Mengingat kembali Pulau Bangkurung, di Kabupaten Banggai laut, Sulawesi Tengah, ada sedikit yang ingin saya sampaikan. Semacam pendapat pribadi, menyampaikan opini saya dalam konteks kebebasan berpendapat, yang siapa tahu, bisa menjadi perenungan bersama siapapun yang berkepentingan dengan kehidupan di Pulau Bangkurung. Inspirasinya sederhana. Setiap sore hari di dekat basecamp kami di Desa Kalupapi bocah-bocah Bangkurung begitu ramai bermain sampan bersama-sama. Entah mereka sedang mencari perhatian kami, atau memang begitulah keseharian mereka. Sebagian besar dari mereka adalah keturunan Bajo, yang berarti memang setiap hari mereka pasti akrab dengan laut. Kabarnya orang Bajo itu, sejak lahir ceprot pun sudah berenang di laut bukan? Bukan waktunya mereka memikirkan kerumitan dunia, saya mengerti kenapa mereka begitu riang. Melihat Bangkurung dengan pemikiran yang lebih mendalam. Ada pertanyaan sederhana yang menggelisahkan dengan masa depan bocah-bocah ini. Dari beragam i...