Monday, 28 September 2009


Beberapa detik saat pertama menginjak Tanjung Tiram di daerah 'batubara' Sumatra Utara saya tidak nyaman sama sekali. Kota kecil yang berjarak 3 jam dari Medan ini kumuh dan super padat dan sangat tidak welcome dengan orang baru. Setiap sudut kerumunan kota kecil ini saya lihat penuh orang yang berkerumum main judi. Baru beberapa detik parkir mobil dan mau loading barang-barang ke kapal mancing saja sudah banyak 'jagoan' lokal petentang-petenteng pamer otot. Apa sih yang mereka banggakan? Merasa diri preman dan bisa seenaknya saja ke orang-orang yang datang berkunjung ke daerah ini? Dalam hati pantas saja Tanjung Tiram begini kumuh dan bau, ya karena itu tadi, hanya pakai otot semuanya. Bagaimana pariwisata mau maju kalau para turis disuguhi kekanak-kanakan lokal memalukan seperti ini?

Akhirnya kami pun bisa terlepas dari memuakkannya suasana tidak bersahat di Tanjung Tiram dan kapal mancing kami pun melaju ke lautan luas. Sekejap, saya menikmati pesona menara suar kecil di depan muara sungai Tanjung Tiram. Saat itu kapal mancing saya melintas persis di depannya menuju Utara ke perairan di daerah perbatasan dengan Malaysia. Karena pagi, menara suar ini diam dan tidur, tetapi malah memancarkan pesona yang menarik dalam balutan sinar mentari. Sudah berapa ribu kapal yang dipandu oleh menara suar ini ya?

Saya menjadi ingat sebuah mercusuar di ujung paling barat Pulau Jawa sana. Mercusuar di Tanjung Layar. Saya dan kawan-kawan pasti ditemani mercusuar ini saat popping di Ujung Kulon sana. What a friend! Haha. Posisi mercusuar di Tanjung Layar ini sangat ‘menarik’ karena persis di tebing dimana di ‘bawah’ mercusuar ini adalah kelompok bebatuan karang yang gagah menjulang dalam gempuran ombak Lautan Hindia. Nah ini adalah spot popping yang potensial. Ratusan ribu kapal pasti pernah dipandu olehnya karena Ujung Kulon adalah jalur pelayaran yang cukup padat yang dilalui oleh kapal-kapal besar dari Australia.

By the way sejarah menara suar atau juga disebut mercusuar ternyata menarik sekali. Bacaan singkat sejarah mercusuar bisa di klik di sini. Oh ya mengenai preman di awal tulisan ini. Biarlah dia terus terpesona dengan kegagahan dirinya sendiri di 'kemegahan' keperkasaannya yang bau dan kumuh itu. Haha!

* Foto #1: Menara suar di Tanjung Tiram (tiga jam dari Medan), Sumatera Utara. (Foto diambil tanggal 25/09/2009)
* Foto #2: Mercusuar di Tanjung Layar, Ujung Kulon, Banten (Foto diambil 30/05/2009)

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers