Monday, 12 January 2009


Sudah sekitar tiga minggu berlalu sejak saya meninggalkan Nanggroe Aceh Darussalam, tetapi saya terus teringat dengannya. Kopi Aceh yang luar biasa nikmat, ikan-ikan di Pulau Weh, dan teman-teman baru saya yang hebat. Dan semuanya selama disana. Malam sebelum saya meninggalkan Banda Aceh untuk kembali ke Jakarta mereka, teman-teman baru saya itu, memberi saya sebuah kenang-kenangan berupa rencong, senjata tradisional rakyat Aceh. "Dengan ini Mas Mike sudah kami anggap layaknya keluarga atau saudara sendiri," kata mereka. Sesungguhnya saat itu saya bermaksud tidak mau menerima rencong itu, lha hati saya sebenarnya belum mau pulang. Tetapi bagaimana lagi, waktu sudah tidak mengijinkanku berlama-lama di 'rumah' kalian. Kuli memang begini bukan? Pergi sana sini bukan murni karena kehendak pribadi. Sampai jumpa kawan-kawanku. Secepatnya aku akan segera menemui kalian. By the way, apakah kalian sudah melewati rekor BIG FISH-ku di Pulau Weh? Uuuups... Hahahahaha...

>>More about rencong

* Photo of rencong by Old.Blades.Free.Fr

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers