Wild Water Indonesia: Barisan Merah Hitam Untuk Masa Depan Perairan Indonesia Yang Lebih Baik (Bagian 1)
Ketika mengawali kampanye Wild Water Indonesia: Stop Setrum Racun dan Bom Ikan ini pada 30 April 2016 lalu di Jembatan Tayan, lalu ke daerah Nanga Tayap, lalu ke Kampung Lubuk Kakap di pedalaman Kalimantan Barat, saya tidak mengira sama sekali bahwa kemudian dukungan yang datang begitu hebatnya. Sebagian besar dukungan tersebut berasal dari kalangan para pemancing sport yang selama ini sudah saya kenal bertahun-tahun sebelumnya, tetapi ada juga dukungan dari pihak-pihak lainnya yang bahkan dalam hidupnya tidak terkait dengan urusan ikan sama sekali. Seorang kawan bernama Wijayadi dari Singkawang & kawan saya kang Budhi K. dari Bogor patut saya sebutkan disini karena merekalah yang pertama dengan sukarela mengenakan t-shirt “tidak biasa” ini bersama saya di atas jembatan Tayan. Sebagai contoh dukungan yang datang dari berbagai kalangan lain ini misalnya. Seorang ‘juragan’ toko seluler di Putussibau di Kalimantan Barat, memborong t-shirt hanya untuk dibagikan ke pengunjung dan r...