Friday, January 25, 2008

Ikan kakap putih atau yang disebut juga barramundi dan giant perch adalah ikan air payau/muara yang memiliki kemampuan tarung (fighting ability) yang mumpuni. Ikan ini terkenal pantang menyerah dan selalu melawan pemancing dengan sekuat tenaga. Ditambah dengan gerakan akrobatiknya berupa loncatan ke udara, tak heran ikan ini menjadi salah satu target prestisius para pemancing muara di seluruh dunia. Itulah sebabnya banyak anglers memburu ikan ini kemanapun demi agar bisa merasakan sensasi bertarung dengannya. Btw, tahukah Anda di sungai dan muara sekitar kota Tegal, Pemalang dan Brebes (Jawa Tengah) ikan barramundi ini masih mudah dijumpai? Seperti diungkapkan oleh seorang pemancing Tegal bernama Rudy Kustiadi, sejak April 2007 tercatat 170 ekor kakap putih berhasil dipancing di Sungai Ketiwon, Sungai Rambut, Pilar, Kaligangsa, dan Sungai Comal dengan berat bervariasi antara 0,5 hingga 24,3 kg.

Barramundi adalah ikan air hangat, dapat ditemukan di sungai dan pantai daerah tropis. Ikan ini hidup di dua habitat, saltwater dan freshwater. Selama masa pemijahan, selain di pantai ikan ini akan sering masuk ke muara sungai. Ukuran yang besar suka hidup di air yang berarus dimana mereka akan gampang bertemu dengan makanannya, misalnya udang putih. Beratnya bisa lebih dari 30 kg, rekor yang tercatat di Australia misalnya mencapai 37,8 kg. Sungai dan muara di Tegal, Pemalang dan Brebes masih cukup ideal sebagai habitat kakap putih. Kota-kota ini, sama seperti misalnya Pekalongan, Indramayu, Cirebon, dll, berada di pesisir utara Jawa yang berarti sungai-sungainya langsung berhubungan dengan garis pantai. Tawar bertemu dengan asin. Ini juga berarti wilayah ini memiliki tiga karakter air, satunya lagi adalah payau. Ditopang dengan kontur tanah yang datar, sifat payau di sungai-sungai di wilayah ini bahkan bisa mencapai berkilo-kilo meter ke arah hulu dari muara. Sangat ideal sebagai habitat barramundi.

Sifat air yang payau di Sungai Comal (dikenal juga dengan nama Sungai Mojo karena berada di Desa Mojo, Pemalang) misalnya bisa mencapai kilometer 40 arah hulu. Sungai lebar ini juga memberikan banyak tawaran yang menarik untuk ditinggali barramundi. Tepi sungainya yang banyak ditumbuhi bakau, gelagah, dan pohon-pohon tumbang selain memberi perlindungan juga menjamin ketersediaan makanannya. Kondisi yang sama juga terdapat di sungai lainnya seperti Ketiwon dan Kaligangsa. Inilah sebabnya kenapa kakap putih banyak dijumpai di wilayah ini. Mereka yang berburu sensasi 'bertarung' dengan predator dua perairan ini datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Cirebon, Pekalongan, dll. Cara mancing yang digunakan pun variatif, dari koncer (umpan udang putih hidup, belanak, dll) hingga kasting dengan popper atau minnow kecil. Untuk teknik kasting pemancing bisa melakukannya dari atas perahu ataupun tepian sungai (landbased). Ditambah dengan view sekitar sungai yang menawan, dijamin mancing di daerah ini tidak akan membosankan. Itulah kenapa untuk wilayah Pulau Jawa, Tegal dan kota-kota lain di Pantura masih cukup menjanjikan sebagai destinasi memancing ikan kakap putih. Iyo ora son?

* Foto: Seorang pemancing Tegal yang saya lupa namanya memegang seekor ikan kakap putih yang dia pancing dengan umpan udang hidup di Sungai Comal.
Next
Newer Post
Previous
This is the last post.

0 comments: