Skip to main content

Posts

Showing posts with the label stop setrum ikan

Kuda Lumping Ikut Menjaga Mata Air di Malang Selatan

Catatan ini pertama kali duplikasikan untuk WildWaterIndonesia.Org .  Malam hari selepas pukul 19.00 WIB saya kembali berada di sebuah desa kecil di Malang Selatan, kampung halaman saya. Hujan yang turun sejak pukul 15.00 WIB ketika kami (saya, adik saya, keponakan berusia 3,5 tahun, dan seorang jelita dari benua yang sangat jauh) mulai meninggalkan kota Malang rupanya masih menyisakan gerimis dan dingin yang menusuk tulang. Bunyi gemericik yang semakin mengecil dari cucuran atap masih terdengar menerpa lantai halaman rumah yang sebagian berlumut. Jalanan tampak berkilauan basah. Pekarangan dan seluruh penjuru kampung masih dipeluk dingin. Selokan jalan juga masih penuh dengan air dan mengalir deras menuju ke sungai yang letaknya sekitar lima puluh meter di timur rumah. Biasanya bunyi berderu dari sungai yang banjir bisa terdengar sampai rumah tetapi hari ini samar terdengar karena suara sound system dari rumah di seberang rumah kami yang mulai mengalunkan lagu-la...

Wild Water Indonesia: Catatan Ekspedisi Mata Air Sungai Mahakam 2017(Part 1)

Catatan ini pertama kali dipublikasikan di situs jaringan kepedulian perairan Wild Water Indonesia. Salam lestari! Bersama Julak Iswan dan Anang Tirta W. (WWI Region Kalimantan Timur) dan juga bersama Ignasius Rayung, Minggang lejau, Darius Dalung Lejau, Victorious Awang, dan sekitar 7 orang lainnya dari (WWI Region Mahakam Ulu dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahakam Ulu) pada tanggal 9-24 Oktober 2017 lalu kami melakukan sebuah perjalanan yang awalnya terkesan utopis, khayalan. Kenapa saya bilang “khayalan” karena memang apa yang kami lakukan sejatinya memerlukan biaya yang luar biasa banyak, usaha yang luar biasa besar, ketangguhan fisik dan mental yang di atas rata-rata, juga waktu perjalanan yang tidak bisa sebentar dan lain sebagainya. Ekspedisi Mata Air Sungai Mahakam 2017 awalnya adalah angan belaka ketika saya masih blusukan bersama para relawan WWI Region Malang Selatan. Waktu itu, akhir September hingga awal Oktober 2017 kami mulai melaksanakan program bermakna ga...

Sustainable Greeting: Giu, Srikandi Wild Water Indonesia dari Negeri Yang Jauh

Melalui caranya sendiri dan tidak diketahui oleh banyak orang, dia telah menjadi bagian dari usaha mulia mahaga petak danum (menjaga tanah air) yang dilakukan oleh ribuan relawan Wild Water Indonesia lainnya. Menuliskan sosok seorang perempuan muda penuh semangat dan bertabur talenta ini sejujurnya tidaklah mudah sama sekali. Terlalu banyak hal yang terjadi dalam lima bulan terakhir sejak pertemuan pertama dengannya di sebuah desa kecil di puncak gunung di Pulau Sumbawa, Mantar. Saya merasa memiliki banyak keterbatasan untuk menuliskan dengan baik betapa begitu banyak sumbangan kebaikan yang dia lakukan kepada saya dan juga kepada jaringan kepedulian perairan Wild Water Indonesia. Tetapi saya kemudian memutuskan tidak ingin takut menuliskannya, meski akan sangat sulit menjadi sempurna dan dapat merangkum semuanya, tetapi semoga setidaknya dapat menggambarkan sumbangan positif yang telah dia lakukan untuk jaringan kepedulian perairan ini. Sebuah jaringan kepedulian perairan Indon...

Wild Water Indonesia: Barisan Merah Hitam Untuk Masa Depan Perairan Indonesia Yang Lebih Baik (Bagian 3)

Mbak Sri, saya tidak tahu nama lengkapnya, adalah seorang pengajar PAUD di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Bersama puluhan pengajar PAUD lainnya di Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungannya pada kampanye perairan yang menjadi konsern Wild Water Indonesia. Lembar kertas yang dia pegang adalah semacam resume tentang konsern WWI bagi masa depan perairan di negeri ini. Yang mengharukan adalah, dirinya akan dan saat ini terus berusaha untuk mencoba menularkan konsern ini dalam bentuk yang sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak didik usia dini yang menjadi tugas dan tanggung jawab profesinya saat ini di Pulau Sumbawa. Terimakasih nggih semuanyaaa?! Foto kiriman Bang Fathul Yamin, salah satu sahabat WWI di Pulau Sumbawa yang tinggal di Desa Aipaya, Kab. Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.   Deo gratias. Terimakasih Tuhan. Tanpa saya sadari saya termenung dalam haru setelah sekian lama mata saya ‘tersesat’ dalam ratusan file foto kegiatan para sahabat Wild Water Indones...