Skip to main content

Posts

Showing posts with the label giant snakehead

Stop Introduksi Ikan Toman di Perairan Umum Pulau Jawa: Tantangan Salam Lestari, Ego Manusia dan Masa Depan Keberagaman Native Fish

Ketika perairan umum di Pulau Jawa begitu menderita didera oleh merajanya illegal fishing, over fishing, limbah pabrik dan limbah rumah tangga, introduksi Spesies Asing Invasif (SAI), juga telah lama didera oleh introduksi apex predator bernama Channa micropeltes yang banyak dilakukan para pemancing. Quo vadis native fish dan keberagaman spesies ikan asli di perairan umum Pulau Jawa? Saya menuliskan catatan ini karena mendapati seminggu terakhir ini ternyata di sebuah era digital dan komunikasi global, ketika manusia begitu mudah mengakses sumber-sumber informasi, dan juga melakukan komunikasi, mayoritas pemancing di Pulau Jawa ini lebih pintar menulis dan menjadikan ego sebagai kebenaran, dibandingkan dengan membaca dan merenungkan baik-baik apa yang dibacanya. Tanggal 4 Juli 2017 ketika saya sedang dalam ‘nikmatnya’ menunggu keberangkatan kembali ke kejamnya ‘pelukan’ ibukota, di penghujung arus balik Lebaran yang seperti tak kunjung usai, di media sosial beberapa sahabat p...

Laya, Ketika Ikan-ikan Predator Perairan Tawar Baper (Bawa Perasaan), Takluk oleh Keindahan Bunga-bunga

Langsung saja, ini juga hasil saya ngopi dengan masyarakat Dayak Ngaju di sebuah desa kecil di tepian Sungai Rungan, Kalimantan Tengah. Laya, adalah bahasa Dayak Ngaju, yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya adalah terpana, terpesona, terpukau oleh sesuatu. Istilah ini bisa dipakai untuk menerangkan kondisi seseorang atau juga binatang. Jika seseorang sedang terpana karena kecantikan atau ketampanan seseorang, dan kemudian jatuh cinta atau terkesan, tetapi kemudian perilakunya menjadi berubah (misal galau dan pendiam), maka dia bisa disebut laya. Begitu juga binatang baik yang berkaki empat ataupun ikan, bisa laya karena sesuatu yang terjadi di habitatnya. Ini pencerahan baru bagi saya karena selama ini saya tidak terpikir sama sekali tentang hal ini. Memang banyak pendapat yang menyatakan bahwa ikan-ikan perairan tawar dan juga laut, memiliki karakter respon tertentu menyikapi perubahan yang terjadi/berlangsung di habitatnya. Tetapi kata “terpana, terpes...

Untuk Orang-orang Barunai di Tepian Sungai Rungan & Ikan-ikan yang Terjebak di Danau Terisolasi (Bagian 1)

Untuk orang-orang Petuk Barunai di sekitar Sungai Rungan, Kalimantan Tengah. Yang tetap mampu bersikap dan melihat dengan keluhuran akal budi, ketika badai ‘jahat’ menimpa saya satu tahun lalu, dan efek-efek yang ditimbulkannya terkadang masih muncul sporadis hingga hari ini. Pernah terlintas untuk menghapus semua file foto, video, dan ingatan usai trip yang terjadi ke desa indah ini satu tahun lalu. Penyebabnya adalah isu-isu tidak bertanggung jawab yang ditimpakan kepada saya oleh pihak-pihak tertentu dengan segunung uang dan pengikut loyal yang sebagian besar hanya bisa menilai semuanya dengan ‘bias’. Untungnya, ketika saya merasa sendiri dan tertekan dan merasa dunia runtuh saat itu, saya masih diingatkan oleh Tuhan, bahwa semua selalu ada masanya. Tidak selamanya seseorang ataupun sesuatu mampu ‘menyetir’ semua orang. Mata yang silau akan mampu melihat kembali, yang lupa akan kembali sadar. Kini, setahun berselang, saya membuka kembali file Petuk Barunai, untuk m...