanti malam. Biasanya usai mandi kami menghidupkan telepon satelit untuk satu jam lamanya karena sebelumnya kami berjanji kepada bos-bos kami di Jakarta bahwa telepon setelit akan menyala selama satu jam saat petang. Siapa tahu ada yang menghubungi kami karena suatu hal. Yang pasti tidak akan ada telepon cinta yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada dua hari tersisa bagi kami untuk memuaskan dahaga pada strike ikan-ikan besar di perairan Raja Ampat. Sudah banyak strike menarik yang terekam di kamera. Dua hari tersisa adalah saatnya ‘berlibur’ alias semua boleh memancing! Kameraman mau memancing juga? Silahkan! Paling satu dua strike sudah meyerah. Abk atau kapten kapal mau menurunkan pancingan juga? Silahkan! Yang pasti kami semakin mengeliminir target kami. Pokoknya jangan ngurusin ikan kecil. Jadi popper yang kami pasang benar-benar yang besar saja. Juga spot-spot yang kami datangi kira-kira yang memiliki kemungkinan terbaik dihuni oleh ikan besar saja. Padahal sebenarnya siapa yang tahu isi lautan dan ikan berukuran berapa yang akan menyambar umpan? Namanya juga sudah strike banyak jadi kami sebenarnya mulai mencari-cari alasan agar bisa bersantai di atas laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-A92LJEXMOJE/TjGkZXvbhsI/AAAAAAAAE9A/uO3aNIHo3qo/s1600/GT%2BRUDI2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-A92LJEXMOJE/TjGkZXvbhsI/AAAAAAAAE9A/uO3aNIHo3qo/s200/GT%2BRUDI2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465364593837762" /&gt;&lt;/a&gt;Sehari telah berlalu dari fulmoon dan berarti hari ini adalah bulan baru hari pertama. Menurut warga Kampung W mulai saat inilah kita mudah mendapatkan ikan. Ikan apapun dengan ukuran berapapun. Ternyata benar. Di Tanjung B yang sempat kami umpat karena tidak memberi kami sambutan yang terbaik hari ini penuh bertabur strike ikan-ikan GT besar. Sehari ini saja saya menarik tiga ekor dengan size yang menarik. Pak Handoko dan Pak Rudi malah mendapatkan strike GT mama beberapa kali. Pokoknya hari ini kami benar-benar dimanja dengan strike yang mengesankan. Mungkin, hanya Cepy saja (host MMT7) yang boncos karena hanya menarik satu ekor GT kecil. Hahahaha. Makanya Cep, kalau di laut jangan mikirin terus yang di Bandung, boncos dah! Wahahahahaha. Yang paling menarik adalah strikenya Pak Rudi saat berhasil hooked up GT hitam besar di ujung Tanjung B. Inilah kenapa saya selalu hormat dengan pemancing ini. Dia tidak pernah kehilangan fokus pada hasratnya untuk menggaet ikan-ikan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini. Tiba di sebuah poin kami berbarengan melempar. Dan semua juga yakin bahwa poin ini ada monsternya karena ini adalah tubiran yang sedang berarus deras. Semua memainkan popper dengan baik. Lemparan juga sama jauhnya. Tetapi selalu, kalau ikan besar selalu menyambar popper Pak Rudi. Bagaimana tidak, kami rata-rata memakai popper 120 gram. Pak Rudi memakai popper sebesar mentimun besar (sekitar 140 gram lebih beratnya) yang suaranya grok….grok…grok… kencang sekali seperti suara babi hutan. Jadi jelas popper yang lain diabaikan oleh sang monster karena dia merasa ada target yang lebih menarik dan mengenyangkan yakni popper Pak Rudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QheCYG-xVy0/TjGkZb9UkcI/AAAAAAAAE84/fU3U6YZLFWM/s1600/GT%2BRUDI1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QheCYG-xVy0/TjGkZb9UkcI/AAAAAAAAE84/fU3U6YZLFWM/s200/GT%2BRUDI1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465365725843906" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak banyak pemancing yang terus fokus seperti Pak Rudi. Saya sempat mencoba memasang popper besar sebelumnya, Pak Handoko juga, tetapi capek kalau sepanjang hari memakai itu. Bisa cidera kita karena juga tidak terbiasa. Tetapi hasrat mah sama, kami juga ingin hooked up GT monster. Tetapi dia yang fokus lah yang berhasil, Pak Rudi yang sepanjang hari hanya memasang popper besar dan memakai piranti berat yang hooked up. Mental dan fokus yang seperti inilah yang harus dimiliki jika kita ingin hooked up GT mama. Bisa saja sih dengan popper kecil dan piranti kecil kita strike GT monster. Tetapi apa yakin bisa naik? Pak Rudi sudah mempersiapkan semuanya, jika monster GT yang meyambar, tidak akan terlepas jika bukan karena kecelakaan karena semuanya telah dipersiapkan untuk ikan besar, termasuk mental dan pikirannya yang tetap fokus. Total GT mama yang naik hari ini ada empat ekor. Dua oleh Pak Rudi dan dua oleh Pak Handoko. Saya lagi-lagi masih kebagian GT kategori abg saja, up 20 tetapi under 30 kg. Semua ikan dirilis kembali dalam keadaan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-4DIYDfYYtgo/TjGk68a5zHI/AAAAAAAAE9o/vDXISwF0mUw/s1600/MENYERAH.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-4DIYDfYYtgo/TjGk68a5zHI/AAAAAAAAE9o/vDXISwF0mUw/s200/MENYERAH.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465941375536242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_N0NUA0iEQI/TjGk6xIeH-I/AAAAAAAAE9g/C1ADOJfm7z4/s1600/MATA%2BGT.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_N0NUA0iEQI/TjGk6xIeH-I/AAAAAAAAE9g/C1ADOJfm7z4/s200/MATA%2BGT.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465938345435106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bGblXp97q6Q/TjGk6v7TsnI/AAAAAAAAE9Y/nWageK2lajU/s1600/MATA%2BBARKUD.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bGblXp97q6Q/TjGk6v7TsnI/AAAAAAAAE9Y/nWageK2lajU/s200/MATA%2BBARKUD.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634465938021790322" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya tiba saatnya hari beramal. Maksudnya hari beramal adalah hari terakhir mancing dimana semua hasilnya akan diberikan kepada semua kru lokal yang membantu kami. Ini sebenarnya tidak selalu kami terapkan melainkan jika diminta saja dan kebetulan pada hari terakhir ini kru-kru lokal kami meminta oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah untuk keluarga mereka. Hal seperti ini kami terapkan hanya di daerah tertentu yang terpencil dimana chance warga mendapatkan ikan besar sangat kecil karena berbagai keterbatasan misalnya mahal dan sulitnya mendapatkan bbm sehingga warga sulit melaut jauh-jauh dari lepas pantai, keterbatasan peralatan memancing, kondisi geografis yang gersang sehingga kehidupan cukup sulit, dan lain-lain. Namun beramal disini tidak serta-merta kami jadikan alasan memancing sebanyak mungkin, kami tidak pernah melakukannya, semua tetap pada batasan secukupnya saja. Dan biasanya karena ini hari beramal kami biasanya akan bangun siang dan malas-malasan dahulu sebelum berangkat, isitirahat siang cukup lama, dan nanti akan pulang cepat-cepat, sehingga hasil pancingan kami pun juga tidak pernah banyak karena waktu memancing yang sedikit. Curang yak?! Karena kami popping, maka ikan-ikan yang diamalkan adalah ikan-ikan GT, ada beberapa ekor, cukup untuk seluruh kru membawa tanda mata bagi istri tercinta di rumah esok hari. Hari terakhir memancing yang menyenangkan untuk semua yang terlibat di dalam perjalanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-d5tBCJntZig/TjGlksjFYXI/AAAAAAAAE-I/NKP11__KS3c/s1600/MIKE%2BGT3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-d5tBCJntZig/TjGlksjFYXI/AAAAAAAAE-I/NKP11__KS3c/s200/MIKE%2BGT3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634466658669388146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-wFWCIRGwF-8/TjGlkjI2s1I/AAAAAAAAE-A/ibq20MesEGA/s1600/MIKE%2BGT2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wFWCIRGwF-8/TjGlkjI2s1I/AAAAAAAAE-A/ibq20MesEGA/s200/MIKE%2BGT2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634466656143455058" /&gt;&lt;/a&gt;Esok harinya kami bersiap sejak pagi buta. Membongkar tenda dan mengemasi semua barang dengan baik. Sarapan lalu melaju dengan cepat menuju Sorong. Saat seperti inilah semua hp yang kami bawa saat beragkat waktu itu menjadi penting. Semua sibuk mencari-cari sinyal selama perjalanan. Untuk kemudian mengabari keluarga di rumah (bagi yang sudah berkeluarga), mengabari pacar, mengabari kantor, atau untuk berkabar ke komunitas mancing di jagat internet yang pasti akan iri dengan trip kami. Kami akhirnya kembali tiba di hotel tempat kami menginap beberapa hari yang lalu, Le Meridien Sorong, dan kembali disambut dengan senyum mba-mba penjaga coffee shop yang menagih ikan-ikan pancingan kami. Andai bisa membawa satu ekor saja ikan untuk mba-mba ini pasti dia juga akan ikut berbahagia seperti kru-kru lokal kami. Tetapi kami tidak melakukannya. Badan yang lelah dan juga sinyal hp yang kuat kemudian menyita waktu kami semua, membuat kami untuk selanjutnya berdiam diri di dalam kamar hotel masing-masing untuk ‘bercinta’ dengan hp masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-pNBLbYfyToA/TjGlkdcULBI/AAAAAAAAE94/HtfK3-P3-b8/s1600/MIKE%2BGT1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pNBLbYfyToA/TjGlkdcULBI/AAAAAAAAE94/HtfK3-P3-b8/s200/MIKE%2BGT1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634466654614465554" /&gt;&lt;/a&gt;Subuh di tanggal 27 Mei 2011, kami semua sudah berada di Bandara Sorong menunggu pesawat untuk kembali ke rumah dan atau kantor masing-masing di Surabaya dan Jakarta. Lagi-lagi untuk kembali ‘popping’, namun kali ini bukan ‘popping’ GT melainkan ‘popping’ rejeki dan prestasi bagi kehidupan yang masih harus terus berputar. Semangat!!! Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Keterangan foto berurutan dari atas ke bawah: Surga di bumi//Pagi yang basah di base camp//Tenda yang ikut basah//Pagi tanpa sunrise//Hujan yang terjadi hampir tiap hari//Kurisi cablak hasil jigging//Popper dengan latar  belakang tenda-tenda kami//Seorang abk sedang membuat FG Knot//Bahasa Jawa-nya “Apple kroak”, buah apel yang baru saja digigit (kroak)//GT perolehan Ayah Surya (saya lupa namanya)//GT perolehan Ahin//Sunset yang tak terlihat jelas//Sunrise yang juga tak terlihat dari base camp//Topi baru MMT7//Tim inti trip Raja Ampat di bulan Mei//Bersama Om Y//Barakuda hasil popping sambil mencari genset//Daging tenggiri asap//Pisang goreng yang selalu menolong//Pengungsi-pengungsi Raja Ampat//Menjemur pakaian saat panas//Menatap badai saat akan berpindah spot//Imaginasi itu penting, say abelajar dari Pak Rudi yang selalu ceria ini//Doggie Pak Handoko//Popper 120 gram ditelen oleh GT//Akhirnya Pak Handoko strike GT monster Rj Ampat//Pak Rudi dengan GT monster pertamanya di Raja Ampat//Disusul kemudian dengan black GT monster juga//Menyerah//Mata GT//Mata barakuda//Tiga foto terakhir adalah GT dengan size bagus yang saya dapatkan, belum monster tapi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-8470125874546641578?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/8470125874546641578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=8470125874546641578' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/8470125874546641578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/8470125874546641578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/07/tentang-pemancing-bulan-hujan-dan-ikan.html' title='Tentang Pemancing, Bulan, Hujan, dan Ikan-ikan Raja Ampat di Bulan Mei'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NJtuireASso/TjGoQBJ9jAI/AAAAAAAAE_Y/EhJ88PL6vpM/s72-c/SURGA%2BDI%2BBUMI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-7531207612357866072</id><published>2011-06-21T20:20:00.018+07:00</published><updated>2011-07-29T12:31:43.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giant trevally'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='raja ampat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popping'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popper'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konservasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catch and release'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><title type='text'>Pertarungan Selat Dampier: Dibakar Matahari, Dihajar GT, dan Kalah Telak saat Bermain Bola.</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Trip Selat Dampier, Raja Ampat digelar tanggal 17-23 Maret 2011. Dengan pemancing Handoko, Darwan (Surabaya) dan Tarigan, Imam, Herry, dan Albert (Timika). Kru MMT7 yang berangkat adalah Cepy, Arfane dan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XkjQ_B-CMOk/TgCdsPYUYuI/AAAAAAAAE3Y/xvfGFVr_RJE/s1600/surga%2Bdi%2Bbumi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XkjQ_B-CMOk/TgCdsPYUYuI/AAAAAAAAE3Y/xvfGFVr_RJE/s200/surga%2Bdi%2Bbumi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620665718326715106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--7cMQ5R0zvE/TgCdriBibxI/AAAAAAAAE3Q/VQBuU6OCUEA/s1600/sunset.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--7cMQ5R0zvE/TgCdriBibxI/AAAAAAAAE3Q/VQBuU6OCUEA/s200/sunset.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620665706151571218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Nu9E8MiITDo/TgCysQHo8lI/AAAAAAAAE3g/NZeuxSRUkbs/s1600/sailing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Nu9E8MiITDo/TgCysQHo8lI/AAAAAAAAE3g/NZeuxSRUkbs/s200/sailing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620688808269378130" /&gt;&lt;/a&gt;Kepulauan Raja Ampat, siapa pecinta bahari yang tak kenal (atau tidak pernah mendengar) keelokan kepulauan nan cantik di Papua Barat ini. Beribu dan bahkan berjuta pecinta bahari di dunia ini mungkin telah datang untuk datang ke sini untuk mencicipi keindahannya. Hadirnya lebih dari 30 operator diving kelas dunia di sini, dengan mother ship-nya yang mewah dan besar itu, juga resort-resort diving nan mahal itu, adalah salah satu bukti bahwa Raja Ampat adalah destinasi bahari kelas wahid di bumi ini. Begitu banyak rasa kagum terhadap Raja Ampat ini juga dituangkan oleh para pengagumnya di hampir semua media di dunia ini. Juga media-media kelas dunia dari media televisi, cetak dan online telah pernah membuat liputan tentang tempat ini. Dan yang membanggakan, Raja Ampat adalah milik kita. Semoga memang benar-benar begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-qBGLibx07O8/TgCysi7jSII/AAAAAAAAE34/a7lh9asVh5A/s1600/basecamp2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-qBGLibx07O8/TgCysi7jSII/AAAAAAAAE34/a7lh9asVh5A/s200/basecamp2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620688813318948994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jBRDtNHF9Gk/TgCyskBfj_I/AAAAAAAAE3w/bcRSmXX_k-4/s1600/basecamp1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jBRDtNHF9Gk/TgCyskBfj_I/AAAAAAAAE3w/bcRSmXX_k-4/s200/basecamp1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620688813612306418" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin 99,9 % orang yang datang ke Raja Ampat adalah dalam rangka untuk menyelam, snorkeling dan berkegiatan bahari lainnya tetapi tidak untuk mancing. Sejauh saya tahu selama ini, sangat-sangat jarang trip mancing dilakukan ke tempat ini karena Raja Ampat adalah wilayah konservasi bahari, yang sialnya ada paradigma dari pemangku wilayah, pemangku kebijakan dan stakeholders lainnya yang beranggapan bahwa hal itu (konservasi bahari) berarti tidak untuk didatangi oleh para pamancing (pemancing yang saya maksud di sini adalah pemancing sport, sportfisherman), kalangan pemancing yang menurut saya bahkan kepeduliannya pada kelestarian bahari juga tidak kalah hebatnya dengan para penyelam, dan bahkan tidak kalah dengan aktivis lingkungan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-8c9LC16pKQI/TgCysbhmo-I/AAAAAAAAE3o/yVaalw2hmVg/s1600/view%2Bdari%2Bjendela.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8c9LC16pKQI/TgCysbhmo-I/AAAAAAAAE3o/yVaalw2hmVg/s200/view%2Bdari%2Bjendela.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620688811331068898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-kbna5YMl8hU/TgDO7gbfv6I/AAAAAAAAE4I/a_7Bf_yTNMI/s1600/makan%2Bsiang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kbna5YMl8hU/TgDO7gbfv6I/AAAAAAAAE4I/a_7Bf_yTNMI/s200/makan%2Bsiang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620719856671244194" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa yang peduli bahwa banyak spesies ikan yang kini telah mulai langka? Siapa yang peduli pada pencemaran laut? Siapa yang peduli pada pencurian ikan-ikan kita oleh kapal-kapal asing? Siapa yang mau bersusah payah membuat rumpon-rumpon di tengah laut demi agar ada ikan-ikan berkumpul? Siapa yang peduli pada restocking ikan-ikan yang mulai punah di perairan tawar? Banyak pihak yang peduli, dan salah seribunya adalah para pemancing! Maksud saya, banyak sekali pemancing yang terlibat dan memikirkan kelestarian bahari Indonesia ini. Namun sialnya, sumbangsih pemancing untuk mengkampanyekan dan ikut serta pada pelestarian ekosistem bahari ini banyak disepelekan oleh banyak pihak, terutama oleh mereka yang tidak mengerti apa itu sportfishing dengan berkata bodoh,”tetapi kalian tetap memancing ikan…?” Maka kami tidak kaget saat pada hari ketiga memancing di sebuah spot tengah laut yang bahkan sudah keluar jauh dari areal yang dilarang dipancingi sesuai peta yang kami lihat di desa terdekat, kami masih diomelin oleh para penyelam dan beberapa bule yang tiba-tiba mengejar kami dengan speedboat,”No fishing here!” Saya bilang aneh karena mereka diam-diam kadang juga mempraktekkan spearfishing. Saya tidak berniat membuka front, tetapi ini memang ironis. Andai mereka tahu tentang catch and release, tag and release, bag limit, fishing season, dan lain-lain di dunia sportfishing. Andai mereka tidak egois dan menganggap kami bodoh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-0SPF40RHUyc/TgDO8HFgpYI/AAAAAAAAE4Y/yFzyJkJ_Hew/s1600/lapangan%2Bkampung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0SPF40RHUyc/TgDO8HFgpYI/AAAAAAAAE4Y/yFzyJkJ_Hew/s200/lapangan%2Bkampung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620719867048011138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-QbGtdsxs23A/TgDO70egDKI/AAAAAAAAE4Q/HG9z9CqCkrs/s1600/disambut%2Banak-anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-QbGtdsxs23A/TgDO70egDKI/AAAAAAAAE4Q/HG9z9CqCkrs/s200/disambut%2Banak-anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620719862052555938" /&gt;&lt;/a&gt;Saya tiba di kota Sorong, ibukota Papua Barat pada siang hari tanggal lima Maret. Masih sebagai ‘abk’-nya Tim Mancing Mania Trans 7. Di bandara telah menunggu beberapa kawan Papua kami dan seorang pemancing dari Surabaya yang telah datang lebih dahulu. Sore hari rombongan kami akan semakin banyak karena empat orang pemancing dari PT. Freeport Indonesia (Timika) yang sedang cuti juga akan bergabung. Jadi jumlah total tim inti ada 8 orang. Ditambah kru lokal jumlahnya akan menjadi 12 orang. Cukup ramai untuk membuat kegaduhan di sebuah desa kecil yang akan menjadi basecamp kami selama seminggu penuh di Pulau Batanta, sebuah pulau besar di Raja Ampat. Batanta adalah pulau besar yang diapit oleh Pulau Salawati dan Pulau Waigeo. Perairan di sekitar pulau ini tidak termasuk sebagai destinasi favorit para penyelam, yang favorit adalah perairan sekitar Waigeo (Air Borek misalnya), inilah sebabnya kami memilih Pulau Batanta sebagai basecamp dan perairan sekitarnya untuk dipancingi untuk menghindari friksi dengan para penyelam dan operator diving yang pasti akan gerah melihat para pemancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-YOwIKpopX2U/TgDO8iGtSYI/AAAAAAAAE4o/mLvR5yS28lE/s1600/albert.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-YOwIKpopX2U/TgDO8iGtSYI/AAAAAAAAE4o/mLvR5yS28lE/s200/albert.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620719874300791170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nMsLB547g7I/TgDO8cv6RqI/AAAAAAAAE4g/-NPt8OcHSJU/s1600/gigi%2Bbarakuda.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nMsLB547g7I/TgDO8cv6RqI/AAAAAAAAE4g/-NPt8OcHSJU/s200/gigi%2Bbarakuda.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620719872862996130" /&gt;&lt;/a&gt;Dan kami datang sesuai prosedur yang semestinya harus dilakukan. Pemandu kami, yang juga sehari-hari merupakan pemandu diving, telah mengurus ijin kedatangan kami dan menyampaikan maksud kedatangan kami bahkan kepada sebuah dinas pemerintahan yang berwenang mengurus kepulauan semacam ini. Hal yang tidak selalu kami lakukan. Di Raja Ampat jauh-jauh hari sudah kami lakukan karena kami sadar bahwa Raja ampat adalah warisan bahari dunia yang harus dijaga oleh siapa saja yang mengaku mencintainya. Dan kami adalah salah satu pecintanya, meski kami datang untuk memancing ikan. Tetapi apa yang salah sebenarnya dengan memancing? Kalau kami memancing untuk menguras isi laut, untuk membunuh ikan-ikan langka, dan atau untuk mengotori laut, orang boleh mencibir kami. Tetapi kami tidak demikian; bag limit, catch and release, selalu kami lakukan. Namun selalu ada celah bagi orang yang tidak mengerti memancing dan atau membenci pemancing (atau membenci kami?) untuk nyerocos dengan kalimat bodoh,”Tetapi kalian menyiksa ikan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-1DG-Ecrevsc/TgDT7Qsiv-I/AAAAAAAAE4w/AfWOFfoIlSs/s1600/popper%2Bpink%2Blandscape.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-1DG-Ecrevsc/TgDT7Qsiv-I/AAAAAAAAE4w/AfWOFfoIlSs/s200/popper%2Bpink%2Blandscape.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620725350005915618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-zq-hTZ8Bwys/TgDT8sP-xJI/AAAAAAAAE5Q/rYjli3lVxWs/s1600/peta%2Bkonservasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-zq-hTZ8Bwys/TgDT8sP-xJI/AAAAAAAAE5Q/rYjli3lVxWs/s200/peta%2Bkonservasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620725374582178962" /&gt;&lt;/a&gt;So, pada hari kedua kami semua telah melaju dalam dua buah kapal kayu model longboat (namun berukuran besar) menuju ke sebuah kampung kecil di sebuah teluk kecil di Pulau Batanta untuk ‘mendirikan’ basecamp kami. Sebenarnya kami menuju kesana untuk beramah-tamah sebentar dengan para penduduk kampung (semacam permisi), menaruh barang-barang, dan lalu langsung kabur mancing pada sore harinya. Hehehe. Ternyata basecamp ini tidak sejauh yang saya bayangkan sebelumnya. Saya pikir, saat masih di Jakarta, Raja Ampat adalah kepulauan yang jauh letaknya seperti misalnya Kepulauan Takabonerate misalnya (jika dari Makasar). Namun ternyata Raja Ampat hanya berjarak bahkan 2 jam saja jika dengan kapal berkecepatan tinggi. Kami, karena menggunakan mesin 40 PK saja, baru sampai 4 jam kemudian. Lebih dari cukup untuk menghabiskan dua bungkus rokok dan memanaskan pantat kami. Saya perokok berat, jadi maaf ya bagi pengunjung ini yang anti perokok. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-RhH2L6kikgI/TgDT7wJWziI/AAAAAAAAE5A/kYU1AJttdos/s1600/tarigan%2Bbarakuda.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-RhH2L6kikgI/TgDT7wJWziI/AAAAAAAAE5A/kYU1AJttdos/s200/tarigan%2Bbarakuda.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620725358448266786" /&gt;&lt;/a&gt;Basecamp kami adalah sebuah Kampung X yang tenang. Kecil, panas, namun indah. Penduduknya juga sangat-sangat ramah. Tak saya duga Raja Ampat sepanas ini, suhu udara saat siang hari bisa menyentuh angka 38 degree. Entah apakah karena kami datang pada bulan Maret, saat sedang panas-panasnya? Namun yang jelas suhu sepanas ini membuat saya yang sudah hitam ini tidak terlalu khawatir. Paling akan berubah ungu warna kulit saya. Hitam ke ungu tidak terlalu buruk saya pikir. Kampung X dipilih karena kecil, sepi, dan ada air tawarnya. Kampung ini juga memiliki dermaga kayu yang cukup bagus dan memiliki semacam dua buah gubuk besar di ‘gerbang’ kampung, tempat yang kami perlukan untuk memusatkan kegiatan kami; menaruh barang, tidur saat malam, memasak, dan termasuk menjadi sekretariat saat para penduduk sudah tidak begitu sabar menantang kami adu bola di lapangan kampung. Haha. Tentunya ajakan main bola ini dikesampingkan dulu. Datang jauh-jauh untuk mancing e, masak belum-belum main bola?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mvGVAtsu8ak/TgDT8SWn3oI/AAAAAAAAE5I/UVvVOYAt5Po/s1600/makan%2Bdi%2Batas%2Bkapal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mvGVAtsu8ak/TgDT8SWn3oI/AAAAAAAAE5I/UVvVOYAt5Po/s200/makan%2Bdi%2Batas%2Bkapal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620725367630716546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fqKpWBi5M5w/TgDT7tv2DbI/AAAAAAAAE44/eG3Ie21bQiM/s1600/heri%2Band%2Bgt.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fqKpWBi5M5w/TgDT7tv2DbI/AAAAAAAAE44/eG3Ie21bQiM/s200/heri%2Band%2Bgt.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620725357804391858" /&gt;&lt;/a&gt;Keindahan bahari di Raja Ampat memang mengaggumkan. Air laut yang begitu bersih. Langit begitu biru. Reef-reef yang begitu indah. Terumbu karang yang begitu hidup bahkan di depan kampung sekalipun! Tetapi kami tidak mau ngawur. Setiap berangkat memancing, kami melihat dulu peta perlindungan laut yang ada. Mana yang boleh dipancingi dan mana yang tidak, jadi kami benar-benar hanya melakukan aktivitas memancing kami di areal yang diijinkan saja. Penduduk adalah referensi pertama kami. Mereka menunjukkan dimana lokasi yang boleh dipancingi. Baru kemudian kami melihat ke peta yang dikeluarkan oleh Pemkab Raja Ampat. Jadi fishing trip kali ini benar-benar dilakukan dengan kesadaran dan fokus di atas rata-rata karena kami juga mencintai Raja Ampat. Ikan-ikan yang kami pancing juga selalu kami usahakan untuk dilepaskan kembali dalam kondisi sehat walafiat. Kalaupun ada yang dibawa pulang, itu adalah ikan-ikan konsumsi dalam ukuran dan jumlah yang wajar. Wajar dong jika kami membawa seekor tenggiri besar misalnya, lha kru kami juga harus makan lauk? Wajar jika ada ikan-ikan tenggiri ukuran 2 kiloan kami bawa beberapa ekor untuk ibu-ibu di kampung yang begitu sukacita menangani urusan dapur untuk kami selama disini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-QzGwEiOu2rQ/TgDV5fvov7I/AAAAAAAAE54/X3cMljHLEKw/s1600/darwan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-QzGwEiOu2rQ/TgDV5fvov7I/AAAAAAAAE54/X3cMljHLEKw/s200/darwan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620727518708940722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-WbrxvU3SfCc/TgDV5IUT1KI/AAAAAAAAE5w/2er_4463OzI/s1600/big%2Beye.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-WbrxvU3SfCc/TgDV5IUT1KI/AAAAAAAAE5w/2er_4463OzI/s200/big%2Beye.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620727512420308130" /&gt;&lt;/a&gt;Target kami jelas adalah ikan-ikan besar. Jadi ikan-ikan kecil sebenarnya tidak masuk hitungan kecuali dipancing dalam jumlah secukupnya untuk lauk pauk saja. Giant trevally (GT) atau ikan bobara adalah target utama kami disini. Itulah sebabnya tackle kami sebagian besar adalah tackle popping kelas PE6 ke atas. Ikan-ikan pelagis semacam tenggiri, wahoo, dan billfish tidak kami jadikan target utama disini. Itulah sebabnya kami juga tidak membawa piranti trolling. Meski ternyata tak bisa dihindari, dengan piranti popping ternyata kami mendapatkan banyak ikan pelagis dari spesies tenggiri. Namun resikonya banyak popper (umpan popping) putus olehnya akibat gigitan gigi guntingnya pada tali leader kami. Ikan demersal laut dalam menjadi target kami. Namun informasi yang kami dapatkan sangat sedikit jadi sebenarnya kami tidak terlalu berharap dapat memancing dogtooth tuna, ruby snapper atau amberjack disini. Namun kami menyiapkan dalam jumlah cukup beberapa piranti mancing untuk teknik jigging. Siapa tahu ada perwakilan ikan ruby snapper atau dogtooth tuna tiba-tiba mengirimkan ‘undangan’ special kepada kami. Areal yang menjadi fokus kami kali ini adalah Selat Dampier yang memisahkan Pulau Batanta dengan Pulau Waigeo. Di sini terdapat banyak sekali reef dangkal yang mana hampir semua reef itu berada di tengah-tengah selat. Dari mulut selat di depan Pulau Augusta hingga di ujung selat yang lain yang mengarah ke Pulau Senapan jauh di timur, penuh bertabur reef dangkal. Ditambah dengan pergerakan arus selat yang selalu dinamis (meski tidak sepanjang hari), perairan Selat Dampier ini menjelma menjadi sebuah surga bagi siapapun yang menyukai teknik popping. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9ixWSzy8hFg/TgDV45KWITI/AAAAAAAAE5o/zIM-t1D-9Mg/s1600/gereja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9ixWSzy8hFg/TgDV45KWITI/AAAAAAAAE5o/zIM-t1D-9Mg/s200/gereja.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620727508351983922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xBOwBBChqkg/TgDV4gdPSTI/AAAAAAAAE5g/tpQNKRwg6Jg/s1600/cepy%252Bmike.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xBOwBBChqkg/TgDV4gdPSTI/AAAAAAAAE5g/tpQNKRwg6Jg/s200/cepy%252Bmike.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620727501720340786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qt9jZC1fyq0/TgDV4Y4PINI/AAAAAAAAE5Y/mtK0YIX7Q1o/s1600/popper%2Bpink.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qt9jZC1fyq0/TgDV4Y4PINI/AAAAAAAAE5Y/mtK0YIX7Q1o/s200/popper%2Bpink.