Monday, 28 September 2009







Sayangku, kubawakan lembaran foto-foto batu ini. Benar-benar hanya foto batu. Memang ada rumput, pepohonan, air, mungkin juga ikan-ikan yang tersamar di dalam air dan pasir di foto-foto ini. Tetapi tema utamanya adalah “batu”. Bukan foto yang menarik, karena hanya batu. Tetapi sayang, foto ini diambil di sebuah pulau kecil dekat dengan perbatasan antara laut negara kita dengan laut negara lain. Jadi semoga kalau kamu melihatnya semoga ada sesuatu yang agak berbeda.

Harus kamu tahu, batu-batu ini (dan juga batu-batu lain di pulau kecil yang lain), padahal cuma batu lho, sering sangat diminati oleh negara lain. Makannya jangan heran negara tetangga kita itu suka sekali mengklaim pulau-pulau kecil milik kita. Sialnya, banyak pulau-pulau kecil kita di perbatasan tidak diperhatikan oleh “mereka” (kamu tahu maksudku) dan mungkin oleh kita juga sebagai sesuatu yang berharga.

Jadi sayang, meski ini hanya batu, jangan dilupakan ini juga milik kita. Bukan milik “mereka” yang sering diterjemahkan dengan suka-suka dan sembarangan dalam mengelolanya (negara maritim tetapi dikelola dengan ‘kacamata’ agraris), dan juga bukan milik negara lain. Ini milik kita! Semoga tidak pernah ada lagi kebodohan sehingga pulau-pulau kecil kita di perbatasan hilang dimakan negara tetangga. AMIN!

* Foto-foto diabadikan di Pulau Pandang, pulau kecil di Provinsi Sumatra Utara. Salah satu pulau kecil milik negara kita yang termasuk kategori pulau terluar di Selat Malaka (Foto diambil pada 26/09/2009).

1 comments:

Sandi Taruni said...

makasih sayang... senang rasanya dalam perjalananmu, ku berada di langkahmu...

Popular Posts

Google+ Followers