Selamat Pagi Jakarta: Entah Kapan Kita Semua Akan Sadar, Bahwa Uang dan Gedung-gedung Tinggi Tidak Bisa Kita Minum
Pagi yang hingar, musim libur sekolah telah tiba, anak-anak kecil dekat kontrakan saya berkumpul bermain di halaman sebuah PAUD, bising, tetapi bising yang terkadang membuat saya rindu akan sebuah masa yang telah lama berlalu dan tidak akan kembali. Mesin pompa air di halaman PAUD menyala, seutas selang air panjang mengarah ke sebuah rumah yang berjarak sekitar 30 meter dari PAUD. Sesekali saya melihat ibu-ibu dan bapak-bapak melintas membawa jerigen air, usai mengambil air dari rumah seorang warga dekat kontrakan saya. Ini di Jakarta, dan meski musim hujan sudah berlangsung hampir sebulan, ada sebagian warganya masih tidak memiliki air tawar untuk minum dan kebutuhan lainnya, karena sumur-sumur pompa mereka masih kering! Saya teringat komentar seorang kawan dari Jawa yang kemarin berkunjung ke Jakarta, kemudian kita ngopi di sebuah warung kecil di sekitar Lapangan Banteng, menurutnya beda ya rasa air tawar di Jakarta ini dengan di Jawa? Hehehe. Saya teringat sebagian masyarakat Pu...