Thursday, 5 November 2009

Dearest all. Saya minta maaf blog ini agak terbengkalai akhir-akhir ini karena lama tidak ada postingan. Bukan hendak menelantarkan, bukan pula karena saya lelah berbagi informasi. Untuk hal terakhir ini, sampai mati pun saya tidak akan lelah berbagi informasi (yang berguna tentunya) dengan dunia. Kesunyian blog ini gara-gara saya sedang dalam perjalanan (baca: bekerja) panjang menjelajah ke beberapa fishing ground di Sulawesi Selatan hingga ke Kabupaten Berau di Kalimantan Timur. Kadang saya bisa selalu terhubung dengan internet, tetapi kemarin selama tiga minggu di lapangan ternyata medan dan waktu tidak mengijinkan saya menyentuh internet terlalu lama. Jadi harap maklum. Thanks! Mungkin untuk menandai keterhubungan saya dengan Anda semua pengunjung blog ini, sekembali saya dari lapangan, saya posting dulu informasi mengenai informasi jadwal tayangan mancing yang sama-sama kita cintai yakni “Mancing Mania” di Trans 7.

Pada hari Sabtu, 7 November 2009 Pkl 16.00 WIB akan ditayangkan “Monster Tuna Fakfak”.Pada bulan November seperti sekarang ini perairan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat adalah lokasi terbaik untuk mancing ikan yellowfin tuna! Menariknya, di sana umpan kita hampir pasti akan disambar oleh ikan-ikan yellowfin tuna ukuran “monster”. Otomatis memancing tuna di perairan ini selalu menjadi aksi menarik yang menegangkan karena pemancing akan bertarung dengan yellowfin tuna berukuran 90 kg up! Kemampuan berenang ikan yellowfin tuna mampu menembus kecepatan 80 km per jam, bayangkan pertarungan yang akan dihadapi pemancing di Fakfak!

Sedangkan pada hari Minggu, 8 November 2009 Pkl 16.00 WIB akan hadir ke hadapan Anda “Turnamen Takabonerate & Karimunjawa”. Kita tahu, akhir-akhir ini, turnamen mancing banyak digelar di berbagai pelosok negeri. Setelah perhelatan turnamen mancing di Kepulauan Seribu yang berlangsung meriah, belum lama ini berlangsung turnamen mancing di Taka Bonerate, Sulawesi Selatan dan juga di Karimunjawa, Jawa Tengah. Taka Bonerate selama ini kita kenal sebagai fishing ground yang potensial. Terutama karena kepulauan ini menyimpan potensi game fish yang besar. Salah satunya adalah ikan escolar (Lepidocybium flavobrunneum), ikan yang juga disebut orang dengan nama ikan setan karena sisiknya yang hitam dan matanya yang menyala tajam! Turnamen Karimunjawa juga layak disimak karena kepulauan di tengah Laut Jawa ini ternyata memiliki potensi mancing yang menarik dan menyimpan kejutan yang tak terduga!

Foto ikan escolar yang didapat oleh Tim Lady Popsa (Makassar) di Taka Bonerate ini akhirnya keluar sebagai Juara 2 dengan ikan seberat 19.20 kg. By the way, ikan escolar ini adalah spesies khas perairan sekitar Sulawesi Selatan (di daerah lain di Indonesia ikan ini sulit ditemukan). Konon ikan ini juga memiliki kandungan omega 3 paling tinggi dibandingkan ikan-ikan lain, jadi tak heran jika harga per kilogram-nya di Makassar sangat mahal! Jadi meski tampak seram, ini adalah ikan yang sangat bermanfaat. Begitulah kata Om Rudi Banse, pemilik kapal Lady Popsa. Kebetulan saya ikut berada di Taka Bonerate saat turnamen ini digelar. Banyak kesan yang ingin saya bagi dari sana. Tunggu ya, pasti akan saya posting di blog ini! Jika Anda termasuk peserta yang ikut turnamen di Taka Bonerate, pasti tahu yang saya maksudkan. Heuheuheu...

* Foto #1: Melewatkan senja di Bulukumba usai mengikuti turnamen di Taka Bonerate. (Kiri-kanan) Sandi, saya, Bayu Noer, Dius. Sandi dan Dius adalah new best friend kami selama di Sulawesi Selatan. Photo by Gilang Gumilang.
* Foto #2: Bayu Noer di Fakfak, Papua Barat usai menaklukkan YFT seberat up 80 kg. Foto Koleksi Bayu Noer.
* Foto #3: ABK kapal Lady Popsa (Tim Lady Popsa Makassar) memegang ikan escolar yang dipancing oleh pemancing bernama Benny (tidak ada di foto). Photo by Me.
* Foto #4: Mata ikan escolar ketika tersorot lampu blitz. Photo by Me.

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers