Saturday, 26 June 2010

Satu hari setelah coretan ini saya posting di blog ini (26/6), saya pergi ke Kepulauan Seribu untuk 3 hari lamanya (27-29/6). Tentunya dalam rangka bekerja mancing bersama Tim Mancing Mania Trans 7. Dan saya sungguh nervous karena di lokasi yang lautnya biasa-biasa saja ini (maksud saya ombak dan gelombangnya) kemarin itu penuh dengan perubahan cuaca yang begitu drastis. Padahal ini sudah akhir bulan Juni?! Pagi bisa saja terang dan matahari juga bersinar cerah, tiba-tiba tak lama langsung hitam pekat menutupi samudera! Lalu hujan dan angin seperti datang entah dari mana menyapu seluruh laut dan menjadikan kapal kita seperti mainan. Jika di Laut Selatan, sudah akan menjadi malapetaka. