Banyak hal bisa dibahas dari perairan tawar rawa Paya Benua (selanjutnya ditulis Payben) di Bangka Induk. Bagi yang tertarik dengan rawa air tawar mungkin akan terkesan dengan rapatnya ganggang air di sepanjang tepian rawa ini. Bagi yang takut binatang air semisal buaya dan ular atau pacet, mungkin akan memasukkan lokasi ini ke dalam black list. Bagi yang memperhatikan perubahan ekosistem mungkin akan menjadikan ini salah satu contoh ekosistem yang berubah. Dahulu Rawa Benua tidak sepanas sekarang ini, yakni ketika kebun kelapa sawit belum ‘mengepung’ perairan tawar yang sangat kompleks ini. Saya tertarik semuanya tetapi titik berat saya hanya pada dua hal; Payben sebagai ekosistem perairan tawar yang menjadi ‘ladang’ penghidupan nelayan individual setempat dari jaman kuno, dan kedua Payben sebagai habitat ikan dalam keluarga snakehead (gabus dan tomman) yang masih cukup potensial. Artikel ini tentang yang pertama, terutama dikaitkan dengan kearifan lokal masyarakat Payben dala...