Pagi di Desa Sumur, Ujung Kulon, Banten, bagi kami para pemancing adalah pagi dengan mata berat dan terpicing berusaha menatap sekitar yang mulai terang. Maklum, kebanyakan pemancing, terutama mereka yang berasal dari Jakarta biasanya selalu tiba di Desa Sumur tepat menjelang Subuh, usai berkendara selama lima jam dari Jakarta dalam jalanan yang sebagain besar dipeluk gulita dan seperempat jalan terakhir agak berlubang. Padahal ini adalah destinasi wisata andalan di Banten lho, tetapi jalannya masih juga berlubang-lubang? Tetapi memang, dibandingkan dengan kondisi jalan pada akhir tahun lalu (2009), jalan dari Pandeglang menuju Desa Sumur kini lebih baik karena belum lama ini baru saja diperbaiki. Tetapi ya itu, agak aneh saja, sudah muncul lubang lagi. Biasalah, proyek-proyek jalan seperti ini memang dikerjakan bukan untuk selesai dan bisa digunakan selamanya, melainkan dikerjakan untuk bisa segera ‘dikerjakan’ lagi di lain waktu. Hehe… Dengan mata terpicing tersebut, pemancing biasan...