Skip to main content

Posts

Showing posts with the label aceh

Hati Gembira Adalah Obat Yang Mujarab: Kesan Bayu Noer Rachman Menaklukkan Marlin 150 Kg By Jigging

Oleh Bayu Noer Rachman Menjelang keberangkatan ke Aceh badan kurang sehat. Flu dan meriang. Jadi sebenarnya perasaan saya ketika berangkat ke sana agak kurang nyaman. Inginnya istirahat di Jakarta saja. Tetapi karena sudah berjanji dengan Mas Rudi dkk (Rudi Hadikesuma) satu bulan sebelumnya maka saya tetap memutuskan jalan ke Aceh dengan ditemani oleh Gilang Gumilang, salah satu kameraman Mancing Mania Trans 7. Kawan-kawan saya mengira saya akan memilih Valentine-an di Jakarta karena keberangkatan ke Aceh ini dua hari sebelum Hari Valentine, padahal bagi saya Valentine atau tidak sama saja. Gak ngaruh kaleee! Hehehe.. Selanjutnya di MancingOnline.Com

Kesan Kover Black Marlin 150 Kg

Ini adalah kover Majalah Mancing paling berkesan bagi saya. Saat itu pertarungan 2.5 jam menaklukkan black marlin 150 kg di perairan Aceh baru saja usai. Ikan anggun nan perkasa ini terpaksa mati karena telah kehabisan tenaga. Sebelum dipaksa naik ke permukaan ikan marlin ini kondisinya sudah mendem terus di dalam air, kehabisan tenaga karena tidak mampu melakukan gerakan sama sekali. Seharusnya, jika mengacu pada etika sportfishing, ikan ini harus dilepaskan kembali ke lautan bebas. Memang ada beberapa pengecualian misalnya jika ini adalah ikan pertama bagi pemancing bersangkutan dan atau ini adalah ikan yang berpotensi memecahkan rekor. Dan 'untungnya' ikan ini bagi si pemancing, sahabat saya Bayu Noer Rachman yang merupakan host Mancing Mania Trans 7, ini adalah ikan marlin pertamanya dan untuk perairan Indonesia ikan ini memang berpotensi memecahkan rekor. Jadi matinya ikan ini memang memiliki alasan yang kuat. Sudah begitu ikan ini dipancing dengan piranti jigging pula (t...

Pulau Weh: A Short Review

Tak terasa, 12 hari sudah saya berada di bumi Nanggroe Aceh Darussalam. Sebagian besar waktu saya di sini tentu saja saya habiskan untuk apalagi kalau bukan mancing dengan kawan-kawan baru saya dari Banda Aceh dan Pulau Weh. Malam ini saya telah kembali menapaki malam di Banda Aceh untuk kemudian bersiap kembali ke Jakarta. Dan malam di Banda Aceh adalah ‘malam panjang’ dan sangat istimewa karena lagi-lagi kawan-kawan FCAK (Fishing Club Aneuk Kampung) Banda Aceh menjamu saya dengan sangat istimewa. Thanks my friends… Sejujurnya saya hati saya begitu berat meninggalkan Banda Aceh, apalagi Pulau Weh yang luar biasa indah itu. Desa Iboih-nya juga, basecamp mancing saya selama di Pulau Weh, rasanya tak ingin saya tinggalkan. Semua yang bisa saya katakan tentang perairan sekitar Pulau Weh adalah “a very nice view and so many big fish”. Banyak spot mancing saya datangi dan semuanya menunjukkan kondisi yang sama. Dari perairan yang hanya berjarak 1 mil hingga 17 mil ke laut lepas kondisinya s...