Skip to main content

Posts

Showing posts with the label spot mancing

Untuk Orang-orang Barunai di Tepian Sungai Rungan & Ikan-ikan yang Terjebak di Danau Terisolasi (Bagian 1)

Untuk orang-orang Petuk Barunai di sekitar Sungai Rungan, Kalimantan Tengah. Yang tetap mampu bersikap dan melihat dengan keluhuran akal budi, ketika badai ‘jahat’ menimpa saya satu tahun lalu, dan efek-efek yang ditimbulkannya terkadang masih muncul sporadis hingga hari ini. Pernah terlintas untuk menghapus semua file foto, video, dan ingatan usai trip yang terjadi ke desa indah ini satu tahun lalu. Penyebabnya adalah isu-isu tidak bertanggung jawab yang ditimpakan kepada saya oleh pihak-pihak tertentu dengan segunung uang dan pengikut loyal yang sebagian besar hanya bisa menilai semuanya dengan ‘bias’. Untungnya, ketika saya merasa sendiri dan tertekan dan merasa dunia runtuh saat itu, saya masih diingatkan oleh Tuhan, bahwa semua selalu ada masanya. Tidak selamanya seseorang ataupun sesuatu mampu ‘menyetir’ semua orang. Mata yang silau akan mampu melihat kembali, yang lupa akan kembali sadar. Kini, setahun berselang, saya membuka kembali file Petuk Barunai, untuk m...

Perburuan Pangan dan Kesetaraan Gender: Kemarau dan Musim Rempa di Danau Batu Desa Sigi, Kalimantan Tengah

Telah beberapa kali saya melihat proses rempa (jaring ikan) yang dilakukan oleh masyarakat Dayak di berbagai daerah di Kalimantan. Uniknya selalu ada detail dan sesuatu yang baru sesuai dengan kondisi geografis ataupun karakter perairan tawar yang menjadi ‘playground’ nga-rempa ini. Desa Sigi adalah desa kecil yang berada di jalur trans Kalimantan yang menghubungkan Palangkaraya dan Kuala Kurun, ibukota Gunung Mas. Jika menggunakan mobil perlu waktu sekitar 1 jam 15 menit, satu tahun lalu agak lebih lama sebab ada ruas jalan sepanjang dua kilometeran yang rusak. Tetapi bulan Juli lalu saya lihat jalanan sudah mulus semua, ruas jalan yang rusak tersebut telah diperbaiki oleh dinas terkait dan semoga mulus selamanya. Maksudnya semoga bukan proyek perbaikan jalan dengan perhitungan tertentu yang akan rusak tidak lama lagi (dan kemudian diperbaiki lagi, begitu berulang terus). Kawan mancing saya Guruh Dwi Saputra menjadi ‘pintu’ yang menghubungkan saya dengan masyarakat D...

(Latepost) Jejak Petualang Wild Fishing: Wilayah Perburuan Suku Moi, Distrik Segun, Papua Barat (Agustus 2014)

(Latepost) Jejak Petualang Wild Fishing adalah kumpulan foto behind the scene produksi program dari bulan Agustus hingga Oktober 2014 dari beberapa lokasi freshwater terbaik Indonesia (Riau, Papua Indonesia, Kalimantan, Pulau Bangka, dan Pulau Laut). Bulan ini, jika dihitung sejak produksi pertama kali Wild Fishing pada bulan Februari di Rokan Hulu, Riau (lahir dengan menumpang ‘dapur’ Jejak Petualang Trans|7), telah berusia satu tahun empat bulan atau enam belas bulan. Konsep program ini hingga hari ini masih sama yakni; kearifan lokal perairan tawar masyarakat Indonesia, wild fishing (baik tradisional maupun sportfishing), dan wild culinary masyarakat. Setelah produksi episode ke-6 pada bulan Oktober 2014 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, saya memilih mengundurkan diri karena sesuatu hal yang menimpa saya, dan menurut saya hal tersebut sudah di luar akal sehat yang dilakukan oleh beberapa pihak. Saya hanya ingin bekerja dengan baik mencari sekeping hidup yang tercecer en...