Tuesday, 30 June 2009

Tidak mudah untuk melepaskan sebuah harapan. Harapan yang disirami dengan doa dan dipupuk dengan kerja keras tak kenal lelah dari waktu ke waktu. Mungkin kamu meragukan diriku pernah berdoa, tetapi sungguh, aku berdoa selama puluhan bulan terakhir ini demi harapan yang kurasa indah dan menurutku layak diperjuangkan ini. Tetapi ternyata harapan itu semakin hari semakin samar dihalangi kabut yang menghambat pandangan dan merecoki perjalanan. Kabut yang seharusnya sangat kunikmati. Namun kali ini tidak karena kabut yang ini adalah kabut yang aneh karena tidak berwarna putih dan membawa udara dingin layaknya saat aku meniduri gunung-gunung sunyi, kabut yang ini berwarna hitam dan sangat panas. Aku terus berusaha menjaga api terbaik yang kumiliki agar aku mampu terus berada di jalan ini untuk mewujudkan harapan itu, namun semakin hari kabut hitam ini semakin pekat dan dari dalamnya semakin sering bermunculan hal-hal ganjil. Perjalananku semakin sengsara dari hari ke hari karena meski aku sudah mati-matian berusaha aku merasa tidak pernah ada dukungan yang penuh pada langkah kakiku. Aku memutuskan mengambil jalan lain.

Tidak mudah untuk melepaskan sebuah harapan. Namun akhirnya kuambil keputusan itu. Aku urungkan untuk terus menyusuri jalanan mendaki yang pernah kita sepakati karena menurutku sangat tidak adil aku terus sendirian berjuang mengusir kabut hitam itu. Namun aku tidak menyesali sedikitpun keputusanku untuk bersama-sama berharap selama puluhan bulan terakhir ini. Karena dalam suka dan duka yang terjadi aku mendapatkan banyak pelajaran dari kalian. Namun meski aku merasa sangat bersyukur bisa belajar banyak di masa-masa yang lalu, bukan berarti jalan yang kini kutempuh harus dirintangi karena aku punya hak untuk memutuskan kemana aku harus melangkah, kemana aku mengarahkan perjalananku sendiri. Aku tidak pernah membayangkan ini terjadi. Tidak juga merencanakannya. Kuharap kalian semua mengerti. Kalian bisa berkata “belum tentu”. Memang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang denganku dan juga dengan kalian. Tetapi aku pastikan aku tidak akan mundur sedikitpun untuk mengingkari resiko dari keputusanku. Aku percaya, di jalan yang baru ini ada harapan yang lain, harapan yang kuharapkan terbaik yang bisa kuperjuangkan dengan semangat sekaligus kegembiraan. Dan aku percaya akan banyak yang membantuku di perjalanan baruku ini. Tetapi percayalah, meski entah kapan kita masih akan bisa memancing ikan bersama-sama dengan kegembiraan yang tidak berkurang sedikitpun maknanya. Atau jika pertemuan menjadi hal yang rumit dilakukan, kupastikan kisah-kisah kelana dari tempat-tempat sunyi terbaik dariku masih akan terus membanjiri negeri ini. Kalian hanya perlu membuka hati, membuka mata dan meluangkan waktu, maka aku akan selalu datang dengan senyuman dan kisah kelana mancing terbaik.

Kini, kurasakan dan kudengar dengan jelas angin malam dari lautan luas membisikkan musim baru yang segera datang. Aku tidak sabar lagi untuk segera menguaknya. Sampai jumpa!

* Image by Zcache.Com

1 comments:

Sandi Taruni said...

new ship, new crew, new spirit, new hope... same old fish and sea... have fun fishing!!!

Popular Posts

Google+ Followers