Tuesday, January 19, 2010

Perjalanan membuat rangkaian kisah mancing ikan-ikan air tawar di Jawa Barat akhirnya membawa kami (Tim Mancing Mania Trans 7) menyepi sejenak di kawasan pegunungan di Bandung Utara, tepatnya di kota kecil nan dingin, Lembang. Di musim hujan seperti ini, dinginnya udara Lembang serasa berlipat tiga dibandingkan saat kemarau atau musim panas. Badan kami sampai menggigil karenanya. Maklum, lama tak menyepi di pegunungan seperti ini. Namun lirih, saya dengan senyum mendendangkan lagu-lagu karya (Abah) Iwan Abdurrahman, seorang tokoh pegiat alam yang banyak menciptakan lagu-lagu dengan tema alam yang luar biasa indah. Kebanyakan lagu-lagunya beliau ciptakan saat menjelajahi seluruh penjuru pegunungan di Bandung Utara ini seperti di Lembang, Gunung Tangkuban Perahu, Bukit Tunggul dan sekitarnya. Serasa terlempar kembali ke masa lampau saat masih sering menjelajahi Bandung Utara bersama beberapa kawan kuliah.

Kali ini, kami tidak akan memancing di telaga (situ), danau ataupun sungai ataupun perairan alami lainnya. Lembang memiliki tempat-tempat seperti itu sebenarnya, taruhlah misalnya Situ Lembang. Tetapi karena potensi strikenya akan minim jika memancing dilokasi alami di daerah ini saking dinginnya udara, sementara waktu yang ada harus dimaksimalkan, maka kami memutuskan untuk mencoba break sejenak dari hal-hal yang serba alami untuk kemudian ‘menyapa’ ikan-ikan di kolam. Toh ini juga sangat mewakili karakter mancing urang Sunda yang sangat dekat dengan hal-hal yang berbau balong (Sunda yang artinya kolam). Jadi babak memancing di kolam ini juga masih bisa berhubungan dengan babak-babak lain yang kami buat sebelumnya di Situ Patenggang.

Lokasi yang kami pilih adalah resto kolam Sunda yang bernama Saung Wargi. Beralamat di Jl. Kol. Masturi Kp. Kramat No. 2 Lembang. Phone 022-2787802. Berada tepat di sebuah kelokan klasik di ruas jalan yang menghubungkan antara Lembang dengan Cisarua. Sengaja saya cantumkan alamat lengkap karena tempat ini sangat menawan. Cocok sekali untuk Anda para pecinta kuliner sehat yang lezat dan juga untuk Anda para pemancing kolam yang sering mengajak keluarga saat memancing di kolam. Saung Wargi juga memiliki suasana yang sangat enak. Dingin, sejuk, sepi namun mudah diakses. Makanan di tempat ini tidak saya ragukan sama sekal; segar, lezat dan sehat. Menu-menunya sangat khas dan asli kreasi sendiri yang jarang ditemui di tempat lain. Bukan bermaksud berpromosi, toh saya juga tidak ada hubungan dengan mereka, tetapi saya memuji resto dan kolam ini karena memang sangat luar biasa! Mereka memiliki saung-saung beratap ilalang yang berada di atas kolam-kolam ikan, dan juga memiliki sebuah kolam yang tertata apik khusus untuk mancing. Cocok sekali untuk gathering karena mampu menampung hampir 500 orang! Yang paling saya suka selain makanan dan kolamnya adalah lokasinya yang berada di sebuah lembah di pinggiran kali. Nyaman sekali!

