Kurang lebih dua minggu yang lalu, saya bersama beberapa warga yang merupakan keturunan Dayak Berusu dan Dayak Punan sedang beristirahat di sebuah tepian sungai di bagian hulu Kalimantan Utara. Lokasi yang lagi-lagi tidak bisa sebutkan dengan pasti, karena say akhawatir dengan "pasukan kuras sungai" (pakusu) dan juga kelompok yang hanya ingin 'memperkosa' spot mancing hingga tandas akibat mereka kelebihan uang untuk melakukan puluhan trip skala ekspedisi ke lokasi pedalaman yang sama dalam satu musim saja. Kembali lagi ke tepian sungai yang saya maksudkan tadi. Tiba-tiba saja ada lebah besar terbang menempel di kaki saya yang ternyata lebah ini (entah jenis apa) membawa sesuatu, yang ternyata seekor laba-laba yang baru saja dibunuhnya entah dimana di dalam hutan. Sekelompok orang Dayak yang menemani say atiba-tiba saja ribut tidak karuan, dan berteriak-teriak dalam bahasa yang tidak saya mengerti. Keributan yang terjadi semakin ramai, akibat saya k...