Catatan kecil dari trip ke Pulau Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, bulan April lalu. Pulau Bangkurung lumayan terisolasi, kami harus mengaksesnya selama sembilan jam dengan kapal kayu dari kota Luwuk (rata-rata kecepatan kapal antara 7-9 knot). Itupun setelah nego alot selama dua hari, karena kapal kayu belum ada penumpang, kami terpaksa merogoh kocek lebih dalam agar kapal kayu mau berlayar meski tidak ada penumpang. Istilahnya asal kapal tidak tekor bbm-nya. Tetapi kami kemudian minta syarat, kapal kayu tidak boleh singgah di setiap desa di jalur konvensional dia selama ini untuk mengambil penumpang. Daaan saya pikir bisa lebih cepat dua jam misalnya, tetapi tetap saja, kapal ternyata dibuat berjalan lambat untuk menghemat bbm (jadi kapal tetap bisa untung dari bbm) dan kami tiba di Pulau Bangkurung sembilan jam kemudian. Untungnya cuaca sedang bersahabat. Perjalanan yang membosankan dan bising kami isi dengan tidur, dan ngobrol ngalor-ngidul dengan 7 warga Bang...