Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2017

Menengok Kembali Kemegahan Dander dan Nikmatnya Sengatan Pedas Olahan Panjo Cabe Ijo di Pantai Wediombo

Saya selalu menikmati saat-saat di Pantai Wediombo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Itulah kenapa usai kesan pertama ke pantai ini bertahun-tahun silam, mungkin sekitar tahun 2010 atau 2011 an, selalu ada keinginan untuk kembali lagi. Masyarakatnya sangat ramah, pantainya juga sangat indah dan bersih. Bagi saya Pantai Wediombo adalah wajah tercantik dari seluruh pesisir selatan di daerah Istrimewa Yogyakarta. Jauh lebih cantik dibandingkan dengan Pantai Parangtritis. Saya sebenarnya tidak menyukai bermain di pantai, maksud saya bermain pasir dan air di pantai, padahal Wediombo menawarkan hal ini terutama ketika air sedang tinggi (belum surut), yang saya sukai ketika berada di pantai adalah menikmati nyanyian ombaknya sembari ditemani secangkir kopi hitam. Ada banyak inspirasi yang bisa saya dapatkan ketika ‘tenggelam’ dalam nyanyian ombak yang meraja tersebut. Hal-hal yang mungkin selama ini begitu sesak dan tersembunyi di kepala seperti terurai satu demi satu. Segala sesuatu yang bergejo…

Ngecek Rawa Pening: Olivia Marianne dan Rekayasa Perburuan di Perairan Tawar Yang Berubah dan Cerita-cerita Lainnya

The greatest threat to our planet is belief that someone else will save it.(Robert Swan)
Mengingat Rawa Pening adalah mengingat persahabatan. Bermain di Rawa Pening bagi saya juga adalah salah satu cara memaknai persahabatan. Bertahun lalu saya pernah keliling mancing di danau ini dengan dipandu seorang sahabat yang waktu itu masih berdomisili di kota Salatiga, Jawa Tengah. Ada dua kali perjalanan yang lumayan memakan waktu lama yang pernah saya lakukan di danau alami penuh legenda ini. Pertama sekitar tahun 2011-an bersama Mas Dudit Widodo, pemancing paling kesohor di negeri ini dan kemudian kalau tidak salah setahun kemudian bersama Cepy Yanwar, host paling ‘bungsu’-nya program Mancing Mania Trans|7. Pada kedatangan kedua inilah sempat terjadi insiden yang masih begitu jelas di ingatan saya. Diterjang angin topan dari pegunungan dan perahu kami nyangkut di sebuah tiang kecil di tengah danau entah dimana. Sepanjang hari waktu itu kami harus berjibaku menguras air yang memenuhi perahu…

Gebyuk Desa Laban: Perburuan Ikan di Perairan Peralihan Sekaligus Menjaga Ekosistem dan Ikatan Sosial Masyarakat

The greatest threat to our planet is belief that someone else will save it.(Robert Swan). Untuk Masbro Vic Liebert yang untuk pertama kalinya merasakan sensasi liputan the “real” wild fishing yang selalu melelahkan ini. Semoga traumanya sudah sembuh ya bro! Hehehe! Untuk masyarakat Desa Laban. Terutama Mas Heri van Houtten. Pak Muhammad Ulil Amri, Lurah Laban. Pak Wiwid Bekti Nugraha, teman yang selalu repot setiap kali saya dolan ke Kendal. Mas Nanang Husni Faruk (HIPMI)yang kini konon menahkodaiKNPI Kendal. Dan lain sebagainya. Semoga Kendal dan Laban terus membangun dengan tetap menjaga tradisi-tradisi ‘hijau’-nya! Matur suwun!

Sebenarnya saya mendapatkan informasi tentang adanya cara tangkap ikan sangat ramah lingkungan di pesisir utara Pulau Jawa ini bertahun lalu, mungkin sekitar tahun 2012-an, ketika saat itu masih hilir mudik Pantura menemui ibu-ibu penuh semangat yang menekuni usaha kuliner khas skala kecil. Tetapi karena memang pada masa itu tidak mungkin membuat sesuatu taya…