Monday, 28 April 2008

Hari ini saya terlambat tiba di kantor saya di Senen. Jam 1 siang baru tiba. Padahal biasanya meski saya berangkat dari Bandung jam 7 atau 8 pagi paling telat saya sudah akan sampai pada pukul 11 siang. Kemacetan antara Pintu Tol Jatibening-Senen pada hari ini sangat parah. Memang Tol Cipularang mempersingkat jarak tempuh Bandung-Jakarta yang lebih dari seratus lima puluh kilometer itu hanya menjadi dua jam saja. Tetapi masalahnya sejak dari Pintu Tol Jatibening hingga Senen dalam kemacetan hebat seperti itu untuk menyelesaikan jarak yang tidak sampai 25 km itu kadang diperlukan waktu 3 jam. GILA!!!

Sebelum tiba di kantor mampir dulu ke WBW di Jalan Gunung Sahari untuk mengambil umpan trolling baru keluaran Pakula (Australia). Enam biji, panjang-panjang seperti buah pisang raja. Warna-warni. Seorang ibu yang duduk di samping saya dalam bis menuju Senen bertanya,"Dagangannya laku banyak dik?" Sial sekali. Baru mengambil umpan trolling (yang mahal-mahal itu) untuk dipakai mancing di perairan Halmahera Utara pertengahan bulan Mei nanti malah dikira tukang asongan. Sudah panas. Bawaan banyak. Capek. Dikira pedagang asongan. Nasib-nasib. Mungkin muka saya cocok kali ya?! Hehehe.... Tetapi setiba di kantor saya langsung tersenyum. Majalah Mancing (yang pada edisi kali ini sebenarnya terlambat terbit) akhirnya terbit. Ekspedisi Halmahera Utara yang digelar beberapa waktu lalu jadi feature utama. Juga bonus VCD-nya masih tentang Halmahera Utara, tetapi yang tentang mancing di sungai yang dirilis duluan. VCD-nya juga hasil shoot saya di Halmahera Utara. Saya menjadi teringat kembali saat-saat di Halmahera Utara. Jadi rindu. Pulau yang indah dan ikan yang masih banyak. Apalagi sungainya memiliki potensi yang sangat luar biasa. Kasting di sungai saja kita bisa dapat GT yang beratnya hampir 10 kg?!

Pemancing yang kami tampilkan di cover pada edisi kali ini adalah Ibu Tina Lesnusa, istri dari Bpk. Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Ir. Franz Maneri. Saya menjepret beliau di dekat sebuah pulau kecil di dekat Tobelo bernama Pulau Matita. Tidak seperti kebanyakan pemancing perempuan lainnya yang ikut mancing karena ingin "mengawasi" suaminya (hehehehehehe), Ibu Tina Lesnusa ini memang sangat hobi memancing tanpa ada tujuan-tujuan lain. Pokoknya memancing. Dan kalau sudah pergi mancing beliau ini bisa sampai lupa pulang, hebat bukan. Oleh karena itulah kami tampilkan beliau di cover depan. Dan apalagi beliau dan sang suami sangat menaruh perhatian kepada masa depan wisata bahari (dan juga pada sportfishing) di Kabupaten Halmahera Utara. Bukankah gagasan mulia dan besar seperti dimiliki pasangan suami istri ini malah lebih besar nilainya dari ikan sebesar apapun? Saking cintanya pada bahari dan juga wisata mancing, mereka berdua menggagas serangkaian program promosi wisata bahari di kabupaten ini. Salah satunya dengan ikut serta dalam pameran Deep Indoensia 2008 di Jakarta. Dan pada pertengahan Mei nanti juga akan digelar turnamen mancing nasional di sana. Hebat bukan?

Tidak sabar rasanya untuk segera kembali ke sana. Halmahera Utara, sampai baku dapa...

* Foto cover Majalah Mancing: Ibu Tina Lesnusa di Pulau Matita, Halmahera Utara (photo by Michael Risdianto)

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers