Friday, 13 June 2008











Spot mancing yang saat ini paling saya ingin kunjungi secepatnya ada dua. Pertama kembali ke Majingklak karena saya sangat penasaran dengan GT di sana. Di beberapa spot di Majingklak kemarin banyak GT besar bersliweran tetapi tidak mau menyambar popper besar model chugger. Kalaupun ada yang menyambar popper model chugger itu pasti baby GT. Kenapa bisa begini? Saat itu ingin mencoba pencil atau stickbait besar tetapi tidak ada di tackle box. Tampaknya diperlukan umpan artificial jenis lain selain popper jika ingin mendapatkan strike dari GT monster di sana.



Kedua adalah kembali ke Malang Selatan, kampung halaman saya. Meski rumah saya tidak persis di tepi pantai, untuk sampai di pesisir Selatan hanya diperlukan waktu antara 30 menit sampai satu jam. Pesisir Selatan di sanam hampir semuanya adalah rock. Sangat sedikit yang berpasir sehingga sangat ideal untuk rock kasting dan atau popping. Desember tahun lalu saya sempat pulang dan juga sempat menjajal beberapa spot. Sialnya Desember adalah waktu yang salah. Air hujan dari sungai membanjiri wilayah pantai hingga air menjadi keruh. Ada beberapa GT besar mengejar popper saya tetapi tidak mau strike. Itulah kenapa saya menjadi sangat penasaran untuk segera pulang saat kemarau. Saya yakin GT monsternya akan strike. Apalagi saat di Halmahera Utara saya sempat berbincang dengan pemancing Surabaya yang mengatakan di spot yang sama, dimana popper saya dikejar-kejar GT, dirinya pernah mendapatkan GT dengan berat 38 kg! Tetapi memang tidak dengan teknik popping melainkan dengan bottom fishing. Waduh rek!!!

* Foto: Spot Gunung Kombang di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang (Photo by Me)

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers