Skip to main content

Posts

Behind The Scenes Jejak Petualang Pulau Sumbawa, Oktober 2015: Bongkabola Umbi Gadung dan Inspirasi Kegigihan Melawan Kemarau Panjang

Terimakasih Tuhan kemarau panjang tampaknya sudah ‘confirm’ berakhir. Hujan besar-besaran telah turun di seluruh penjuru negeri termasuk di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ketika saya menuliskan coretan iseng ini.   Beberapa kawan di Riau dan Kalimantan Tengah mengabarkan bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan telah berkurang drastis akibat turunnya hujan lebat satu minggu terakhir. Musim telah berubah, saatnya menyambut kelimpahan air dengan syukur dengan bercocok tanam, bagi yang tinggal di daerah dan hidup dari pertanian. Bagi yang di Jakarta, saatnya bersiap-siap ‘menyambut’ datangnya banjir. Hahahaha! Bagi yang tinggal di daerah perbukitan yang telah gundul, saatnya mulai was-was dengan datangnya longsor. Bukan bermaksud mendoakan, tetapi memang inilah rutinitas tahunan kita saat musim hujan berlangsung di negeri kita. Lingkungan kita telah banyak berubah, sayangnya tidak banyak yang menyadarinya. Hanya ketika terjai bencana saja semua berteriak kepada Tuhan dan pemerint...

Musim Telur Ikan Tuing-tuing: Konversi Musim Menjadi Komoditas ala Masyarakat Empang, Pulau Sumbawa

Well to the point saja. Ini adalah pencerahan baru bagi saya, hasil perjalanan ke Teluk Saleh di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat bulan lalu. Bermula dari pesan pendek yang ‘nyangkut’ ke ponsel saya dari seorang rekan di Empang, pertengahan Oktober lalu bersama tim Jejak Petualang Trans7 kami kemudian 'berjemur' membakar diri di teriknya matahari Sumbawa di Teluk Saleh. Nelayan sedang ‘panen’ telur ikan terbang di Teluk Saleh. Ikan terbang adalah salah satu spesies pelagis yang banyak terdapat di perairan laut kita. Di dunia, ikan ini memiliki 50 jenis spesies yang tergolong dalam sembilan keluarga. Banyak terdapat di perairan tropis dan sub tropis terutama di Samudera Pasifik, Hindia, dan Atlantik. Banyak orang paham tentang ‘kelakuan’ ikan terbang ini, yaitu sering terbang di atas air dalam melakukan mobilitas, dari sinilah kemudian disebut ikan terbang ( Parexocoetus brachypterus ). Di Empang, Pulau Sumbawa masyarakat menyebut ikan ini dengan nama tuing-tuing. Mungk...

Nyalamaq di Lauq: Kebangkitan Tradisi Kuno Masyarakat Tanjung Luar,‘Kue’ Pariwisata Pulau Lombok, dan Arus Jaman Yang Mengalir Deras

Semoga Anda para pembaca artikel iseng ini pernah menonton tayangannya di Trans7 (ataupun juga di YouTube.Com), Jejak Petualang episode "Tradisi Malagak Tikolok Tanjung Luar". Suatu siang sebuah pesan ‘pendek’ dari seorang rekan di Pulau Lombok masuk ke ponsel saya, mengabarkan tentang akan digelarnya pesta adat besar-besaran masyarakat Suku Bajo di Tanjung Luar. Pesan pendek yang sepertinya merupakan ‘forward’-an dan aslinya ditulis serampangan oleh orang Tanjung Luar, karena tidak ada titik koma, awalan dan akhiran, tetapi sementara pesan ‘pendek’ ini sudah seperti sebuah proposal saja. Apapun itu, saya merasakan ada semangat dari si penulis pertama pesan pendek ini karena meski dengan tata bahasa yang berantakan, dari pesan yang dia sebarkan tersebut, saya berhasil mendapatkan sebuah gambaran tentang sebuah acara kuno yang akan digelar besar-besaran di Tanjung Luar, Pulau Lombok. Tanjung Luar selama ini dikenal sebagai salah satu pendaratan ikan terbesar ...