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620727499686093010" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi setelah sampai di Kampung X, kami tidak berlama-lama, usai menurunkan logistik dan barang-barang lain, usai beramah-tamah sebentar dengan para warga kampung, kami langsung tancap gas menuju spot-spot yang dekat dengan kampung. Kami terbagi dalam dua buah longboat. Saya, Darwan dan Pak Handoko (Surabaya) berada di longboat yang dikemudikan oleh Kapten L, sedangkan Tim MM Trans 7 lainnya yakni host Cepy dan kameraman Arfane berada di longboat utama yang dikapteni oleh Kapten D. Mereka memancing bersama dengan kawan-kawan pemancing dari Freeport Indonesia yang sengaja cuti demi menuntaskan hasrat popping di sini. Ada Pak Tarigan, Pak Heri dan Pak Imam. Karena waktu kawan-kawan Freeport Indonesia ini sempit, hanya akan berada disini selama sekitar 3 hari saja, maka kamera utama ditempatkan di kapal mereka. Baru kemudian kalau mereka sudah pulang, pemancing di longboat Kapten L akan pindah ke longboat utama karena Kapten L akan mengantar para pemancing dari Freeport Indonesia tersebut untuk pulang ke Sorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-FD6Abo_ScXw/TgDX0cncYoI/AAAAAAAAE6A/_pbaMthkB2o/s1600/kampung%2Barefi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-FD6Abo_ScXw/TgDX0cncYoI/AAAAAAAAE6A/_pbaMthkB2o/s200/kampung%2Barefi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620729630993179266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-WwFJXRNXN-M/TgDX1AefyqI/AAAAAAAAE6g/vY00me5vutc/s1600/gt%2Bmike.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-WwFJXRNXN-M/TgDX1AefyqI/AAAAAAAAE6g/vY00me5vutc/s200/gt%2Bmike.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620729640619330210" /&gt;&lt;/a&gt;Meski sebenarnya cukup lelah, namun setengah hari ini semaksimal mungkin ingin dibuat berarti. Beberapa strike mungkin akan sangat menghibur kami. Namun bagaimanapun, berada di daerah baru kita tidak bisa selalu bisa langsung ngeh dengan keadaan ataupun karakter lokasi tempat kita ‘bermain’. Jadi pada hari pertama ini hasil kurang bagus. Di longboat utama ada beberapa stike namun hanya ikan-ikan GT kecil. Di kapal longboat saya juga ada, namun hanya dua ekor saja GT berukuran sedang. Hasil ini sebenarnya membuat kami nge-drop karena sejak berangkat dari rumah masing-masing, yang terbayang adalah monster dan monster GT. Banyak! Dan ini adalah lokasi yang jarang dipancingi orang, harusnya tidak seperti ini hasilnya, pikir kami. Jadi pasti ada yang salah. Aturan bahwa kami harus menjauhi pantai setidaknya 500 meter, sebagai daerah yang boleh dipancingi sesuatu aturan yang ada, seharusnya tidak membuat chance strike kami mengecil, karena begitu banyak sekali reef di tengah selat. Dan aturan bahwa tidak boleh menjangkar di atas reef, seharusnya juga tidak mempengaruhi kami, karena kami toh juga tidak akan menjangkar. Popping kog menurunkan jangkar? Itu bukan lagi popping namanya. Popping ya idealnya memang harus drifting (berhanyut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal popper telah kami lemparkan ke segala penjuru reef, longboat memutari reef beberapa kali, dari satu reef ke reef yang lain. Juga teknik popping terbaik yang bisa kami lakukan sudah kami terapkan. Pun juga kesabaran dan doa. Hehe. Pasti ada yang salah. Jadi karena belum menemukan jawaban, kami anggap hari ini kami menghibur diri bahwa kami memang hanya sedang pemanasan, tidak perlu hasil yang banyak dan besar. Mungkin juga, pikir kami, kami salah waktu, karena mungkin saja arus terbaik sudah lewat tadi pagi atau siang tadi. Jadi kami sebenarnya telah kehilangan best time untuk popping di areal ini. Atau mungkin malah arus terbaik tidak terjadi saat siang, melainkan malam. Siapa tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-4hFtJP0TNSs/TgDX1Fd4jfI/AAAAAAAAE6Y/d3e8116vC5M/s1600/release%2Bgt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-4hFtJP0TNSs/TgDX1Fd4jfI/AAAAAAAAE6Y/d3e8116vC5M/s200/release%2Bgt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620729641958936050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DbmbXaD2qVU/TgDX0lTyRYI/AAAAAAAAE6Q/LthFwrLCOq0/s1600/arfane%2Bgt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DbmbXaD2qVU/TgDX0lTyRYI/AAAAAAAAE6Q/LthFwrLCOq0/s200/arfane%2Bgt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620729633326646658" /&gt;&lt;/a&gt;Malam hari pertama di Kampung X terasa mengesankan. Usai makan malam kami duduk-duduk di dermaga (dari susunan kayu-kayu) sambil rebahan melihat bintang. Dan para penduduk kampung banyak yang bergerombol di sekitar basecamp kami untuk sekedar menyapa dan baku cerita. Namun seramah apa pun mereka, seramah apa pun kami menanggapi, faktor bahasa memang tidak bisa dipaksakan. Jadi niat dan kelapangan hati kadang sering terhambat oleh masalah bahasa. Mereka menguasai bahasa Indonesia, meski semacam ada delay sebentar untuk mereka mengerti yang kami maksud, dan kami mengerti apa yang mereka maksud. Namun kami telah memberi porsi yang sangat banyak untuk bergaul dengan mereka dan terkadang kami perlu waktu untuk rebahan di dermaga dalam diam, sambil memandangi sejuta bintang yang berebutan memantau kami dari atas langit malam. Haha! Informasi yang kami kumpulkan mengenai karakter Selat Dampier dari para penduduk semakin banyak dan kami sudah tak sabar untuk terlelap mengarungi mimpi menuju pagi datang menjemput kami yang sedang kasmaran strike GT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-PG1e7BsT2qs/TgDX0ab-crI/AAAAAAAAE6I/HUmMQuI3wO8/s1600/imam%2Bdan%2Bgt.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PG1e7BsT2qs/TgDX0ab-crI/AAAAAAAAE6I/HUmMQuI3wO8/s200/imam%2Bdan%2Bgt.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620729630408209074" /&gt;&lt;/a&gt;Dan ‘jimat’ yang menjadi pegangan kami saat hari baru datang (yang kami dapatkan dari para penduduk kampung semalam), dan kami telah melaju di atas longboat masing-masing hanya tiga kata saja,”ikan umpan, dan arus”. Jangan membuang tenaga saat tidak bertemu ikan umpan dan di lokasi tidak ada arus yang bagus, sebagus apapun itu reef yang akan ditemui hari ini. Lebih baik pindah lokasi mencari reef lain yang ada ikan umpannya dan atau arusnya. Maka akan kau dapatkan GT atau ikan-ikan besar lainnya. Bukan hal yang sulit. Kami hanya bisa berharap dengan mesin kecil yang terdapat di longboat kami, kami bisa menjelajah jauh ke sudut-sudut selat dan menemukan buruan kami. Sasaran pertama dalah Reef K. Reef ini hanya berjarak 30 menit saja dari Kampung X. Lurus ke utara persis di depan kampung. Reef yangs angat luas. Berada di tengah-tengah selat. Ada sebuah atol luas di tengah-tengah reef ini. Reef ini bukan destinasi para penyelam, arusnya gila, namun atol luas di reef ini konon ini adalah tempat favorit para penyelam yang ingin istirahat atau ingin snorkeling. Wah, ada kemungkinan bertemu para penyelam yang pasti akan gerah dengan kehadiran kami disini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9yeaIRCBXWA/TgDa4eWv-gI/AAAAAAAAE6w/Nx2Ue6WMXm0/s1600/cepy%252Btenggiri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9yeaIRCBXWA/TgDa4eWv-gI/AAAAAAAAE6w/Nx2Ue6WMXm0/s200/cepy%252Btenggiri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620732998714391042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-08cvmA-vkMg/TgDa4KzilyI/AAAAAAAAE6o/eAvExUgoNGY/s1600/arfan%252Bgt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-08cvmA-vkMg/TgDa4KzilyI/AAAAAAAAE6o/eAvExUgoNGY/s200/arfan%252Bgt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620732993466439458" /&gt;&lt;/a&gt;Tetapi, pilih mana? Menghindari penyelam atau bertemu GT? Pilihan kedua pastinya, meski konsekuensinya akan bertemu para penyelam. Jadi kami pun sibuk memancing. Toh kami berada jauh di luar areal perlindungan yang kami lihat dip eta-peta konservasi di wilayah ini. Kami juga tidak menjangkar di dekat reef karena kami hanya perlu terus bergerak di dekat tubirnya saja (drop off). Reef K ini luar biasa luasnya, untuk sekali putaran saja, jika kita full melempar popper, untuk satu putaran belum tentu satu jam bisa tembus. Jadi kami sangat puas melempar karena tidak pernah kehabisan titik. Lha wong titiknya ada dimana-mana. Gila, saya bilang gila. Ikan umpan seperti cendol dawet. Penuh di segala penjuru reef (namun tidak di atas arus, biasanya agak jauh di luar kepala arus). Juga arusnya (kala-kala) sangat bagus. Di berbagai sudut kala-kala malah kadang terasa menyeramkan saking besarnya putaran dan benturan arus. Hasilnya cukup memuaskan. Longboat utama berhasil strike dua GT monster (Cepy dan Pak Imam), juga beberapa ikan GT besar lain dan barakuda besar. Longboat saya kurang beruntung, hanya GT kecil dan beberapa barakuda sedang. Pak Handoko dan Darwan, melihat lokasi yang sangat cantik ini lebih memilih kasting dengan piranti kecil, jadi chance mendapatkan monsternya menjadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_iA46r17Ibo/TgDa5I0lnaI/AAAAAAAAE7A/xv88_7t6Q0E/s1600/dare%2Bto%2Bjoin%2Bus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_iA46r17Ibo/TgDa5I0lnaI/AAAAAAAAE7A/xv88_7t6Q0E/s200/dare%2Bto%2Bjoin%2Bus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620733010113830306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ETH8cSOJedY/TgDa4sc3KxI/AAAAAAAAE64/KFU1oLkMalg/s1600/dare%2Bto%2Bjoin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ETH8cSOJedY/TgDa4sc3KxI/AAAAAAAAE64/KFU1oLkMalg/s200/dare%2Bto%2Bjoin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620733002498124562" /&gt;&lt;/a&gt;Friksi dengan penyelam (dan atau operator selam) memang tidak bisa dihindari. Saat sedang asyik popping tiba-tiba datang speedboat dari jauh menuju ke arah kami. Beberapa bule di atasnya dengan tiga abk orang asli Papua. Kami sudah tahu maksud mereka. Pasti menyuruh kami pergi. Ada bule cewek di atas speedboat itu. Mereka memang arogan. Mengusir kami pergi tanpa kompromi. Hanya “No fishing here!” terus yang diucapkan. Padahal dia juga tahu, bahwa ini jauh di luar peta yang dilarang memancing. Abk-abk Papua di speedboat mereka ketawa-ketawa senang karena tampaknya mengenal kami dari layar kaca, jadi mereka malah berteriak-teriak slogan kami. Suasana nya menjengkelkan namun lucu juga. Karena hari juga telah sore, dan hanya membuang-buang tenaga saja jika dilayani, maka kami pun memilih pulang ke Kampung X untuk melepaskan rindu pada hidangan yang telah disajikan oleh tukang masak kami. Kita sama-sama tahu peraturannya, kita juga bukan pemilik laut ini, kita juga hanyalah para pecinta Raja Ampat, tetapi kenapa bule selalu merasa lebih berkuasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus yang lebih parah sebenarnya. Di Pulau Mengkudu NTT misalnya, pernah ada bule mengibarkan bendera negaranya, padahal dia hanya menyewa pulau itu. Di beberapa wilayah lain, ada bule menjaga pulau yang mereka sewa dengan menempatkan penjaga bersenjata senapan berpeluru tajam. Spot-spot bahari terbaik Indonesia, untuk siapa? Apakah kita pernah tahu, dengan yakin, apa yang sebenarnya terjadi di pulau-pulau yang kemudian dijadikan semacam wilayah tak terjamah itu? Bisa jadi hanya sebagai cara untuk menjaga privasi, bisa jadi karena ada hal lain disana. Mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-obCudJENaSo/TgDa5evHBOI/AAAAAAAAE7I/5wg4IkFB2eY/s1600/handoko%252Bgt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-obCudJENaSo/TgDa5evHBOI/AAAAAAAAE7I/5wg4IkFB2eY/s200/handoko%252Bgt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620733015996433634" /&gt;&lt;/a&gt;Tak terasa hari ketiga pun datang. Panas-nya Raja Ampat semakin terasa menyengat di kulit. Meski begitu Kapten D yang menjadi pengemudi di longboat utama tetap saja melaut tanpa memakai baju. Ini adalah hari terakhir bagi teman-teman pemancing dari Timika bersama kami. Esok mereka akan kembali ke Sorong lalu menuju ke Timika untuk kembali ke  ‘hobi’ masing-masing di PT. Freeport Indonesia. Jelas hari ini mereka akan tampil all out. Berbekal pengalaman pada hari-hari sebelumnya, kali ini kami tidak mau membuang tenaga percuma saat arus di reef-reef tengah Selat dampier sedang mati atau lemah. Jadi kami hanya memaksimalkan waktu saat arus bergerak deras saja. Dan karena waktu yang ada tidak banyak, dalam sehari hanya saat menjelang siang dan menjelang petang saja, waktu kami mengeksplorasi reef tidak banyak. Namun hasil hari terakhir ini cukup fantastis. Rombongan Timika berhasil memancing beberapa GT monster dan ikan pelagis lain berukuran besar (barakuda dan tenggiri). Semuanya dengan teknik popping. Sayangnya ada satu joran PE8-10 menjadi korban keganasan monster Raja Ampat, patah. Namun begitu, ikan GT monster nya tetap berhasil dinaikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Xk7Pt1fbIec/TgDcim1-7HI/AAAAAAAAE7Y/9Kf1UFsqBSQ/s1600/mike%2Band%2Btenggiri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Xk7Pt1fbIec/TgDcim1-7HI/AAAAAAAAE7Y/9Kf1UFsqBSQ/s200/mike%2Band%2Btenggiri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620734822059011186" /&gt;&lt;/a&gt;Hari berikutnya Tim Timika sudah melaju ke Sorong saat pagi masih redup. Tinggalah Tim MMT7 dan Tim Surabaya yang tinggal. Saat melepas kawan-kawan Timika ini tak tega rasanya, mata dan gestur mereka menunjukkan belum mau pulang, tetapi apa daya waktu cuti sudah habis. Kwak?! Berarti tinggal 5 orang saja yang tersisa. Kini hanya diperlukan satu longboat untuk memancing. Suasana menjadi lebih sepi dengan pulangnya kawan-kawan Timika, namun mobilitas kami jujur saj amenjadi semakin lincah karena kini hanya ada satu longboat saja yang siap diarahkan kemanapun ke penjuru Selat Dampier. Kapten L mengantar kawan-kawan ke Sorong, jadi kami hanya ditemani oleh Kapten D saja. Kapten mancing terbaik di seluruh Papua Barat, yang setia mengantar kami ke pasar ikan dimanapun di Selat Dampier ini. Lucu, cukup sebutkan kode “buka segel kapten”, maka Kapten D langsung membawa kami ke spot-spot baru yang luar biasa. Atau sebutkan “oksigen!” untuk menggantikan kata “istirahat” yang bisa berarti merapat ke pulau atau berhenti popping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Bh8fTHI881o/TgDcj9IUlpI/AAAAAAAAE7w/eu3of3KomnA/s1600/tmike%252Bcepy%2Btenggiri.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Bh8fTHI881o/TgDcj9IUlpI/AAAAAAAAE7w/eu3of3KomnA/s200/tmike%252Bcepy%2Btenggiri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620734845221377682" /&gt;&lt;/a&gt;Kami semakin bergerak ke sisi timur Selat Dampier, ke arah laut lepas. Ada banyak pulau di areal ini (Pulau Dua, dan lains ebagainya). Disini ternyata kondisi reefnya lebih gila. Banyak reef dan arusnya lebih deras. Kala-kala (upweilling) ada dimana-mana. Dan ikan umpan yang boiling di permukaan, alamaaaak, seperti di raksasa di pasar-pasar ikan saja saking banyaknya ikan umpan. Bunyi kecipak ikan umpan ini sampai seperti bunyi aliran air sungai yang sedang banjir saja. Sungguh surga mancing di bumi Raja Ampat ini. Dan semua piranti popping kami, mau yang merk keren ataupun merk culun, popper biasa ataupun popper mahal, semua laku keras. Mencari double strike bukan hal sulit. Tinggal lempar ke atas reef, tepian reef atau ke sekitar ikan umpan, maka akan langsung “BUUUUM!”, popper disambar. Hanya saja, saking banyaknya ikan pelagis macam tenggiri dan barakuda, banyak leader kami putus dan popper rusak. Padahal yang kami harapkan adalah GT yang besar-besar saja. Hari ini kami benar-benar puas! Tak terhitung strike yang kami dapatkan. Ikan yang kami dapatkan pun sangat variatif, padahal hanya dengan teknik popping saja. Ada tenggiri, GT, big eye trevally, barakuda, red bass, dan juga kerapu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari kami merapat di Pulau A yang kosong dan sangat indah. Persis seperti pulau cantik di kartu-kartu pos. Kosong, bersih, pasir putih, reef bagus, langit biru dan pepohonan kelapa. Kami merapat bukan untuk berjemur atau snorkling menikmati keindahan pulau, yang mungkin akan dilakukan oleh pelancong lain non pemancing saat merapat kesini, kami merapat untuk berteduh saking tidak tahannya dengan sengatan panas (catt: longboat kami tidak dipasangi atap karena kami memancing dengan teknik popping sehingga atap longboat dilepas). Memandang gugusan pulau di kejauhan dan bersihnya langit serta birunya air laut, kami duduk –duduk di batang-batang kayu yang hanyut entah dari mana. Tiba-tiba datang dua buah speedboat yang larinya digas seperti sedang mengejar setan. Mereka merapat persis di sebelah speedboat kami. Suasana tiba-tiba tegang. Speedboat pertama ditumpangi beberapa bule dan tentara bersenjata. Speedboat kedua penuh sesak dengan penduduk lokal yang semuanya membawa parang. Kami tidak menyapa, mereka juga tidak. Jumlahnya ada sekitar 30an orang. Beberapa orang tampak membawa radio panggil. Waduuuuh….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa lama kami tidak mengerti apa yang sedang dan akan terjadi. Saya mengambil inisiatif bertanya kepada bule yang ada di antara mereka. Ternyata mereka datag untuk membersihkan pulau (bagaimanapun ada sedikit sampah plastik yang nyangkut di pulau ini entah dari mana, dan kadang satu dua gubuk rumbia yang dibuat oleh orang yang berteduh…). Bule-bule itu dari sebuah stasiun TV luar negeri yang sangat terkenal. Berencana membuat episode survival game di puau ini selama 40 hari. Pulau harus ‘dibersihkan’ dan nantinya selama tapping tidak boleh ada aktivitas di pulau ini dan juga aktivitas lalu lalang boat penduduk yang mendekati pulau. Selama 40 hari! Dan karena bule-bule ini pintar, maka mereka membuat deal dengan pemda untuk memuluskan program mereka di Pulau A ini. Waoooow! Raja Ampat untuk siapa sih sebenarnya? Yang bener saja, demi tapping sebuah episode TV luar negeri, penduduk dilarang melintas dengan boat dekat pulau ini? Selama 40 hari? Padahal reef-reef sekitar pulau ini adalah tempat warga mencari ikan-ikan tenggiri dengan cara mancing tonda? Begitulah. Tidak usah diperpanjang paragraph ini. Capek! Yang pasti, hari ini kami berhasil memancing ikan dalam jumlah dan size yang lebih dari cukup. All released except mackerel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya kami kembali melaut. Cuaca mendung dan sedikit rintik hujan. Tiba-tiba cuaca berubah drastis dibandingkan dengan hari kemarin yang panasnya demikian menyengat. Arus di berbagai reef di tengah Selat Dampier tetap dinamis. Namun angin kencang dari arah utara membuat kami tidak fokus memancing karena khawatir. Siang hari kami memutuskan merapat di sebuah desa di Pulau Batanta, jauh dari basecamp kami, untuk melihat-lihat. Desa yang kokoh. Sebuah gereja besar berdiri di pusat desa. Dermaga yang cukup bagus dan pola pemukiman yang sangat rapi. Ciri khas kampung-kampung yang didirikan para misionaris. Saat duduk-duduk di sebuah warung para penduduk desa berkumpul dan kami saling bertegur sapa. Mereka kaget. Kog kami berani melaut? Lho kenapa bapak? Tanya kami. Menurut mereka, ternyata di televisi-televisi Indonesia disiarkan berita tentang tsunami Jepang yang kemarin terjadi dan diramalkan arah gerakan tsunami itu akan sampai di daerah ‘kepala burung’ Papua (manokwari, Sorong, Biak) antara hari ini hingga besok pagi. Tsunami besar! Sebuah kota di Jepang hancur lebur! ‘Kepala burung’ Papua siaga satu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-p5tUBc5iCEk/TgDcjijBplI/AAAAAAAAE7o/xVyWXbuuxNg/s1600/tim%2Bsepakbola.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-p5tUBc5iCEk/TgDcjijBplI/AAAAAAAAE7o/xVyWXbuuxNg/s200/tim%2Bsepakbola.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620734838085625426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3ElYpCArzxk/TgDciuu0zWI/AAAAAAAAE7Q/szCc0LYZksQ/s1600/hampir%2Bgol.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3ElYpCArzxk/TgDciuu0zWI/AAAAAAAAE7Q/szCc0LYZksQ/s200/hampir%2Bgol.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620734824176471394" /&gt;&lt;/a&gt;Oooow…. Ooooow …. Begitu kami semua menjawab dengan mulut melongo. Namun dengan perhitungan terhadap tata letak Kepulauan Raja Ampat, kami yakin tsunami itu tidak akan menghantam perairan ini. Kalau Biak-Manokwari mungkin, karena daerah tersebut menghadap Pasifik. Tetapi saya menjadi galau akan seorang kawan yang tinggal di sebuah kota di Jepang. Di kota manakah tsunami besar itu? Seberapa parah? Berapa korban jiwa? Dan seterusnya. Sialnya disini tidak ada sinyal selular untuk berhubungan dengan dunia luar. Hanya sinyal televisi itulah penghubungnya. Saya hanya berdoa dan menenangkan diri semoga tsunami besar itu bukan di sebuah kota di Jepang tempat kawan saya tersebut tinggal. Ternyata, di saat yang sama, ini saya tahu beberapa hari kemudian setelah saya memeriksa email, kawan saya di Jepang tersebut ternyata baik-baik saja dan malah mengkhawatirkan keadaan saya yang berada di perairan yang tepat menjadi sasaran arah pergerakan tsunami besar tersebut. Dan dia juga gundah, karena tidak bisa menghubungi saya. Dugaan kami benar, tidak ada tsunami menerjang Raja Ampat, hanya air pasang naik yang sangat drastis hingga menenggelamkan dermaga untuk beberapa saat lamanya saat malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tsunami Jepang dan pergerakannya yang mengarah kepada kami ini juga membuat banyak orang di Jakarta khawatir, terutama kantor kami, Trans 7. Atasan-atasan kami sampai menghubungi pihak-pihak terkait untuk mencari keberadaan kami. Juga kawan-kawan dan orang-orang yang mencintai kami, mereka jungkir balik mencari informasi tentang keberadaan. Namun kami (kata mereka setelah kami dapat dihubungi pada tanggal 23 Maret) seperti hilang ditelan angin. Tidak ada kabar berita. Bagaimana kami bisa berkirim kabar, telepon satelit yang harusnya kami bawa berpetualang sedang rusak di Jakarta dan sedang diservice (dan tidak selesai-selesai service-nya). Jadi, kami meminta maaf kepada semua yang telah mengkhawatirkan kami selama kami berada di Raja Ampat saat tsunami Jepang itu terjadi. Tak mungkin disebutkan satu-satu persatu disini. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan dan perhatian Anda semua terhadap keselematan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-sCzPvJeqSk4/TgDcjD8eL_I/AAAAAAAAE7g/yAiIgTAXtII/s1600/mike%2Bberjemur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sCzPvJeqSk4/TgDcjD8eL_I/AAAAAAAAE7g/yAiIgTAXtII/s200/mike%2Bberjemur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620734829870854130" /&gt;&lt;/a&gt;Sebenarnya jumlah dan size ikan yang kami pancingi selama di beberapa hari disini telah lebih dari cukup. Namun karena kami telah jauh-jauh datang ke ‘surga di bumi’ ini demi memancing, maka waktu yang tersedia kami maksimalkan. Meski sebenarnya, jujur saja, raga juga lelah. Lelah yang menyenangkan. Namun pada hari terakhir ini kami telah membuat deal dengan para warga kampung untuk setuju bertanding sepakbola. Kru MMT7 ditambah pemancing Surabaya dan abk+kapten, melawan warga kampung. Tantangan yang menyenangkan juga. Apa susahnya bermain bola? Maka kami berjanji pulang lebih awal demi menggelar final Liga Champion versi Kepulauan Raja Ampat. Haha! “Tolong lapangan dan gawang disiapkan!” pesan kami saat berangkat mancing kepada warga kampung. Dan saat kami pulang, ternyata persiapaan yang dilakukan ternyata sangat serius. Termasuk para supporter lokal telah siap di pinggir lapangan; ibu-ibu, nenek-nenek, dan anak-anak kecil. Tak perlu diceritakan panjang lebar, setelah bermain 30 menit kali dua, kami kalah telak!!!! Ternyata bermain bola melawan penduduk asli Papua seperti bertanding sepakbola melawan kawanan kuda liar, mereka berlari seperti angin! Padahal udara sangat tipis/panas!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah. Saya telah menulis! Hoaheeeeem. Ngantuuuuk! Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Foto #1-#3: Nice view from A Island. Sepotong senja yang banyak diprotes orang. Sailing yacht yang berpapasan dalam perjalanan. Foto #4-#5: Suasana di dalam basecamp. Basecamp dari kejauhan. Foto #6-#7: View dari basecamp. Menu makan siang yang menyambut kami. Foto #8-#9: Lapangan bola di Kampung X. Disambut anak-anak kampung. Foto #10-#11: Albert dengan GT pertama. Barakuda yang menyambar popper saya. Foto #12-#13: Pemandangan Pulau B dari boat. My pinky popper stay cool there. Peta konservasi di tiap kampung yang selalu kami datangi untuk memeriksa batas-batas yang tidak boleh dipancingi. Foto #14: Tarigan dengan great barakuda perolehannya. Foto #15-#16: Makan siang di atas longboat. Pak Heri dengan GT imutnya. Foto #17-#18: Darwan dengan GT sedang. Saya dengan big eye trevally. Foto #19: Gereja di Kampung A. Foto #20-#21: Saya dan Cepy dengan ikan-ikan imut. Foto #22-#23: Peta konservasi di Kampung A. GT sedang perolehan saya. Foto #24-#25: Arfane merilis GT. GT besar perolehannya. Foto #26: GT mama perolehan Imam. Foto #27-#28: Cepy dan tenggiri on popping. Arfane kembali hooked up GT besar. Foto #29-#30: Dare to join us??? Foto #31: handoko dengan GT besar. Foto #32-#33: Saya hooked up tenggiri on popping dua kali. Banyak yang putus gara-gara ikan tenggiri di sini. Foto #34-#35: Berusaha mencetak gol. Tim final Liga Champion Kampung X. Foto #37: Saya yang semakin putih. Hehe!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-7531207612357866072?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/7531207612357866072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=7531207612357866072' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/7531207612357866072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/7531207612357866072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/06/pertarungan-selat-dampier-dibakar.html' title='Pertarungan Selat Dampier: Dibakar Matahari, Dihajar GT, dan Kalah Telak saat Bermain Bola.'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XkjQ_B-CMOk/TgCdsPYUYuI/AAAAAAAAE3Y/xvfGFVr_RJE/s72-c/surga%2Bdi%2Bbumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-5830305633764467512</id><published>2011-05-19T00:07:00.009+07:00</published><updated>2011-05-19T00:35:10.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lady angler'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepulauan seribu'/><title type='text'>(Bersyukur) Karena Lolos Dari Petaka di Perairan Bangka</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak bangga berhasil lolos dari insiden ini. Namun bersyukur pada-Nya masih diberi kesempatan menjalani takdir sebagai ciptaan-Nya. Oleh karenanya kisah ini dimaksudkan sebagai pengingat agar hal seperti ini tidak terjadi dengan kawan-kawan pemancing lain dimanapun berada. Safety first guys!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-zMwhz_44mjU/TdP9cN5lnkI/AAAAAAAAE1M/r1noykc4c1Y/s1600/meet%2Bold%2Bfriends.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-zMwhz_44mjU/TdP9cN5lnkI/AAAAAAAAE1M/r1noykc4c1Y/s200/meet%2Bold%2Bfriends.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608104622215765570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-u9deBmi4F7Q/TdP9ceyjgSI/AAAAAAAAE1U/MjcT_V4qNX0/s1600/marina.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-u9deBmi4F7Q/TdP9ceyjgSI/AAAAAAAAE1U/MjcT_V4qNX0/s200/marina.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608104626749669666" /&gt;&lt;/a&gt;Bangka yang panas! Begitu kesan pertama saya saat menginjakkan kaki di bandara yang saya lupa namanya di Pangkal Pinang, ibukota Provinsi Bangka Belitung (Babel). Padahal kami tiba dengan pesawat sore hari. Panasnya Bangka ini terasa berlipat jika mengingat kejadian di Terminal 1 B Bandara Soetta beberapa jam lalu dimana para petugas security dan petugas sebuah maskapai udara menolak menaikkan lifevest kami ke dalam bagasi mereka. Kejadian yang baru pertama kali kami alami dalam sejarah perjalanan mancing saya sejak 2007. Sebenarnya panasnya Bangka ini seharusnya sudah bisa saya antisipasi mengingat ‘perut’ Pulau Bangka dipenuhi oleh kandungan timah, meski sekarang ini sudah jauh berkurang isinya. Seorang pemancing yang merupakan bos besar disini bahkan berucap bahwa salah satu perusahaan timah terbesar di Indonesia yang bermarkas di Bangka kini mulai mengalihkan usahanya ke bidang lain karena kandungan timah di Bangka telah jauh berkurang. Bagaimana tidak, wong ditambang terus sejak jaman Belanda? Atau malah lebih lama dari itu? Pokoknya sejak jaman saya belum lahir ‘perut’ Pulau Bangka telah ditambang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BHOZbl2VPzE/TdP_IVA0cII/AAAAAAAAE2k/iBcZzf7SH68/s1600/dinner.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BHOZbl2VPzE/TdP_IVA0cII/AAAAAAAAE2k/iBcZzf7SH68/s200/dinner.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608106479551017090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-r0JR5flQ7eU/TdP9cwj6x-I/AAAAAAAAE1k/yBAY3WzFf40/s1600/gagah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-r0JR5flQ7eU/TdP9cwj6x-I/AAAAAAAAE1k/yBAY3WzFf40/s200/gagah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608104631520118754" /&gt;&lt;/a&gt;Dari kota Pangkal Pinang saya dan kawan-kawan dari Mancing Mania Trans 7 (MMT7) lainnya yakni host Cepy dan kameraman Arfane kemudian dibawa ke kota Sungai Liat, sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil dari Pangkal Pinang. Berkendara di Bangka terasa nyaman karena jalan raya yang sepi dan juga beraspal halus. Namun agak terasa kurang nyaman perjalanan kami ini karena panas yang menyergap kami sejak di bandara yang membuat badan terasa gerah. Lengket rasanya! Ini adalah kali pertama saya menjejak tanah Bangka. Sebelumnya Pulau Bangka hanya saya kenal lewat kisah-kisah pendek seorang cerpenis perempuan kenamaan Linda Christanty dan atau dari cerita-cerita seorang teman kuliah yang berasal dari Bangka bertahun silam saat sama-sama berada di Bandung. Tak banyak yang saya ingat dari kisah-kisah pendek dengan setting Bangka yang dia tuliskan, namun saya berupaya keras untuk mengingatnya dan mencocokkan sebisa mungkin sambil lalu selama perjalanan menuju kota Sungai Liat. Andai penulis kenamaan asli Bangka tersebut ada disamping saya pasti akan banyak informasi tentang Bangka yang saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-nci0gcIzPF8/TdP-RNsOVzI/AAAAAAAAE18/D8EOsQhWi9E/s1600/bugi%2Bpane.