Sunday, 30 May 2010

Bulan Mei ini terasa sangat luar biasa bagi saya. Dalam beberapa hal saya sebenarnya hanya punya hubungan batin saja dengan hal yang saya syukuri itu, tetapi tetap saja ini begitu menggembirakan dan meski saya adalah ‘anak domba yang hilang’ saya percaya Dia sangat mencintai saya. Kegembiraan pertama saya tentu pada kehidupan yang tetap berjalan dengan baik dan saya mendapatkan ijin dari-Nya untuk menjalaninya. Dan kegembiraan-kegembiraan lain selama bulan Mei itu adalah…

Meski saya adalah Arema dari ndeso, karena rumah saya jaraknya sekitar 50 kilometer di selatan Kota Malang. Saya adalah yang termasuk sangat bergembira karena pada musim kompetisi 2009/2010 ini Arema Indonesia (dulu nama tim ini adalah Arema Malang) berhasil menjadi juara Liga Indonesia! Moment yang sangat luar biasa bagi seluruh pemain, ofisial, dan managemen, seluruh orang malang dan pendukung Arema dimanapun berada. Saya ikut terharu saat melihat di sebuah website pendiri Arema Malang (Zacky Ucub Zainal?) berkaca-kaca saat mendengar siaran di radio bahwa Arema berhasil menahan imbang PSPS Pekanbaru 1-1 pada tanggal 26 Mei lalu yang artinya bahwa meski masih harus melakoni satu laga tandang lagi ke kandang Persija sore ini (30 Mei) di SGUBK, Arema telah memastikan diri menjadi jawara Indonesia! Dan memang Arema adalah juara sejati. Tadi sore pada pertandingan terakhirnya Arema menggasak tim ibukota Persija 5-1 di kandangnya sendiri SGUBK!!!

Arema Juara Indonesia Super league 2009/2010 Tanpa Harus Menjadi Plat Merah!
Bagi yang tidak suka sepakbola memang tidak ada artinya dan sia-sia membicarakan penting dan berharganya sepakbola bagi kehidupan. Tetapi kali ini ijinkan saya agak ‘berbusa’ bercerita bahwa sepakbola juga bisa menjadi ladang inspirasi bagi siapa saja. Perputaran uang dunia, gol-gol indah, teladan kerjasama tim, dan kemungkinan-kemungkinan yang sangat sulit ditebak selama pertandingan adalah beberapa sumbangan sepakbola bagi dunia. Kami mohon maaf ke seluruh fans tim lain di Indonesia karena kami berhasil juara. Bahkan meski kami sering dikerjai oleh PSSI selama ini, kami tetap juara dengan sangat terhormat dan menjunjung tinggi fair play! Jadi PSSI dan semua tim lain di negeri ini, contohlah Arema Indonesia! Untuk mereka yang pernah menggunakan kekuasaanya dalam sepakbola untuk mengerjai Arema… GO TO HELL!!! Thank's untuk pelatih Robert Alberts karena membawa Arema menjadi kampiun pada musim pertamanya menjadi pelatih di Indonesia. Untuk mengenal lebih jauh tentang arema silahkan berkunjung ke OngisNade.Net dan AremaIndonesia.Net. Weeeh, gelar juara Arema makin banyak karena pada tahun 1992/1993 mereka Juara Galatama, dan pada 2005 dan 2006 mereka adalah kampiun Copa Indonesia! Bangga karena tanpa menjadi plat merah seperti tim lainnya yang memakai uang rakyat, Arema menjadi juara!

Chelsea FC Juara Liga Primer & Juara FA Cup 2009/2010
Sebenarnya sudah saya posting di link berikut ini. Thank You Don Carlo.... Carlo Ancelloti mengawali usim pertamanya di Inggris dengan luar biasa. Tanpa gembar-gembor dan tanpa obral uang untuk belanja pemain baru, dia langsung membawa Chelsea FC menjadi kampiun Premiere League dan juga merebut juara FA Cup. Double winner! Dan seluruh fans The Blues di seluruh dunia pun bersorak termasuk saya. Apalagi Drogba juga menjadi top skorer, merebut sepatu emas. Petr Cech juga meraih Golden Glove (Sarung Tangan Emas) sebagai penjaga gawang terbaik. MU, Arsenal dan Liverpool tidak berdaya musim ini menghadapi laju Chelsea. Mohon maaf untuk para fans ketiga tim tersebut, tetapi ini adalah fakta. Hanya saja yang selalu saya tak bisa terima adalah, setiap Chelsea juara, media-media di Indonesia (cetak dan elektronik) biasa-biasa saja dalam memberitakannya. Ini berbanding terbalik jika misalnya MU yang juara. Buset dah, kalau perlu media-media itu menambah jam tayang menjadi 25 jam dan atau media cetak terbit 8 kali seminggu. Konspirasi ‘merah’ ternyata menjalar dimana-mana. Menyedihkan…

