Saturday, 5 September 2009


Terkadang sesuatu yang menarik datang dengan cara yang tidak terduga sama sekali. Tidak memerlukan undangan kita. Tidak perlu neko-neko. Dia hanya perlu hadir, apa adanya, sesukanya. Foto ini bukan foto yang wah, hanya iseng melepaskan shutter release saat saya melintas di ‘backyard’ pemukiman warga di Desa Sumur, Ujung Kulon, untuk menuju kapal-kapal sewaan yang akan membawa saya menuju lautan di Ujung Kulon. Fishing ground yang menurut saya masih termasuk beautiful fishing ground! Siluet ini sejatinya adalah bagian dari sebuah kapal kayu yang sudah tidak terpakai, yang ‘menggeletak’ begitu saja di pasir, di dekat sebuah kerumunan pagi hari yang terdiri dari nelayan dan warga pembeli ikan di Desa Sumur yang oleh orang-orang setempat disebut TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Desa Sumur. Siluet yang tidak bisa mewakili sebuah foto siuet yang indah. Tetapi bagi saya pribadi ini adalah siluet yang sempurna, dan saya suka. Mungkin karena saya berada di sana, jadi saya merasakan sekali indahnya suasana pagi di ‘backyard’ itu. Mungkin karena saya hendak berangkat memancing jadi saya merasa sangat nyaman sekali saat itu. Bisa juga saya merasa sangat nyaman karena baru saja terbebas dari perjalanan darat selama 5 jam dari Jakarta dan sesampai di Sumur langsung mandi pagi pula! Segar! Semakin ngelantur, yang ingin saya sampaikan adalah di ‘bingkai’ bagian kapal kayu ini ada seekor burung yang juga ceria menikmati pagi. Apakah Anda melihatnya???




Pagi hari di ‘backyard’ Desa Sumur selalu meriah. Nelayan yang melaut malam baik nelayan pancing ataupun nelayan bagan datang menepi. Mereka akan membawa hasil tangkapan untuk kemudian ‘dilelang’ kepada para warga (termasuk di antaranya pedagang ikan) yang telah menunggu di tepian pantai. Hasil tangkapan tidak selalu bagus, tetapi bagus atau tidak bagus hasil ikan, ‘backyard’ Desa Sumur selalu meriah. Dan saya selalu rindu untuk kembali berada disana. Berhenti sejenak di atas pasir kotornya, ikut menjadi bagian sebuah aktivitas pagi mensyukuri berkah alam. Tetapi saya hanya bisa melintas dan berhenti sejenak karena saya hanyalah pecinta ikan yang datang dan pergi ke Desa Sumur tanpa diundang oleh siapapun selain oleh bunyi kecipak ikan-ikan di lautan Ujung Kulon.

* Photos taken 28/08/2009.

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers