Tuesday, August 25, 2009










Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) adalah nama ikan air tawar. Dalam bahasa Inggris disebut marble goby atau marble sleeper, merujuk pada pola-pola warna di tubuhnya yang serupa batu pualam kemerahan. Di berbagai daerah di Indonesia ikan ini memiliki nama bakut, bakutut, belosoh, beloso, boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus bodoh, ketutuk, ikan malas, ikan hantu dan lain-lain. Meskipun jarang yang berukuran besar, ikan yang banyak terdapat di negara-negara Asia Tenggara ini (termasuk Indonesia) diburu oleh banyak pemancing karena tarikannya yang kuat dan tiba-tiba dan karena khasiat yang ditawarkan oleh ikan ini. Konon ikan ini mampu meningkatkan vitalitas pria!

Masalah khasiat meningkatkan vitalitas ini kita bahas nanti saja, sekarang kita bahas saja dulu mengenai ikan yang populer dengan nama ikan malas atau gabus malas ini. Ikan betutu memang mendapatkan julukan gabus malas atau ikan malas karena ikan ini memang malas berpindah tempat. Sekalipun diusik, dia cenderung diam saja di dasar air. Hanya di malam hari ikan betutu aktif mencari makan (nocturnal) berupa udang-udang kecil, kepiting, dan siput air. Ikan ini banyak kita jumpai di sungai-sungai, rawa, waduk, ataupun saluran-saluran air.

Ikan dengan ciri berkepala besar ini memiliki panjang tubuh maksimum sekitar 65 cm, namun kebanyakan antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya. Ciri-ciri lainnya adalah sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri); dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.

Harga Selangit
Ikan betutu tiba-tiba saja menjadi ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena dipercaya mampu meningkatkan vitalitas pria. Bayangkan saja, ikan dengan rasa daging yang biasa-biasa saja ini harganya bisa mencapai Rp.120.000 hingga Rp.190.000 perkilogramnya, untuk ukuran 300 – 400 g/ekor. Tak heran, saat ini banyak sekali orang yang berusaha membudidayakannya. Namun penyumbang utama ketersediaan ikan betutu di pasaran adalah dari hasil penangkapan di alam. Selain dipercaya manjur untuk meningkatkan kejantanan laki-laki, ikan betutu juga bisa diolah sebagai obat untuk para pasien selepas operasi. Negara-negara seperti Singapura dan Jepang termasuk yang getol mengimpor ikan ini dari Indonesia.

Kembali ke masalah vitalitas pria, tak heran kini ikan betutu menjadi menu masakan yang disajikan di berbagai restoran (baik restoran mewah atau biasa saja) di kota-kota besar seperti Palembang, Medan, Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Yogyakarta. Harganya bisa gila-gilaan, tarip menu ikan betutu di hotel-hotel berbintang bisa menembus Rp 250.000,00 – Rp 300.000,00 untuk satu porsi dengan ukuran 0,8 kg -1 kg.

Itulah secuil kisah ikan betutu, ikan pemalas yang kini telah mampu menembus pasar ekspor dan juga menjadi sajian bergengsi di hotel-hotel berbintang. Ada yang pernah merasakan khasiat ikan betutu ini? Boleh di-share lho pengalamannya. Salam strike!

* Gambar diambil dari www.eol.org.

0 comments: