Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

Video Lady 'Pinky' Angler Casting Wading (Berendam) Memburu Ikan Giant Snakehead Pulau Bangka, June 2015

Tanggal 14 Juli lalu saya menulis paragraf di artikel: Happy Birthday & Welcome Aboard Lady 'Pinky' Angler. Video ini adalah bukti kecil apa yang dimaksud oleh paragraf yang saya sertakan di bawah ini. Salam wild fishing!

---

Pulau Bangka menjadi fishing ground kedua yang kami tuju dalam rangka dokumentasi ‘new’ Jejak Petualang Trans|7 ini. Lokasi pertama adalah rawa-rawa Paya Benua di Bangka Induk. Ini adalah habitat ikan dalam keluarga snakehead (gabus dan tomman) yang sangat potensial. Namun Paya Benua ini memang sangat kompleks, dahulunya konon hanya berupa satu aliran sungai saja, tetapi dalam perkembangannya kemudian tercipta tepian rawa yang sangat luas, menjadikan sungai utama berada jauh di tengah ‘dikurung’ rawa air tawar yang lebat dengan tanaman air yang menguasai seluruh penjuru perairan. Memancing dengan teknik sportfishing di lokasi seperti, bahkan bagi pro angler sekalipun, memerlukan usaha yang ekstra keras. Baik dalam perpindahan atau mobilitas kita, kema…

Giant Snakehead Bangka Island vs Lady ‘Pinky’ Angler: Behind The Scene Jejak Petualang Wild Fishing Trans|7

Kalau saya tidak salah ingat, di blog ini telah saya posting beberapa artikel tentang trip terbaru kami ke Pulau Bangka, bulan Juni lalu. Ada artikel yang khusus membahas tentang kuliner khas warga dalam mengolah ikan-ikan air tawar, ada yang tentang karakter sungai dan rawa Pulau Bangka berkaitan dengan spesies, dan juga ada yang membahas semangat dan ‘polah’ new lady angler kita di perairan tawar Paya Benua, Bangka Induk. Semuanya itu dapat Anda temukan dengan keyword “pulau bangka”, “tomman”, “paya benua” atau “payben”, “behind the scene” “jejak petualang trans|7”, “chintya tengens” dan lain sebagainya. Karenanya, postingan berikut ini saya memberi ‘bonus’ foto-foto wild fishing yang kami lakukan di Pulau Bangka tersebut. Dan sekali lagi secara pribadi saya membuktikan, bahwa Pulau Bangka memang merupakan spot spesies ikan jenis snakehead (tomman dan gabus) yang kompleks sekaligus potensial. Ini bukan karena size dan jumlah ikan yang kita dapatkan, tetapi tentang keberagaman karak…

Video Teaser 'New' Jejak Petualang Wild Fishing Trans|7 Featuring Lady 'Pinky' Angler Chintya Tengens

Video teaser ini menandai era baru Jejak Petualang Wild Fishing (JPWF). Selama setengah tahun pertama (Mei-September 2014), host JPWF terdiri dari dua orang yakni Vika Fitriyana yang sebenarnya adalah host Jejak Petualang, berduet dengan pemancing ganteng kesohor Indonesia Joe Michael. Pasca September 2014 hingga Mei 2015 peran host kemudian dipegang hanya oleh Joe Michael. Mulai bulan ini, Juli 2015 host JPWF akan lebih didominasi oleh lady angler, siapapun itu. Yang ingin saya tegaskan, semoga saja kemudian ini ada yang membacanya, bahwa JPWF masih seperti dahulu ketika pertama kali program ini dirancang pada Februari 2014. Dimulai di perairan tawar Propinsi Riau dan kemudian berlanjut ke berbagai penjuru negeri kita tercinta. Bahwa JPWF merupakan sebuah program, sebuah usaha, sebuah niatan, untuk menyatukan kearifan lokal masyarakat berkaitan dengan perairan baik tawar maupun laut, wild fishing, dan juga wild culinary (baca: kuliner tradisional masyarakat pedalaman). Ketiga elemen…

Melanjutkan Kembali Langkah Menyatukan Kearifan Lokal Perairan Indonesia, Wild Fishing, dan Wild Kuliner

Banyak sekali artikel di blog ini terkait program Jejak Petualang Wild Fishing sejak awal mula dirancang hingga hari ini pada usia 15 bulan, bisa di search dengan keyword “jejak petualang wild fishing” dan atau “jpwf”.
Kemarin sore, tepatnya tanggal 22/07/2015 pukul 14.45 wib telah ditayangkan episode perdana ‘new’ Jejak Petualang Wild Fishing (JPWF). Hasil dokumentasi kami di pedalaman Kalimantan Utara bulan Mei lalu. Ada yang berbeda memang dengan JPWF karena host-nya bukan lagi seorang pemancing kesohor Indonesia, Joe Michael, melainkan seorang lady angler baru yang awalnya seorang pendaki gunung bernama Chintya Tengens. Nona Ambon yang memiliki jiwa petualangan sangat tinggi dan tahan banting di segala medan (gunung, laut, rawa, darat, sungai, dan lain sebagainya). Ketika tayangannya masih on air di layar kaca, begitu banyak sms/telp/inbox dan lain sebagainya yang masuk ke ponsel saya dan juga ke akun beberapa media sosial saya. Ada yang mengucapkan selamat dengan ‘new’ JPWF ini, …

Wild Chef: Gudang Pangan Yang Melimpah di Sungai & Hutan Ulayat Suku Dayak Berusu, Kalimantan Utara

Ada yang tercecer rupanya berkaitan dengan trip Jejak Petualang Wild Fishing (JPWF) ke Kalimantan Utara bulan Mei lalu dan baru malam ini teringat dan ternyata belum dituliskan di blog iseng ini. Yaitu mengenai kearifan lokal masyarakat terkait pemanfaatan alam mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan, dan secara lebih ‘sempit’ lagi adalah dalam memanfaatkan alam mereka untuk membuat kuliner khas setempat. Sejak pertama kali memasuki wilayah hulu sungai dan hutan ulayat Suku Dayak Berusu di bagian hulu, dua hari perjalanan dengan menggunakan perahu, saya melihat kesan kuat betapa melimpahnya bahan pangan yang tersedia di hutan dan di sungai mereka. Karena apappun yang mereka inginkan dapat ditemukan disana dalam waktu yang relatif singkat. Sebagai gambaran, ketika mereka menginginkan daging binatang buruan semisal rusa, tidak sampai satu jam masuk hutan, mereka sudah kembali dengan rusa besar yang bahkan dagingnya tidak akan habis selama seminggu (rombongan kami terdiri dari total 20 o…

Menjaga Warisan Air Hitam Paya Benua: Kearifan Lokal Umpan Pecahan Piring di Bangka Induk

Banyak hal bisa dibahas dari perairan tawar rawa Paya Benua (selanjutnya ditulis Payben) di Bangka Induk. Bagi yang tertarik dengan rawa air tawar mungkin akan terkesan dengan rapatnya ganggang air di sepanjang tepian rawa ini. Bagi yang takut binatang air semisal buaya dan ular atau pacet, mungkin akan memasukkan lokasi ini ke dalam black list. Bagi yang memperhatikan perubahan ekosistem mungkin akan menjadikan ini salah satu contoh ekosistem yang berubah. Dahulu Rawa Benua tidak sepanas sekarang ini, yakni ketika kebun kelapa sawit belum ‘mengepung’ perairan tawar yang sangat kompleks ini. Saya tertarik semuanya tetapi titik berat saya hanya pada dua hal; Payben sebagai ekosistem perairan tawar yang menjadi ‘ladang’ penghidupan nelayan individual setempat dari jaman kuno, dan kedua Payben sebagai habitat ikan dalam keluarga snakehead (gabus dan tomman) yang masih cukup potensial. Artikel ini tentang yang pertama, terutama dikaitkan dengan kearifan lokal masyarakat Payben dalam ‘mem…