Monday, 7 December 2009

Dear all, jika Anda sedang tidak sibuk pada pertengahan bulan ini, saya harapkan demikian karena Natal dan malam perayaan tahun baru juga masih lama, hehehehe, tidak ada salahnya jika Anda menyimak kabar mancing yang sangat baik ini. Pada tanggal 19-20 Desember 2009 nanti akan digelar perhelatan akbar di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, tepatnya di perairan sekitar daerah Sangatta. Apalagi kalau bukan turnamen mancing. Hadiah yang diperebutkan cukup menggiurkan karena selain uang jutaan rupiah juga ada mobil dan motor baru. Tetapi bukan masalah hadiah ini yang ingin saya bicarakan, saya yakin, kebanyakan dari para pemancing negeri ini berangkat mancing dan ikut turnamen bukan karena hadiahnya tetapi karena ingin “strike” dan bertemu sobat-sobat lama.

Selama ini jika berbicara turnamen mancing di bumi Borneo, selalu Balikpapan yang menjadi pembicaraan saking rutinnya kawan-kawan dari Borneo Fishing Club (BFC) Balikpapan menggelar turnamen mancing di Teluk Balikpapan. Lalu disusul dengan Kabupaten Berau, kabupaten di ‘bawah’ Tarakan yang berada di utara Provinsi Kaltim dan juga sebagian wilayahnya sudah berbatasan dengan Malaysia ini juga mulai aktif menggelar turnamen mancing akhir-akhir ini. Baik turnamen di Balikpapan dan Berau selalu berlangsung meriah. Animo pemancing di bumi Borneo untuk memeriahkan turnamen mancing laut ataupun sungai sungguh luar biasa.

Saya pernah berbicara dengan salah satu panitia turnamen di Balikpapan, jumlah tim bisa mencapai seratus tim lebih. “Dan masih akan terus bertambah jika tidak kami batasi. Masalahnya jika tidak kami batasi kapal tidak mencukupi,” ujar Anca, seorang kawan dari Balikpapan Fishing Club saat saya bertemu dengannya di Balikpapan saat transit dari Makassar beberapa waktu lalu. Tak berlebihan jika Anca berujar demikian, karena saat ikut memeriahkan Turnamen Piala Walikota Balikpapan tahun 2008 dulu, saya bertemu dengan banyak sekali kawan-kawan mancing dari ‘hutan’. Maksud saya para pemancing yang tinggal di kota-kota pedalaman Kalimantan semisal Tenggarong dan lain sebagainya. Pemancing Borneo untuk urusan turnamen memang luar biasa!

Begitu banyak potensi mancing yang dimiliki oleh bumi Borneo. Inilah yang membuat pertumbuhan komunitas mancing di sana begitu cepat. Patut dicatat disini adalah peran tayangan MANCING MANIA di Trans|7. Banyak pemancing Kalimantan berkata kepada saya bahwa efek tayangan MANCING MANIA kepada animo khalayak umum untuk menekuni hobi mancing di bumi Kalimantan begitu hebat. “Kini, di Bontang misalnya, kebutuhan alat pancing ibarat kebutuhan pulsa handphone saja. Sudah mirip kebutuhan primer saja,” ujar Anggoro kawan saya yang tinggal di Bontang, Kaltim. Untungnya, hal ini cocok dengan kondisi geografis Kalimantan yang menyimpan begitu banyak ‘emas’ di sungai dan lautnya. Anda ingin memancing ikan-ikan di sungai? Bisa! Di muara sungai? Bisa! Di sungai pegunungan yang berarus deras bersama orang-orang Dayak? Bisa! Ingin merasakan sensasi strike di laut luas pun bisa! Komplet plet! Keragaman potensi mancing dan masih cukup terjaganya habitat ikan-ikan di sana membuat Kalimantan ibarat surganya mancing negeri ini setelah tanah Papua.