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nci0gcIzPF8/TdP-RNsOVzI/AAAAAAAAE18/D8EOsQhWi9E/s200/bugi%2Bpane.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608105532692780850" /&gt;&lt;/a&gt;Kami tiba di Sungai Liat sekitar pukul 10 malam. Maklum sambil mampir-mampir dan juga singgah di sebuah rumah makan untuk makan malam dan berbagi cerita dengan pemancing yang mengajak kami ke sini, Sian Sugito. Seorang pemancing kawakan di Bangka dan seorang pengusaha sukses asli Bangka. Panasnya Bangka pun semakin berlipat karena saat berada di rumah makan tadi kami langsung ‘ditodong’ untuk mencicipi masakan khas Bangka seperti lempa (limpa) yang pedas asam dan berbagai menu lainnya yang serba pedas. Saat kami telah tiba sebuah resort di komplek Batavia Bangka Beach Resort, rasanya saya ingin langsung berendam di kamar mandi saja untuk mengusir lengket di badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-fyWjPW6vqjQ/TdP97Nc9VgI/AAAAAAAAE10/7h1MZTj23fU/s1600/unyu%2Bunyu.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fyWjPW6vqjQ/TdP97Nc9VgI/AAAAAAAAE10/7h1MZTj23fU/s200/unyu%2Bunyu.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608105154671629826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jOOPATp-NRg/TdP9cWTRg-I/AAAAAAAAE1c/GvpLmOZMi7A/s1600/host%2Bparadiso.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jOOPATp-NRg/TdP9cWTRg-I/AAAAAAAAE1c/GvpLmOZMi7A/s200/host%2Bparadiso.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608104624470983650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-nq1OR4abVHU/TdP9dK6BAkI/AAAAAAAAE1s/PfYsn_SeCgg/s1600/paradiso1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nq1OR4abVHU/TdP9dK6BAkI/AAAAAAAAE1s/PfYsn_SeCgg/s200/paradiso1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608104638592123458" /&gt;&lt;/a&gt;Batavia Bangka Beach Resort adalah kompleks perumahan yang menurut saya mewah dan ideal. Depan kompleks adalah pantai dengan pasirnya yang putih, di marina berjajar beberapa speedboat, jet ski dan bahkan banana boat! Kompleks perumahan mewah yang kemungkinan besar dihuni oleh orang-orang penting dan mencintai olahraga perairan. Dan Pak Sian konon adalah yang empunya kompleks ini. Di dalam kompleks ini beliau memiliki semacam areal pribadi sendiri yang luas dan lengkap yang terdiri dari banyak hal menarik; kompleks cottage sendiri, penangkaran penyu, kolam ikan, dan lain-lain. Luar biasa! Namun karena telah larut dan badan juga telah lusuh, kami kembali fokus pada keinginan untuk segera mandi dan kemudian merebahkan badan di kasur menyiapkan tenaga untuk esok hari turun ke laut. Jadi rencana melaut kai esok hari pun juga dibahas dengan singkat apalagi mata juga sudah meredup karena kenyang dan juga lelah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Berkeliling Rumpon dan Langsung Insiden&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xnbs-YxKiFI/TdP-R0P7nbI/AAAAAAAAE2U/z_ChPxjCoZI/s1600/red%2Bsnapper%2Bmike.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xnbs-YxKiFI/TdP-R0P7nbI/AAAAAAAAE2U/z_ChPxjCoZI/s200/red%2Bsnapper%2Bmike.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608105543043095986" /&gt;&lt;/a&gt;Target mancing kami di Bangka adalah ikan-ikan penghuni rumpon yang ditanam oleh Pak Sian beberapa bulan sebelumnya. Beliau adalah pemancing yang getol sekali menyalurkan hobinya, maka demi memuaskan hasratnya memancing, dia sengaja menanam rumpon sendiri di perairan dekat Sungai Liat. Letaknya variatif. Ada yang berjarak 15 mil dan ada yang jaraknya 23 mil dari pantai. Karena perairan Bangka adalah perairan dangkal, antara 25-40an meter, maka rumpon-rumpon tersebut diharapkan akan dihuni oleh ikan-ikan demersal semacam kakap merah (red snapper), kerapu, kurisi, kaci-kaci, dan ikan-ikan lainnya semacam jenaha (tanda-tanda). Perairan Bangka ini mirip dengan perairan Kepulauan Seribu di Jakarta. Dangkal, cenderung berpasir, dan spot mancing alaminya pun tidak banyak. Sehingga pemancing yang serius, mau tidak mau biasanya akan menanam rumpon sendiri agar dia memiliki spot yang bagus di kemudian hari sebab jika mengandalkan dari spot alami bisa jadi pemancing akan sering sakit hati dibandingkan ceria memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-xwm0U9arwu0/TdP-SLX4LxI/AAAAAAAAE2c/Yl1YlwprcFg/s1600/red%2Bsnapper%2Bcepy.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xwm0U9arwu0/TdP-SLX4LxI/AAAAAAAAE2c/Yl1YlwprcFg/s200/red%2Bsnapper%2Bcepy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608105549250440978" /&gt;&lt;/a&gt;Berbeda dengan pantai-pantai di daerah Pangkal Pinang yang dominan pasir dengan kombinasi lumpur di tepiannya. Di daerah Sungai Liat kondisi pantainya lebih menarik. Bersih, putih dan di beberapa titik banyak ‘kompleks’ bebatuan besar yang enak dilihat dan dijadikan tempat berwisata. Pantai Parai misalnya yang mana terdapat sebuah resot yang kondang adalah salah satu pantai di daerah Sungai Liat yang namanya cukup mentereng sebagai destinasi wisata di Indonesia. Jadi kalau mau berwisata ke Bangka jangan salah tujuan ya?! Namun jelas kami tidak datang untuk pantai yang bersih yang enak dijadikan tempat bermain air. Kami datang untuk ikan! Jadi pada pagi buta di tanggal 18 April kami udah bersiap-siap di marina untuk berangkat menuju ke rumpon-rumpon milik Pak Sian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-CZgJAWVBfMQ/TdP-RvXRUjI/AAAAAAAAE2M/WbjfpYjKDfQ/s1600/sian%2Bcepy.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CZgJAWVBfMQ/TdP-RvXRUjI/AAAAAAAAE2M/WbjfpYjKDfQ/s200/sian%2Bcepy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608105541731701298" /&gt;&lt;/a&gt;Kami menggunakan sebuah speedboat dengan ukuran sekitar 10 x 2 meter yang didorong dengan mesin 250 PK. Sebuah mesin cadangan berkapasitas 25 PK juga tertempel di belakang kapal. Tampak jelas faktor keselamatan menjadi perhatian penting sang empunya kapal mancing tipe center console ini. Tak banyak penumpang diatasnya. Hanya ada saya, Cepy, Arfane, Pak Sian dan Pak Ming, serta Pak Yusroni Yazid yang sejatinya adalah Bupati Bangka, dan dua orang abk. Jumlah yang cukup ideal untuk kapal sebesar ini. Jumlah ini sudah diatur oleh sang empunya kapal (Pak Sian) agar trip mancing ini terasa nyaman dan juga bisa mendapatkan hasil maksimal. Kita tahu jika kebanyakan orang yang terjadi bukannya mancing melainkan baku ruwet tali pancing! Haha! Dan dengan mesin sebesar 250 PK tersebut praktis kami pun melaju kencang hingga 25 knot membelah laut yang tenang hingga 23 mil ke tengah laut. Tak sampai 40 menit kami sudah sampai di spot pertama di tengah perairan Bangka. Cuaca cukup cerah, angin sangat pelan, namun di beberapa titik di kejauhan tampak mendung pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jL5O5wpe_ig/TdP-RXSH1bI/AAAAAAAAE2E/ykcjaopSlLQ/s1600/badai.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jL5O5wpe_ig/TdP-RXSH1bI/AAAAAAAAE2E/ykcjaopSlLQ/s200/badai.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608105535267657138" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti umumnya memancing ikan di rumpon. Plonthang lebih dahulu kami lepaskan untuk menandai lokasi dan melihat pergerakan arus. Baru kemudian kami menurunkan jangkar. Proses ini susah-susah gampang. Hanya kapten yang berpengalaman saja yang bisa melakukan dengan cepat dan tepat. Resikonya besar jika meleset meski sedikit saja. Ikan bisa benar-benar tidak akan menyambar umpan kita. Padahal sebuah rumpon, biasanya selalu dihuni oleh banyak ikan. Misalnya kapal kita kemudian meleset hanyut di belakang rumpon dengan arus ke arah belakang, bisa-bisa kita manyun seharian! Jadi jangan remehkan peran kapten kapal di situasi seperti ini. Mentang-mentang sudah bayar (jika kita sewa kapal), atau mentang-mentang kita bosnya (jika kita pemilik kapal), tetapi merasa paling tahu dan meremehkan kapten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat posisi kapal dirasa sudah pas, kami semua langsung menurunkan umpan yang tadi telah disiapkan, yakni irisan cumi. Timah pemberat J5 kami pasang karena arus yang tidak terlalu kencang. Pak Sian, Pak Ming, dan Pak Yusroni tidak memakai piranti tambahan seperti joran dan reel karena mereka memancing dengan teknik handline. Hanya kami dari MMT7 yang memakai rod dan reel. Beda generasi memang. Pak Sian dan rekan-rekannya memang dibesarkan ketika teknik handline adalah teknik mancing utama pada saat itu, dulu teknik mancing dengan piranti tambahan seperti rod dan reel tidak dikenal atau tidak populer di Indonesia. Sementara kami dibesarkan oleh tayangan sportfishing seperti MMT7 dan berbagai tayangan sportfishing lain di televisi luar negeri, jadi kami jujur saja hanya bisa memancing dengan piranti tambahan. Tak besar kelas piranti yang kami bawa, berkisar antara 25-40 lbs (setara 12.5 hingga 20an kg). Lebih dari cukup untuk memancing ikan-ikan demersal di laut dangkal seperti di perairan Bangka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rumpon ini adalah rumpon milik pemancing, pemancing yang sibuk pula sehingga jarang dipancingi, maka populasi ikannya luar biasa. Beda jauh dengan rumpon-rumpon kakap merah di Jakarta yang hampir tiap minggu dipancingi. Tak perlu waktu lama bagi kami untuk mendapatkan strike. Bahkan strike terus terjadi tanpa henti hingga saat kami memutuskan pindah lokasi. Dan size ikannya cukup menarik. Memang yang dominan adalah ikan-ikan dengan ukuran 7 ons hingga 1 kg. hanya beberapa saja ikan kakap merah kategori jumbo yang berhasil kami naikkan. Ada yang 6 kg, 7 kg dan bahkan beratnya mencapai 8 kg. Harusnya jumlah kakap merah jumbo yang kami dapatkan bisa lebih jika tali kami tidak sering putus. Kakap merah hidup dalam kawanan. Jika ada yang spooky karena lolos dari pancingan kita, dia biasanya pergi dari rumpon dengan diikuti oleh kawanannya. Apalagi jika yang putus adalah ikan kakap merah yang jumbo. Dijamin hingga cucunya pun akan ikut pergi mengungsi dengan sang kakek tercinta. Namun rumpon pertama ini memuaskan hasilnya. Tanda bahwa rumpon ini memang benar-benar terjaga baik dan jarang dipancingi. Dari rumpon pertama ini kami sempat berkeliling ke beberapa rumpon lainnya dengan hasil yang menggembirakan. Sayangnya sekitar pukul 5 sore cuaca di laut menjadi kurang bersahabat sehingga kami memutuskan untuk pulang ke darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lolos dari Badai, Tetapi Mesin Kapal Jatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Laut memang misteri. Di areal yang lain begitu cerah tetapi di sisi lain bisa sangat berbeda, mendung pekat hujan dan angin kencang. Dan cuaca yang kurang bersahabat ini persis ada di depan kami, di arah pulang menuju Sungai Liat. Tak ada pilihan, kami menerjang badai ini dengan kecepatan penuh. Mesin kapal yang memang besar ini di gas penuh oleh kapten agar kami cepat sampai. Hati kami tidak khawatir sedikitpun karena secara umum sebenarnya kondisi laut saat itu sebenarnya masih cukup bersahabat. Ombak juga tidak besar-besar amat, jauh lah dibandingkan dengan Laut Selatan misalnya yang meski tenang pun ombak dan gelombang bisa lima kali lipat dari tinggi ombak di Bangka ini. Jadi pikiran kami hanya lah tentang basecamp yang sudah menanti dan syukur pada hasil mancing hari ini yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-75tjnTvm8dg/TdP_IVQB_MI/AAAAAAAAE2s/NdzzhzaJ57M/s1600/cari%2Bbantuan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-75tjnTvm8dg/TdP_IVQB_MI/AAAAAAAAE2s/NdzzhzaJ57M/s200/cari%2Bbantuan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608106479614819522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-OjGGXeFiVKU/TdP_IhulJnI/AAAAAAAAE20/i6yyMHaqfCc/s1600/chopper%2Bdatang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-OjGGXeFiVKU/TdP_IhulJnI/AAAAAAAAE20/i6yyMHaqfCc/s200/chopper%2Bdatang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608106482964178546" /&gt;&lt;/a&gt;Tetapi tiba-tiba semua buyar. Persis beberapa menit selepas menerjang badai tiba-tiba kapal seperti ‘mengerang’ dan sedikit oleng, untungnya kapal tidak terbalik. Lalu kapal diam tak melaju lagi, hanya bergerak diayun oleh ombak. Ternyata mesin kapal utama sudah jatuh ke laut dan mengakibatkan bagian belakang speed boat fiber ini pecah. Diam sesaat, semua masih tenang. Tetapi kapten kapal tiba-tiba panik,”Mesin jatuh! Kapal bocor, air masuk!”. Kapten kapal yang seharusnya paling tenang karena paling mengenal laut Bangka dan kapal malah sangat panik. Kami jadi ikut-ikutan panik apalagi petang sebentar lagi menjelang. Hanyut! Bermalam di laut! Adakah yang akan menolong kami? Tahu posisi kami? Adakah yang akan menemukan kami? Sementara kapal bocor dan mulai masuk air?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panik langsung menyebar ke semua penumpang kapal seperti bensin yang tersulut api. Ribut dan gelisah. Semua penumpang kapal pindah ke bagian haluan untuk menjaga keseimbangan, karena kalau semua berdiri di belakang kapal, kapal menjadi berat belakang dan membuat ai semakin deras masuk. Hanya kapten dan abk saja yang berkutat di buritan menguras air dan mencoba membereskan bagian-bagian yang rusak. Pelan namun pasti, air mulai masuk ke bagian depan kapal. Aliran air ini tidak terlihat karena air masuk lewat ‘kolong’ kapal. Arfane, kameraman kami pun berinisiatif menguras air dengan ember dibantu Pak Ming. Cepy mulai mengibarkan bendera di serokan ikan mencari bantuan pada sebuah kapal nelayan yang jauhnya mungkin sekitar 2 mil dari kami. Sia-sia, kami tidak terlihat sedang mencari bantuan pasti oleh kapal nelayan ini. Panik, gelisah, dan ribut semakin menjadi. Emosi mulai ikut campur membuat suasana di atas kapal menjadi panas. Semua khawatir dan mulai mencari pelampung (lifevest).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya pelampung di kapal ini tidak cukup untuk semua orang. Hanya ada beberapa lifevest itupun entah pelampung dari jaman kapan. Pelampung kami (pelampung MMT7) sialnya kemarin ditahan tidak boleh masuk bagasi oleh sebuah maskapai (ini aneh dan baru sekali terjadi) di Terminal 1B Bandara Soetta. Jadi kami semakin gelisah. Ah! Ada-ada saja! Shiiiit! Teman-teman yang lain terus mengibarkan bendera yang diikatkan di serokan dan saya terus merekam gambar karena Arfane juga menguras air. Celaka!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya kami hanyut ke areal yang ada sinyal selular. Kapal nelayan yang paling dekat dengan kami juga akhirnya menyadari kondisi darurat kami dan mendekat ke kami. Lega. Kami semua langsung menelpon sana-sini mengabarkan keadaan darurat ini. Kami menelepon ke kantor di Jakarta agar disampaikan ke pihak-pihak terkait di Bangka dan Pak Sian menelepon ke Polda Bangka. Kru Pak Sian yang di darat juga berhasil dihubungi dan disuruh meluncur ke lokasi dengan speedboat yang standby di Sungai Liat. GPS sangat penting pada kondisi ini karena kami bisa segera mengabarkan koordinat kami ke pihak yang akan mencari kami. Tenang. Meski harus menunggu setidaknya kondisi yang kami alami sudah diketahui pihak lain di luar sana. Kami tinggal menunggu ‘jemputan’ datang sambil geleng-geleng kepala. Ada-ada saja… Huuuuuffffh hampir saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-XXiRq5bkxhM/TdP_I9HjlWI/AAAAAAAAE28/1tbAZmKsAeA/s1600/disambut%2Blantamal.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XXiRq5bkxhM/TdP_I9HjlWI/AAAAAAAAE28/1tbAZmKsAeA/s200/disambut%2Blantamal.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608106490316690786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Xgk1GrVGpoc/TdP_JAVA3kI/AAAAAAAAE3E/qz47P7JRA0c/s1600/berita%2Bdi%2Bkoran%2Blokal2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Xgk1GrVGpoc/TdP_JAVA3kI/AAAAAAAAE3E/qz47P7JRA0c/s200/berita%2Bdi%2Bkoran%2Blokal2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608106491178442306" /&gt;&lt;/a&gt;‘Jemputan’ akhirnya datang. Tidak tanggung-tanggung, dua buah speedboat dan satu helicopter dari Polda Bangka. Pihak AL urung mengirimkan kapal pencari karena sudah diberi tahu bahwa keadaan kami sudah terkendali. Kami lalu pindah kapal dan kapal kami yang pecah ditarik oleh kapal lain. Helikopter Polda Bangka kembali ke darat. Kami lalu melaju ke Sungai Liat dengan speedboat ‘jemputan’ milik Pak Sian. Di marina sudah banyak yang menunggu. Danlantamal Bangka beserta staff, teman-teman Paradiso Trans7 yang kebetulan sedang liputan di Bangka, dan lain-lain. Kami bersyukur bisa kembali pulang. Tetapi jujur saja sebenarnya malu karena mengalami kejadian ini dan apalagi merepotkan banyak pihak. Twitter dan Facebook sudah ribut dengan kejadian yang kami alami. Dan esok harinya Koran-koran Bangka memuat kejadian ini di headline. Alamaaaak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi siapa yang bisa menolak bencana jika itu sudah kehendak-Nya? Hikmah nya lah yang harus diambil, direnungkan dan dicamkan agar jangan sampai terulang lagi. Terimakasih kepada semua pihak yang telah begitu cepat merespon keadaan darurat yang kami kirimkan; Polda Bangka, Lantamal Bangka, dan lain-lain. Terimakasih kepada semua bos di kantor, rekan kerja, dan begitu banyak sahabat yang langsung merespon SOS dari kami. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang baik kepada kami atau kepada semua sahabat Mancing Mania yang lain! Salam strike!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;**Setelah insiden hari pertama di Bangka ini kami masih turun lagi sebanyak tiga kali ke perairan Bangka untuk menyelesaikan pengambilan gambar. Episode perairan Bangka akhirnya ditayangkan di Mancing Mania Trans|7 pada tanggal 15 Mei 2011. Salam!**&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Keterangan foto (berurutan dari atas ke bawah): 1). Sempat bertemu kawan lama jaman kuliah di Bandung dulu. Sorry guys hanya singgah sebentar. 2). Marina Batavia Bangka Beach Resort. 3). Menu dinner pertama yang menggugah selera. 4). Liza dan Gagah, kru program Paradiso Trans 7 yang nimbrung mancing di hari ketiga. 5). Bugi dan Arfane, kameraman MMT7 dan kameraman Paradiso. 6-8). Lady angler Liza in action. 9). Kakap merah jumbo rumpon berjarak 23 mil dari Sungai Liat. 10). Cepy dan kakap merah jumbo nya. 11). Cepy dan Pak Sian, pemancing yang mengajak kami mancing ke Bangka. 12-14). Badai, mencari bantuan setelah insiden, lalu chopper Polda Bangka pun datang. 15). Di darat kembali disambut oleh kawan-kawan Paradiso dan Dan Lantamal Bangka. 16). Headline Bangka Pos tanggal 19 April 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-5830305633764467512?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/5830305633764467512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=5830305633764467512' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/5830305633764467512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/5830305633764467512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/05/bersyukur-karena-lolos-dari-petaka-di.html' title='(Bersyukur) Karena Lolos Dari Petaka di Perairan Bangka'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zMwhz_44mjU/TdP9cN5lnkI/AAAAAAAAE1M/r1noykc4c1Y/s72-c/meet%2Bold%2Bfriends.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-3382776979688319652</id><published>2011-05-18T23:06:00.013+07:00</published><updated>2011-05-19T00:36:06.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikan beunteur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cianjur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikan nila'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><title type='text'>Menikmati Keramahan Pedesaan dan Pemangsa Licin Cianjur</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Catatan trip freshwater ke Cianjur pada bulan Februari yang karena kesibukan menjadi ‘abk’ baru bisa dikisahkan dan diposting sekarang…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-JNmD0Zx2wGc/TdPznjkk7LI/AAAAAAAAEzM/XqSYfRrVJlg/s1600/nusa%2Bdua%2Blalawak.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JNmD0Zx2wGc/TdPznjkk7LI/AAAAAAAAEzM/XqSYfRrVJlg/s200/nusa%2Bdua%2Blalawak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608093821895503026" /&gt;&lt;/a&gt;Saya merasa terberkati bahwa saya selalu diberi kesempatan oleh Tuhan untuk tidak terlalu jauh dari alam dan alam pedesaan. Menghirup udara segar bebas polusi, membasuh muka di segarnya air pancuran, dan menyegarkan mata dengan hamparan hijau persawahan dan barisan pegunungan. Syukur tak henti-henti terucap dari dalam batin saat berada di tempat seperti ini. Kota Jakarta yang begitu bising dan penuh dengan tekanan sejenak terlupakan berganti dengan sebuah ketenangan sederhana namun sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-S_lGrz6hu4g/TdPznvTEuEI/AAAAAAAAEzU/sCTyq3m3DkE/s1600/lokasi%2Bsawah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-S_lGrz6hu4g/TdPznvTEuEI/AAAAAAAAEzU/sCTyq3m3DkE/s200/lokasi%2Bsawah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608093825043314754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7DutzLkqIcM/TdPzn1Sm4TI/AAAAAAAAEzc/wEcUTehPriE/s1600/anak-anak%2Bjuga.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7DutzLkqIcM/TdPzn1Sm4TI/AAAAAAAAEzc/wEcUTehPriE/s200/anak-anak%2Bjuga.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608093826651971890" /&gt;&lt;/a&gt;Cianjur, kota kecil di Jawa Barat yang kini tidak lagi terlalu ramai sejak jalur transportasi antara Jakarta-Bandung ‘dipindahkan’ ke Tol Cipularang menjadi tujuan kami untuk kesekian kalinya. Kota kecil yang membuat rindu siapa saja yang ingin menghilangkan penat dengan sebuah pengalaman memancing dalam kesederhanaan. Telah beberapa kali kami datang ke kota ini untuk menguak bagaimana komunitas pemancing di kota kecil ini dalam menyalurkan hobinya. Dulu sekali Mancing Mania Trans 7 (MMT7) pernah membuat tayangan tentang teknik mancing ikan beunteur (wader), lalu tentang mancing ikan-ikan air tawar seperti mujaer di Waduk Cirata. Kini MMT7 (saya, Cepy, Arfane, Bang Lay) datang untuk pemangsa yang licin yang disebut belut. Meski sebenarnya tak mudah hanya mengkhususkan target pada satu spesies saja karena kita tahu bahwa kondisi habitat spesies target pancingan di Pulau Jawa ini sudah tidak terlalu bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-n6UkwHCmH6U/TdP1PGS-nNI/AAAAAAAAE0U/rrF4ZCwfAT8/s1600/suting.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-n6UkwHCmH6U/TdP1PGS-nNI/AAAAAAAAE0U/rrF4ZCwfAT8/s200/suting.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608095600743455954" /&gt;&lt;/a&gt;Dan berbicara tentang mancing di Cianjur, kami selalu berharap pada keriangan dan ketulusan seorang pemancing bernama Asep (Kang Asep) untuk memandu kami berkeliling pinggiran kota Cianjur mencari target kami. Sudah beberapa kali Kang Asep berhasil ‘memuaskan’ kami dengan kesederhanaan dan ketulusannya membantu kami mendapatkan yang kami cari-cari di Cianjur. Seorang kepala keluarga muda yang begitu bersemangat, apalagi jika urusannya adalah mancing. Salut dengan keluarga Kang Asep ini, semuanya pemancing! Tak sulit baginya ‘kabur’ dengan kami karena istri tercintanya juga suka mancing. Jadi tak pernah urusan SIM mancing sulit dia dapatkan. Malah kalau tidak mancing sering ditanya,”Kog nggak mancing Kang?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-LFqjEoejZeI/TdPzoMRJr4I/AAAAAAAAEzk/x7hpSCPreW0/s1600/belut%2Bbesar.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LFqjEoejZeI/TdPzoMRJr4I/AAAAAAAAEzk/x7hpSCPreW0/s200/belut%2Bbesar.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608093832819879810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lhliGV8gER4/TdPzoMuqj8I/AAAAAAAAEzs/CgpygVGs2oU/s1600/ngaliwet%2B%25281%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lhliGV8gER4/TdPzoMuqj8I/AAAAAAAAEzs/CgpygVGs2oU/s200/ngaliwet%2B%25281%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608093832943669186" /&gt;&lt;/a&gt;Memancing belut atau istilah Sunda-nya ngurek adalah kegiatan sehari-hari yang masih banyak dilakukan oleh para penduduk pedesaan yang di daerahnya banyak terdapat persawahan. Dan Cianjur memiliki semua yang diperlukan untuk dijadikan habitat belut sebanyak apapun populasinya! Biasanya dilakukan oleh anak-anak dan orang-orang dewasa baik pemuda dan orang-orang tua saat senja hari. Tetapi hal ini seringnya dilakukan di sela-sela waktu bekerja di sawah atau usai bekerja di sawah. Hanya sebagian kecil saja yang memancing belut karena hobi. Belut dipancing oleh warga desa untuk dijadikan lauk-pauk karena rasanya yang memang sangat gurih! Jadi apakah Anda sudah pernah makan belut goreng atau belut bakar? Bersyukurlah pada Tuhan karena menciptakan pemangsa licin ini untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tentang Pemangsa Yang Licin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-iUPmbPoyW9c/TdP0d18IugI/AAAAAAAAE0E/iqD6HaORKiY/s1600/pete.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iUPmbPoyW9c/TdP0d18IugI/AAAAAAAAE0E/iqD6HaORKiY/s200/pete.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608094754539092482" /&gt;&lt;/a&gt;Belut atau di beberapa daerah disebut lindung atau adalah ikan spesies predator. Tepatnya ikan dari keluarga ikan mirip ular tanpa sisik (Synbranchidae). Konon ada 20-an jenis belut yang pernah teridentifikasi. Bersifat pantropis atau hidup di semua daerah tropis. Tak banyak yang mengetahui ini jika belut adalah ikan pemangsa. Hidup di lubang di tanah yang gembur dekat air (selokan, sungai, parit, sawah, kolam, dan lain-lain) belut mudah kita jumpai saat musim penghujan. Dan konon puncak populasi belut adalah saat areal persawahan yang telah ditanami padi setidaknya telah mencapai tinggi sekitar 30-50 cm an. Jadi saat dimana air dan tanah yang gembur terdapat dimana-mana di pedesaan. Di luar saat seperti ini, belut harus kita cari ke dekat-dekat aliran air (sungai, klam, selokan, dan parit). Lubang belut ini biasanya berbeda dengan lubang kepiting ataupun lubang sarang ular. Lubang belut biasanya apik dan bersih. Sarang yang apik dan bersih ini tercipta karena belut selalu harus menongolkan kepalanya untuk mengambil oksigen dan atau menunggu mangsanya melintas di dekat lubangnya untuk disambar. Makanan belut beragam. Ada cacing tanah, ikan kecil, serangga, udang sungai, dan juga kepiting kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-LJQVShOu650/TdP0dsSO6AI/AAAAAAAAEz0/NRN4G-NFWJM/s1600/tim%2Binti.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-LJQVShOu650/TdP0dsSO6AI/AAAAAAAAEz0/NRN4G-NFWJM/s200/tim%2Binti.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608094751947417602" /&gt;&lt;/a&gt;Meski tak mudah menjumpai belut sepanjang tahun, namun jika saya ingat, populasi belut ini sebenarnya dimana-mana termasuk stabil alias selalu bisa didapatkan saat musim penghujan tiba. Ini dikarenakan belut tak seperti ikan-ikan di sungai misalnya yang mudah ditangkap dengan pancing ataupun jaring dan atau ditangkap dengan setrum dan racun. Belut, meski ada juga yang menangkap dengan setrum, tak banyak dilakukan orang karena jujur saja mencari lubang belut juga perlu kesabaran ekstra. Jadi belut tidak termasuk target yang populer di kalangan pemancing dan atau perusak ekosistem perairan kita. Hehe. Cara mancingnya sebenarnya cukup mudah. Kita hanya perlu senar nylon yang agak kaku dengan panjang antara 50 cm - 1 meter, biasanya dipilin dan terdiri dari dua senar agar mudah digerak-gerakkan. Lalu di ujungnya adalah mata pancing kecil dengan tangkai panjang (long shank). Umpan seperti telah disebut di atas bisa kepiting kecil, cacing tanah, ikan kecil, dan lain-lain. Umpan lalu kita masukkan ke lubang belut dengan memutar-mutar senar agar masuk semakin dalam di tiap putarannya. Dan jika ada ‘barang’ di dalamnya, biasanya akan disambar yang ditandai dengan sentakan di tali kita. Jika sudah begini kita tinggal menarik pelan-pelan senar kita ke atas. Perlu keahlian tersendiri karena belut punya cara menahan diri di dalam sarangnya yang biasanya berkelok dengan menggeliatkan badannya. Jika kita tidak sabar biasanya pancing kita yang kecil akan bengkok dan atau mulut belut akan sobek. Tapi tenang, untuk teknik mancing unik yang perlu kesabaran ini kita akan diganjar dengan kenikmatan jika berhasil mendapatkan belut-belut tersebut. Bukan, bukan karena licinnya tubuh belut ini, tetapi pada kelezatan dagingnya saat nanti kita goreng atau kita masak. Saya belum pernah melakukan catch and release untuk spesies belut ini. Harap maklum. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-J3CLZ7psZco/TdP1PXxQleI/AAAAAAAAE0c/iN4Ub2rj88k/s1600/suting%2Bsungai.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-J3CLZ7psZco/TdP1PXxQleI/AAAAAAAAE0c/iN4Ub2rj88k/s200/suting%2Bsungai.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608095605433865698" /&gt;&lt;/a&gt;Tak kurang  tiga hari penuh kami berkeliling persawahan dan kolam-kolam di pinggiran kota Cianjur demi mendapatkan belut-belut dalam jumlah banyak dengan size yang bagus. Kami cukup terhibur di setiap desa yang kami datangi begitu banyak warga dan anak-anak kecil menyambut kamid engan antusias. Bantuan mencari lokasi dan menemani mancing datang tanpa diminta. Pemilik kolam merelakkan kolamnya kami obok-obok tanpa marah. Dan para petani pemilik kelapa selalu menawarkan kelapa muda-nya dengan ramah. Sayangnya saya tak bisa lagi menikmatinya (kelapa muda) karena ada yang bilang konon air kelapa muda bisa membangunkan penyakit malaria yang tidur di liver saya.  Puas ‘bermain’ dengan pemangsa yang licin ini, kami pun mengalihkan target kami pada ikan-ikan sungai.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Memaksimalkan Waktu Dengan Sensasi Mancing Yang Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DBZsmATDyr4/TdP1P_juO8I/AAAAAAAAE0s/NT7xg7MUUGI/s1600/naik%2Bsampan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DBZsmATDyr4/TdP1P_juO8I/AAAAAAAAE0s/NT7xg7MUUGI/s200/naik%2Bsampan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608095616114506690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-HoLtOhTqa10/TdP1PvZqXFI/AAAAAAAAE0k/7pOiVW2GURU/s1600/nila%2Bmasbro.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-HoLtOhTqa10/TdP1PvZqXFI/AAAAAAAAE0k/7pOiVW2GURU/s200/nila%2Bmasbro.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608095611777342546" /&gt;&lt;/a&gt;Sungai Cisokan menjadi tujuan kami pada hari ke empat. Di sungai ini kami pernah berhasil memancing ikan patin jumbo dalam jumlah lumayan beberapa bulan sebelumnya. Anda bisa membaca di………. Namun waktu itu adalah puncak musim hujan saat debit air sungai sedang tinggi-tingginya. Februari air sungai turun drastis karena curah hujan yang berkurang. Jadi kami tidak terlalu berharap pada ikan patin jumbo tetapi lebih ralistis dengan mengalihkan target pada ikan-ikan lain yang masih mungkin. Meski sulit, di sungai ini masih dihuni spesies asli Indonesia seperti ikan hampala, ikan Gerang (semacam ikan keting), ikan lalawak dan ikan gengehek. Mudah juga dijumpai ikan mujaer dan ikan-ikan non Indonesia yang bocor dari keramba petani ikan di Waduk Cirata. Buktinya saya sempat strike ikan sapu-sapu disini. Juga ikan mujaer dan nila. Dan kami lagi-lagi terberkati. Beberapa spesies menarik berhasil kami dapatkan utamanya ikan hampala dan ikan lalawak (keluarga ikan tawes).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dxsuD2551Jo/TdP2GTGGsUI/AAAAAAAAE08/8A5hfbaebUI/s1600/nusa%2Bdua.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dxsuD2551Jo/TdP2GTGGsUI/AAAAAAAAE08/8A5hfbaebUI/s200/nusa%2Bdua.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608096549071925570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-1CEq-GvkMcw/TdP1QKgVE2I/AAAAAAAAE00/TLKiEthu-P8/s1600/hampala.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1CEq-GvkMcw/TdP1QKgVE2I/AAAAAAAAE00/TLKiEthu-P8/s200/hampala.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608095619053065058" /&gt;&lt;/a&gt;Dan secara pribadi, memancing di Sungai Cisokan (letaknya di daerah Ciranjang) saat debit air turun ternyata lebih asyik dibandingkan saat air sedang tinggi-tingginya. Karena kita bisa dengan mudah menandai areal dimana ikan bermain dengan melihat arus sungai. Ikan-ikan seperti hampala dan lalawak tidak akan berada di arus. Hampala cenderung di pinggir atau di dekat struktur seperti tonggak kayu atau bebatuan di pinggiran. Sedangkan lalawak berada persis di tepian arus karena dia memiliki sifat menunggu makanan yang hanyut. Jadi dengan yakin kami tak perlu membuang umpan ke lokasi yang jelas-jelas kecil kemungkinannya terdapat ikannya. Banyak lagi sebenarnya kisah tentang freshwater fishing di Cianjur ini. Namun karena ini dituliskan hampir tiga bulan setelah trip usai dilakukan karena berbagai kesibukan yang mendera, kiranya dicukupkan disini saja, biarlah foto-foto yang berbicara. Any question? Feel free to drop me an email. Warm regards!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Foto #1: Ikan lalawak dari Nusa Dua, Cianjur. Foto #2-#3: Lokasi kami ngurek belut. Foto #4: Arfane sibuk mendokumentasikan gambar. Foto #5: Belut perolehan seorang warga. Foto #6: Liwet Cianjur tiada lawan. Sungguh! Foto #7: Pete!!!! Mantaaaab!!! Foto #8: Kami berfoto dengan anak-anak Cianjur yang selalu mengerubungi kami. Kang Asep adalah ‘kakak’-nya anak-anak ini. Foto #9: Di tepi Sungai Cisokan. Foto #10: Menyeberang dengan sampan di Cisokan. Foto #11: Nila masbro! Foto #12: Di Nusa Dua sesaat sebelum mancing. Foto #13: Ikan hampala perolehan Cepy di Sungai Cisokan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-3382776979688319652?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/3382776979688319652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=3382776979688319652' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/3382776979688319652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/3382776979688319652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/05/menikmati-keramahan-pedesaan-dan.html' title='Menikmati Keramahan Pedesaan dan Pemangsa Licin Cianjur'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JNmD0Zx2wGc/TdPznjkk7LI/AAAAAAAAEzM/XqSYfRrVJlg/s72-c/nusa%2Bdua%2Blalawak.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-817155911620182196</id><published>2011-01-26T15:25:00.011+07:00</published><updated>2011-02-25T13:38:11.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dudit widodo'/><title type='text'>'Kapten' Dudit Widodo Hooked Up Samson Fish Australia</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;# Seperti dikisahkan oleh ‘Kapten’ Mancing Mania Trans|7, Dudit Widodo.&lt;br /&gt;# Tulisan ini adalah kisah yang kepentingan utamanya sebenarnya dipersiapkan untuk mengisi rubrik Mancing Mania Trans|7 di Tabloid Berita Mancing edisi 10 Februari 2011.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bUJhmYtI/AAAAAAAAEwY/owjcPhpBz7U/s1600/Dudit%2BWidodo%2Bdengan%2Bsamson%2Bfish%2BAustralia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bUJhmYtI/AAAAAAAAEwY/owjcPhpBz7U/s200/Dudit%2BWidodo%2Bdengan%2Bsamson%2Bfish%2BAustralia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566408803653935826" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam beberapa trip memancing yang saya lakukan di berbagai pelosok negeri bersama Tim Mancing Mania Trans|7, saya berjumpa dengan banyak pemancing dengan berbagai latar belakang dan pengalaman mancing yang berbeda. Berkumpul dengan mereka adalah saat tepat untuk saling bertukar informasi, saling berbagi ilmu, dan cerita seru. Berbagai kisah menarik yang diceritakan selalu membuat kita rindu untuk kembali segera pergi memancing! Salah satu yang menggelitik hati saya adalah kisah tentang sensasi strike ikan samson dan ikan kingfish yang dikisahkan oleh para pemancing yang pernah pergi ke Australia. Saya pernah pergi memancing ke Australia sebelumnya namun belum pernah berhasil hooked up ikan samson dan ikan kingfish ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TUd-aEiIM8I/AAAAAAAAEww/1rx6UXvzRiw/s1600/all%2Bkingie.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TUd-aEiIM8I/AAAAAAAAEww/1rx6UXvzRiw/s200/all%2Bkingie.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568558450625491906" /&gt;&lt;/a&gt;Ikan samson dan kingfish adalah ikan dalam famili Carangidae dengan genus Seriola. Nama Latin ikan samson adalah Seriola hippos, sedangkan ikan kingfish nama Latinnya adalah Seriola lalandi. Keduanya tidak terdapat di perairan Indonesia. Jenis yang ada di negeri kita adalah ikan amberjack atau Seriola dumerili. Dari semua jenis ikan dalam keluarga Seriola ini, samson fish dan kingfish adalah ikan dengan kemampuan fight yang sangat kuat. Terutama ikan samson, ikan ini adalah salah satu ikan paling prestisius yang paling ingin dipancing oleh para sportfisherman di dunia. Hidup di perairan dengan kedalaman sekitar 70-90an meter, ikan samson bisa mencapai berat up 50 kg dengan panjang hingga 1.8 meter. Di Australia ikan samson dan kingfish tersebar di bagian barat dan terutama di Negara Bagian Queensland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kembali ke Australia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bToZjZUI/AAAAAAAAEwA/tMHLWf4CgtM/s1600/Berbarengan%2Bmengangkat%2Bkingfish%2B%2528Kiri-kanan%2BDaryl%252C%2BBayu%252C%2BDudit%2BWidodo%252C%2BLuminto%252C%2BToni%252C%2BSherly%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bToZjZUI/AAAAAAAAEwA/tMHLWf4CgtM/s200/Berbarengan%2Bmengangkat%2Bkingfish%2B%2528Kiri-kanan%2BDaryl%252C%2BBayu%252C%2BDudit%2BWidodo%252C%2BLuminto%252C%2BToni%252C%2BSherly%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566408794761815362" /&gt;&lt;/a&gt;Tak saya duga, tiba-tiba ada ajakan dari Tim Cardinal Bandung (Toni, Luminto, dan Sherly – anak Toni) yang mengajak saya untuk ikut pergi memancing ke Australia dengan target utama kingfish dan ikan samson. Tanpa berfikir dua kali saya pun mengiyakan. Ikut menemani saya dari Tim Mancing Mania Trans|7 adalah Bayu Noer dan Denis Polapa. Pada pertengahan Desember kami pun berangkat menuju Negara Bagian Queensland dengan tujuan utama kota Gold Coast, sebuah kota wisata yang harus kami tempuh dengan tujuh jam penerbangan dari Jakarta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TUd-aJcB-AI/AAAAAAAAEw4/T7eam5MrmXo/s1600/sailing%2Bover%2Bgold%2Bcoast%2Bocean.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TUd-aJcB-AI/AAAAAAAAEw4/T7eam5MrmXo/s200/sailing%2Bover%2Bgold%2Bcoast%2Bocean.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568558451942094850" /&gt;&lt;/a&gt;Keesokan harinya kami pun sudah berada di South Port untuk berangkat menuju lokasi mancing. Jujur, saat berada di South Port ini saya begitu kagum dengan pemandangan dunia mancing yang saya lihat. Dermaga yang begitu bagus, puluhan dan mungkin ratusan kapal mancing mewah berjajar rapi, laut yang begitu bersih, dan para pemancing yang lalu-lalang dengan wajah-wajah ceria. Tidak hanya infrastruktur dunia mancing yang begitu mapan dan lengkap. Di sini juga terdapat regulasi mancing yang dipatuhi oleh semua pihak demi kemajuan, kenyamanan, dan masa depan sportfishing itu sendiri. Di sini setiap pemancing harus memiliki SIM. Ada bag limit (jumlah maksimal ikan yang boleh dibawa) yang harus dipatuhi, ada size minimal yang boleh diangkat/dibawa pulang, dan lain sebagainya. Berbeda sekali dengan keadaan di negeri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bUULetcI/AAAAAAAAEwg/GJbzSjsO9Es/s1600/Luminto%2Bdan%2Bskipper%2BRob%2BDoherty.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bUULetcI/AAAAAAAAEwg/GJbzSjsO9Es/s200/Luminto%2Bdan%2Bskipper%2BRob%2BDoherty.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566408806513948098" /&gt;&lt;/a&gt;Namun saya tak mau terhanyut dalam suasana perbandingan yang begitu njomplang tersebut. Kami harus segera berangkat. Selama di Queensland ini kami menggunakan jasa fishing operator Sea Probe yang dioperasikan oleh Gavin dan Robert. Operator mancing terkenal di Gold Coast. Kapal yang digunakan adalah kapal Blackwatch dengan panjang sekitar sebelas meter dan mampu melaju hingga 28 knot! Jadi jangan berharap dalam perjalanan kita bisa menunggu sambil tidur seperti di Indonesia karena tak perlu waktu lama untuk sampai di lokasi mancing. Sebelum memancing di spot ikan samson dan kingfish, kami harus berhenti dahulu di spot ikan umpan sekitar 8 mil dari South Port untuk mencari ikan-ikan umpan yakni ikan tailor. Benar, kami akan menggunakan umpan-umpan hidup ini untuk memancing dengan teknik dasaran (bottom fishing) dengan umpan hidup (live bait). Caranya umpan hidup diturunkan ke kedalaman tertentu dengan rangkaian pancing yang telah diberi timah pemberat. Meski ikan samson dan kingfish bisa di-jigging, kami tidak mengambil opsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kingfish, Kingie, Hoodlum, Yellowtail, atau Bandit!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari lokasi ikan umpan spot ikan samson dan kingfish kira-kira berjarak 24 mil. Kami memancing dengan cara drifting. Jadi kapal tidak dijangkar di atas spot melainkan dibiarkan hanyut. Caranya kapal diposisikan lebih dahulu di kepala aurs lalu dibiarkan berhanyut ‘menyapu’ areal mancing. Selama berhanyut inilah umpan-umpan kami turunkan ke kedalaman 70 hingga 90 meteran. Dan memang Australia luar biasa! Strike dari ikan kingfish kami dapatkan terus menerus tanpa henti. Jika di negeri kita double strike itu sudah termasuk istimewa, di sini triple dan bahkan quarto strike itu biasa. Saya sampai tidak ingat berapa banyak kami berhasil strike. Saya, Bayu, Toni, Luminto, dan Sherly sampai capek fight dengan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru yang menjadi perhatian penting kami selama ‘pesta’ strike kingfish ini adalah bagaimana memilah mana ikan yang menurut peraturan mancing disini boleh dibawa pulang dan mana yang harus dilepaskan kembali ke laut. Di Queensland, ukuran minimal ikan kingfish yang boleh diangkat 65 cm. Dan setiap pemancing hanya boleh membawa pulang ikan maksimal 5 ekor saja. Jika kita melanggar aturan ini, sanksi berupa denda dan hukuman lain harus siap kita terima. Jangan berharap ada keringanan atau cara lain untuk mengakali peraturan di negeri yang menjunjung supremasi hukum dalam artian sebenarnya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bTwvo93I/AAAAAAAAEwQ/SIP9q4WIPcQ/s1600/Denis%2Bmejeng%2Bdengan%2Bteman-teman%2Bsekampung%252C%2BGavin%2B%2528Kapten%2BSea%2BProbe%2529%2Bdan%2BRobert.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bTwvo93I/AAAAAAAAEwQ/SIP9q4WIPcQ/s200/Denis%2Bmejeng%2Bdengan%2Bteman-teman%2Bsekampung%252C%2BGavin%2B%2528Kapten%2BSea%2BProbe%2529%2Bdan%2BRobert.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566408797001938802" /&gt;&lt;/a&gt;Saya sangat terkesan dengan kekuatan ikan-ikan kingfish tersebut. Jika sudah hooked up, ikan ini akan terus melawan dengan gigih bahkan hingga saat berada di dekat kapal tanpa mengalami dekompresi sedikitpun! Bandingkan dengan ikan-ikan lain yang hidup di kedalaman serupa, rata-rata mereka langsung dekompresi saat sudah berada di permukaan. Itupun kemampuan fightnya hanya beberapa menit awal saja. Tetapi tidak dengan kingfish. Ikan ini tetap full power meski sudah naik ke permukaan air. Bahkan menurut saya perlawanan ikan ini cenderung brutal saking kuatnya. Luar biasa! Kata kapten kapal, Gavin kingfish begitu tangguh seperti itu karena memiliki jantung yang besar. Ikan ini juga sangat cantik, warna kuning dan putih di tubuhnya begitu cantik. Ikan ini bisa tumbuh sepanjang 2 meter dengan berat up 50 kg. namun ukuran yang kami dapatkan rata-rata antara 10-15 kg saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhirnya Samson Fish Australia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memancing di Australia, apalagi melalui operator mancing seperti Sea Probe ini, adalah memancing dalam kenyamanan dan keharusan-keharusan yang semestinya. Ini juga menjadi perhatian saya. Bagaimana para pemancing dan pecinta laut dari seluruh penjuru dunia tidak ingin memancing di Australia misalnya jika para fishing operator seperti Gevin dan Robert ini begitu mahir, begitu entertain, dan begitu memahami mancing, ikan dan lautnya? Ditambah dengan laut Australia yang begitu bersih, indah dan sangat terjaga kelestariannya? Andai apa yang kami alami di Australia ini ada di Indonesia? Masalah keamanan juga menjadi prioritas utama pihak-pihak terkait di Australia. Misalnya saat berada di laut, kapten kapal selalu berkoordinasi dengan petugas penjaga pantai yang piket di darat. Jadi keamanan semua yang dilaut benar-benar dipantau dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bT5WVRKI/AAAAAAAAEwI/7seGahwHdYg/s1600/Daryl%2Bdengan%2Bikan%2Bmahi-mahi%2Bhasil%2Btrolling.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bT5WVRKI/AAAAAAAAEwI/7seGahwHdYg/s200/Daryl%2Bdengan%2Bikan%2Bmahi-mahi%2Bhasil%2Btrolling.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566408799311709346" /&gt;&lt;/a&gt;Namun meski kami begitu kami masih penasaran untuk mendapatkan strike dari ikan kingfish dan terutama mendapatkan strike dari ikan idaman para pemancing kelas dunia, samson fish! Maka pada hari kedua saat kami dibawa oleh Sea Probe menuju spot yang baru, saya berharap kami dapat menaikkan ikan samson. Selama perjalanan menuju kami iseng untuk menurunkan trolingan. Dan hasilnya adalah beberapa ikan lemadang atau dolphinfish. Ikan yang juga disebut mahi-mahi ini cukup menghibur kami selama perjalanan menuju ke lokasi mancing. Apalagi pada hari ini Daryl, saudara Toni dari Melbourne ikut bergabung. Suasana menjadi semakin ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpan ikan tailor kembali menjadi andalan kami di spot baru ini. Dibandingkan dengan spot pada hari pertama, frekuensi strike ikan di lokasi ini tidak sehebat di spot pertama. Namun harapan untuk mendapatkan big strike dari big fish di lokasi ini lebih besar. Spesies-spesies khas Australia berukuran kecil menjadi perolehan kami di awal-awal mancing. Ada flathead dan mackerel tuna, dan lain-lain. Menjelang sore, saya seperti mendapatkan feeling bahwa pada saat inilah saya mungkin bisa mendapatkan strike dari ikan besar. Saya lalu memasang umpan ikan tailor berukuran besar dan juga telah siap dengan sabuk gimbal di pinggang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_b9KCCILI/AAAAAAAAEwo/hKSDHGM6QnA/s1600/Toni%2Bdan%2BGavin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_b9KCCILI/AAAAAAAAEwo/hKSDHGM6QnA/s200/Toni%2Bdan%2BGavin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566409508164608178" /&gt;&lt;/a&gt;Tiba-tiba joran saya melengkung tajam. Tarikan ikan sangat kuat, bahkan dua kali lebih kuat dibandingkan tarikan ikan kingfish. Dan saya harus berjibaku ekstra keras agar ikan bisa dinaikkan. Untungnya piranti mancing yang saya gunakan tidak terlalu kecil sehingga saya tak khawatir akan ada kekecewaan akibat piranti yang kurang tepat. Sabuk gimbal yang telah saya pasang sebelumnya sangat membantu saya meladeni perlawanan ikan. Saat bertarung saya masih belum tahu ikan apa yang menyambar ikan saya namun feeling saya mengatakan ini bukan kingfish karena karakter fightnya sedikit berbeda. Pelan namun pasti akhirnya ikan berhasil saya naikkan, dan viola!, akhirnya saya berhasil mendapatkan samson fish Australia! Kapten Gavin langsung turun ke dek bawah saat melihat saya berhasil menaikkan ikan samson ini. Dia menyalami saya sambil mengucapkan selamat! Jarang-jarang ada yang bisa mendapatkan ikan samson di spot ini karena sebenarnya ini adalah spot ikan kingfish. Suasana saat itu benar-benar luar biasa, sulit saya lukiskan. Benar-benar mantab! Akhirnya samson fish Australia berhasil daya dapatkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Most pictures by DENIS POLAPA and Sea Probe crew. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Foto 1: Mas Dudit akhirnya berhasil mendapatkan samson fish Aussie. Foto 2: Ikan-ikan kingfish yang didapatkan. Foto 3: Foto bareng dengan ikan kingfish. Foto 4: Sailing over Gold Coast ocean. Foto 5: Mr. Luminto dan Gavin memegang ikan kingfish. Foto 6: Denis dengan 'rekan-rekan sekampung halaman'. What?! Foto 7: Darrel and dolpinfish.  Foto 8: Mr. Toni dan Gavin memegang ikan samson.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-817155911620182196?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/817155911620182196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=817155911620182196' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/817155911620182196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/817155911620182196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2011/01/dudit-widodo-hooked-up-samson-fish.html' title='&apos;Kapten&apos; Dudit Widodo Hooked Up Samson Fish Australia'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TT_bUJhmYtI/AAAAAAAAEwY/owjcPhpBz7U/s72-c/Dudit%2BWidodo%2Bdengan%2Bsamson%2Bfish%2BAustralia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-5712301882921019917</id><published>2010-12-10T13:18:00.025+07:00</published><updated>2011-01-16T17:57:38.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giant trevally'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popping'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dudit widodo'/><title type='text'>Burugahing 45 Kg Pulau Kambing dan Plasmodium Falciparum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHenj_YbI/AAAAAAAAEtU/Gu7gqO1rzx0/s1600/rudi%252Bmonster.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHenj_YbI/AAAAAAAAEtU/Gu7gqO1rzx0/s200/rudi%252Bmonster.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548935544727101874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHerAtFqI/AAAAAAAAEtc/Fh5Dp7iSx4I/s1600/kina.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHerAtFqI/AAAAAAAAEtc/Fh5Dp7iSx4I/s200/kina.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548935545652844194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHfF4edYI/AAAAAAAAEtk/Yp78vOUM2rE/s1600/lamalera%2Bbeach.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHfF4edYI/AAAAAAAAEtk/Yp78vOUM2rE/s200/lamalera%2Bbeach.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548935552866088322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hari ini sudah tiga minggu lebih berlalu sejak trip ke Pulau Kambing (16-23/11) usai kami lakukan. Salah seorang kru Mancing Mania Trans 7 (Cepy Yanwar) masih tergolek di sebuah RS akibat serangan penyakit malaria yang diderita usai tiba dari Pulau Kambing. Dan saya sendiri, baru dua hari lalu keluar dari rumah sakit usai melalui derita parah serangan plasmodium falciparum (penyebab Malaria tropika), penyakit malaria jenis paling mematikan yang bisa menyerang otak dan paling banyak menyebabkan kematian. Sangat mungkin saya tergigit nyamuk malaria ini saat berada di Pulau Kambing. Badan saya hari ini telah berangsur sembuh, namun kawan saya yang merupakan host baru MMT7 yakni Cepy Yanwar masih jauh dari kesembuhan. Telah dua kali saya menginjak Pulau Kambing, saya tahu ini adalah daerah endemik malaria, karenanya segala persiapan terbaik untuk mencegah kemungkinan terkena malaria juga kami lakukan. Namun itulah bencana, dia datang sesukanya tanpa kita ketahui. Dan dia tetap akan terjadi meski kita mempersiapkan sebaik mungkin karena memang harus terjadi. Saya hanya berdoa agar penyakit ini tidak kambuh lagi karena rasanya sungguh seperti sedang berada di ‘ujung’ perjalanan. Tulisan ini untuk dia dan mereka para sahabat kita yang sedang berusaha untuk kembali hadir berada di antara kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHf17B_yI/AAAAAAAAEt0/7cHdnXeSTQw/s1600/cepy%252Bdw.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHf17B_yI/AAAAAAAAEt0/7cHdnXeSTQw/s200/cepy%252Bdw.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548935565761707810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHfe_6WFI/AAAAAAAAEts/6JEvqhnI0jg/s1600/otw%2Bspot.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHfe_6WFI/AAAAAAAAEts/6JEvqhnI0jg/s200/otw%2Bspot.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548935559608162386" /&gt;&lt;/a&gt;Kami tiba di Pulau Kambing, pulau kecil di salah satu ujung Laut Sawu pada tanggal 17 November sore hari. Seperti biasa, jaur yang kami tempuh sangat panjang. Tanggal 15 kami masih berada di Waingapu (Sumba), sore hari kami terbang ke Kupang (Timor), lalu pada 16 siang kami terbang ke Maumere (Flores). Tanggal 17 pagi kami baru geser ke Larantuka dengan mobil, dan di sana sudah ada kawan-kawan kami orang-orang Pulau Kambing menunggu dengan sebuah kapal kayu tertambat di pojok dermaga,mereka di bawah komando Stanis. Panjang hampir 15 meter dengan lebar sekitar 1.5an meter. Saya selalu membayangkan bahwa momen pertemuan ini adalah scene sebuah film perjalanan yang heroik. Orang-orang Pulau Kambing ini merapat di sisi Pelabuhan Larantuka dalam diam, sebab Larantuka adalah ‘metropolitan’ sementara mereka berasal dari ‘ujung dunia’ yang jauh dan udik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ‘kapten’ MMT7 Dudit Widodo trip ke Pulau Kambing ini adalah kali ke-12 yang dia lakukan. Baginya ini sudah seperti pulang kampung saja rasanya. Bagi saya ini kedua kalinya. Bagi Cepy Yanwar pertama kalinya. Konon, hanya orang-orang keren yang pernah mancing ke Pulau Kambing jadi kami merasa sangat bahagia bisa kembali lagi ke Pulau Kambing dengan tujuan yang masih itu-itu juga. Popping GT monster! Hahahaha! Pulau Kambing menurut saya adalah ‘pusatnya GT monster nasional’. Di sini sangat jarang terjadi kita mendapatkan strike dari ikan GT berukuran kecil. Jika ingin berburu ikan-ikan GT monster disinilah tempatnya. Dan bahkan jujur saja, untuk size GT, Pulau Sumba mungkin kalah jauh dibandingkan dengan Pulau Kambing. Sumba menang jumlah strike, tetapi tidak secara size. Tetapi memang tak mudah untuk menemui Pulau Kambing ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Misi Khusus Membaptis Host Baru MMT7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI1Z1UygI/AAAAAAAAEt8/hXjRrBCAgPg/s1600/mmt7%2Bcepy%2Bback.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI1Z1UygI/AAAAAAAAEt8/hXjRrBCAgPg/s200/mmt7%2Bcepy%2Bback.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548937035690330626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI1hNYkBI/AAAAAAAAEuE/2FCRhWzBv3w/s1600/popper%2Bkaos%2Bkaki%2Blembata.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI1hNYkBI/AAAAAAAAEuE/2FCRhWzBv3w/s200/popper%2Bkaos%2Bkaki%2Blembata.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548937037670289426" /&gt;&lt;/a&gt;Ada satu tujuan utama yang diagendakan dalam trip kali ini. Bagi Mas Dudit Widodo selain 'pulang kampung' adalah demi ‘membaptis’ host baru MMT7, Cepy Yanwar. Ini memang lokasi yang tepat karena potensi ikan-ikan monsternya, kekhasan dan tantangannya yang lain. Dan entah kenapa ada semacam tradisi, Mas Dudit Widodo selalu membaptis orang-orang tertentu di pulau ini. Mungkin karena Pulau kambing memiliki segala yang diperlukan untuk sebuah pengalaman maksimal dari sebuah trip mancing, terutama popping. Itulah kenapa mungkin yang menjadikan lokasi ini menjadi destinasi favoritnya Mas Dudit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI2YDkPkI/AAAAAAAAEuc/NCRieSPKg7E/s1600/guablog%2Bback.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI2YDkPkI/AAAAAAAAEuc/NCRieSPKg7E/s200/guablog%2Bback.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548937052393061954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI2MpCdxI/AAAAAAAAEuU/-TLZ69cVxxg/s1600/all%2Bcrew%2Bat%2Blembata.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI2MpCdxI/AAAAAAAAEuU/-TLZ69cVxxg/s200/all%2Bcrew%2Bat%2Blembata.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548937049329006354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHJqpKJJPI/AAAAAAAAEus/vre_OQ2--f8/s1600/sante2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHJqpKJJPI/AAAAAAAAEus/vre_OQ2--f8/s200/sante2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548937950337246450" /&gt;&lt;/a&gt;Persiapan yang kami lakukan telah lebih dari cukup untuk sebuah petualangan memancing di Laut Sawu selama seminggu penuh sekalipun! Logistik untuk seminggu penuh, mulai dari bbm hingga sabun mandi. Dari beras hingga abon sapi. Dari keripik kentang hingga minuman mineral. Dari susu coklat hingga bir. Selusin tackle heavy duty kelas PE 10 dan PE 12. Peralatan dokumentasi serba ganda. Keperluan berkemah mulai dari tenda logistik sampai tenda dome. Selusin kru lokal Pulau Kambing. Dan terakhir, dua buah kapal kayu yang telah dimodifikasi dengan pagar pengaman yang masing-masing bermesin 25 PK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHJqsRPC3I/AAAAAAAAEu0/vfNUvFVmE34/s1600/with%2Brudi%2Bhadikesuma%2Bat%2Blembata%2B2010%2B2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHJqsRPC3I/AAAAAAAAEu0/vfNUvFVmE34/s200/with%2Brudi%2Bhadikesuma%2Bat%2Blembata%2B2010%2B2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548937951172299634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHJqerwgBI/AAAAAAAAEuk/c2tdxQIr1cQ/s1600/black%2Bgt%2Brudi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHJqerwgBI/AAAAAAAAEuk/c2tdxQIr1cQ/s200/black%2Bgt%2Brudi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548937947525447698" /&gt;&lt;/a&gt;Pada hari pertama (18/11), Rudi juaranya. Hanya dia yang hooked up GT monster. Lima ekor. Saya, Cepy dan Mas Dudit nol. Hooked up 5 ekor monster di Pulau Kambing sudah termasuk luar biasa capeknya karena sizenya besar semua. Jadi karakter Pulau Kambing adalah dia tidak memberi banyak strike, taruhlah sehari up 10 strike, tetapi satu hal yang pasti, dia tidak pernah memberi strike ikan-ikan GT kecil. Jadi ibaratnya kita strike 2 kali saja disini, sudah pasti up 25 kg dan seringnya adalah setidaknya 30 kg. Inilah uniknya Pulau Kambing. BIG STRIKE semua! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHKScyUG7I/AAAAAAAAEu8/n3UA9nAVcHE/s1600/rudi%2Bguablog%2Bteam%2B%25284%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHKScyUG7I/AAAAAAAAEu8/n3UA9nAVcHE/s200/rudi%2Bguablog%2Bteam%2B%25284%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548938634210843570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHKSpxBX8I/AAAAAAAAEvM/ieq0k6be1PQ/s1600/with%2Brudi%2Bhadikesuma%2Bat%2Blembata%2B2010%2B3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHKSpxBX8I/AAAAAAAAEvM/ieq0k6be1PQ/s200/with%2Brudi%2Bhadikesuma%2Bat%2Blembata%2B2010%2B3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548938637695082434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHKSmyWZcI/AAAAAAAAEvE/I16KV9AsQsk/s1600/with%2Brudi%2Bhadikesuma%2Bat%2Blembata%2B2010%2B1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHKSmyWZcI/AAAAAAAAEvE/I16KV9AsQsk/s200/with%2Brudi%2Bhadikesuma%2Bat%2Blembata%2B2010%2B1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548938636895348162" /&gt;&lt;/a&gt;Hari kedua (19/11) Rudi masih tetap memimpin perolehan ikan GT monster di sini. Saya lupa lagi berapa dia mendapat ikan hari ini. Yang pasti, Tanjung Kempas, Tanjung Baru, Tanjung DW, dan spot Api semuanya memberi kami BIG STRIKE. Saya sempat sekali merasakan big strike ini dan sudah sangat puas dan memilih kembali ke tugas utama menjadi tukang suting. Mengingat dalam trip ini saya mendapat amanat sebagai kameraman sehingga tidak bisa berlama-lama popping. Cukup sekali lempar di Tanjung Baru dan BOOOOOM! Ngek ngek ngek, reel menjerit dan beberapa menit kemudian pinggang pun sudah mau patah! Di kapal kedua Mas Dudit Widodo juga strike GT monster, sekitar 40an kg. Hanya Cepy yang boncos pada hari ini. Beberapa strike yang dia dapatkan putus pada leader karena tergesek karang dan sebagian mocel karena tidak hooked up sempurna. Ada kekesalan dan muram di wajah host baru MMT7 ini. Hahahahaha! Ini Pulau Kambing Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHKSzoEy_I/AAAAAAAAEvU/NwBCvP1k-NA/s1600/30%2Bkg%2Bgt%252Bmike.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHKSzoEy_I/AAAAAAAAEvU/NwBCvP1k-NA/s200/30%2Bkg%2Bgt%252Bmike.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548938640341912562" /&gt;&lt;/a&gt;Kuncinya memang pada pengalaman dan persiapan. Secara apapun. Pengalaman popping Rudi tak bisa dibantah. Dimana spot monster yang tidak pernah dia pancingi? Papua, Sumba, Alor, Komodo, Jepang, dan lain sebagainya. Namun secara persiapan seharusnya seperti yang dilakukan oleh Rudi-lah kami juga melakukan persiapan tersebut jika ingin sukses popping GT monster. Rudi selalu membawa tackle yang sesuai untuk monster-monster di sini. Kelas PE 10 dan PE 12, itupun selalu ada backup, dengan tali PE yang baru semua, popper yang sesuai, treble hook baru yang sesuai dan lain sebagainya. Tackle kami (MMT7) yang dipakai Cepy Yanwar jujur saja sebagian sebenarnya under gun dan tidak dalam kondisi yang prima. Tali PE sudah harusnya diganti, leader kekecilan (hanya membawa leader 120 lbs), padahal seharusnya di Pulau Kambing setidaknya 170 dan 200 lbs. Tetapi tidak ada pelajaran dan kenangan jika semuanya sempurna. Harus selalu ada error agar jiwa tidak kerasan di rumah dan selalu ingin pergi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cepy Yanwar Lulus di Pulau Kambing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHLH0HcgfI/AAAAAAAAEv0/cVVlYy1QKms/s1600/cepy%252Bgt%2B25%2Bkg.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHLH0HcgfI/AAAAAAAAEv0/cVVlYy1QKms/s200/cepy%252Bgt%2B25%2Bkg.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548939551006556658" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ketiga Cepy Yanwar mulai merubah nasibnya. Total dia mendapatkan lima kali big strike namun hanya landing 2 ekor. All monster! 25 dan 30 kg! Akhirnya, disaksikan orang-orang Pulau Kambing dan gunung-gunung di yang tegak menghadap laut Sawu, host baru MMT7 ini akhirnya berhasil lulus mengambil ijasah popping di kampung halaman-nya Mas Dudit Widodo. Pulau Kambing! Congratz bro!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHK1y8RZ3I/AAAAAAAAEvc/UpA2H47vxvI/s1600/45%2Bkg%2Bgt%2Blembata.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHK1y8RZ3I/AAAAAAAAEvc/UpA2H47vxvI/s200/45%2Bkg%2Bgt%2Blembata.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548939241453610866" /&gt;&lt;/a&gt;Namun semua ini hanyalah kenangan. Telah lewat tiga minggu yang lalu dan gambaran betapa bahagianya kami saat berada di Pulau Kambing itu semakin samar tergantikan oleh hiruk-pikuk metropolitan Jakarta yang angkuh. Cepy Yanwar masih tergolek di rumah sakit, dan saya juga masih diintip kecemasan Malaria tropika. Rudi di Surabaya telah sibuk mengatur ekspedisi mancing akhir tahunnya, dan Mas Dudit Widodo sedang meluangkan waktu terbaiknya bersama keluarga. Semoga tulisan ini bisa mengabadikan kegembiraan-kegembiraan itu, dan terutama bisa menjadi doa kesembuhan untuk kawan kami Cepy Yanwar. Semoga lekas sembuh Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Epilog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI19p02DI/AAAAAAAAEuM/sRnWPOlLhP0/s1600/me%252Bcamera.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHI19p02DI/AAAAAAAAEuM/sRnWPOlLhP0/s200/me%252Bcamera.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548937045305776178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;*Foto#1: Rudi dengan GT monster 45 kg. Hanya dengan joran PE12 ikan ini bisa dinaikkan. Foto #2: Pil kina yang kami konsumsi tapi kami tetap ‘jebol’ juga. Foto #3: Pantai Desa Pulau Kambing sesaat setelah mendarat dari Larantuka. Foto#4-#5: Keberangkatan menuju basecamp. Tampak Cepy Yanwar rukun dengan Mas Dudit Widodo (baju merah). Foto #6-#7: Perjalanan ke salah satu spot. Foto #8: R means Rudi. Foto #9-#10: Di depan basecamp. Foto #11: Rudi adalah idola ribuan orang di Indonesia termasuk saya. Jarang-jarang nih foto berdua seleb. Foto #12: Rudi dengan black GT pertama di Lembata. Foto #13-#14: Rudi dan Rudi lagi. Foto #15: Saya dengan GT imut. Foto #16 Cepy akhirnya lulus popping di Pulau Kambing. Foto #16-#17: Saya dengan GT nya Rudi. Dan inilah tugas utama saya di Pulau Kambing, menjadi tukang kamera. Haha!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-5712301882921019917?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/5712301882921019917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=5712301882921019917' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/5712301882921019917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/5712301882921019917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2010/12/lamalera-giant-trevally-45-kilogram-dan.html' title='Burugahing 45 Kg Pulau Kambing dan Plasmodium Falciparum'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQHHenj_YbI/AAAAAAAAEtU/Gu7gqO1rzx0/s72-c/rudi%252Bmonster.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-6049676839699555430</id><published>2010-12-09T10:10:00.013+07:00</published><updated>2010-12-09T23:03:38.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumba'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popping'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popper'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dudit widodo'/><title type='text'>Sepanas Matahari Pulau Sumba Sisi Selatan, Panasnya Reel Yang Menjerit Ditarik Sang GT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBLcPv_tgI/AAAAAAAAErs/6f1GKaFR8qA/s1600/cepy%252Bmike%2Bgt%2B35%2Bkg.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBLcPv_tgI/AAAAAAAAErs/6f1GKaFR8qA/s200/cepy%252Bmike%2Bgt%2B35%2Bkg.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548517689556710914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ikan terbesar yang kami dapatkan di Tarimbang adalah GT seberat 35 kg yang strikenya berhasil didapatkan oleh host baru Mancing Mania Trans 7, Cepy Yanwar. Lokasi mancing saat itu adalah Tanjung Wahang dekat Tarimbang. Pertarungan berjalan sekitar 30an menit, cukup lama, yang diakibatkan karena Cepy Yanwar memakai tackle kelas medium class yang lentur dengan lifting power yang rendah. WELCOME ABOARD CEPY YANWAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQD4XRUoKwI/AAAAAAAAEsU/altZU6M7dy8/s1600/hampir%2Blanding.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQD4XRUoKwI/AAAAAAAAEsU/altZU6M7dy8/s200/hampir%2Blanding.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548707819591052034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQD4YJpynLI/AAAAAAAAEsc/CkLnD48XkPA/s1600/tackle%2Broom.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQD4YJpynLI/AAAAAAAAEsc/CkLnD48XkPA/s200/tackle%2Broom.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548707834712202418" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti biasa, Sumba yang panas. Bandar Udara Waingapu, Sumba Timur sore (8/11) itu sontak riuh oleh membanjirnya para penumpang dari sebuah maskapai udara yang baru mendarat usai penerbangan panjang dari Denpasar dan Kupang. Tetapi ‘panas’-nya udara di sekitar Bandar Udara Waingapu ini bukan hanya karena faktor udara saja, proses pengambilan bagasi yang ribut dan sesak karena kecilnya tempat pengambilan bagasi menjadi penambah ‘sedapnya’ suasana panas sore itu. Kita memang tidak bisa terlalu berharap banyak pada sebuah fasilitas yang nyaman di daerah-daerah yang jauh dari Jakarta. Jika hati ingin nyaman, kita hanya bisa ikhlas dengan semua kondisi ini meski jujur saja hal ini tidak nyaman untuk sebuah waktu yang kadang sangat berharga bagi para pejalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBJq_ZnhgI/AAAAAAAAEqM/vPhOTBL2epA/s1600/dari%2Bbukit.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBJq_ZnhgI/AAAAAAAAEqM/vPhOTBL2epA/s200/dari%2Bbukit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548515743842665986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBJq6LAQhI/AAAAAAAAEqU/XnElD8y8SmE/s1600/kayu%2Broboh.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBJq6LAQhI/AAAAAAAAEqU/XnElD8y8SmE/s200/kayu%2Broboh.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548515742439195154" /&gt;&lt;/a&gt;Ini adalah kedatangan kedua saya di tanah para umbu ini. Setahun sebelumnya, saya sudah menjejak sisi barat daya Pulau Sumba dalam sebuah pekerjaan yang sama. Membuat ‘pertunjukan ikan’ bersama Tim Mancing Mania Trans 7 (MMT7). Dulu saya tiba di Sumba Barat bersama Bayu Noer Rachman. Kali ini saya datang bersama dedengkot mancing sekaligus ‘kapten’-nya MMT7, Dudit Widodo dan pemancing popping senior Indonesia asal Surabaya, Rudi Hadikesuma. Satu lagi adalah Cepy Yanwar, kameraman MMT7 yang digadang-gadang menjadi penerus Dudit Widodo menjadi host MMT7. Grup kecil namun dengan semangat membara! Terlihat dari mimik muka kami yang tergesa dan tentu saja bagasi kami yang segunung banyaknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBJrbs2S7I/AAAAAAAAEqc/lCf5FV9d83E/s1600/narik%2Bboat.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBJrbs2S7I/AAAAAAAAEqc/lCf5FV9d83E/s200/narik%2Bboat.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548515751439518642" /&gt;&lt;/a&gt;Kota Waingapu adalah kota yang juga sangat panas. Tak kurang 33 derajat celcius panas sinar matahari yang menimpa kota ini hampir setiap hari. Membuat orang-orang yang terbiasa dengan sengatan panas matahari antara 28-30 derajat celcius seperti kami merasa sangat gerah dan buru-buru ‘ngumpet’ di kamar penginapan kecil yang dingin oleh AC yang tidak terlalu bagus karena berisik sekali bunyinya. Tetapi lagi-lagi semua harus disyukuri karena bukankah ini sebuah fishing trip? Tak baik terlalu banyak mengeluh dalam sebuah fishing trip (baca: bekerja) apalagi ini adalah di Pulau Sumba, salah satu pulau yang layak menyandang predikat sebagai pusat ikan monster nasional karena potensi game fishes-nya yang luar biasa. Apa artinya panas matahari jika ikan-ikan besar menunggu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBK7atylZI/AAAAAAAAErM/5eM6rBAmYk8/s1600/reel.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBK7atylZI/AAAAAAAAErM/5eM6rBAmYk8/s200/reel.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548517125564568978" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti di kota kecil di penjuru negeri yang lain, kedatangan kami selalu tersebar dengan sangat cepat jauh sebelum kami menginjakkan kaki disini. Jadi kami tak bisa terlalu banyak berharap untuk rehat sejenak dalam sepi karena antrian panjang ajakan untuk kesana dan kesini telah menanti. Jadi kami tak bisa hanya melewatkan waktu bersama kawan-kawan mancing kami disini yang telah kami hubungi sebelumnya karena jika kami hanya melewatkan waktu bersama mereka saja, maka akan tidak nyaman bagi kawan-kawan pemancing lain yang juga ingin sekedar ngobrol ataupun mengajak makan malam bersama. Begitu banyak kawan-kawan pemancing di Waingapu ini. Epang, Ko Buna, Deni, dan lain sebagainya. Semuanya dalah pemancing dengan ‘gairah’ mancing di atas rata-rata yang tidak akan berfikir dua kali jika diajak berburu ikan-ikan monster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBKOyyT2bI/AAAAAAAAEqk/vs1VZKS-TCA/s1600/ngadem%2Bdulu.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBKOyyT2bI/AAAAAAAAEqk/vs1VZKS-TCA/s200/ngadem%2Bdulu.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548516358931863986" /&gt;&lt;/a&gt;Usai rehat sejenak di Waingapu sehari semalam, esok hari kami sudah berderap menuju sebuah desa kecil di antara perbatasan Sumba Timur-Sumba Barat bernama Tarimbang. Desa kecil yang mendunia karena ini adalah destinasi surfing para surfer dari berbagai negara. Sebenarnya trip ini sudah layak disebut ekspedisi karena kerumitan, jumlah logistik, kru dan alat-alat pendukung yang harus disiapkan. Sejak dari Waingapu kami bergerak dalam 3 kendaraan dan satu buah speedboat. Satu truk besar menarik speedboat sekaligus membawa bbm dan perbekalan. Satu kendaraan kecil membawa perbekalan lain. Dan satu 4WD membawa kami para pemancing. Semua ini diatur oleh rekan kami Epang. Pemancing muda Waingapu yang sangat bergairah. Untungnya meski Tarimbang agak terisolasi, jalan ke desa ini masih dapat dibilang lumayan untuk kendaraan-kendaraan kami. Maka usai berkendara selama 4 jam dari Waingapu, kami sudah tiba di sebuah homestay kecil milik Marthen. Satu-satunya homestay di desa ini yang sebenarnya adalah homestay-nya para surfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBKPquuKvI/AAAAAAAAEq8/jBJN3Rl5o6Q/s1600/pop%2Bpop%2Bpop.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBKPquuKvI/AAAAAAAAEq8/jBJN3Rl5o6Q/s200/pop%2Bpop%2Bpop.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548516373949197042" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah agak lama sisi selatan Pulau Sumba sepi dari para pemancing ‘gila’. Ini disebabkan sisi selatan Sumba lebih sulit diakses jika kita tiada kapal besar atau tidak bisa menarik speedboat lewat jalur darat. Jadi sisi selatan Sumba ini, jika melihat kesulitannya, tampaknya akan selalu menjanjikan sensasi mancing yang luar biasa bagi para pemancing yang datang. Asal ya itu tadi, siap dengan segala kesulitannya dan skala perjalanannya yang di atas rata-rata.  Tak kurang dari 10 kru darat kami pekerjakan dalam trip ini untuk mengurus speedboat, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Pertama: Tarimbang-Tidas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBKPZzs3dI/AAAAAAAAEq0/9AU7DofcTl4/s1600/red%2Bbass%2Bdw.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBKPZzs3dI/AAAAAAAAEq0/9AU7DofcTl4/s200/red%2Bbass%2Bdw.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548516369406680530" /&gt;&lt;/a&gt;Hari pertama (10/11) kami telah berusaha bangun sepagi mungkin. Jam 5 pagi. Namun rupanya ini telah terlalu siang. Buktinya adalah sinar matahari yang telah garang di timur dan juga para peselancar yang telah ‘minggat’ semua ke laut. Masih ditambah dengan ritual mandi yang ngantri dan juga sarapan pagi. Baru pada pukul 7 pagi kami siap di atas Dream Zone, speedboat berukuran 10x2.5 meter milik Rudi Hadikesuma yang kami tarik lewat darat dari Waingapu kemarin. Namun sejatinya kami memang tak harus terburu-buru. Dengan mesin 2X40 PK speedboat kecil ini telah menjelma menjadi pesawat jet air yang akan mengantar kami ke spot tujuan dalam waktu singkat. Bahkan spot terjauh yang kami plot, yakni 20 mil, bisa ditempuh hanya dalam waktu dua jam kurang. Tak heran karena laju kapal bisa menembus angka 23 knot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBKPDteBTI/AAAAAAAAEqs/bleMqlXnisU/s1600/IMG_2493.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBKPDteBTI/AAAAAAAAEqs/bleMqlXnisU/s200/IMG_2493.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548516363474961714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBK7PVMj7I/AAAAAAAAErE/fEwlCKsl2Uk/s1600/sante5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBK7PVMj7I/AAAAAAAAErE/fEwlCKsl2Uk/s200/sante5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548517122508623794" /&gt;&lt;/a&gt;Jalur kami pada hari pertama adalah karang-karang yang berada di daerah Tidas, dekat perbatasan Sumba Barat. Kondisi lokasi di Tidas ini sangat indah. Batu mandi dan tebing-tebing berbaris gagah menghadap selatan ke arah laut lepas. Kombinasi warna biru, putih dan hitam begitu mempesona. Kombinasi warna antara lautan, tebing, dan bebatuan terjal. Ini spot yang baru bagi saya namun tidak baru bagi Rudi dan Epang. Mereka berdua sudah pernah mengacak-acak spot ini beberapa kali. Arus agak lemah begitu juga ombak sehingga kami kurang beruntung pada hari ini. Tetapi total strike masih cukup lumayan. Ada beberapa GT monster naik, selebihnya adalah ikan-ikan GT kecil dan redbass (kakap batu). Hebatnya ikan GT monster yang naik berhasil didapatkan oleh Cepy, host baru MMT7 yang paling ‘hijau’ dalam teknik popping. Ada satu moment, dia sudah tidak mampu lagi bertarung dengan ikan dan pertarungan terpaksa diambil alih oleh Mas Dudit Widodo agar ikan bisa kalahkan. Hari pertama ini juga membuktikan bahwa Halco popper masih menjadi favorit ikan-ikan GT di Sumba. Popper lain tidak laku. Sore hari kami telah kembali berada di tepi Pantai Tarimbang yang begitu putih bersih itu dengan masing-masing sebotol bir di tangan. Ahay!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari kedua: Tarimbang-Wahang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBLbcLsTcI/AAAAAAAAErU/w5_KnCIrwAU/s1600/morning%2Bat%2Bwahang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBLbcLsTcI/AAAAAAAAErU/w5_KnCIrwAU/s200/morning%2Bat%2Bwahang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548517675714235842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBLb2vLnvI/AAAAAAAAErk/xk3cKsDTTzQ/s1600/deni%252Bcepy%2Bgt%2B35%2Bkg.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBLb2vLnvI/AAAAAAAAErk/xk3cKsDTTzQ/s200/deni%252Bcepy%2Bgt%2B35%2Bkg.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548517682842410738" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini (11/11) kami berangkat lebih bersemangat lagi karena hari ini kami akan menyisir arah yang berbeda dengan hari kemarin. Harapannya strike ikan-ikan besar lebih sering kami dapatkan pada hari ini. Dari Tarimbang kami bergerak ke Timur dengan cepat. Sepuluh menit kemudian kami sudah tiba di Tj Wahang dan siap membangunkan ikan-ikan penghuni lokasi. Aneh bin ajaib, meski para jagoan sudah lempar sana-sini beberapa kali, lagi-lagi host baru MMT7 Cepy yang berhasil strike! Tak tanggung-tanggung, dia langsung mendapatkan big strike! Tenaga ikan begitu perkasa dan tidak boleh diremehkan. Apalagi jika lokasinya langsung berbatasan dengan laut dalam seperti di Tj Wahang. Dipastikan dia akan menguras isi spool hingga hampir habis, menguras semua energy pemancing dan memunculkan efek samping berupa pinggang mau patah, kaki gemetaran dan terkadang perut mual (bagi yang jarang popping). Hahahaha! Namun Cepy adalah pemancing pemula tipe petarung yang ngotot. Meski akhirnya dia pun kemudian menyerah dan pertarungan dilanjutkan oleh Deni (kakak Epang). Itupun masih tak mudah untuk menaklukkan sang ikan. Ikan akhirnya menyerah dan tampaklah wujud asli sang monster, GT 35 kg! Ini adalah tangkapan terbesar kami pada hari kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Ketiga: Jigging Sebentar dan Popping Sebentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBMDhxH-0I/AAAAAAAAEr8/n4BUfLsfU1Y/s1600/kurisi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBMDhxH-0I/AAAAAAAAEr8/n4BUfLsfU1Y/s200/kurisi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548518364408183618" /&gt;&lt;/a&gt;Datangnya tambahan personil dari Waingapu yang menyususl kami, Deni (kakak Epang) dan Ko Buna (paman Epang) membuat Epang memutuskan untuk stay di darat saja. Untungnya Epang telah beberapa kali strike pada hari pertama sehingga dia tidak terlalu ‘sakau’ lagi. Hari ketiga (12/11) kami rencananya akan iseng mencari spot jigging di dekat Tarimbang dan kembali popping ke arah Tidas. Sangat sulit jigging di lokasi yang baru tanpa bantuan FishFinder. Kami hanya menduga-duga saja mengandalkan insting dan posisi drop off saja. Ditambah dengan arus yang kencang, acara jigging kami dapat dikatakan tidak efektif sama sekali. Namun kami beruntung karena Ko Buna berhasil strike ikan Ruby Snapper dan Rudi juga berhail strike GT berukuran sedang. Harusnya titik strike bisa kami plot di GPS dan kemudian di-drifiting kembali. Namun tak mudah melakukannya jika di atas kapal ada yang ingin jigging dan ada yang ingin popping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBMD7TH4VI/AAAAAAAAEsE/fkiBZvOB_Xk/s1600/mackerel.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBMD7TH4VI/AAAAAAAAEsE/fkiBZvOB_Xk/s200/mackerel.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548518371261669714" /&gt;&lt;/a&gt;Kami lalu bergerak ke Tidas untuk kembali popping. Laut begitu tenang dan pertemuan arus (kala-kala) sangat lemah. Beberapa spot potensial di Tidas sunsi sepi. Hanya ramai oleh bunyi burung-burung karang yang mendiami lokasi tempat kami popping. Namun lagi-lagi kami masih beruntung karena ada beberapa GT sedang dan satu tenggiri besar berhasil kami dapatkan. Fisik yang mulai drop akibat panas ‘gila’ di Sumba membuat kami memutuskan untuk pulang ke homestay Marthen lebih cepat. Di sinilah badan dan jiwa yang lelah dimanjakan oleh air tawar, saung yang sejuk, dan buah-buah mangga yang manis. Hahahaha! Ini menjadi hari terakhir kami di Tarimbang, esok kami akan segera bergerak ke Waingapu untuk mempersiapkan perjalanan kami berikutnya ke Kupang-Flores-lalu ke Pulau Lembata, markas besar-nya ikan GT di Indonesia. Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQD9oX1vEsI/AAAAAAAAEsk/te4TQ4bfLVs/s1600/mike%2Bepang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQD9oX1vEsI/AAAAAAAAEsk/te4TQ4bfLVs/s200/mike%2Bepang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548713610956444354" /&gt;&lt;/a&gt;* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Foto #1: GT 35 kg by Cepy. Trip kali ini saya kebanyakan memegang kamera dibandingkan memegang tackle. Hiks. Foto Paragraph 1: Sumba dari atas sebelum landing dan kamar hotel yang langsung 'pecah' jadi toko pancing. Foto #2: Tarimbang difoto dari bukit. Foto #3: Pantai Tarimbang yang bersih putih. Foto #4: Dream Zone ditarik 4WD. Foto #5: Tackle kami rata-rata PE6 dan PE8. Foto #6: Istirahat sejenak di sebuah pantai. Foto #7: Pop pop pop at Wahang. Foto #8: Mas Dudit Widodo dengan redbass. Foto #9: Mas Dudit Widodo dengan GT 30 kg. Foto #10: Senja di Pantai Tarimbang ditemani bir dingin. Foto #11: Tanjung Wahang di pagi hari. Foto #12: Cepy+Deni dengan GT 35 kg. Foto #13: Buna dengan kurisi 15 kiloan hasil jigging. Foto #14: Buna dan Mas Dudit dengan tenggiri besar di Tidas. Foto #15: Orang yang jadi kameraman dan yang membuat tulisan ini. Foto bareng dengan Epang (kaos MMT7). Hehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-6049676839699555430?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/6049676839699555430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=6049676839699555430' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/6049676839699555430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/6049676839699555430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2010/12/sepanas-matahari-pulau-sumba-sisi.html' title='Sepanas Matahari Pulau Sumba Sisi Selatan, Panasnya Reel Yang Menjerit Ditarik Sang GT'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TQBLcPv_tgI/AAAAAAAAErs/6f1GKaFR8qA/s72-c/cepy%252Bmike%2Bgt%2B35%2Bkg.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-935891406637806317</id><published>2010-10-30T23:23:00.012+07:00</published><updated>2010-11-02T09:35:11.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='popping'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jigging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandung angler team'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fishing ground'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dudit widodo'/><title type='text'>Seniman Bandung Goes Fishing: Pertemuan Kembali Yang Tak Terduga dan Sketsa-sketsa Mancing oleh Satria Nb</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHu36DB4I/AAAAAAAAEnE/UOAoKbHTyQk/s1600/satria-guitar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHu36DB4I/AAAAAAAAEnE/UOAoKbHTyQk/s200/satria-guitar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533876912738469762" /&gt;&lt;/a&gt;Seiring dengan tetap terpasangnya sketsa diri saya di sebuah jejaring sosial dan juga di kedua blog saya, karya seorang kawan mancing bernama Satria Nb yang sejujurnya belum pernah ketemu secara langsung akhir-akhir ini, kecuali mungkin pada tahun 2003-2004 dulu di Bandung, saya berpikir sudah semestinya jika sang “seniman Bandung’” yang membuat sketsa ini mendapat ‘tempat’ di blog iseng ini. “Semua harus ditatet, semua harus mendapat tempat” kata seorang penulis besar. Sebenarnya ‘pertemuan’ saya dengannya di jagat maya beberapa waktu lalu tidak pernah terbayang sama sekali akan terjadi. Bahkan jujur saja saya acuh saja meski sudah agak lama dia mengirimkan private message ke inbox saya. Punteeeen bos! Haha! Lha wong saya merasa tidak kenal e? Pasti, orang-orang mancing yang setiap hari nge-add saya itu. Dan saking bejibunnya yang nge-add saya tiap hari, saya jarang sekali memperhatikan dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxTJyCHuBI/AAAAAAAAEos/pO5tkeHh-A8/s1600/satria+nb-gt+imut.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxTJyCHuBI/AAAAAAAAEos/pO5tkeHh-A8/s200/satria+nb-gt+imut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533889469646092306" /&gt;&lt;/a&gt;Dulu sekali, sebenarnya saya pernah berjumpa dengan “seniman Bandung” ini di sebuah tempat di sudut kota, kalau tidak salah di daerah Buah Batu. Di kantor sebuah free magazine terkenal di kota Bandung, Ripple. Free magazine yang mungkin merupakan pioneer berkembangnya gerakan free magz di seluruh negeri dan termasuk salah satu supporter militan gerakan indie di Bandung. Namun, dulu itu kami tidak bertegur sapa secara serius. Maklum, saya juga cuma diajak main oleh seorang kawan yang kebetulan bekerja di Ripple dan “seniman Bandung” ini konon adalah salah satu (owner?) dari Ripple. Namun sampai hari ini saya tidak pernah mengkonfirmasikan mengenai hal ini. Dan kalau tidak salah “seniman Bandung” ini termasuk salah satu front man sebuah band indie yang pada masanya sempat populer di kalangan anak-anak indie dan pecinta musik alternatif Indonesia, nama band itu Pure Saturday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya begitu ingin bertemu dengan kawan lama ini, namun meski kini Jakarta-Bandung sebenarnya hanya 2 jam berkendara, dan meski telah beberapa kali melintas kota ini saya belum mendapat kesempatan untuk bertatap muka dengan sang seniman. Jika saya bisa bertemu lagi yang pertama ingin saya tanyakan adalah “kog bisa-bisanya sekarang hobi mancing?!” Wong dari dulu selalu genjreng-genjreng main musik? Namun tentu saya sangat gembira dengan keputusannya untuk terjun mancing. Pertama karena semakin banyak orang-orang yang menekuni mancing. Kedua karena dengan terjunnya dia ke dunia mancing, berarti ‘darah segar’ pada perkembangan dunia mancing di negeri ini karena dia memiliki banyak talenta. Bayangkan, akan sangat menarik misalkan suatu saat akan muncul album musik bertema mancing, atau band yang bernuansa ‘fishy’, atau sebuah pertunjukan musik untuk menggalang dana konservasi ikan langka, atau sebuah kartun mancing. Dan lain sebagainya. Ikan dan fishing ground negeri ini memang telah merosot kualitasnya, namun dengan hadirnya orang-orang hebat seperti “seniman Bandung” ini, dunia mancing tentu akan semakin ramai dan semakin kaya warna! Dan tentunya akan semakin banyak hal yang diabadikan! Saya yakin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa Satu: Adhek Amerta&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHvQokE6I/AAAAAAAAEnM/rS8_hOhrDhQ/s1600/adhek+amerta+bt+sat+nb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHvQokE6I/AAAAAAAAEnM/rS8_hOhrDhQ/s200/adhek+amerta+bt+sat+nb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533876919376024482" /&gt;&lt;/a&gt;Dan dugaan saya benar. Saya tidak tahu sudah berapa lama dia terjun ke dunia mancing, namun tiba-tiba saja dia sudah membuat dunia mancing ini ikut menggeliat dengan sesuatu yang berbeda. Belum sebuah karya kartun mancing, album musik mancing yang sangat saya inginkan hadir di negeri ini, tetapi karya-karyanya yang unik ini telah turut mewarnai dunia mancing Indonesia dengan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Mungkin dia sedang iseng, atau memang seniman itu selalu iseng, tetapi tiba-tiba saja di sebuah jejaring sosial muncul sketsa-sketsa mancing darinya yang cukup menggelitik. Sketsa pertama adalah sketsa yang menggambarkan sosok Adhek Amerta. Master popping dan jigging Indonesia. Pemancing asal Bali yang begitu mendunia dan berjasa besar pada perkembangan teknik popping dan jigging. Pembuat popper (lure popping) dan fishing operator kelas dunia yang terkenal dengan kapalnya yang bernama GT, kependekan dari nama spesies Giant Trevally. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHvsr8jSI/AAAAAAAAEnU/Ox2RA9bth88/s1600/adhek+amerta-original+pic.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHvsr8jSI/AAAAAAAAEnU/Ox2RA9bth88/s200/adhek+amerta-original+pic.