Skip to main content

Posts

Showing posts with the label trolling

Salah Dua Yang Diperlukan Adalah Kepercayaan dan Kegigihan… :p

Desa Binuangeun pada malam tanggal 21 Mei itu tampil seperti biasanya; sepi dan jalanan berdebu. Kami tiba saat malam telah beranjak dan jalanan Binuangeun telah sepi dari para penggembira yang biasa menyambut para pemancing yang datang. Hehehe… Berkah Resort juga sepi. Hanya ada beberapa kendaraan pemancing yang parkir di sana. Tanda bahwa weekend ini akan sepi trip. Memang cuaca di Laut Selatan (Samudera Hindia) saat itu sedang tidak mendukung untuk sebuah fishing trip. Jika melihat pada prediksi BMG misalnya, pada tanggal 22 hingga 23, waktu dimana kami akan turun ke laut, ketinggian ombak bisa mencapai 2 meter dengan kecepatan angin antara 10-15 knot. Ini lumayan “goyang dombret”. Pemancing yang sudah sering ke laut saja di kondisi seperti ini bisa “jackpot”, apalagi yang pemula? Tidak banyak pilihan bagi pemancing yang memiliki waktu mancing yang sempit. Jadi biarpun kondisi cuaca sedang buruk, mereka tetap ke laut memburu ikan. Dan apalagi bagi tukang video keliling seperti kami,...

Selamat Kepada Marcus Widhi Nugroho atas Terbitnya Tabloid Berita Mancing. Tigh Lines Bossss!!!

Trip mancing saya ke Ujung Kulon kemarin boleh boncos (baca: gagal total) tetapi Minggu-minggu ini saya tetap merasa bungah. Tak lain karena seorang kawan dekat saya Marcus Widhi Nugroho, atau yang punya nick name MrK, yang juga adalah kawan bagi ratusan dan bahkan mungkin ribuan pemancing di negeri ini, pada hari ini baru saja menerbitkan sebuah media mancing baru yang diberi nama BERITA MANCING. Bentuknya tabloid. Bentuk yang sangat pas dengan selera pasar mancing negeri ini yang menyukai media mancing yang ringan dengan bahasa yang enak dibaca, informatif dan terbit dalam interval waktu yang pendek sehingga pemancing tak perlu menunggu lama untuk membaca lagi edisi berikutnya. Dengan terbitnya BERITA MANCING, berarti kini ada empat media cetak khusus mancing di negeri ini. Tiga lainnya adalah Tabloid Mancing Mania, Majalah Mancing, dan Tabloid Fortuna. Ini jelas semakin membuat dunia mancing kita semakin semarak karena selain media cetak tersebut juga telah ada beragam forum mancing...

Para Pemancing Yang Tidak Mau Mundur Meski Angin Barat Menerjang Binuangeun

Dimanapun, meski sedang musim angin, selalu saja ada pemancing yang turun ke laut. Ini disebabkan oleh dua hal, saking sudah tidak tahan untuk merasakan nikmat memancing. Kedua karena waktu libur atau cuti dari pekerjaan yang ada tidak selalu selaras dengan waktu mancing terbaik. Bulan-bulan ini perairan Binuangun di Banten Selatan sedang bergolak dilanda angin barat yang terkenal sangat kuat. Kekuatan angin barat ini sudah dimaklumi oleh semua kalangan di Binuangeun; kapal-kapal nelayan tidak ada yang melaut (TPI menjadi sepi dari ikan), dan kapal-kapal mancing (fishing fleet) pun sepi dari bookingan para pemancing. Dan hampir seluruh fishing ground di pesisir selatan Pulau Jawa terkena musim angin barat ini. Saya mendengar kabar ada kapal tenggelam di perairan selatan Jogja saat menulis catatan ini. Tetapi apa yang kami lakukan dengan sekelompok pemancing Jakarta yang ‘dikomandani’ oleh Adi Prasodjo? Kami malah turun ke laut beramai-ramai, pada hari Senin dan Selasa pula, saat dimana...

