Wednesday, 26 November 2008

Memulai pertandingan dengan lamban kedua tim akhirnya mulai giat saling serang menjelang menit ke 40 di babak pertama. Setan Merah (Manchester United) terus menyemburkan api melalui Ronaldo dan Rooney. Kapal Selam kuning (Villareal) terus membidikkan torpedo-nya melalui Rossi. Tetapi pertahanan masing-masing tim yang sangat disiplin dan berkonsentrasi tinggi selalu mampu mementahkan semua serangan lawan. Ronaldo sempat ‘menyengat’ pertahanan Villareal dengan tendangan keras jarak jauhnya tetapi tiang gawang mementahkan bola yang mengalir deras itu. Mungkin jika ada yang dikatakan menarik, bagi saya yang The Blues ini lho ya, adalah aksi diving Rooney yang begitu kentara di menit 52 berharap wasit ‘memanjakan’ Setan Merah dengan hadiah pinalti. Huahahaha. Dia rupanya tidak kapok dikartu di El Madrigal, kandang Villareal.

Ronaldo semakin menunjukkan kualitasnya sebagai “yang tidak layak” menerima Balon d’Or tahun ini dengan kartu kuning yang dia terima karena menghambat tendang bebas Villareal dengan melemparkan bola yang sedang dipersiapkan pemain lawan untuk ditendang. Karena sama-sama melempem, pertandingan ini berakhir tidak menarik sama sekali. Juara bertahan tidak mampu bikin gol. Kuda hitam juga tidak mampu jadi kuda hitam beneran. Tetapi jelas saya lebih respek ke Villareal yang begitu percaya diri meladeni MU sang juara bertahan dengan tetap tampil terbuka dan menyerang. Apalagi sampai 10 menit terakhir hanya bermain dengan 10 pemain. MU? No comment deh… Ngantuk!

1 comments:

Putty Angelica Laurent said...

Mas Mike, aq ga ngikutin bola nih... Oya klo boleh kasih saran, tambah widget follower donk, aq mo jd follower spy bisa mantau update blog ini...

Thanks ya

Popular Posts

Google+ Followers