Jadi tidak berlebihan jika banyak pemerintah daerah di Kalimantan yang bekerjasama dengan komunitas mancing setempat menjadikan mancing sebagai salah satu agenda penting dalam agenda daerah mereka. Turnamen menjadi cara yang ampuh untuk mengangkat pamor daerah sekaligus sebagai cara mempromosikan potensi perairan di daerah tersebut. Kabupatan Kuati Timur belum pernah tercatat menggelar turnamen mancing skala besar. Mungkin memang pernah digelar lomba-lomba mancing di daerah ini oleh komunitas mancing setempat, tetapi sepengetahuan saya untuk sebuah turnamen berskala besar, tampaknya baru akan dilaksanakan pada tanggal 19-20 Desember itu. Saya tentunya berharap perhelatan mancing akbar pertama di Kabupaten Kutai Timur ini berlangsung meriah dan sukses serta membawa manfaat positif untuk daerah tersebut. Saya kira hal ini sudah hampir pasti demikian.

Di ‘peta’ mancing negeri ini, selama ini Kabupaten Kutai Timur kurang dilirik oleh para pemancing sebagai salah satu destinasi mancing mereka. Kutai Timur, untuk urusan mancing, mungkin masih kalah jauh dengan Balikpapan dan Berau misalnya, dimana di dua daerah terakhir tadi bahkan pemancing dari manca negara pun rela mengagendakan trip khusus ke daerah tersebut di saat musim kemarau karena kedua daerah itu memiliki potensi game fishes menakjubkan di sungai-sungai dan muaranya. Balikpapan mislanya pernah secara khusus didatangi beberapa rombongan pemancing Malaysia dan USA yang tertarik memburu black bass di sungai-sungai payau di daerah ini. Juga di Berau. Namun untuk daerah Berau, potensi wild fishing di sungai-sungai pegunungannya yang paling diminati oleh pemancing-pemancing negeri ini dan juga oleh pemancing manca negara karena upper river di Berau memiliki ikan hampala dan ikan sapan/kelai/kelah bersize jumbo yang siap menguras adrenalin setiapa pemancing!

Nusantara Fishing Tournament 2009 menurut saya akan menjadi titik start yang bagus bagi daerah ini untuk muncul ke permukaan dan menjadi diperhitungkan oleh pemancing-pemancing dari penjuru negeri dan bahkan dunia. Dan jika sudah demikian, maka mancing akan menjadi sesuatu yang mendatangkan banyak sekali manfaat bagi daerah setempat. Tetapi masuk ke sebuah ‘peta’ mancing skala nasional dan internasional memang tidak mudah. Tetapi sejujurnya syaratnya tidak aneh. Yang diperlukan hanya satu, ekosistem perairan (baik tawar ataupun laut) yang masih terjaga kelestariannya. Dan menurut kabar, Kabupaten Kutai Timur masih memiliki potensi yang bagus. Seorang kawan di Balikpapan yang melakukan survey awal untuk menilai kelayakan derah ini menggelar turnamen berskala besar mengatakan bahwa “atas dan bawah main semua bos!!!”. Yang jika dibaca kira-kira bunyinya begini, mau mengaplikasikan teknik mancing permukaan seperti popping dan trolling ataupun melakukan aplikasi mancing dasar seperti jigging dan bottom sama efektifnya! Semoga memang demikian adanya. Saat saya mengetik postingan ini, saya mendengar kabar bahwa kawan-kawan dari Berau sudah menyiapkan kapal khusus untuk ke Sangatta (jaraknya padahal mungkin seratus mil lebih). Tim MM Trans|7 juga sudah ready to go. Pasti akan ramai nih, saya menjadi tidak sabar untuk segera berangkat ke sana. Sangatta, I’m coming!

* Image #1: Pamflet turnamen seperti dikirimkan oleh Hilman, member Balikpapan Fishing Club yang merupakan salah satu panitia pada turnamen tersebut.
* Image #2: Peta jalan trans Borneo. Sangatta kira-kira di bawah 'dagu'-nya Kalimantan. Kota ketiga setelah Samarinda. Semoga Anda menemukannya.
* Jika ada yang tertarik ikut turnamen ini, Anda bisa menghubungi contact person yang terdapat di image pamflet #1 di atas. Setahu saya, biaya pendaftaran sebesar 1.5 juta per tim (5 orang) dan jumlah tim hanya akan dibatasai sebanyak 40 tim saja (tampaknya agar jangan sampai terjadi kekurangan kapal).

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers