Skip to main content

Posts

Showing posts with the label morowali utara

Jaring Ringgih, Sekadar Menakar Perburuan Kolektif di Kawasan Pesisir Masyarakat Baturube, Morowali Utara

Masih tentang Morowali Utara. Entahlah kenapa saya begitu memikirkan Kabupaten Morowali Utara, padahal hubungan dan kini keterkaitan saya dengan wilayah ini sejak semula adalah semata dalam rangka perjalanan melakukan pendokumentasian kehidupan masyarakatnya, baik itu yang ada di pegunungan (Pegunungan Tokala) maupun di pesisirnya. Mungkin karena di wilayah ini ada seorang bocah cantik bernama Loli, bocah 4 tahun anak seorang kepala desa yang rumahnya pernah menjadi basecamp kami sepuluh hari lamanya. Atau mungkin karena di wilayah ini ada sebuah keluarga yang sedang menyambut kelahiran seorang buah hati, yang meski saat itu juga sangat sibuk juga nervous dengan persiapan kelahiran, masih menerima saya dan tim berteduh di rumah mereka yang tenang itu, juga sepuluh hari lamanya. Atau mungkin karena di wilayah ini pertama kali dalam hidup saya bisa menjadi orang yang pertama dengan tegas menyatakan bahwa di Sulawesi ada juga ikan Indonesian black bass ( Lutjanus goldei )? Yang mesk...

Tombak Nyingke, Perburuan Pesisir Khas Suku Banggai Dalam Arus Perubahan:Sampai Kapan Mampu Bertahan?

Ini adalah kali kedua saya mendokumentasikan tentang teknik perburuan khas Suku Banggai yang disebut “nyingke”. Oktober tahun lalu ketika melakukan dokumentasi untuk pertama kalinya, secara tidak sengaja salah satu pemburu yang terlibat dalam kegiatan ini adalah seseorang yang cacat, tangan kanannya diamputasi karena mengalami kecelakaan ketika bekerja di laut menjadi nelayan. Namun apa yang dia lakukan selama proses dokumentasi yang kami lakukan seharian, layaknya orang normal biasa saja. Semua dilakukan seperti dia tidak memiliki kekurangan fisik apapun! Ditambah lagi kebripadiannya juga sangat baik dengan semangat kerja yang luar biasa. Banyak orang normal secara fisik saya lihat memiliki mental ataupun semangat kerja yang ‘melempem’. Dia bagi saya pribadi dengan caranya sendiri dalam kesederhanaan mengajarkan kepada saya tentang arti semangat hidup yang sebenarnya. Terimakasih! Catatan ini sebenarnya adalah ‘pembaruan’ dari catatan saya sebelumnya tentang teknik perburuan yang...

Indonesian Black Bass Itu Mulai Menghilang dari Bungku Utara: Behind The Scenes Jejak Petualang Trans|7, Morowali Utara, Sulawesi Tengah

Pada suatu malam yang biasa ketika saya ‘tenggelam’ dalam rutinitas di salah satu sudut Jakarta, seorang kawan, benar-benar kawan masa kuliah yang telah bermukim jauh di Benua Biru sana menelpon saya untuk sekedar meminta maaf, jika selama saya mengenalnya mungkin saja dia memiliki kesalahan dan apapun itu yang menggangu selama berkawan. Saya kaget karena terlepas apapun itu yang terjadi selama bersahabat dengan dia berpuluh tahun terakhir ini, saya merasa tidak perlu seseorang itu sampai harus segitu seriusnya meminta maaf. Karena masalah persahabatan (apalagi persahabatan yang baik), karakter, pembawaan, prinsip, dan lain sebagainya itu setiap orang pasti berbeda. Riak pasti ada dalam hubungan antar manusia, laut yang indah bukan laut yang tenang tidak berombak dan tanpa arus berbahaya, karena malah tidak ada ikannya. Jadi saya cukup dewasa untuk memahami apapun itu jati diri seseorang dalam bersahabat dengan saya. Kecuali bahwa ada hal-hal yang sangat prinsip dan sudah menjurus k...