Para Pejalan Yang Pasrah Diterkam Senja Basah di Pelabuhan Ratu

Tiga minggu terakhir ini tiba-tiba saja saya dan kawan-kawan satu tim melintas tiga kali di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Dan semuanya selalu singgah sementara antara satu hingga dua malam karena lelah mendera kami semua yang selalu diburu ‘hantu’ bernama ikan-ikan besar. Pelabuhan Ratu adalah pendaratan ikan tangkapan terbesar di Jawa Barat dan memiliki TPI yang selalu sibuk! Puncak kesibukan TPI di Pelabuhan Ratu biasanya terjadi saat musim ikan tuna (yellowfin tuna) yang berlangsung seiring dimulainya musim kemarau dan mencapai puncaknya pada bulan-bulan September atau Oktober. Tempat ini memang menjadi salah satu favorit kunjungan ikan tuna karena memiliki teluk besar yang persis menghadap Samudera Hindia. Di Pulau Jawa, letak strategis ini mungkin hanya bisa ditandingi oleh Sendang Biru, Malang Selatan. Saat musim tuna seperti itu, perairan di sekitar Pelabuhan Ratu akan penuh dengan kapal-kapal nelayan yang berebut ikan tuna. Di antara ‘skuadron’ besar kapal nelayan aneka...

Black & Blue Marlin di Indonesia: Agar Kita Tidak Terus Keliru

Agar Anda tidak mengira saya berbicara sembarangan bahwa “tidak ada ikan blue marlin di Krui, Lampung Barat” di postingan saya sebelumnya, berikut beberapa fakta penting mengenai Black marlin (Makaira indica) dan Blue marlin (Makaira nigrican). Black marlin atau marlin hitam adalah keluarga billfish yang banyak hidup di perairan tropis dan banyak menjadi buruan para pecinta olahraga memancing negeri ini. Contoh paling masif dalam perburuan ikan ini oleh para pemancing terjadi di Pelabuhan Ratu dan Ujung Kulon dulu. Sebagian kecil Black marlin juga menghuni Samudra Pasifik, pantai timur Afrika, dan perairan Australia. Semua lokasi ini dihuni black marlin karena cenderung lebih hangat dibanding perairan di Samudera Atlantik. Intinya ikan Black marlin hidup pada lautan yang memiliki suhu air 21 hingga 30 derajat Celcius dan jarang dijumpai di perairan yang dingin (tetapi bukan berarti tidak ada ya, selalu ada anomali). Ikan ini mudah diidentifikasi karena ini adalah spesies billfish yang ...

Krui Punya Blue Marlin? Masak Sih?!

Entah kenapa sekarang-sekarang ini saya tergoda untuk memancing di Krui. Krui (di peta ini posisinya ada di pojok kiri atas) adalah kota kecil yang merupakan ibukota Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Lampung Barat. Krui memiliki teluk kecil yang berada persis di depan desa yang langsung menghadap Samudera Hindia, inilah kenapa banyak ikan marlin bermain di desa ini. Dari Bandar Lampung entah berapa jarak pastinya tetapi konon jika dengan mobil dari Bakaheuni maka diperlukan waktu setidaknya 8 sampai 9 jam untuk tiba di Krui. Taruhlah mobil melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam berarti 500 km lebih jaraknya dari Bakaheuni. Jauh sekali, mungkin pantat sudah berasap hitam kalau duduk terus selama itu. :)) Berdasarkan kabar ‘burung’, konon Krui adalah desa (kota kecil) penghasil ikan marlin terbesar di Sumatra. Ikan yang dalam bahasa setempat disebut setuhuk ini juga dijadikan ikon desa dengan membuat patung ikan ini di salah satu pusat desa. Meski sayang, setelah saya melihat ...

Turnamen Mancing Taka Bonerate, Taka(n) Ikut Lagi Ikut Jika Masih Seperti Kemarin

Bahkan, sebuah forum mancing di Jakarta bisa membuat sebuah turnamen yang jauh lebih baik daripada turnamen di Taka Bonerate kemarin. Semoga postingan ini tidak mengurangi rasa terimakasih saya atas undangan dari panitia sehingga saya dan kawan-kawan saya sehingga bisa mengikuti turnamen mancing di Taka Bonerate akhir Oktober yang lalu (15-18/10/2009). Meski bukan sebagai peserta, melainkan sebagai peliput yang diharapkan mampu berperan serta mengumandangkan pesona Taka Bonerate kepada khalayak yang lebih luas. Kejujuran kata orang terkadang menyakitkan, tetapi hal itu menurut saya lebih baik daripada kita mengulang hal yang tidak perlu/baik di lain hari hanya karena kita tidak mau terbuka menerima kejujuran. Postingan ini merupakan pendapat dan kesan pribadi saya sebagai pewarta yang kebetulan juga seorang tukang mancing. Jadi mohon jangan kaitkan ini dengan tempat dimana saya bekerja. Thanks. Turnamen mancing di Taka Bonerate adalah kegiatan yang menurut saya sangat menarik dan tepat...