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533876926906404130" /&gt;&lt;/a&gt;Sketsa Adhek Amerta menggambarkan beliau sedang berada di atas kapal dan menggendong seekor ikan giant trevally besar. Di tangan kanannya masih tersandar tackle popping yang baru saja dipakai memancing sang ikan, sementara sang pemancing tampak tertawa lebar tanda puas dengan hasil pancingannya. Saya sangat familiar dengan sumber sketsa ini. Adalah sebuah foto yang dijepret oleh Agustinus Sutandar (owner Majalah Mancing) pada saat berlangsung turnamen mancing di Kupang, NTT pada akhir 2007 lalu. Salah satu turnamen klasik di negeri ini. Adhek Amerta saat itu ikut turnamen (hal yang sebenarnya agak jarang beliau lakukan) dengan membawa ‘bendera’ Majalah Mancing dan keluar sebagai juara pertama popping (dan seingat saya juara umum juga) berkat ikan GT seberat 32 kg. Ikan yang dia gendong di dalam sketsa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandang sketsa karya Satria Nb ini ada rasa baru yang berbeda. Saya sangat ‘dekat’ dengan foto Adhek Amerta ini, karena ketika Agustius Sutandar telah merapat di Jakarta, saya juga yang mentransfer foto ini dari kamera dan kemudian ‘memasaknya’ untuk kemudian diterbitkan di Majalah Mancing. Namun ketika telah menjadi sebuah sketsa, ada sebuah pengendapan indah yang entah apa istilahnya dalam dunia seni, yang membuat momen tertawa Adhek Amerta dan ikan GT 32 kg di Kupang NTT ini menjadi semakin sublime. Dan saya merasa sangat enjoy menikmati nuansa baru yang keluar dari sketsa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa Dua: Hary Buana&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHv96jz_I/AAAAAAAAEnc/HX7cUCCgalE/s1600/hary+b+by+sat+nb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHv96jz_I/AAAAAAAAEnc/HX7cUCCgalE/s200/hary+b+by+sat+nb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533876931531100146" /&gt;&lt;/a&gt;Hary Buana adalah sosok pemancing Bandung yang khas. Saya berteman baik dengannya. Sejak saya masih menjadi ‘tukang masak’ di Majalah Mancing dan hingga kini saat telah ‘berlabuh’ di Trans 7. Pemancing ini tumbuh besar sesuai dengan karakter tempat dia tinggal. Bandung dan sekitarnya adalah pegunungan, jauh dari laut. Oleh karenanya mancing yang berkembang di daerah ini adalah mancing di air tawar dengan target ikan-ikan air tawar yang kadang secara size tidak seberapa besar. Namun tentu secara sensasi dan keunikannya semua teknik mancing masing-masing memiliki kekhasan yang tidak bisa diperbandingkan. Hary Buana pun ‘tumbuh’ besar dengan menikmati berkah mancing di Bandung yang khas itu; mancing ikan-ikan kecil semisal baunteur dan sepat di sungai-sungai kecil dan bekas galian pasir, mancing di sungai-sungai di luar kota Bandung, dan sesekali ke laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHwTwq_RI/AAAAAAAAEnk/RqlGAku-7d0/s1600/hary+b-original+pic.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHwTwq_RI/AAAAAAAAEnk/RqlGAku-7d0/s200/hary+b-original+pic.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533876937395207442" /&gt;&lt;/a&gt;Hary Buana termasuk salah satu pemancing yang getol mengkampanyekan kelestarian ikan-ikan asli Indonesia, khususnya Jawa Barat. Bersama rekan-rekan lain di BAT (Bandun Angler Team) mereka bersinergi dengan Enclave Conservation giat melakukan kampanye pada kelestarian ikan-ikan Jawa Barat dan kini malah kampanye ini telah meluas pada kelestarian ikan-ikan asli Indonesia. Tetapi sosok Hary Buana begitu lekat di mata ‘penggemarnya’ sebagai pemancing ikan-ikan kecil, terutama ikan beunteur (wader), saking seringnya dia mancing ikan ini dan menulis tentang ikan ini di media-media mancing. Bahkan saat wajahnya nongol di televisi, Hary Buana menceploskan statement spontan yang sangat saya ingat yakni “kalau ke Bandung belum mancing ikan sepat, berarti belum menginjak kota Bandung”. Bisa’an euy! Dan di tangan Satria Nb, maka sketsa yang dihasilkan adalah sosok Hary Buana dengan ikan beunteur (wader) mungil yang dia taruh di telapak tangannya. Sungguh, ini sangat klasik! Bandung pisaaaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa Tiga: Beany Sudjana&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxI9pJG8lI/AAAAAAAAEns/n34qFijmlek/s1600/beany+by+sat+nb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 191px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxI9pJG8lI/AAAAAAAAEns/n34qFijmlek/s200/beany+by+sat+nb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533878265984774738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxI-KHWV4I/AAAAAAAAEn0/hfhTDkMy6_I/s1600/beany-original+pic.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 171px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxI-KHWV4I/AAAAAAAAEn0/hfhTDkMy6_I/s200/beany-original+pic.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533878274835765122" /&gt;&lt;/a&gt;Beany Sudjana juga adalah pemancing Bandung. Tak bisa dihindari sketsa-sketsa Saria Nb akan banyak menggambarkan sosok pemancing Bandung sebab Satria Nb sendiri urang Bandung asli! Tak banyak yang saya tahu dengan sosok Beany, saya beberapa kali berjumpa dengannya di Bandung namun selalu saat asyik mancing rame-rame jadinya tidak pernah mengobrol secara serius. Yang pasti, pemancing satu ini orangnya cukup ekspresif dan ‘rame’. Jadi jika sedang mancing ada dia, dijamin suasana tidak akan sepi. Karakter ‘rame’ ini yang kemudian dipilih Satria Nb untuk diabadikan di sebuah sketsa yang sumber aslinya adalah sebuah foto Beany dengan ikan kakap putih yang dipancing di Pondok Bali, Pamanukan. Dengan tawa lebar, Beany memegang seekor ikan kakap putih dengan kedua tangannya. Kegembiraan mancing itu ya seperti terlihat di tawa Beany ini. Karena konon, hanya mancing lah yang bisa merubah stress seberat apapun menjadi fresh yang benar-benar murni!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa Empat: Yan Yan Fm&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxI-dGTsVI/AAAAAAAAEn8/w7T7X0qHODk/s1600/yan+yan+fm+by+sat+nb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 191px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxI-dGTsVI/AAAAAAAAEn8/w7T7X0qHODk/s200/yan+yan+fm+by+sat+nb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533878279931670866" /&gt;&lt;/a&gt;Belum lama saya bertemu dengan pemancing asli Bandung yang bermukim di Cirebon ini. Tepatnya ada Lebaran tahun ini. Saya tidak tahu nama aslinya, tetapi nama bekennya adalah Yan Yan Fm. Pemancing ini adalah salah satu penggerak beberapa komunitas mancing di Cirebon dan merupakan salah satu motor FAC, Facebook Angler Community. Orangya baik, rame dan kocak. Karakter yang rata-rata menjadi karakter orang-orang mancing. Bukti bahwa mancing itu luar biasa penting untuk ditekuni oleh manusia karena membuat orang menjadi begitu gembira dan bersahabat. Saat itu saya bersama ‘kapten’ MMT7 sedang mampir di Cirebon untuk menyelesaikan pembuatan episode Mancing Saat Lebaran di Pantura. Dan Yan Yan adalah kontak kami di kota ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxI-qgk_CI/AAAAAAAAEoE/EYu8G1hp2AM/s1600/yan+yan-original+pic.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxI-qgk_CI/AAAAAAAAEoE/EYu8G1hp2AM/s200/yan+yan-original+pic.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533878283531516962" /&gt;&lt;/a&gt;Berkat Yan Yan inilah kami kemudian dipertemukan dengan komunitas besar para pemancing Cirebon yang menurut saya rata-rata orangnya kocak dan sangat seru. Mereka semua juga sangat antusias dalam menyambut kami, sampai-sampai waktu tidur pun harus saya relakan untuk dipakai mancing ikan bandeng. Ikan yang tidak masuk dalam list perjalanan karena fokus kami adalah ikan-ikan di rumpon-rumpon di laut Cirebon. Namun saya tidak menyesal sama sekali bisa mengenal Yan Yan dan kawan-kawan Cirebon lainnya. Malah jika ada kesempatan, saya ingin kembali ke sana karena waktu itu saya merasa agak bersalah sebab saya begitu teler karena usai perjalanan panjang dari Jogja dan Tegal sehingga tidak bisa maksimal bergaul dengan mereka. Sorry cuy! Saya baru tahu dari sketsa Satria Nb ini bahwa Yan Yan Fm adalah ‘pendekar barakuda’. Hahahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa Lima: Seven Crew&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxJx_DbTdI/AAAAAAAAEoM/ESQD1ukBewY/s1600/seven+crew+by+sat+nb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxJx_DbTdI/AAAAAAAAEoM/ESQD1ukBewY/s200/seven+crew+by+sat+nb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533879165219720658" /&gt;&lt;/a&gt;Pikiran saya langsung melayang ke sebuah pulau gersang di bagian timur negeri ini saat menatap sketsa berjudul “Seven Crew” ini. Kenangan tentang pulau yang panas, tanah yang tandus, dan batu-batu yang merajalela di tanah pulau itu itu kembali muncul. Nama pulau itu adalah Rot terletak di Provinsi NTT.  Di peta-peta lama disebut dengan nama Roti. Letaknya di ‘bawah’-nya Kupang. Satu jam dari Kupang jika menggunakan kapal cepat. Pulau yang di sebuah iklan makanan instan ikut disebutkan karena termasuk sebagai pulau paling selatan Indonesia. “Dari Sabang sampai Merauke, dari Rote hingga ke Miangas” begitu kira-kira lagu di iklan makanan instan itu. Saat itu bulan Maret 2010. Mancing Mania Trans 7 (MMT7) di bawah komando DW mengadakan ekspedisi ke pulau yang terkenal sebagai destinasi surfing dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxJyKD-ErI/AAAAAAAAEoU/14xiww20Xic/s1600/seven+crew-rote.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxJyKD-ErI/AAAAAAAAEoU/14xiww20Xic/s200/seven+crew-rote.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533879168174789298" /&gt;&lt;/a&gt;Niat ekspedisi adalah ingin kembali ‘mereguk’ sensasi strike yang pada waktu-waktu sebelumnya sudah pernah sukses dilakukan oleh MMT7 dan oleh para pemancing kesohor lainnya. Rote tiba-tiba saja menjadi primadona para pemancing Indonesia karena kesuksesan ekspedisi pertama MMT7 pada 2009 dan kesuksesan NTT Grand Prix Fishing Turnament yang acara puncaknya digelar di sini. Namun niat mereguk kembali sensasi strike ikan-ikan monster di Rote musnah karena saat kami mengaduk-aduk perairan pulau ini dengan teknik popping, telah beberapa waktu sebelumnya perairan Laut Timor ternyata tercemar parah oleh tumpahan minyak sebuah kilang minyak Australia yang bocor! Jadi ekspedisi ini pun ‘gigit jari’ karena hanya mendapatkan beberapa ekor ikan besar saja. Jauh dari harapan dan ‘terjun bebas’ jika dibandingkan dengan kesuksesan-kesuksesan sebelumnya. Namun semua harus dicatat, semua harus mendapat tempat. Dua buah postingan tentang ekspedisi ini saya buat di blog iseng ini berikut foto-fotonya. Dan salah satu foto itu ternyata dipilih oleh sang “seniman Bandung” untuk menjadi inspirasi sketsanya. “Seven Crew”. Menggambarkan sebuah keberangkatan mancing di sebuah pantai yang tiada dermaga. Agak murung, karena telah beberapa hari belum menggaet ikan-ikan besar. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa Enam: Maik…. Wkwk!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxJyU9ueKI/AAAAAAAAEoc/8bLvX1lOSWU/s1600/mike+by+sat+nb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxJyU9ueKI/AAAAAAAAEoc/8bLvX1lOSWU/s200/mike+by+sat+nb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533879171101391010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxJym8VH-I/AAAAAAAAEok/Gn5wzeM1Xo4/s1600/mike-original+pic.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxJym8VH-I/AAAAAAAAEok/Gn5wzeM1Xo4/s200/mike-original+pic.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533879175927373794" /&gt;&lt;/a&gt;Ini yang terakhir. Sketsanya adalah diri saya sendiri. Satria Nb mengambilnya dari foto perjalanan MMT7 ke Pulau Lembata (Lomblen) di NTT juga. Lembata adalah pulau yang kondang ke seluruh dunia kerena ada desa kecil bernama Lamalera, tempat tinggal para pemburu paus dengan menggunakan tombak (sea hunters). Saat itu hari ke-5 kami popping di perairan Lembata. Telah puluhan ikan giant trevally besar dinaikkan. Badan telah remuk namun hati sangat gembira. Namun meski tetap ingin tinggal, mancing harus diakhiri karena Jakarta tak boleh lama ditinggalkan atau akan ‘tenggelam’. Haha! Foto itu adalah tentang sebuah kepulangan tanpa yang penuh percaya diri dan tanpa keraguan. Saya suka dengan kutipan kata-kata seorang penulis yang ditaruh dalam sketsa ini. Cerita perjalanan ini juga ada di blog iseng sini (ketik Lamalera di Search) agar Anda bisa membacanya kembali. Saya tak tahu kenapa Satria Nb memilih foto ini. Padahal saya juga punya banyak foto-foto dengan ikan besar. Tetapi itulah seniman, dia bebas dan bisa menggambarkan sesuatu yang tidak dirasa oleh oleh orang-orang biasa. Dan meski belum bertemu lagi dengannya, saya ikut bersuka cita karena kawan lama saya ini begitu bersemangat menyumbangkan talentanya pada dunia mancing Indonesia yang heeeehhhhhhhhh ini. Salam Bung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Foto 0-1: Inilah sosok Satria Nb saat bermusik &amp; saat kini sering asyik mancing. Foto 2-3: Sketsa Adhek Amerta+foto aslinya. Foto 4-5: Sketsa Hary Buana+foto aslinya. Foto 6-7: Sketsa Beany Sudjana+foto aslinya. Foto 8-9: Sketsa Yan Yan Fm+foto asslinya. Foto 10-11: Sketsa Seven Crew+foto aslinya. Foto 12-13: Sketsa saya+foto aslinya.&lt;br /&gt;* All sketch by Satria Nb. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Pictures of Satria Nb+guitar, Hary Buana, Beany Sudjana, and Yan Yan Fm copyright belongs to themselves. Photo Satria Nb+trevally by Hary B.&lt;br /&gt;* Pictures of Me by Rudi Hadikesuma. Foto Rote by Me. Foto Adhek Amerta by Agustinus Sutandar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-935891406637806317?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/935891406637806317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=935891406637806317' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/935891406637806317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/935891406637806317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2010/10/seniman-bandung-goes-fishing-pertemuan.html' title='Seniman Bandung Goes Fishing: Pertemuan Kembali Yang Tak Terduga dan Sketsa-sketsa Mancing oleh Satria Nb'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMxHu36DB4I/AAAAAAAAEnE/UOAoKbHTyQk/s72-c/satria-guitar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-6856102725726469964</id><published>2010-10-26T23:24:00.013+07:00</published><updated>2010-10-30T21:29:11.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cianjur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dudit widodo'/><title type='text'>Mancing di Cianjur, Kembali Pada Kesederhanaan Memancing Yang Hhhhhhh..... :))</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcS3bQE6gI/AAAAAAAAEm8/q2UhVt1uuwA/s1600/mikul+patin+cianjur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcS3bQE6gI/AAAAAAAAEm8/q2UhVt1uuwA/s200/mikul+patin+cianjur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532411410665236994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketika 'coretan' ini mulai dibuat, Mentawai baru saja kembali dilanda tsunami, sudah 100 orang dilaporkan tewas (dan dipastikan angka ini akan terus bertaambah) dan 500 orang lebih sudah dilaporkan hilang. Tak terhitung harta benda dan infrastruktur yang rusak. Gunung Merapi di Jawa Tengah tadi sore mulai batuk dan mulai ‘muntah-muntah’, Mbah Maridjan (juru kunci Merapi masih dicari-cari Tim SAR karena diduga tertimbun 'wedhus gembel' yang 'menyerbu' desanya) dan belum ada laporan korban jiwa hingga malam ini. Jakarta masih super macet dan disana-sini tergenang banjir sisa ‘horror’ banjir 9 jam kemarin. Namun meski terus didera musibah, korupsi tetap merajalela, dan manipulasi terhadap kekuasaan terus berlangsung di negeri ini. Semoga Tuhan memberi kekuatan kepada semua rakyat yang terkena musibah. Semoga Tuhan melaknat orang-orang biadab di ‘atas’ sana yang tak juga insaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCW-sHzmI/AAAAAAAAEj8/h4e80mi8Cew/s1600/cisokan+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCW-sHzmI/AAAAAAAAEj8/h4e80mi8Cew/s200/cisokan+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532393261056380514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCW7iZniI/AAAAAAAAEkE/zafVe0KBtTM/s1600/cisokan+(2).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCW7iZniI/AAAAAAAAEkE/zafVe0KBtTM/s200/cisokan+(2).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532393260210298402" /&gt;&lt;/a&gt;Telah lama berlalu usai trip mancing ke Cianjur kembali kami lakukan. Namun trip sederhana ke kota kecil di Jawa Barat ini tak segera mendapat tempat di blog sederhana ini karena berbagai hal. Sakit tiba-tiba mendera membuat ‘pelaporan’ trip ini menjadi tersendat karena saya harus bergulat dengan fisik yang tiba-tiba terjun bebas ke titik rendah licin dan berbahaya. Namun puji Tuhan kini semua hampir kembali normal. Tuhan telah kembali memberi saya kekuatan untuk kembali bekerja dan kembali menulis. Mancing ke Cianjur adalah mancing dengan harapan penuh pada ikan-ikan kecil. Hal yang tak semua pemancing bisa terima. Di sini kita memang tidak bisa berharap menangkap ikan air tawar berukuran besar. Meski sebenarnya mungkin saja terjadi, namun tingkat kemungkinannya sangat tipis mengingat sama seperti daerah lain di Pulau Jawa, perairan tawar di Cianjur juga telah mengalami tekanan lingkungan yang hebat sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCXUAq7MI/AAAAAAAAEkU/rMi1J-5Gh8o/s1600/cisokan+(4).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCXUAq7MI/AAAAAAAAEkU/rMi1J-5Gh8o/s200/cisokan+(4).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532393266779712706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCXnEI_sI/AAAAAAAAEkc/BY3m5D5jI5U/s1600/cisokan+(5).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCXnEI_sI/AAAAAAAAEkc/BY3m5D5jI5U/s200/cisokan+(5).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532393271894539970" /&gt;&lt;/a&gt;Telah beberapa kali kami datang ke Cianjur, terutama ke waduk ataupun danau air tawar di daerah ini, namun semuanya selalu terasa berbeda dan istimewa sehingga kami selalu merasa sangat nyaman. Mungkin karena di Cianjur kita selalu bertemu dengan wajah-wajah ramah yang begitu gembira dengan kehadiran kami. Dalam trip kali ini, kami mencoba untuk memperkaya nuansa mancing yang kami dapatkan di daerah ini. Sungai Cisokan menjadi destinasi pertama dengan target ikan-ikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lalawak &lt;/span&gt;dan keting (ikan Gerang). Lokasi kedua adalah sungai kecil di Desa Cipeuyeum dengan target ikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;beunteur &lt;/span&gt;(paray/wader/lunjar), udang air tawar dan ikan betok. Sedangkan lokasi terakhir adalah Jangari dengan target ikan-ikan nila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Patin-patin Sungai Cisokan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCXOmV1KI/AAAAAAAAEkM/oVai07ixIX8/s1600/cisokan+(3).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcCXOmV1KI/AAAAAAAAEkM/oVai07ixIX8/s200/cisokan+(3).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532393265327101090" /&gt;&lt;/a&gt;Sungai Cisokan adalah anak Sungai Citarum. Banyak yang salah menyebutnya dengan Sungai Citarum saking besarnya. Letaknya di daerah Ciranjang, 20 menit dari kota Cianjur. Sungai Citarum sebenarnya juga tak jauh letaknya dari sini, namun kondisinya berbeda. Jika Citarum sangat lebar namun sepi, Sungai Cisokan sempit namun lebih ramai dengan aktivitas para pemancing, penjaring ikan, dan warga yang bepergian menggunakan perahu dan rakit bambu. Sungai ini selain terhubung dengan Citarum juga terhubung dengan Waduk Cirata, lokasi budidaya ikan air tawar terbesar di Jawa Barat, sehingga tak heran di Sungai Cisokan para penjaring ikan sering berpesta ikan-ikan berukuran monster terutama untuk spesies ikan patin. Darimana asal ikan ini selain dari keramba-keramba ikan yang bocor di Waduk Cirata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcDjtPFzpI/AAAAAAAAEk8/OHITyoFjfcw/s1600/cisokan+(10).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcDjtPFzpI/AAAAAAAAEk8/OHITyoFjfcw/s200/cisokan+(10).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532394579221139090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcDjBJ3kpI/AAAAAAAAEk0/Y0AuGz-eB6Q/s1600/cisokan+(9).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcDjBJ3kpI/AAAAAAAAEk0/Y0AuGz-eB6Q/s200/cisokan+(9).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532394567388074642" /&gt;&lt;/a&gt;Namun target utama kami kemarin itu bukanlah ikan-ikan patin yang ‘kabur’ dari keramba itu. Target utama kami di Sungai Cisokan justru ikan-ikan mungil namun menantang ketekunan dan teknik mancing kita, yakni ikan lalawak dan ikan keting (gerang). Ikan lalawak adalah spesies yang merupakan ‘sepupu’ ikan tawes namun ukurannya lebih kecil lagi. Ikan keting sebenarnya tidak menantang sama sekali karena ikan ini sebenarnya sangat mudah dipancing. Umpan yang kami gunakan dalah umpan yang disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kleper&lt;/span&gt;. Binatang ini hidup di busa-busa sampah yang terendam air (kami mengorder busa sampah ini dari Jangari), dan bentuknya seperti binatang orong-orong. Orong-orong adalah binatang yang kerjanya mem-buldoser tanah untuk sarangnya. Agak sulit menjelaskannya apalagi saya juga lupa memotretnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcDi9fl1ZI/AAAAAAAAEks/zlLU1QNxLd0/s1600/cisokan+(8).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcDi9fl1ZI/AAAAAAAAEks/zlLU1QNxLd0/s200/cisokan+(8).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532394566405445010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcDibVBsgI/AAAAAAAAEkk/n0VZQDG07Os/s1600/cisokan+(7).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcDibVBsgI/AAAAAAAAEkk/n0VZQDG07Os/s200/cisokan+(7).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532394557234328066" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan semangat tinggi pantang menyerah hujan mendera deras sekalipun tak menghalangi niat kami di Sungai Cisokan. Memang tak mudah untuk berpesta strike di sini. Hingga lewat tengah hari kami hanya berhasil strike beberapa ikan keting, satu ekor lalawak, dan satu ekor ikan beunteur paray (wader pari atau lunjar pari). Satu-satunya kegemparan selama beberapa jam di sungai ini hanya satu hal, yakni saat Kang Asep, rekan mancing terbaik kami di Cianjur, berhasil mendapat strike dari seekor ikan patin (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pangasius hypothalamus&lt;/span&gt;) jumbo saat dia iseng mancing dengan umpan geleng (campuran daging tuna yang diawetkan, makanan anak-anak chiki, dan kuning telur bebek). Strike ikan patin ini benar-benar di luar perhitungan kami. Andai kami tahu bahwa banyak ikan patin besar di sini, tentunya kami akan membawa piranti spinning dan umpan untuk ikan-ikan patin, dan bukannya membawa full set piranti tradisional super light tackle untuk ikan-ikan seukuran jari tangan. Sebelum pulang kami juga disuguhi tontonan ‘edan’ saat dua orang warga Cianjur yang pulang dari menjaring ikan, membawa 3 ekor patin berukuran monster hasil menjaring ikan di salah satu badan sungai. Andai saja dari semula kami tahu bahwa di sini banyak ikan patin jumbo seperti ini, tentu foto-foto yang akan saya pajang disini bukanlah ikan-ikan berukuran liliput!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Betok Tak Dapat, Beunteur dan Udang Pun Jadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEjY13X1I/AAAAAAAAElE/vn5C1zQbXYE/s1600/cipeuyeum+(1).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEjY13X1I/AAAAAAAAElE/vn5C1zQbXYE/s200/cipeuyeum+(1).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532395673258254162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEjk7y2CI/AAAAAAAAElM/3Xm85E3xVy4/s1600/cipeuyeum+(2).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEjk7y2CI/AAAAAAAAElM/3Xm85E3xVy4/s200/cipeuyeum+(2).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532395676504348706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEj-Cl29I/AAAAAAAAElU/9UfBficOJ2E/s1600/cipeuyeum+(3).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEj-Cl29I/AAAAAAAAElU/9UfBficOJ2E/s200/cipeuyeum+(3).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532395683243744210" /&gt;&lt;/a&gt;Hari berikutnya kami pindah spot menuju ke sebuah sungai kecil di Desa Cipeuyeum, masih di daerah Ciranjang juga. Niatnya mencari ikan betok (bethik/pepuyu/climbing gouramy atau Anabas testudineus) dan atau ikan beunteur (ikan family Cyprinidae), udang sungai dan atau ikan apa saja yang mungkin bisa dipancing dengan piranti tradisional. Umpan geleng kembali menjadi andalan kami selama di sini. Kami sebenarnya mencoba menghindari ikan-ikan beunteur, karena ikan-ikan ini pernah kami pancingi di Desa Cibiuk beberapa waktu lalu, dan juga pernah ditayangkan di Mancing Mania Trans 7. Namun rupanya ikan-ikan betok yang menjadi alternatif utama kami sudah susah didapatkan di daerah ini. Akhirnya ikan beunteur kembali menjadi sasaran utama kami. Hasilnya hingga makan siang tak kurang dari 40-an ekor ikan berhasil kami pancing. Juga beberapa udang air tawar seukuran jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEkapYHyI/AAAAAAAAElk/R8W3EfGbze8/s1600/cipeuyeum+(6).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEkapYHyI/AAAAAAAAElk/R8W3EfGbze8/s200/cipeuyeum+(6).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532395690922614562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEkGlfE8I/AAAAAAAAElc/CF_fh_UiFiU/s1600/cipeuyeum+(4).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcEkGlfE8I/AAAAAAAAElc/CF_fh_UiFiU/s200/cipeuyeum+(4).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532395685537584066" /&gt;&lt;/a&gt;Kami bahkan juga mendapat ikan jeler (Nemacheilus spiniferus) yang telah mulai langka. Dan anehnya, meski akhirnya kami kembali mancing ikan-ikan beunteur, kegembiraan tak juga pergi dari sekitar kami karena sepanjang hari kami dikerubuti rombongan fans yang luar biasa banyak jumlahnya (anak-anak kecil), dan juga karena nasi liwet dan sambal pedas khas Cianjur menyambut kami di ujung acara mancing ini. Sungguh, saya belum pernah merasakan nasi liwet seenak di Cianjur ini! Apalagi ditambah dengan ikan beunteur yang digoreng garing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memburu Strike di Pinggir Keramba Jangari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGQZ4ANrI/AAAAAAAAEls/eInaGRZnSaU/s1600/jangari+(01).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGQZ4ANrI/AAAAAAAAEls/eInaGRZnSaU/s200/jangari+(01).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532397546141398706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGRMyKyDI/AAAAAAAAEl8/xF1ViGzSEkI/s1600/jangari+(11).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGRMyKyDI/AAAAAAAAEl8/xF1ViGzSEkI/s200/jangari+(11).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532397559807133746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGQ4PhiVI/AAAAAAAAEl0/qlmD3paLQ_w/s1600/jangari+(9).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGQ4PhiVI/AAAAAAAAEl0/qlmD3paLQ_w/s200/jangari+(9).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532397554293115218" /&gt;&lt;/a&gt;Keeseokan harinya kami langsung tancap gas ke Jangari. Sebenarnya ini adalah sebuah desa di dalam ‘kompleks’ Waduk Cirata. Jangari adalah lokasi budidaya ikan-ikan air tawar terbesar di Jawa Barat. Dari lokasi inilah ikan-ikan air tawar hasil budidaya para petani ikan kemudian disebarkan ke berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta. Jadi usah bingung lagi memikirkan dari mana ikan-ikan air tawar yang ada di meja makan Anda berasal, hampir dapat dipastikan itu berasal dari Jangari. Kami kembali membawa joran-joran tradisional khas Cianjur yang disebut jeujeur itu. Namun kali ini bukan jenis super light tackle seperti untuk ikan beunteur. Jeujeur yang kami bawa kali ini lebih kaku dan pendek khusus untuk ikan nila (Oreochromis niloticus). Tetapi jangan salah, kami tidak sedang ingin mancing di dalam keramba. Apalagi kami juga tak punya keramba ikan disini? Haha! Kami akan mancing di sekitar keramba, namun umpan dijatuhkan di luar keramba. Jadi tetap mancing di perairan umum. Di Jangari banyak sekali ikan-ikan budidaya yang lolos ke perairan umum. Nah, ikan-ikan yang lolos dari keramba ikan inilah yang akan kami pancing. Jenisnya beragam, ada ikan nila, ikan mas, dan bahkan ikan patin juga dapat kita jumpai. Namun kami akan fokus pada satu spesies saja yakni ikan nila. Oleh karenanya umpan yang kami bawa dari Cianjur hanyalah lumut (jukut) saja. Umpan paling ampuh untuk ikan nila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGRVIl5XI/AAAAAAAAEmE/YJMeAPYbXkM/s1600/jangari+(3).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGRVIl5XI/AAAAAAAAEmE/YJMeAPYbXkM/s200/jangari+(3).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532397562048669042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGRkjGbiI/AAAAAAAAEmM/l9t8sFSRbkk/s1600/jangari+(6).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcGRkjGbiI/AAAAAAAAEmM/l9t8sFSRbkk/s200/jangari+(6).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532397566186384930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcIIZdAApI/AAAAAAAAEmU/iOgmk_4uzcY/s1600/jangari+(7).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcIIZdAApI/AAAAAAAAEmU/iOgmk_4uzcY/s200/jangari+(7).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532399607612441234" /&gt;&lt;/a&gt;Keramba yang kami tumpangi untuk mancing ikan nila ini adalah keramba ikan milik Kama, rekan Kang Asep kawan kami. Kang Asep telah kenal dekat dengan Kama, sehingga kami dapat leluasa numpang di pinggiran keramba miliknya untuk mancing. Kami lalu menyebar di titik-titik paling potensial dengan masing-masing membawa satu baskom atau satu ember lumut plus beberapa piranti mancing. Untuk ikan nila, mata pancing yang kita gunakan biasanya yang berukuran nomor 4 dengan tali 4 pounds. Jeujeur yang kami gunakan tak ada kelasnya, namun kira-kira ukurannya 6-10 pounds (maksimal). Karena jujur saja ini adalah mancing ngomset, cari lauk pauk, kadang satu orang pemancing bisa membawa 10 joran sekaligus dan dipasang berjejer di lokasinya. Saya hanya membawa satu joran saja dan hasilnya juga tak buruk karena berhasil strike 7 ekor ikan nila! Padahal ini adalah trip mancing ikan nila pertama saya ke Jangari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcIJOmaRtI/AAAAAAAAEmk/HZWsARUS080/s1600/jangari+(4).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcIJOmaRtI/AAAAAAAAEmk/HZWsARUS080/s200/jangari+(4).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532399621878990546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcIIq0IfQI/AAAAAAAAEmc/vmP1xhHVB1Y/s1600/jangari+(2).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcIIq0IfQI/AAAAAAAAEmc/vmP1xhHVB1Y/s200/jangari+(2).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532399612272868610" /&gt;&lt;/a&gt;Namun strike tak datang begitu saja, dengan teknik tertentu, ikan-ikan nila harus kita undang dahulu ke spot kita dengan cara memercikkan air berkali-kali atau mengguyur tepian keramba dengan air. Ini adalah tipuan seakan-akan lokasi itu sedang ditebari makanan. Dan biasanya, cara ini sangat efektif mendatangkan ikan-ikan nila berkumpul di titik lokasi kita. Tandanya cukup dengan mengamati gelembung-gelembung air yang mendekat ke sekitar kita. Dan memang cara ini cukup efektif. Hingga senja tak kurang dari 50 ekor ikan nila dan ikan mas kami dapatkan! Lebih dari cukup untuk sebuah acara mancing nebeng di keramba orang?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcIJq_3J3I/AAAAAAAAEm0/sWlu36lZi9k/s1600/jangari+(12).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcIJq_3J3I/AAAAAAAAEm0/sWlu36lZi9k/s200/jangari+(12).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532399629501933426" /&gt;&lt;/a&gt;Dan karena semua menggunakan joran-joran lentur khas Cianjur. Setiap strike ikan nila, apalagi jika ukuran ikannya setelapak tangan, sensasi strikenya sudah seperti menarik ikan-ikan monster di laut dalam. Mendebarkan dan heboh. Ternyata kegembiraan dan kepuasan mancing bisa kita dapatkan dimana saja. Dari trip berbiaya puluhan juta per hari ke pelosok negeri yang jauh, atau dari trip mancing nebeng di keramba orang seperti di Cianjur ini. Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Foto 0: Kang Asep dan Galih memikul ikan-ikan patin perolehan untuk dibawa pulang. Karena dijepret dengan kamera hp, foto kurang bagus tetapi semoga mewakili kekagetan kami dengan tangkapan 'monster' di Sungai Cisokan ini. Foto 1-4: Sungai Cisokan dipotret dari atas. Perahu dan rakit yang akan kami gunakan. Rakit kemudian diseret dengan perahu menuju spot mancing. Foto 5: Hasil ikan patin di Sungai Cisokan. Foto 6: Ikan lalawak bentuknya seperti ini, foto dari koleksi Yan Yan FM (Cirebon). Foto 7: Ikan paray yang kami dapat di Cisokan. Foto 8-9: Ikan-ikan patin perolehan kami di Cisokan. Mantab bukan?! Foto 10: Umpan geleng (campuran kuning telur bebek, chiki, dan potongan daging tuna/tongkol). Foto 11: Joran khas Cianjur (jeujeur). Foto 12: Ikan beunteur di Desa Cipeuyeum. Foto 13: Ikan jeler (sili/tilan/tiluk/arelot). Foto 14: Bunteur goreng yang ‘nendang’ abis rasanya! Foto 14: Suasana di Jangari, perahu-perahu sewaan ditamba di tepi waduk. Foto 15-16: Berangkat menuju spot mancing. Foto 17-19: Piranti khas Cianjur (jeujeur) dan umpan lumut berikut cara masang lumut di mata pancing. Foto 20-21: Ikan nila hitam dan nila merah perolehan saya. Foto 22: Mas Dudit Widodo dan para fans. Hehehehe….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-6856102725726469964?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/6856102725726469964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=6856102725726469964' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/6856102725726469964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/6856102725726469964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2010/10/mancing-di-cianjur-kembali-pada.html' title='Mancing di Cianjur, Kembali Pada Kesederhanaan Memancing Yang Hhhhhhh..... :))'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TMcS3bQE6gI/AAAAAAAAEm8/q2UhVt1uuwA/s72-c/mikul+patin+cianjur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-6194778484701313832</id><published>2010-10-01T12:53:00.011+07:00</published><updated>2010-10-27T00:09:24.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing mania trans 7'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dudit widodo'/><title type='text'>Berkah Galunggung: Menengok Gurame Soang, 28 Tahun Setelah Ledakan Besar Itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV4NNFRfmI/AAAAAAAAEg8/V-ULl2qdy9o/s1600/mike.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV4NNFRfmI/AAAAAAAAEg8/V-ULl2qdy9o/s200/mike.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522952686285192802" /&gt;&lt;/a&gt;Ikan gurami (Osphronemus goramy) adalah ikan asli negeri kita. Ada yang menyebutnya gurame (Sunda), grameh (Jawa), kalui/kaloi (Sumatera). Dengan wilayah persebaran utama adalah Sunda Besar; Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Entah dulu, namun kini ikan ini adalah ikan budidaya yang sudah sangat sulit dijumpai di perairan alami. Ikan gurame ada dua jenis, gurame soang (gurame angsa), dangurame Jepang. Sentra budidaya ikan ini adalah daerah Ciamis, Tasikmalaya, Singaparna, Manonjaya di Jawa Barat. Namun daerah Ciamis sebenarnya lebih terkenal karena sukses sebagai daerah budidaya ikan mas (Cyprinus carpio). Ikan non Indonesia yang menurut Djoko Suseno (2000) didatangkan dari Eropa dan China bagian selatan dimana sekitar tahun 1860-an. Menurut R.O Ardiwinata (1981) di Ciamis masyarakat sudah membiakkan ikan ini dengan sejenis ijuk untuk meletakkan telur-telur ikan tesebut. Ikan mas kini telah menjadi ikan konsumsi yang sangat penting di seluruh negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_5GxtcaI/AAAAAAAAEiM/5kMEJM_s2rY/s1600/lukisan+galunggung.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_5GxtcaI/AAAAAAAAEiM/5kMEJM_s2rY/s200/lukisan+galunggung.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522961137088164258" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali ke ikan gurame. Berkat kemahiran orang-orang Tasikmalaya, Singaparna dalam budidaya gurame, ikan gurame kemudian menyebar ke penjuru negeri dan malah ke luar negeri; Australia, China, Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ini hanya dugaan saya sebenarnya, melihat bahwa tidak ada derah lain yang sesukses Tasikmalaya dan Singaparna dan sekitarnya dalam membudidayakan ikan gurame, saya menganggap bahwa persebaran ikan ini ke berbagai negara bermula dari sini. Meski kemudian menjadi ikan konsumsi yang prestisius di banyak negara, ‘prestasi’ ini jarang dibahas oleh kalangan pemancing karena menurut pengamatan saya, banyak pemancing kita yang sangat sibuk dengan urusan banyaknya ikan asing yang sukses di negeri kita (nila, bawal, dan ikan mas) dan sederet ikan asing lain di kelompok ikan hias. Bukan saya anti, saya juga ikut prihatin dengan banyaknya ikan asing yang sukses di negeri kita, ada menu ikan bawal di sebuah warung pinggir jalan misalnya membuat saya mengurut dada. Pendatang Amazon yang ‘sialan’ dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBIDuxuNI/AAAAAAAAEik/XKMTV_qdhh0/s1600/kru+mmt7+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBIDuxuNI/AAAAAAAAEik/XKMTV_qdhh0/s200/kru+mmt7+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522962493480220882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBH1dH3OI/AAAAAAAAEic/vS6ooj4va40/s1600/kru+mmt7.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBH1dH3OI/AAAAAAAAEic/vS6ooj4va40/s200/kru+mmt7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522962489648078050" /&gt;&lt;/a&gt;Namun saya tak bisa untuk berlama-lama mengumpati kesuksesan ikan-ikan non Indonsia yang sukses itu. Menelusuri kembali ikan-ikan asli Indonesia yang sukses bertahan dari gempuran ikan-ikan asing itu juga adalah hal menarik yang tidak boleh kita lupakan agar khalayak luas memiliki informasi yang cukup bahwa ikan kita juga masih ada. Siapa yang bisa menyangkal bahwa ikan gurame tidak sukses dan tangguh bertahan? Silahkan datangi resto ikan yang terkenal dimana saja, gurame saya yakin menjadi salah satu menu primadona disana. Atau malah menjadi menu favorit Anda? Ini bukti nyata bahwa dengan hadirnya ikan ini di jagat kuliner, menunjukkan bahwa ikan ini masih hidup sejahtera di kolam-kolam budidaya di berbagai daerah Indonesia. Sayang memang, karena di perairan alami sudah sangat sulit, tetapi menurut saya kita tidak bisa selalu memuja yang “ideal” terus untuk hal ini. Dan gurame ini sebenarnya tidak sendirian. Banyak ikan asli kita yang tetap bertahan, wader (beunteur) misalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5Y9W1OmI/AAAAAAAAEhM/FAnKEBdbmdE/s1600/cirahong.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5Y9W1OmI/AAAAAAAAEhM/FAnKEBdbmdE/s200/cirahong.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522953987733928546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5ZCg9fcI/AAAAAAAAEhU/YDfgMozQrHg/s1600/cirahong+(1).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5ZCg9fcI/AAAAAAAAEhU/YDfgMozQrHg/s200/cirahong+(1).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522953989118590402" /&gt;&lt;/a&gt;Pada tahun 1982, Gunung Galunggung meletus dengan dahsyatnya. Cerita kedahsyatannya masih dikisahkan orang Jawa Barat hingga kini. Petir menyambar areal sekitar gunung dalam waktu lama dan menjadi bahan riset para peneliti dan dokumentaris dari banyak negara, seorang Dudit Widodo misalnya (yang kini menjadi ‘kapten’-nya Mancing mania Trans 7) pada saat erupsi Galunggung bersama dokumentaris Jepang juga berada di lokasi untuk suting. Di daerah Tasikmalaya dan sekitarnya, tebal abu vulkanik Galunggung bisa menimbun utuh sebuah rumah! Kerusakan akibat erupsi Galunggung bukan hanya membuat warga menderita namun juga membuat budidaya ikan gurame jatuh tersungkur. Lha kalau rumah saja bisa tertimbun abu, bagaimana dengan balong (kolam ikan) yang terbuka itu? Tidak mudah membersihkan sebuah balong yang tertimbun abu vulkanik yang tercampur air. Kemarin di sebuah pesantren di Manonjaya, seorang kiai mengatakan kepada kami, salah satu sebab punahnya spesies sidat atau lobang (mirip belut namun telinganya lebih lebar dan bisa tumbuh besar) adalah karena erupsi Galunggung. Ada benarnya saya kira, sidat atau lobang berumah di dalam lubang di sungai-sungai. Lalu abu, lumpur panas dan atau lava kemudian menerjang sungai, apa jadinya dengan sidat atau lubang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5ZVn78vI/AAAAAAAAEhc/PTB86sFluIY/s1600/cirahong+(2).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5ZVn78vI/AAAAAAAAEhc/PTB86sFluIY/s200/cirahong+(2).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522953994248123122" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi dengan semangat menengok kembali kondisi terkini budidaya gurame ataupun dunia “perbalongan” di sekitar Tasikmalaya itulah kami datang, dua puluh delapan tahun setelah erupsi Galunggung. Dalam rombongan Mancing Mania Trans 7 ini ada saya (reporter), Denis (Ass. Produser), Mas Dudit ( host, Executive Produser, seleb, pemancing), Bramantya (kameraman), dan Hasan (pilot). Dua puluh delapan tahun mungkin telah terlalu lama, ini misalnya jika kami ingin menarik sebuah benang merah yang sangat jelas efek erupsi terhadap gurame dan kemudian pemulihannya. Namun kami percaya bahwa ini tetap penting, karena justru setelah sekian lama berlalu inilah maka semakin banyak hal baru yang telah muncul yang bisa dipakai untuk memahami dunia “perbalongan” dan ikan gurame Tasikmalaya kini. Namun tetap, pekerjaan utama kami sebenarnya hanyalah untuk suting gambar-gambar mancing ikan gurame. Jadi sebenarnya jangan terlalu percaya dengan tulisan saya ini karena selama di lokasi saya bukan sedang meneliti! Haha!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Pesantren di Manonjaya hingga Rumah ‘Jagoan’ Galunggung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5ZjoD-WI/AAAAAAAAEhk/0TDOgsmeBhI/s1600/pesantren.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5ZjoD-WI/AAAAAAAAEhk/0TDOgsmeBhI/s200/pesantren.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522953998006745442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5aPqK2SI/AAAAAAAAEhs/NeGpjXpxphs/s1600/pesantren+(1).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV5aPqK2SI/AAAAAAAAEhs/NeGpjXpxphs/s200/pesantren+(1).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522954009826744610" /&gt;&lt;/a&gt;Kami tiba saat malam telah lama memeluk kota Ciamis pada tanggal 24/09. Seluruh hotel di Tasikmalaya penuh karena sedang ada Muktamar Persatuan Islam (Persis). Jadi kami terpaksa berhenti di Ciamis untuk sebuah nyenyak yang sekejap. Sembari menunggu kehadiran seorang kawan dari bandung (Dadan Iskandar, seorang pemancing yang sedang ‘turun gunung’ dari Jayawijaya, Papua), kami menyerbu sebuah warung pinggir jalan yang sayangnya tidak ada menu ikan guramenya. Ini adalah kenyataan menarik. Karena harga gurame mahal di pasar nasional, ikan-ikan gurame akhirnya terdistribusi ke pusat-pusat kapital seperti Jakarta dibandingkan untuk didistribusikan di pasar lokal yang daya serap pasarnya kecil. Akhirnya Pak Dadan pun tiba, sayangnya tepat ketika makan malam kami usai. Karena Bandung macet gila, makanya jadi lama’an saya sampainya dibanding yang dari Jakarta. Katanya ramah namun tampak lelah. Beliau ini adalah kawan baik kami yang sering sekali mengundang kami memancing di Timika. Sehari-hari dia bekerja untuk Freeport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_4tJp8FI/AAAAAAAAEh0/xnVfgMOOQB8/s1600/pesantren+(2).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_4tJp8FI/AAAAAAAAEh0/xnVfgMOOQB8/s200/pesantren+(2).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522961130209275986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_48tiW1I/AAAAAAAAEh8/dZFOoRw6YgA/s1600/haji+asep.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_48tiW1I/AAAAAAAAEh8/dZFOoRw6YgA/s200/haji+asep.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522961134386305874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_5dpHZNI/AAAAAAAAEiU/CPcmfL8ZxhM/s1600/dadan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_5dpHZNI/AAAAAAAAEiU/CPcmfL8ZxhM/s200/dadan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522961143226131666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_4-s81KI/AAAAAAAAEiE/bpTskJdpTgs/s1600/haji+lilik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV_4-s81KI/AAAAAAAAEiE/bpTskJdpTgs/s200/haji+lilik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522961134920717474" /&gt;&lt;/a&gt;Lokasi pertama mancing kami adalah sebuah pesantren di Manonjaya. Hingga tiga hari kemudian kami bolak-balik kesini untuk gurame galunggung atau gurame soang yang konon adalah jenis gurame paling baik dibandingkan gurame jepang (spesies gurame sebenarnya hanya ada dua yakni soang dan jepang, varian baru yang muncul kemudian adalah hasil persilangan dari keduanya). Umpan jangkrik yang konon paling ampuh untuk memancing ikan ini telah kami siapkan. Satu box penuh! Juga umpan dedaunan misalnya daun papaya, daun singkong, dan daun talas. Kolam-kolam ikan di Pesantren Miftahul Huda sangat banyak, mungkin ada 50-an kolam ikan dengan luas bervariasi. Kami fokus pada beberapa kolam yang menurut para pimpinan pondok pesantren ini paling menjanjikan strike gurame. Haji Asep (pimpinan pesantren) dan juga beberapa haji lain ikut bergabung mancing. Juga beberapa orang santri ikut membantu kami sembari mancing. Ini belum termasuk rombongan besar anak-anak kecil sekitar pesantren, ibu-ibu pesantren, dan juga warga yang penasaran. Jadi mancing gurame yang harusnya dikondisikan sepi (gurame sangat sensitif dan waspada dengan suasana lokasi) menjelma menjadi acara arisan bulanan dengan beragam tawa, grudak-gruduk dan juga bebunyian mulai dari bunyi sendok makan jatuh sampai bunyi jembatan bambu yang patah. Mungkin ada 40an orang yang nimbrung hari itu. Hari pertama gagal total. Hanya ikan-ikan mas, mujaer, patin yang mendominasi tangkapan. Hanya satu ekor gurame yang saya dapat, itupun setelah saya memutuskan kabur dari rombongan besar dengan memancing sendirian di lokasi yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV4N6ayUqI/AAAAAAAAEhE/kmAuDnVoKiE/s1600/bader.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV4N6ayUqI/AAAAAAAAEhE/kmAuDnVoKiE/s200/bader.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522952698455020194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBJHt4rzI/AAAAAAAAEi8/MFrYdS_PuEM/s1600/tawes.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBJHt4rzI/AAAAAAAAEi8/MFrYdS_PuEM/s200/tawes.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522962511730093874" /&gt;&lt;/a&gt;Hari kedua dan ketiga lebih baik. Rombongan ‘fans’ telah jauh berkurang sehingga kami bisa lebih berkonsentrasi dalam memancing. Tetapi memang susah mengharap gurame dalam kondisi kolam-kolam yang populasi terbanyaknya adalah mujaer. Umpan apapun, kecuali umpan dedaunan, selalu disambar duluan oleh ikan-ikan mujaer itu. Disinilah pakem-pakem umpan itu kami lihat menjadi sangat relatif. Saat umpan jangkrik yang katanya sangat ampuh untuk gurame malah selalu disambar ikan mujaer, maka keong sawah lah yang menjadi ‘peluru’ utama kami menggaet gurame. Saat memasang umpan pelet kami mengharap ikan mas yang menyambar, eh kami malah mendapat ikan tawes dan bahkan ikan bader (lalawak-sepupu tawes). Saat umpan daun singkong kami harapkan disambar gurame ataupun tawes, eh malah kami mendapat ikan mas. Kami juga malah mendapat ikan patin segala. Ternyata memang selalu ada anomali. Meski tangkapan berlimpah, kami masih belum puas karena gurame yang kami cari-cari masih menjadi spesies minoritas yang mengisi daftar gambar. Keragaman populasi ikan-ikan di pesantren ini menyatakan bahwa kini budidaya ikan di Tasikmalaya kini rupanya bukan melulu gurame atau ikan mas. Atau ini juga hanyalah anomali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWByQGShaI/AAAAAAAAEjE/0mc6ZjwZNDc/s1600/menyeberang+sungai.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWByQGShaI/AAAAAAAAEjE/0mc6ZjwZNDc/s200/menyeberang+sungai.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522963218354570658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWByY1SDLI/AAAAAAAAEjM/oPMs9CbGAzM/s1600/kolam+endang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWByY1SDLI/AAAAAAAAEjM/oPMs9CbGAzM/s200/kolam+endang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522963220699155634" /&gt;&lt;/a&gt;Seiring dengan banyaknya simpatisan yang ingin ikut menyukseskan pendokumentasian gurame soang ini, langkah kaki kami semakin menjelajah berbagai penjuru Tasikmalaya. Mulai dari kolam private seorang aparat, kolam-kolam ikan milik sebuah restoran, pedesaan di manonjaya, hingga akhirnya kami memutuskan menuju ke lereng Galunggung ke wilayah ‘kekuasaan’ jagoan Galunggung bernama Endang Jutak. Nama terakhir ini kondang di seluruh Tasikmalaya sebagai juragan pasir Galunggung, biasa dipanggil dengan nickname sederhana yang tidak sederhana “bos!” Seorang yang pada letusan Galunggung 1982 masih seorang bocah (pada saat itu Mas DW sudah suting di sana), namun memutuskan tidak ikut mengungsi seperti orang-orang tua lainnya. Mungkin, karena inilah energi letusan Galunggung diserap semuanya olehnya, menjadikan dia kini seorang yang kaya raya, jagoan, dan disegani dari Tasikmalaya hingga Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV4MXupJ7I/AAAAAAAAEg0/_N33RjS9TOU/s1600/yono.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV4MXupJ7I/AAAAAAAAEg0/_N33RjS9TOU/s200/yono.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522952671963195314" /&gt;&lt;/a&gt;Kami agak keki saat bertatapan dengannya pertama kali. Tongkrongannya mirip para militer namun dengan kalung emas sebesar rantai jangkar kapal dengan disertai seorang pengawal. Sayang sekali saya benar-benar lupa memotretnya! WTF! Pertama kali, kami disuruh memancing di dalam rumahnya, bayangkan, di dalam rumahnya ada kolam ikan yang penuh dengan lele, ikan mas, gurame, dan bawal! Bagus lagi kolammya?! Namun dengan halus kami kemudian bisa membujuknya agar kami bisa bermain di halaman belakangnya yang terdapat kolam seluas separo lapangan bola itu. Sejatinya, Endang Jutak adalah seorang yang baik. Hanya saja perjalanan hidup mendidiknya untuk tegas dan mungkin keras. Di kolam belakang inilah kami mendapat kesuksesan yang lumayan mengakali gurame, meski sebenarnya yang strike gurame hanya saya sendiri yakni dua ekor karena ikan-ikan yang dinaikkan pemancing lain adalah lele dan ikan mas. Disini saya mendapati bahwa umpan yang ampuh untuk gurame adalah ulat kayu (mirip kelabang). Namun lagi-lagi saya harus menyepi, memancing di sudut kolam yang banyak bambu yang direndam dan di antara tonggak-tonggak kandang ayam. Tidak di sekitar keramaian rombongan bocah yang jumlahnya hampir 50 orang lebih yang menyerbu Mas DW layaknya kawanan tawon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBIQ0RLgI/AAAAAAAAEis/ApcKLrRM2d0/s1600/ulat+pisang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBIQ0RLgI/AAAAAAAAEis/ApcKLrRM2d0/s200/ulat+pisang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522962496992914946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBIkvNsSI/AAAAAAAAEi0/76D0e2YEmfY/s1600/hasan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKWBIkvNsSI/AAAAAAAAEi0/76D0e2YEmfY/s200/hasan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522962502340423970" /&gt;&lt;/a&gt;Jelas, ikan gurame itu masih ada, masih penting bagi warga Tasikmalaya, dan masih bertahan meski kini spesies asing lain mulai menjadi semakin penting dan mulai merecoki populasi di sana. Seorang petani gurame di Sumbermanggis, Manonjaya mengatakan kepada saya bahwa kini ikan-ikan gurame hanya cukup untuk memenuhi permintaan pasar di Pulau Jawa saja. Tidak lagi bisa didistribusikan ke luar Jawa apalagi ke luar negeri. Karena ada kuota minimal yang harus dipenuhi jika didistribusikan ke luar jawa atau luar negeri dan kuota itu sangat besar. Daripada mengurusi pasar yang jauh dengan resiko yang tinggi, lebih baik mengurusi pasar yang dekat saja. Toh tetap menguntungkan. Dan yang lebih penting adalah berkah naungan Galunggung bernama gurame soang ini tetap bisa memberikan kebahagiaan bagi siapapun yang bersinggungan dengannya. Hal terakhir ini jelas bukan sebuah anomali, melainkan ketangguhan melewati ujian jaman. Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Most pictures by me, Dadan Iskandar &amp; Denis Polapa. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Photos caption: (1). Saya berhasil hooked up ikan gurame di Pesantren Miftahul Huda, dengan umpan keong sawah. (2). Lukisan Gn. Galunggung di sebuah kamar hotel. Selama di Tasikmalaya saya tidak dapat memotret Galunggung karena selalu tertutup kabut dan awan. (3) &amp; (4). Kru MMT7 kecuali Dadan Iskandar dan tanpa Bramantya. (5-7). Jembatan Cirahong yang melintas di Cikapundung, jalur alternatif antara Ciamis-Tasikmalaya. (7-8). Tiba di Miftahul Huda. (9-15). Suasana selama mancing di Pesantren Miftahul Huda. Ikan patin, ikan mas, bader dan tawes kami dapatkan. (16). Menuju ke daerah Endang Jutak. (17). Kolam ikan di belakang rumah Endang Jutak. (18). Yono, penjaga rumah Endang Jutak hooked up ikan mas jumbo. (19-20). Ulat pisang dan ikan gurame hasil mancing Hasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-6194778484701313832?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/6194778484701313832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=6194778484701313832' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/6194778484701313832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/6194778484701313832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2010/10/berkah-galunggung-menengok-gurame-soang.html' title='Berkah Galunggung: Menengok Gurame Soang, 28 Tahun Setelah Ledakan Besar Itu'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKV4NNFRfmI/AAAAAAAAEg8/V-ULl2qdy9o/s72-c/mike.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-6810091498705110662</id><published>2010-09-30T09:06:00.008+07:00</published><updated>2010-09-30T16:48:22.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aksesoris mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fishing ground'/><title type='text'>APG: Kisah Tentang Sebuah Topi Pemberian Seorang Kawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKRcPdhKMSI/AAAAAAAAEgs/XikZ8g5zs5w/s1600/8+dewi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKRcPdhKMSI/AAAAAAAAEgs/XikZ8g5zs5w/s200/8+dewi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522640463754572066" /&gt;&lt;/a&gt;MUNGKIN INILAH AWAL MULA HAL TOPI INI: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pemberhentian pertama saya di Bandung adalah CCF di Jl. Purnawarman. Untuk menemui kawan lama saya yang telah sukses menjadi designer grafis CCF dan juga sebuah distro besar di Bandung, FRBLT (Firebolt). Ageng Purna Galih (APG) namanya. Darinya semenjak kuliah dulu saya belajar banyak. APG, menurut saya, adalah seniman yang lengkap. Menjelajah berbagai wilayah seni dengan pemahaman dan semangat yang tinggi. Dari fotografi hingga musik. Dari mengulik program design grafis hingga menggambar dengan pensil. Saya salut padanya. Tak dinyana ketika sedang asyik melepas rindu di CCF melintas kawan Parasastra, Anes, pertemuan semakin meriah. Bergelas capuccino semakin cepat tandas. Selengkapnya baca&lt;/span&gt; &lt;a href="http://michaelrisdianto.blogspot.com/2009/04/salam-bandung.html"&gt;Salam Bandung.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8lteonFI/AAAAAAAAEfk/6auK-YiKhJI/s1600/medan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8lteonFI/AAAAAAAAEfk/6auK-YiKhJI/s200/medan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522605661623983186" /&gt;&lt;/a&gt;Saya merasa bahwa blog ini mulai jarang saya ‘sentuh’ dengan baik. Padahal, meski pembuatan pertunjukan ikan itu memang menyita sangat banyak waktu, sebenarnya selalu ada untuk sekedar mencoreti blog ini agar tidak dikira ditinggalkan pergi oleh pemiliknya. Tetapi waktu yang ada itu selalu luput dipakai ‘menyentuh’ blog ini. Bukan maksud saya begitu, dengan perhatian dari banyak orang yang sayangnya jarang menuliskan komen-komennya di sini, hehehe, seharusnya semangat saya selalu bergejolak untuk ‘mencolek’ blog ini agar selalu tampak ‘menggeliat’. Ternyata, merangkai kata itu tak selalu mudah apalagi jika raga sering didera lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8mFwfgyI/AAAAAAAAEf0/menpDtKnwQM/s1600/borneo1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8mFwfgyI/AAAAAAAAEf0/menpDtKnwQM/s200/borneo1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522605668141335330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8mWsoOeI/AAAAAAAAEf8/EhOPNwD0aBs/s1600/borneo2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8mWsoOeI/AAAAAAAAEf8/EhOPNwD0aBs/s200/borneo2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522605672688531938" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali ke ibukota seperti kembali pada sebuah wujud keangkuhan yang sulit untuk diajak bicara. Panas kini tidak terlalu meraja di kota ini, karena hampir setiap hari mendung dan hujan, Anda pasti menontonnya di layar televisi bagaimana kota yang angkuh ini hampir setiap hari didera hujan? Namun bising dan ketiadaan tegur sapa tetap bertahta. Juga kebiadaban-kebiadaban itu. Kepulangan yang tak nyaman sebenarnya saat raga ini penat usai berkarya di tempat yang jauh, sementara di jalanan kota ini banyak orang barbar berkelahi dengan parang dan pentungan. Sepantas inikah ibukota ini harus selalu saya datangi untuk memenuhi kata “kembali”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8nMifyuI/AAAAAAAAEgE/eaTYrBa5k3k/s1600/fakfak.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8nMifyuI/AAAAAAAAEgE/eaTYrBa5k3k/s200/fakfak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522605687141550818" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah ruang kecil panas di pojokan entah adalah titik akhir perjuangan saya menjumpai kembali Jakarta. Masih, seperti biasanya, meski saya berbangga bahwa tempat ini selalu sangat bersih, tak bisa saya pungkiri ini adalah “bunker” yang sempit dan penuh barang disana sini. Meski begitu, saya bersyukur karena ini juga cukup pantas untuk seorang rantau dari kampung seperti saya. Tempat yang saya sarankan tidak Anda singgahi karena saya akan kebingungan mendudukkan Anda di sudut nyaman yang mana lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ9NJBHhJI/AAAAAAAAEgM/m8EAg9WFymU/s1600/semeru.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ9NJBHhJI/AAAAAAAAEgM/m8EAg9WFymU/s200/semeru.