Tuesday, 13 October 2009

Apalagi kalau bukan cumi-cumi? Hahaha. Cumi-cumi memang target mancing yang sangat populer. Banyak diburu oleh para pemancing karena rasa dagingnya yang sangat lezat. Binatang bertentakel ini biasa dijadikan beragam olahan yang semuanya selalu mengundang selera kita. Untuk memancing binatang bertubuh lembut ini biasanya digunakan umpan yang disebut udang-udangan/squidjig/kapela. Bentuk umpan ini seperti udang-udangan dengan ekor memiliki semacam jeruji (jeruji ini akan membuat tentakel cumi tersangkut saat memakannya). Memancing cumi-cumi sangat menarik, jika tidak percaya, tentu tidak sembarangan bukan Indonesia #1 Fishing Show Mancing Mania Trans 7 sampai beberapa kali menayangkannya? Anda harus mencobanya sendiri dan rasakan sensasi unik memancing binatang bersenjatakan tinta hitam ini.

Kelas Cephalopoda
Cumi-cumi adalah binatang dengan kelas Cephalopoda. Tubuh Cephalopoda dilindungi oleh semacam cangkok, kecuali Nautillus. Mengapa cumi-cumi (Loligo), sotong (Sepia) dan gurita (Octopus) disebut jenis Cephalopoda? Cephalopoda (cephale : kepala, podos : kaki) adalah Mollusca yang berkaki di kepala. Cumi-cumi dan sotong memiliki 10 tentakel yang terdiri dari 2 tentakel panjang dan 8 tentakel lebih pendek. Gurita memiliki 8 tentakel. Kaki (tentakel) ini berfungsi sebagai tangan untuk mencari, merasa dan menangkap makanan. Cumi-cumi, sotong dan gurita adalah contoh hewan kelas Cephalopoda.

Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala. Leher dan badan. Di depan kepala terdapat mata yang besar dan tidak berkelopak. Mata ini berfungsi sebagai alat untuk melihat. Masih di dekat kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ia ingin bergerak ke belakang, sifon akan menyempurnakan air ke arah depan, sehingga tubuhnya bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya. Apabila Anda makan cumi, di bagian perut tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin. Fungsinya untuk melindungi diri. Jika dalam keadaan bahaya cumi-cumi menyemprotkan tinta hitam ke luar sehingga air menjadi keruh. Pada saat itu cumi-cumi dapat meloloskan diri dari lawan.

Sistem pembuluh darah cumi-cumi adalah sistem pembuluh darah tertutup, jadi darah seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah. Hewan ini bernafas dengan insang yang terdapat di rongga mantel. Sedangkan ekskresi dilakukan dengan ginjal. Alat reproduksinya terpisah, masing-masing dengan gonad yang terletak dekat ujung rongga mantel. Sistem pencernaan makanan terdiri atas: mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus buntu, usus dan anus. Juga dilengkapi dengan kelenjar pencernaan yaitu kelenjar ludah, hati dan pankreas. Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya.

Untuk lebih jelasnya, coba Anda bersama teman mencari cumi-cumi yang masih segar. Bedakan kepala, leher, dan badannya! Cari pula rongga mantel dan sifon. Kemudian Anda coba untuk membedahnya. Pembedahan dimulai dengan mengiris bagian leher menuju posterior hingga rongga mantel dapat terbuka. Perhatikan pula otot-otot dan alat dalamnya. Apa yang Anda ketahui? Hasilnya diskusikan dengan temanmu! Nah, ternyata Mollusca kelas Gastropoda dan Cephalopoda tadi sudah tidak asing bagi kita. Mungkin di sekitar Anda banyak ditemukan. Dan tentu saja dengan mempelajari uraian tadi, Anda semakin memahami hewan jenis ini.

* Mulai paragraf dua, artikel diambil dari www.e-dukasi.net. Anatomi cumi-cumi dalam postingan ini juga diambil dari www.e-dukasi.net
* Foto squidjig/kapela diambil dari www.yo-zuri.com.

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers