Tuesday, 10 June 2008












Nama Majingklak selama ini memang kurang terdengar di kalangan pemancing. Maklum daerah ini tidak tertulis dalam peta. Jika di peta daerah ini tertulis dengan nama Kalipucang karena nama Majingklak mengacu pada "wilayah" dan bukan kota atau desa melainkan mengacu pada daerah di sekitar muara dan delta besar di sebelah timur Pangandaran (Jawa Barat) dan atau sebelah Barat Cilacap (Jawa Tengah). Jika dari Bandung jaraknya hampir 200 kilometer dan dapat ditempuh dengan roda empat dengan waktu sekitar 4 jam. Saat baru menginjakkan kaki di dermaga di fishing ground ini awalnya saya kurang terkesan dengan terutama kondisi daerah yang terlihat "biasa saja". Tetapi ada yang menarik saat saya masih di darat yakni bahasa setempat yang merupakan perpaduan antara bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Suhu udara yang sangat dingin juga membuat saya nyaman. Padahal ini adalah daerah pantai yang biasanya panas. Pangandaran misalnya yang tidak sampai 1 jam di sebelah Timur Majingklak udaranya sangat PUANAS baik siang atau malam. Tetapi di Majingklak sangat berbeda.

Banyak teknik mancing yang bisa diaplikasikan di perairan sekitar Majingklak; bottom, popping, trolling, light tackle kasting dan juga trolling di sungai. Spesies yang banyak didapatkan oleh pemancing adalah GT. Tetapi di musim-musim yang tertentu kita juga bisa dengan mudah mendapatkan tenggiri atau ikan lain semacam kuro. Di perairan payaunya banyak ditemukan mangrove jack dan barramundi. Khusus untuk aplikasi jigging mungkin agak susah di sini sebab posisi perairan dalamnya sangat jauh dari pantai. Perahu-perahu yang biasanya digunakan pemancing di sini adalah kapal katir ukuran 10 kali 1 meter bermesin tempel 15 PK. Kapal-kapal tersebut masih baru, ini adalah kapal bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak akibat kapal-kapal lama mereka hancur terkena tsunami yang menerjang wilayah ini tahun silam. Sewa kapal-kapal itu untuk memancing di perairan sekitar per hari (12 jam) adalah sekitar 250-300 ribu. Ini pastinya akan berbeda dengan harga sewa kalau kita hanya berniat memancing di sungai atau muara sekitar pemukiman. Asyiknya, dengan biaya sewa yang relatif murah itu pelayanan yang diberikan oleh para pemilik perahu yang sekaligus merangkap kapten perahu dapat dikatakan sangat memuaskan. Dan lebih dari itu semuanya selama air di laut tidak dingin dan atau sangat keruh, Majingklak memberi jaminan strike! Pasti! Sudah ekonomis, nyaman dan strike! Kurang apalagi coba?!

* Candra Sonjaya dengan GT yang dipancing di spot Plawangan di Majingklak (Photo by Me)

4 comments:

Chadoet Doank said...

ikh beneran..kemaren juga ku mancing sono dapet ikan gede2 bang...cuma takut aja kedalaman nya cukup lumayan..air nya pun dersa banget...tp bener asik banget mancing sana...salam buat para pemancing...wss chadoet parakanmanggu

Jeffry Kurniawan said...

Ada yang punya no telp kapten kapalnya

SYAFIUDDIN said...

Iya bisa info nmr HP kapten kapalnya gak? Abis lebaran neh rencana mincing ke Pangadaran..mumpung masih liburan pengen jajal laut pangandaran dan sekitarnya, bagi rekan2 yg juga niatan sesudah lebaran bisa gabung soalnya cuma berdua, kalo nambah seorang lagi udah gak kesepian amat, gitupun biayanya bisa patungan he he..call yah syafiuddin 081344610759, 087744311114

Citizen Erased said...

Mohon informasi reel, joran, sama line yang digunakan.. Terima kasih

Popular Posts

Google+ Followers