Mei Ini Koteklema Kembali Melintas di Laut Sawu
Sekembali dari Lamalera di Pulau Lembata bersama Tim Mancing mania Trans 7 pada Maret lalu saya memposting kisah singkat perjalanan ke ‘sarang GT monster’ ini. Ini adalah link-nya… Lamalera, sarang GT Monster Yang Sedang Gelisah. Saat itu, ada gelisah di sana karena Laut sawu yang menjadi ‘hutan’ perburuan paus jenis sperm whale (kotklema) warga Lembata dijadikan wilayah konservasi oleh sebuah NGO internasional yang didukung oleh pemerintah. Program yang memicu pro-kontra di kalangan masyarakat Lamalera dan bahkan dunia karena mengancam punahnya tradisi dunia (seperti dituliskan Kompas, 29 mei 2010 halaman 1). Program yang membuat gelisah seluruh warga Lamalera karena melalui perburuan paus sperm whale lah hidup, religi, budaya, mereka selama ini digantungkan. Bagaimana mereka bisa makan dan melakukan barter jika tidak boleh menangkap paus? Bagaimana mereka hidup sehari-hari? Dan lain sebagainya. Dan sialnya, Maret kemarin saya sempat mendengar kabar bahwa jalur migrasi paus sperm whale yang melalui Laut sawu dialihkan olehs ebuah NGO internasional dengan meledakannya dengan detonator agar paus-paus itu pindah jalur tidak melewati depan Desa Lamalera. Paus pun hilang dan warga Lamalera menjerit karena sumber makanan mereka berangsur hilang. Masa-masa suram itu mulai berlalu, di Kompas edisi Sabtu, 29 Mei 2010 hal. 1 diberitakan bahwa koteklema (paus jenis sperm whale) kembali melintasi Lamalera dan tradisi baleo (berburu paus) kembali hidup. Puji Tuhan tradisi dunia berburu paus itu hidup kembali…

Kover Majalah Mancing edisi 28, Mei 2010
Lumayan jadi kover boy lagi. Klik di MancingOnline.Com untuk melihat gambarnya. Wkwkwkwkwk! Tetapi kali ini tanpa bayaran dan bahkan free of charge (FOC) majalahnya pun juga tidak sampai-sampai ke alamat saya. Mungkin mereka lupa bahwa mereka juga punya kewajiban pada pengirim naskah mereka untuk mengirimkan FOC bukti pemuatan dan juga ‘kewajiban’ lainnya. Tetapi sudahlah saya tidak mau terlalu membahas ini karena saya sangat tahu kondisinya karena saya pernah duduk gelisah di sana dua tahun lalu. Dan lagi-lagi kover ini menyangkut Lamalera di Pulau Lembata, NTT.

Ikan GT yang saya pancing di sana bersama Tim Mancing mania Trans 7 rupanya menarik perhatian redaksi majalah ini untuk ditaruh di kover depan. Mungkinkah karena saya eks Majalah Mancing terus saya ditaruh di kover depan? Padahal jujur saja saya sangat ingin foto Rudi Hadikesuma dan Kapten DW yang ditaruh di halaman depan karena mereka adalah the real star jagat mancing di negeri ini saat ini! Tetapi saya tidak boleh menggerutu begini, ini namanya saya menafikkan niat baik redaksi Majalah Mancing. Jadi thank’s to all of you guys. Keep in touch and tigh lines!

* Image Maaf Kami Yang Juara-nya saya ambil dari image yang diposting oleh -Satrio D'Worm- di page Arema Indonesia on Facebook. Begitu juga foto Arema Juara (memakai kaos putih). Image kover Majalah Mancing saya ambil dari MancingOnline.Com. Image lain dalam postingan ini selain image Chelsea FC saya jepret sendiri atau diambil oleh kawan saya Cepy Yanwar.

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers