Sunday, 8 March 2009


Dalam setiap fishing trip yang dilakukan oleh Rudi Hadikesuma, semua ikan GT dirilis tanpa kompromi. Apapun halangannya. Perlu waktu yang lama untuk mencabut kedua treble hooks di mulut GT besar ini. Agar nyawa ikan tertolong, insang terus diguyur air laut oleh kru kapal. Situasinya persis proses penyelamatan korban kecelakaan yang sedang kritis. Mendebarkan dan emosional. Rudi bahkan memilih tidak mau difoto dengan ikan agar nyawa predator itu selamat. Namun takdir berkata lain, meski kemudian ikan dikocok di air selama hampir 30 menit oleh kru kapal, bungkok Pulau Lheeblah itu tidak terselamatkan. Kami semua pun menjadi sangat murung. Apalagi Rudi. “Sudah, mungkin sudah takdirnya. Penting kita sudah usaha khan,” kata Freddy. Ikan GT besar itupun mati. Jadi total selama memancing di Aceh jumlah ikan GT yang mati bertambah menjadi dua ekor. Jumlah yang dirilis jangan tanya lagi, puluhan ekor, lupa saya persisnya, hampir 50 ekor. Ini adalah foto Cn'R GT paling mengharukan bagi saya, dari lusinan foto Cn'R, selama Tim Bertubi Tubi memancing di perairan Aceh pada bulan Februari 2009. Well, saya rindu pada berkumpulnya kembali tim ini. Jika tidak ada aral melintang Tim Bertibu Tubi dijadwalkan akan kembali memancing, kali ini ke Fakfak (Papua), pada bulan April 2009 ini. Yesss!!! Jangan lupa untuk selalu mengikuti laporan lengkapnya di Majalah Mancing. Thanks...

1 comments:

Delfine said...

Luar biasa, salut buat the spirit team!

salam
www.delfinechartere.webs.com
all about aceh fishing sport!

Popular Posts

Google+ Followers