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522606339031270546" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah topi bermotif army, namun bukan motif army negeri kita, teronggok di sebuah tumpukkan. Saya lupa kapan saya melemparkannya kesana. Topi itu agak lusuh namun bersih. Namun andai ditelisik oleh seorang penyelidik akan ditemukan fakta lain, agak bau akibat didera hujan dan panas selama hampir seminggu penuh di pedesaan Jawa Barat kemarin. Topi yang tidak bisa saya ajak bicara membahas kebiadaban perkelahian antar kelompok preman Jakarta tadi siang, ataupun membahas kenapa Chelsea FC hanya menang 2-0 melawan tim lemah Ol. Marseille di ajang Liga Champion. Topi yang kadang saya sembunyikan di dalam tas saat ngantor karena sangat mencolok saat disandingkan dengan uniform hitam-hitam saya. Barang kucel namun sangat penting saat panas atau hujan mendera di lapangan, namun sering saya ingkari keberadaannya saat saya telah berada di Jakarta. Tak saya sadari, ternyata saya sering ikut-ikutan dengan kota ini, pongah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ9NHwJ4NI/AAAAAAAAEgU/atua5v1-cxc/s1600/takabonerate.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ9NHwJ4NI/AAAAAAAAEgU/atua5v1-cxc/s200/takabonerate.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522606338691686610" /&gt;&lt;/a&gt;Dia dalah pemberiaan seorang kawan, lebih setahun lalu, saat kaki tiba-tiba mengajak saya singgah di Bandung, kota yang pernah mendidik saya bertahun lamanya dulu. Kota yang pernah menjadi tempat persembunyian saya dari kenyataan hidup dalam kenyamanan ruang-ruang kuliah. Kawan ini adalah seorang seniman, dia lebih suka disebut sniboy, seniman memang selalu unik, eh sniboy maksud saya, yang bekerja di seputar dunia design graphic, clothing, art, culture, dan music di kota ini. Betapa saya iri dengannya karena ternyata dialah yang mampu menjadikan mimpi-mimpi masa kuliah itu terwujud. Dulu kami pernah bermimpi bersama, tanpa kesepakatan pastinya, tentang sebuah kondisi ideal menjalani hidup. Namun ternyata ikan membawa saya ke ‘perairan’ yang baru sama sekali yang dulu tidak pernah terbayangkan. Dan sialnya lagi, saya betah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ-TTJnjJI/AAAAAAAAEgk/WZCfJzrTmfQ/s1600/uk.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ-TTJnjJI/AAAAAAAAEgk/WZCfJzrTmfQ/s200/uk.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522607544342121618" /&gt;&lt;/a&gt;Topi ini telah menemani saya ke berbagai penjuru negeri, ikut-ikutan nongol di foto yang dimuat di majalah, dan kadang tak sengaja tersorot kamera tv. Menemani saya dalam diam, namun selalu memberi rasa nyaman, meski terkadang kehadirannya sering tak saya anggap penting. Telah banyak topi yang mencoba menggesernya dari kepala saya, namun tampaknya topi yang satu ini memiliki ‘kesaktian’ tertentu, bukan dia yang tergeser tetapi selalu topi lain yang musnah lebih dahulu. Ajaib sekali. Jika ada waktu saya ingin bertanya kepada kawan saya itu, ada apa dibalik topi ini. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ9NUT3NqI/AAAAAAAAEgc/MJUvGd1Xy_s/s1600/tasik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ9NUT3NqI/AAAAAAAAEgc/MJUvGd1Xy_s/s200/tasik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522606342062683810" /&gt;&lt;/a&gt;Jika dia bernyawa, pasti dia bisa ikut merasa beragam kejadian itu. Merasa lelah dan frustasi saat memburu ikan-ikan besar di samudera, atau merasa ketakutaan saat jeram-jeram sebuah sungai di pedalaman Kalimantan siap melumat perahu. Merasa gembira saat sebuah penduduk pulau terpencil menawarkan tempat beristirahat usai melayari samudera tak berujung, ataupun merasa ikut terpuaskan saat hasrat mendapatkan monster penghuni laut atau sungai dapat diwujudkan. Jika dia bernyawa, pasti akan ikut kedinginan saat suhu mendekati nol derajat di sebuah gunung tertinggi di Pulau Jawa saya daki beberapa bulan lalu. Atau jika dia bernyawa, dia pasti akan ikut geram seperti saya saat janji-jani ternyata begitu mudah diingkari. Sayangnya dia hanyalah topi yang hanya mampu bicara saat terjatuh dari ketinggian. Itupun bunyi yang pelan dan tak mencuri perhatian sama sekali. Namun meski tak mampu bicara, dia sesungguhnya tak pernah benar-benar kehilangan perhatian saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8mDIu_wI/AAAAAAAAEfs/wG78VmiSalE/s1600/rote.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQ8mDIu_wI/AAAAAAAAEfs/wG78VmiSalE/s200/rote.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522605667437707010" /&gt;&lt;/a&gt;Pernah dalam sebuah perjalanan, saat itu kami singgah di sebuah rumah makan di sebuah kota di Pantai Timur Sumatera, seorang bapak-bapak yang juga makan di rumah makan yang sibuk itu tiba-tiba mendatangi saya saat saya sedang membasuh tangan di wastafel restoran. Dimana beli topi ini? Apakah dia bisa membeli topi saya ini saat itu juga? Saya tak begitu memperhatikan kesungguhannya, apakah dia benar-benar membeli ataukah karena dandanan saya itu provokatif (ataupun sentimental) baginya. Mungkin sekali kostum saya saat itu mencuri perhatiannya karena saya serba loreng, meski sekali lagi bukan loreng army kita. Celana panjang saya adalah loreng dan topi juga loreng. Hanya t-shirt saja yang netral. Tidak bisa jika karena loreng ini saya menerima konsekuensi-konsekuensi aneh seperti jika sebagai sipil memakai lorengnya army kita. Tentunya keinginannya untuk membeli ‘seragam’ saya tidak saya penuhi, ada-ada saja. Dan lapar pun mengakhiri pembicaraan antara kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQoE8iqarI/AAAAAAAAEfc/vzWNlOjM-KA/s1600/topi+frblt-apg.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKQoE8iqarI/AAAAAAAAEfc/vzWNlOjM-KA/s200/topi+frblt-apg.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522583108499172018" /&gt;&lt;/a&gt;Dan hari ini, saya tak menduganya sama sekali, di samping saya kembali teronggok topi baru lagi kiriman dari kawan saya itu. Berkah tulus sebuah persahabatan yang tak mengharapkan pamrih. Namun entah kenapa kini topi-topi ini menjelma menjadi semacam ‘kutukan’ indah tentang perjalanan-perjalanan berikutnya yang masih harus saya lakukan. Andai saya bisa menyulap satu mimpi saja, saya berharap kawan saya itu, sniboy yang bernama APG, berada di salah satu perjalanan yang akan saya lakoni itu. Entah ke laut, entah ke sungai yang mana. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* All pictures by my friends. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Foto #0: Saya, Dewi dan APG. Pacaran sejak kuliah, keduanya kini telah menjadi suami istri. Foto #1: Kalau tidak salah ini saat trip ke Pulau Berhala, Sumatera Utara. Foto #2-#3: Trip ke Sungai X di pegunungan Kaltim yang berbatasan dengan Malaysia. Foto #4: Fakfak, Papua Barat. Foto #5: Ranu Kumbolo, Gn. Semeru, Jatim. Foto #6: Takabonerate, Sulawesi Selatan. Foto #7: Ujung Kulon, Banten. Foto #8: Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto #9: Pulau Rote, NTT. Foto #10: Topi lama dan topi baru itu. Thanks Geng!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-6810091498705110662?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/6810091498705110662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=6810091498705110662' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/6810091498705110662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/6810091498705110662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2010/09/tentang-sebuah-topi-pemberian-seorang.html' title='APG: Kisah Tentang Sebuah Topi Pemberian Seorang Kawan'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TKRcPdhKMSI/AAAAAAAAEgs/XikZ8g5zs5w/s72-c/8+dewi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-1205050487299812429</id><published>2010-09-20T15:37:00.013+07:00</published><updated>2010-09-20T23:54:00.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='michael risdianto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spot mancing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mancing tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><title type='text'>Dia Hadir Begitu Nyata di Jernihnya Aliran Sungai Lereng Gunung Salak</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih kepada kawan saya, pengunjung setia blog ini, Darmadi Yahya, atas sarannya pada kombinasi kata pada header blog. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCrreOJsI/AAAAAAAAEes/4KYIXsOfTgI/s1600/mike+cnr2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCrreOJsI/AAAAAAAAEes/4KYIXsOfTgI/s200/mike+cnr2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519023555281299138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCrMaABxI/AAAAAAAAEec/LNasyWjkmxU/s1600/mike+baju+abu2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCrMaABxI/AAAAAAAAEec/LNasyWjkmxU/s200/mike+baju+abu2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519023546942097170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Masih, blog ini adalah catatan sekadar dalam cepat dan sempitnya waktu selama perjalanan, dari pengapnya sebuah kamar kecil di sudut panas kota Jakarta, dari main petak umpet dengan omelan pacar, dan dari mana saja ketika hasrat untuk berbagi kisah itu muncul, dan dari segala keterbatasan saya sebagai 'wong ndeso'. Saya bukan siapa-siapa, hanya kisah-kisah di blog ini yang bisa saya bagi, karena hanya kisah perjalanan yang saya miliki. Semoga Tuhan selalu memberi berkah untuk sebuah kisah yang tak pernah terputus. Semoga Tuhan selalu menyertai kita semua! Amin!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA8XMmUyI/AAAAAAAAEdc/efDIWgG2bbw/s1600/sungainya1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA8XMmUyI/AAAAAAAAEdc/efDIWgG2bbw/s200/sungainya1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519021642873197346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA8OTelHI/AAAAAAAAEdU/AfNgi63MdBA/s1600/sungainya2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA8OTelHI/AAAAAAAAEdU/AfNgi63MdBA/s200/sungainya2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519021640486130802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA7vP8YRI/AAAAAAAAEdM/5lBy3i4teT8/s1600/sungainya3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA7vP8YRI/AAAAAAAAEdM/5lBy3i4teT8/s200/sungainya3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519021632149807378" /&gt;&lt;/a&gt;Saat baris pertama tulisan ini diketik, telah sehari berlalu namun semua masih tergambar dengan jelas. Semua masih terasa dengan sangat jelas. Gemericik air bening yang dingin mengalir deras di bebatuan dan menelusup di sela-sela kaki itu. Suara satwa yang bersahutan itu; burung, katak, dan juga jangkrik. Gunung Salak yang kadang tampak kadang hilang oleh awan. Para petani yang sesekali melintas di sawah yang baru saja dipanen. Dan bau rerumputan basah yang tumbuh menghijau di sepanjang tepian sungai. Semua masih sangat jelas dan seakan menempel di seluruh badan, menegaskan diri sebagai berkah suci-Nya yang siap melindungi diri dari ‘kekejian’ kota yang siap menerkam di hari-hari mendatang yang bisa saja ‘kejam’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA9foJ5WI/AAAAAAAAEds/_bjRh3Z8iSk/s1600/waterproof+bag2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA9foJ5WI/AAAAAAAAEds/_bjRh3Z8iSk/s200/waterproof+bag2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519021662316127586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA8kYmupI/AAAAAAAAEdk/1pUEEVH0cT0/s1600/waterproof+bag1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeA8kYmupI/AAAAAAAAEdk/1pUEEVH0cT0/s200/waterproof+bag1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519021646413216402" /&gt;&lt;/a&gt;Saya sebenarnya tidak memiliki rencana sedikitpun untuk datang ke kampung kecil di lereng Gn. Salak, Bogor ini. Namun ternyata sebuah rencana silaturhami yang awalnya digagas di Bogor ke rumah seorang yang baik gagal terlaksana maka perjalanan pun langsung diarahkan ke kampung halaman “yang tercinta” saya ini. Tanpa persiapan apa-apa selain sedikit perbekalan ala kadarnya. Dan bahkan alat pancing air tawar pun juga tidak saya bawa padahal di kampung Gadog Sisi ini banyak sekali sungai-sungai bagus yang masih sangat alami. Tetapi untunglah pepatah air-ikan itu benar dan bahkan telah semakin ‘maju’ saja bunyinya. Dimana ada air maka disitu ada ikan. Dan di desa terdekat pasti ada toko pancingnya! Haha! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBuRN3j_I/AAAAAAAAEd0/JNM357PbobU/s1600/dora.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBuRN3j_I/AAAAAAAAEd0/JNM357PbobU/s200/dora.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519022500261367794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBvHeEMyI/AAAAAAAAEeE/-KrRLELQ2Es/s1600/sandi+hooked+up.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBvHeEMyI/AAAAAAAAEeE/-KrRLELQ2Es/s200/sandi+hooked+up.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519022514824819490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBvlVFmuI/AAAAAAAAEeM/rsP6K0xFbh4/s1600/sandi+cnr1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBvlVFmuI/AAAAAAAAEeM/rsP6K0xFbh4/s200/sandi+cnr1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519022522840226530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBv4ftvrI/AAAAAAAAEeU/SFkteoF0KDo/s1600/sandi+cnr2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBv4ftvrI/AAAAAAAAEeU/SFkteoF0KDo/s200/sandi+cnr2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519022527985073842" /&gt;&lt;/a&gt;Kami datang terlalu siang, baru pada pukul 13.00 WIB merapat di kampung. Maklum karena ngangkot sejak pukul 10.00 WIB dari Cimanggis, Depok. Seharusnya tak perlu terjadi jika sejak pagi kami berangkat bersama-sama dengan rombongan keluarga yang juga datang kesini. Ada yang mengira sebagai anak muda kami sengaja memisahkan diri dari rombongan orang-orang tua. Tetapi sebenarnya tidak demikian adanya. Kami hanya dua orang yang memiliki perancanaan buruk saja. Uuups! Maka karena pepatah ikan-air itu benar adanya, dan juga semakin ‘maju’ saja pepatah itu. Saat kami tiba di kampung tak lama kemudian tiga set alat pancing ikan beunteur (wader) telah disiapkan oleh seorang famili yang berdomisili di kampung! Siap pakai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBuldjbwI/AAAAAAAAEd8/Bn7LkRwJRRA/s1600/kontra+migrasi+ikan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeBuldjbwI/AAAAAAAAEd8/Bn7LkRwJRRA/s200/kontra+migrasi+ikan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519022505695866626" /&gt;&lt;/a&gt;Gunung Salak (2211 m dpl) di masa lampau tampaknya pernah meletus dengan dahsyat. Entah pada letusan yang mana tetapi sejak tahun 1600 gunung ini telah beberapa kali meletus dengan hebat dan terakhir pada 1938. Di sungai-sungai kecil di kampung Gadog Sisi, batu-batu sebesar truk nongkrong di sepanjang badan sungai. Bukti bahwa sungai-sungai kecil itu merupakan salah satu aliran lava dari gunung saat meletus dulu. Batunya hitam legam, buah dari lava panas yang membeku. Air jernih dingin mengalir deras ke bawah sepanjang sungai. Banyak ‘shelter’ di bebatuaan itu dan terkadang pool dengan berbagai ukuran dan kedalaman air. Nah itulah spot yang niatnya akan kami obok-obok demi ikan mungil bernama beunteur/wader (Puntius binotatus). Lagian memang tidak mungkin khan di sungai pegunungan ini kami mencari ikan kakap putih (barramundi) khan? Saat datang ke Gadog Sisi, niat saya memang ingin mancing. Terlebih karena akhir-akhir ini jarang bisa mancing saking menikmati menjadi seorang  ‘abk’.  Untuk kali ini saya benar-benar tidak mementingkan ukuran dan spesies ikan. Sungguh saya benar-benar ‘banting harga’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCrcsdT2I/AAAAAAAAEek/7dd3I4o4bsk/s1600/mike+cnr1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCrcsdT2I/AAAAAAAAEek/7dd3I4o4bsk/s200/mike+cnr1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519023551314480994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeHKGAKbpI/AAAAAAAAEfU/FKZM_JIsneI/s1600/mike+cnr3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeHKGAKbpI/AAAAAAAAEfU/FKZM_JIsneI/s200/mike+cnr3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519028475845570194" /&gt;&lt;/a&gt;Melihat ukuran tackle yang tersedia maka kami hanya akan fokus dengan ikan beunteur (wader). Sebenarnya agak kurang pas jika piranti ikan beunteur ini disebut tackle, karena piranti yang akan kami gunakan sungguh sangat khas. Perpaduan kearifan lokal dengan dunia luar. Bagaimana tidak perpaduan dua dunia. Jorannya rautan bilah bambu yang diambil dari tumpukan material sebuah saung. Hanya pancing, tali dan timah lembar (daun) saja yang harus dibeli oleh famili kami itu di toko pancing. Umpan seharusnya juga tinggal menggali tanah saja namun karena kemalasan saya lah umpan yang dipakai kemudian adalah mie instant yang direndam dengan air hangat agar mengembang. Umpan beunteur sebenarnya bisa macam-macam. Jika jijik dengan cacing tanah dan merasa gengsi menggunakan mie instant, kita bisa menggunakan kroto dan atau umpan yang dibuat dari putih telur bebek-chiki (jajan anak-anak)-dan daging tuna yang dihaluskan. Bentuk adonan ini nantinya persis dodol yang sangat lembek. Setahu saya kawan-kawan di Cianjur yang pintar dan telaten membuat umpan jenis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCsKXLB0I/AAAAAAAAEe8/G_5Q9HAZOsA/s1600/sandi+ngopi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCsKXLB0I/AAAAAAAAEe8/G_5Q9HAZOsA/s200/sandi+ngopi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519023563573233474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCr2NMDCI/AAAAAAAAEe0/EaIB9Zl_Clk/s1600/mike+ngopi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCr2NMDCI/AAAAAAAAEe0/EaIB9Zl_Clk/s200/mike+ngopi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519023558162648098" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah berhasil melarikan diri dari himpitan ‘fans’ yang tiba-tiba memenuhi saung, selama di kampung ini kami stay di sebuah saung kecil yang dihimpit lebat pepohonan dan saluran air bersama beberapa kawan, saya bersama dengan “yang tercinta” langsung ngacir ke sungai yang sebenarnya hanya berjarak 100an meter saja dari saung. Tetapi perlu waktu hampir 4 jam untuk melarikan diri dari serbuan ‘fans’ ini. Haha! Air sungai sangat jernih, sedikit dingin, dan penuh dengan bebatuan hitam bekas lava yang membeku di masa lampau. Sangat indah. Kondisi sungai yang masih alami ini sangat menyegarkan mata dan jiwa. Bersih, segar, bening, hijau, dan sedikit dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah saya sebutkan di atas, target mancing kami di sini adalah ikan mungil yang disebut beunteur. Bisa beunteur biasa (Jawa: wader) ataupun beunteur paray (paray), yang di Jawa disebut wader pari. Ikan mungil yang tidak terlalu diperhitungkan oleh mayoritas pemancing di negeri ini. Hanya mereka yang benar-benar militan saja yang mau memancing ikan mini seperti ini. Dunia mancing negeri ini penuh warna. Yang kaya suka bepergian ke tempat-tempat yang jauh di pelosok negeri dan mancanegara untuk berburu ikan-ikan berukuran monster.  Namun mereka pemancing biasa saja juga tetap bias tersenyum karena sesungguhnya keasyikan mancing itu sungguh tidak bisa diukur dengan that F*** bucks!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeDelFXUxI/AAAAAAAAEfE/XBr6tqqsej8/s1600/set+up+bikin+kopi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeDelFXUxI/AAAAAAAAEfE/XBr6tqqsej8/s200/set+up+bikin+kopi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519024429739758354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeDe9UQw9I/AAAAAAAAEfM/621vY0WtRyY/s1600/hujan+deras.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeDe9UQw9I/AAAAAAAAEfM/621vY0WtRyY/s200/hujan+deras.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519024436244693970" /&gt;&lt;/a&gt;Memancing akan sangat nikmat jika kita memang mencintainya. Tak peduli Anda siapa, tak peduli Anda punya uang berapa banyak. Hanya antara Anda, rekan, ikan serta alam. Dan sebagai seorang yang biasa itulah saya bergembira selama dua hari menikmati pengalaman indah bersama ikan-ikan beunteur (wader) dan alam yang masih indah di Kampung Gadog Sisi ini. Berjalan menyusuri sungai yang jernih. Terpeleset di antara bebatuan yang kadang licin. Mandi di sungai saat badan telah apak. Ngopi di tengah sungai sambil merendam kaki yang telanjang! Ditambah dengan kehadiran “yang tercinta”, momen ini pun menjelma menjadi berkah terindah yang selalu bisa dikenang saat perjalanan panjang berikutnya yang mungkin saja membuat kita tertatih. Salam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* All pictures by Me and or my friends. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!&lt;br /&gt;* Foto #0: Catch and release untuk ikan konsumsi ini sebenarnya bisa dipandang mendesak dan juga tidak. Tetapi ini selalu adalah komitmen saya pada alam yang selalu saya usahakan untuk diterapkan dimanapun dan untuk spesies apapun. Foto #1: Yes I’m free! Saya duduk di sebuah bendungan kecil untuk irigasi, yang sayang sekali bendungan ini tidak pro migrasi ikan (lihat gambar berikutnya). Foto #2-#4: Sungai ini kecil tetapi sangat indah. Tampak bebatuan hitam bekas lava membeku di masa lampau. Foto #5 &amp; #6: Waterproof bag is a must! Foto #7-#10: Sandi Taruni as Dora The Explorer. Foto #11: Ini yang saya sebut bahwa bendungan ini tidak pro migrasi ikan. Dengan kondisi seperti ini, migrasi naik ke dataran tinggi bagi ikan-ikan yang hendak memijah sangat sulit. Foto #12 &amp; #13: Wader pari adalah ikan konsumsi. Namun karena ikan ini juga mulai sulit dijumpai, baiknya di release saja. Foto #14 &amp; #15: Ngopi dulu booooos! Foto #16 &amp; #17: Set up membuat kopi sengaja dilakukan di tengah sungai agar menambah nuansa menyatu dengan alam. Hujan lebat sempat mengguyur saung di sore hari pertama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4055726987606814169-1205050487299812429?l=michaelrisdianto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/feeds/1205050487299812429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4055726987606814169&amp;postID=1205050487299812429' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/1205050487299812429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4055726987606814169/posts/default/1205050487299812429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://michaelrisdianto.blogspot.com/2010/09/dia-begitu-nyata-hadir-di-antara.html' title='Dia Hadir Begitu Nyata di Jernihnya Aliran Sungai Lereng Gunung Salak'/><author><name>Michael Risdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05224838759435560274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-JqdFDvckUd8/TpM_lbBfQDI/AAAAAAAAFHk/9PjpbVN7RMs/s220/sailfish%2Brompin.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJeCrreOJsI/AAAAAAAAEes/4KYIXsOfTgI/s72-c/mike+cnr2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4055726987606814169.post-4810515715225007435</id><published>2010-09-16T10:34:00.016+07:00</published><updated>2010-09-16T22:40:09.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia sportfishing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='spesies ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bandung angler team'/><title type='text'>Batman Pun Semakin 'Terbang' Tinggi Mengabarkan Mancing di Indonesia... =))</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGY1xdcXMI/AAAAAAAAEag/kNkcLfuio-g/s1600/sepat+cover.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGY1xdcXMI/AAAAAAAAEag/kNkcLfuio-g/s200/sepat+cover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517359068082887874" /&gt;&lt;/a&gt;Dimulai dengan headline news yang sangat cerdas, yakni tentang ikan sepat, a tiny fish yang jarang diperhitungkan oleh banyak pemancing, Hary Buana dan kawan-kawan dari Bandung Anglers Team (BAT) kembali melanjutkan langkah mereka dalam menyemarakkan dunia mancing negeri ini dalam bentuk yang semakin canggih. Yakni, sebuah website mancing yang cukup menarik dan saya yakin akan semakin berwarna kedepannya. &lt;a href="http://www.funfishingzone.com/"&gt;Fun Fishing Zone&lt;/a&gt; ini saya yakin akan menjadi salah satu media mancing online yang diperhitungkan di masa mendatang. Karena saya tahu dengan pasti dibalik media ini terdapat persaudaraan dan kegilaan mancing yang di atas rata-rata dari kawan-kawan Bandung Anglers Team. Saya ikut gembira karena para BATman ini (BATman adalah sebutan untuk member BAT) adalah kawan-kawan baik saya. Fun Fishing Zone menyediakan beragam informasi mulai dari destinasi mancing, laporan-laporan trip mancing, trip mancing air tawar dan bahkan informasi seputar native fish negeri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGjz2afU2I/AAAAAAAAEbI/hJZdojFCNpA/s1600/hal+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGjz2afU2I/AAAAAAAAEbI/hJZdojFCNpA/s200/hal+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517371129680843618" /&gt;&lt;/a&gt;Khusus mengenai native fish ini komitmen Hary Buana dan BAT terhadap kelestariannya memang saya lihat tidak pernah luntur sedikitpun. Mereka terus gelisah dengan kenyataan kini dimana ikan-ikan non endemik kini merajalela di perairan tawar kita (saya agak malu karena saya belum sehebat mereka berkaitan dengan komitmen pada native fish ini). Dan banyak lagi informasi yang ditawarkan oleh Fun Fishing Zone. Semoga Fun Fishing Zone semakin 'penuh' dan terus mengalir melintasi masa layaknya arus air yang terus mencari jalan dari segala rintangan yang ada. Di bawah ini adalah beberapa petikan postingan dari &lt;a href="http://www.funfishingzone.com/"&gt;Fun Fishing Zone&lt;/a&gt;, sedikit bukti dari statemen saya tentang "dibalik media ini terdapat persaudaraan dan kegilaan mancing yang di atas rata-rata dari kawan-kawan Bandung Anglers Team". Silahkan di klik pada judul tulisan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.funfishingzone.com/?p=36"&gt;BAT Goes to Cimanuk (Ketika Trip Mancing Menjadi Lebih Berarti)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGZSzQGspI/AAAAAAAAEao/IrOD6MiMB1s/s1600/mcg+d+cmnuk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 114px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGZSzQGspI/AAAAAAAAEao/IrOD6MiMB1s/s200/mcg+d+cmnuk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517359566780019346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Akhirnya setelah sekian lama bergelut dengan air asin, para BATman (panggilan resmi member Bandung Angler Team/BAT) memutuskan menjajal kembali perairan darat (fresh water) untuk dijadikan tujuan trip BAT kali ini. Setelah berdiskusi secara online baik itu di fesbuk maupun YM akhirnya Daerah Aliran Sungai Cimanuk tepatnya yang melintasi Limbangan Kabupaten Garut ditetapkan menjadi spot tujuan dengan harapan di spot ini masih terdapat beberapa ikan pusaka (baca ikan asli/native fish) perairan Jawa Barat seperti Kancra, Hampal, Balar/Lalawak dan ikan ikan lain yang bisa menjadi target. Sedikit berbeda dengan trip-trip BAT sebelumnya, trip kali para BATman juga membawa misi untuk mengidentifikasi ikan-ikan yang berhasil ditangkap sebagai langkah awal perjuangan BAT menyelamatkan ikan ikan asli perairan kita yang semakin lama semakin memprihatinkan keberadaanya. Data ini akan sangat penting dalam rangka menyusun program program konservasi sehingga langkah langkah konservasi bisa lebih tepat sasaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.funfishingzone.com/?p=34"&gt;Band of Brother 3 day adventure&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGaL4qbq-I/AAAAAAAAEaw/aFis-SVAKAY/s1600/band+of.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGaL4qbq-I/AAAAAAAAEaw/aFis-SVAKAY/s200/band+of.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517360547485166562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Besoknya kami terpaksa menghadiri dulu akad nikah Daseng padahal udah gak kuat ingin mancing lagi. Samapi sampai si Kaka berencana mengancam penghulu supaya acara akad Nikah dibuat secepat mungkin hahahahaha. Alhamdulilah acara berjalan lancar dan resmilah Daseng menjadi suami bagi Yuli (nama istrinya). Di akhir acara seorang sesepuh Kampung Cirorongkreng mengumumkan kalau ada anggota Band of Brother yang belum menikah saat ini masih ada dua gadis perawan dan satu janda bengsrat (maksudnya adalah janda yang belum sempat di gauli suaminya jadi sebenarnya posisinya masih perawan). Entah bercanda atau tidak, yang pasti semua anggota termasuk saya mengacungkan jari ketika sesepuh tersebut bertanya siapa yang tertarik dengan tawarannya (semoga istri saya gak buka FF deh). Usai acara langsung mancing lagi deh. Dan lagi-lagi Daseng tidak boleh ikut (hahaha kan nanti malem dia akan mancing menggunakan arsenal keramatnya). Namun kali ini kita pindah lokasi menuju hutan bakau di sebrang muara yang oleh penduduk setempat disebut Talanca. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk sampai di Lokasi. Di lokasi ini jenis-jenis ikan mulai lebih bervariasi. seperti tengterongan (mungkin kerong-kerong kaliya….), Keting. Conang, Cawene, Pepetek dan jenis ikan lainnya. Bahkan kaka berhasil strike Ikan Sidat (di sini di sebut Lubang Ceblok) yang rupanya mirip sekali dengan ular.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.funfishingzone.com/?p=31#more-31"&gt;Sebuah Trip Mancing yang Membuat Strees&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGaMABppRI/AAAAAAAAEa4/rySawppnFcw/s1600/ombak+bsr.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KcnVNLhbzrg/TJGaMABppRI/AAAAAAAAEa4/rySawppnFcw/s200/ombak+bsr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517360549461599506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Karena tanggung kami memutuskan untuk 
