Skip to main content

Posts

Badai di Atas Inggelan: Malaikat Renta & Belum Pulihnya Populasi IkanPemangsa di Tanjung Sowli, Halmahera Timur

Bukan perjalanan yang mudah dan sebentar agar kami dapat sampai di Pulau Inggelan (disebut Inggelan karena pada masa PD II menjadi salah satu pos serbu tentara Sekutu yang hendak merebut Halmahera dari tangan tentara Jepang), Kabupaten Halmahera Timur. Dari sejak kami bertolak dari Jakarta pada pagi buta pukul 03.00 Wib, pesawat akan transit dua kali. Pertama di Menado selama dua jam, transit yang patut disyukuri karena kami bisa turun bandara untuk sekedar mengisi perut, transit kedua terjadi di Ternate kurang lebih setengah jam saja (penumpang tidak bisa turun), barulah kami tiba di Buli. Jadi kalau ditotal penerbangan memakan waktu sekitar 8-an jam (termasuk transit) karena pesawat mendarat di Buli pada pukul 12.35 waktu setempat. Dari Buli ini kami masih harus menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam ke Maba, ibukota Halmahera Timur. Karena sebuah perjalanan ke pedalaman dan atau lokasi pesisir yang terisolir memerlukan banyak sekali persiapan (logistik, dan lain ...

Kenapa Saya Selalu Memposting Foto-foto Behind The Scene? SebabTerkadang Momen Yang Kami Lalui Adalah Antara Hidup dan Mati!

Dan meski itu dalam takaran yang sangat kecil, yang sebenarnya tidak terlalu saya harapkan sama sekali, jika kemudian ada yang merasa memiliki wewenang untuk melakukan penilaian, siapapun itu, bisa melakukannya dengan lebih bijaksana. Secara lebih dewasa. Bukan karena kami telah melewati begitu banyak hal di pedalaman yang begitu berat, kompleks dan melelahkan. Bukan karena ketika kami didera hujan badai mereka ada di rumah mendekap kehangatan, bukan karena ketika begitu banyak ancaman, mereka yang memiliki wewenang judgement itu begitu tenang di kursi empuknya. Bukan karena kami melakukan hal yang lebih hebat dan baik dari banyak orang lainnya di luar sana. Tetapi karena judgement tersebut telah dikurangi dari banyak bias akibat apa yang disebut dengan “tidak tahu” atau “tidak memahami” apa yang sesungguhnya terjadi dan apa yang telah kami lakukan demi mewujudkan sesuatu tersebut! Saya tidak pernah meminta dan berharap bahwa perjalanan di pedalaman yang kami lalui adalah sesuatu ya...