The East Nusa Tenggara Grand Prix Game Fishing Tournament 2009

Seiring datangnya “hari baik” di beberapa saltwater fishing ground di Indonesia, mulai bulan Oktober ini berbagai daerah tampak berlomba-lomba menyelenggarakan turnamen mancing. Dalam bulan Oktober ini saja akan ada dua even besar. Yang satu di P1000, Jakarta (Turnamen Mancing Piala Agung Laksono – hadiahnya tidak tanggung-tanggung, Mercedes C200) dan satu lagi di Kepulauan Selayar, Sulsel (dalam rangka Takabonerate Islands Expedition 2009). Yang di P1000 dipastikan akan kebanjiran peserta karena ini adalah fishing ground yang “klasik” di Indonesia, hampir semua pemancing Jakarta memiliki ikatan emosial yang cukup dalam dengan P1000. Haha! Menariknya dua even ini dilangsungkan dalam hari yang hampir bersamaan, yakni antara 16 hingga 18 Oktober ini. Tetapi yang paling “wah” dan “eksotis” menurut saya adalah turnamen mancing yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Rote Ndao, yang bekerjasama dengan FORMASI P...

Ikan-ikan Pulau Weh, I’m Coming!

Pernah terbersit keinginan untuk menjelajah ke ujung barat negeri ini, ke Nanggroe Aceh Darussalam sana. Tetapi keinginan itu lantas musnah begitu saja karena memang saya tidak memiliki ‘jalur’ ke sana, apalagi atas tanggungan pribadi. Pekerja biasa-biasa saja di Jakarta mana kuat keluyuran ke tempat-tempat indah yang jauh di negeri ini? Tetapi ternyata Tuhan mendengarkan keinginan saya dulu itu. Kemarin, hari Jum’at tiba-tiba ponsel saya berdering dan nomor tak dikenal muncul di sana. Suara di seberang putus-putus tetapi kalau dirangkum intinya menginginkan saya melancong ke Aceh, tepatnya ke Sabang di Pulau Weh, untuk kemudian melakukan eksplorasi bersama-sama ke perairan saltwater dan freshwater di sana. “Ikannya besar-besar di sini Mas!” kata Pak Jarwo, nama orang yang telpon saya itu. “Teman-teman mancing di Sabang ingin sampeyan ke sini,” katanya lagi. Lho kog memakai kata sampeyan ? Ternyata Pak Jarwo adalah pendatang dari Jawa yang jatuh cinta dengan Aceh dan memutuskan untuk m...

Kover Majalah Mancing Edisi September 2008: Sailfish Kuala Rompin

Liputan utama di edisi September ini adalah tentang perjalanan Tim FORMASI mengikuti The Royal Pahang Billfish International Challenge 2008 di Kuala Rompin, Malaysia pertengahan Agustus lalu. Hasil yang dicapai oleh tim pada turnamen tahun 2008 ini lebih baik dibandingkan dengan tim yang turun tahun lalu. Diantara anggota tim yang turun tahun 2008 ini adalah Bapak Agustinus Sutandar, my big boss @ Majalah Mancing. Selamat ya bosss.... Kapan-kapan ajak Mike ke Rompin dong...

Mancing di Majingklak: Ekonomis, Nyaman dan Strikeeee!

Nama Majingklak selama ini memang kurang terdengar di kalangan pemancing. Maklum daerah ini tidak tertulis dalam peta. Jika di peta daerah ini tertulis dengan nama Kalipucang karena nama Majingklak mengacu pada "wilayah" dan bukan kota atau desa melainkan mengacu pada daerah di sekitar muara dan delta besar di sebelah timur Pangandaran (Jawa Barat) dan atau sebelah Barat Cilacap (Jawa Tengah). Jika dari Bandung jaraknya hampir 200 kilometer dan dapat ditempuh dengan roda empat dengan waktu sekitar 4 jam. Saat baru menginjakkan kaki di dermaga di fishing ground ini awalnya saya kurang terkesan dengan terutama kondisi daerah yang terlihat "biasa saja". Tetapi ada yang menarik saat saya masih di darat yakni bahasa setempat yang merupakan perpaduan antara bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Suhu udara yang sangat dingin juga membuat saya nyaman. Padahal ini adalah daerah pantai yang biasanya panas. Pangandaran misalnya yang tidak sampai 1 jam di sebelah Timur Majingklak uda...