Siang itu akhirnya kami kembali berkumpul bersama rekan-rekan BAT yang rasanya makin besar saja jumlahnya. Target utama kami di kola mini selain makan enak dan sehat adalah memancing ikan bawal (katanya paling besar adalah 3 kg), ikan nila dan ikan mas. Ikan nila dan ikan mas telah sangat lama ada dalam daftar kuliner Sunda yang mana sering disajikan bersanding dengan nasi liwet dan sambal pedas serta lalapan. Dan menu ini telah begitu kondang dan menyebar ke berbagai penjuru negeri ini. Jujur saja, saya adalah salah satu fans beratnya. Apalagi ditambah dengan petai goreng, mantaaaap! Namun ikan bawal memang tidak mewakili Sunda sama sekali. Ikan predator asal Amazon ini entah kenapa saat ini menjadi begitu popular dan sukses dimanapun di berbagai penjuru Pulau Jawa. Ikan ini memang sangat tangguh dalam berbagai kondisi air dan cepat sekali berkembang karena sifat predatory nya tidak ada yang mampu menandingi. Sehingga dengan cepat ikan ini sekarang banyak mendominasi perairan tawar Indonesia. Dan bahkan ikan ini kini telah sukses menjadi salah satu menu yang dihidangkan di berbagai restoran hingga warung-warung pinggir jalan. Andai ikan-ikan milik kita sendiri tidak punah, ikan bawal tidak akan sesukses seperti saat ini. Tetapi apa mau dikata?

Dalam bayangan mendung tebal yang berpotensi hujan, kami semua langsung pasang aksi di kolam Saung Wargi. Rekan-rekan BAT awalnya fokus pada penggunaan umpan spoon dengan teknik mancing kasting. Namun Karena interval strike ikan bawalnya ternyata tidak seheboh yang dibayangkan, tampaknya ikan bawalnya belum lama dimasukkan ke kola mini sehingga masih trauma, sebagian besar pemancing kemudian beralih pada teknik kolam biasa yakni dengan pelampung ataupun teknik dasar dengan umpan pelet untuk menggaet ikan mas dan nila. Karena menggunakan umpan pelet, banyak strike adalah keniscayaan. Semuanya berlomba adu tarik dengan ikan. Sensasinya tetap menarik meskipun jujur saja lebih menarik jika dipancing dengan teknik kasting. Tetapi demi mendapatkan gambar dalam waktu yang ada, kami berkompromi. Daripada memaksakan teknik kasting tetapi minim gambar? Toh teknik pelampung dan dasaran ini sangat mewakili komunitas kolam di Tatar Sunda ini? Jadi ini adalah sebuah kompromi yang indah.

Singkat cerita, acara mancing di kolam berakhir menjelang pukul 5 sore. Lalu kami berteduh di saung-saung nyaman itu karena Lembang tiba-tiba diguyur hujan yang sangat lebat. Pengelola Saung Wargi rupanya sangat tanggap dengan gigil di tubuh kami. Hidangan lezat dan sehat hangat dengan cepat tersaji di meja kami. Menjelang Magrib, kami bubar. Rekan-rekan BAT kembali ke rumah masing-masing di Bandung, kami menuju hotel di Lembang untuk merebahkan badan sejenak sebelum perjalanan berikutnya esok hari. Masih di Tatar Priangan, masih dalam rangka merekatkan tali persaudaraan dengan seluruh komunitas pemancing air tawar di tanah Sunda yang mempesona ini. Salam!

* All pictures by Me. Don't use or reproduce (especially for commercial purposes) this pictures without permission. Thanks.
* Foto #1: FGrbang masuk ke Saung Wargi yang ditata apik. Foto #2: Kolam ikan di Saung Wargi, belakangnya adalah saung-saung tempat makan yang juga di atas kolam (ikan di kolam yang ini tidak boleh dipancing).
* Foto #3: Sudut lain sisi lain Saung Wargi. Foto #4: Para pemancing tamapk asyik kasting ikan bawal di kolam pemancingan. Foto #5: Ikan nila yang dipancing Hasan menggunakan umpan pelet. Foto #6: Norman memegang ikan nila hasil pancingannya. Foto #7: Eric, pemancing kolam asli Bandung dengan ikan mas besar. Foto #8: Bunga teratai air indah yang banyak tumbuh di kolam-kolam air di dekat saung-saung makan.

0 comments: