Tuesday, 3 June 2008

Harga dan warna artificial lure itu mungkin sedikit berbau mitos. Ini tentu pendapat pribadi saya. Maksud saya begini, tidak ada jaminan bahwa warna ini pasti lebih ampuh dari yang itu. Dan atau harga yang lebih mahal pasti lebih hebat dari yang lainnya. Memang ada kecenderungan bahwa artificial lure dengan harga yang mahal (artinya berkualitas baik) telah mampu mengukuhkan reputasinya sebagai lure yang ampuh, tetapi selalu ada faktor lain yang membuat masalah harga dan warga itu menjadi relatif.

Beberapa hari lalu saya berkunjung ke sebuah toko pancing yang kebetulan menjual umpan-umpan kasting yang tidak lolos "sensor" dari produsennya alias reject alias ada cacat sehingga oleh pabriknya "dibuang". Umpan-umpan itu sesungguhnya masih dalam kondisi cukup baik, hanya ada sedikit goresan-goresan. Dan saya memilih umpan kasting reject mungil merk "D" yang menggoda mata saya. Umpan itu tidak ada trebelnya dan dijual sangat murah. Namanya juga reject khan? Saya membeli 5 biji. Sebenarnya saya membeli umpan itu untuk saya jadikan gantungan kunci. Tetapi apa mau dikata, tiba-tiba saya kemudian memasanginya dengan split ring dan trebel kecil lalu membawanya jalan-jalan ke daerah Purwakarta, Jawa barat.

Di sana ada kolam bawal kiloan yang nyaman sekali untuk dipakai kasting. Apalagi jika kastingnya dilakukan pada hari Senin seperti yang saya lakukan kemarin. Kita mau melempar umpan ke seluruh penjuru mata angin juga bisa karena kolam sedang kosong. Berbeda dengan hari Sabtu dan Minggu dimana kolam akan berubah menjadi pasar kaget saking banyaknya pemancing. Dan ternyata umpan reject itu laris manis. Awalnya umpan reject itu hanya disambar bawal sekilo tiga ekor. Lalu meningkat menjadi sekilo dua ekor. Dan terakhir seekor bawal jumbu seberat 2.2 kg menyambar umpan itu dengan dahsyat.

Frekuensi strike yang banyak ini merubah paradigma saya tentang harga dan warna sebab di hari bersamaan seorang kawan yang menggunakan umpan yang sebijinya berharga tiga kali lipat umpan saya tidak mendapatkan sambaran sebanyak yang saya dapatkan. Tetapi karena ikan yang dipancing adalah bawal saya harap pendapat saya ini tidak perlu ditanggapi serius sebab pada dasarnya bawal akan menyambar apa saja yang ada di dekatnya. Tampaknya teman saya yang mendapatkan sedikit sambaran tadi terlalu cepat dalam menggulung reel.

* Me and pacu 2.2 kg di Purwakarta, Jawa barat (Photo oleh Candra Sonjaya)

1 comments:

Anonymous said...

woke banget bro hasilnya, lure nya juga dunk di foto hehehe jadi tertarik....

Popular Posts

Google+ Followers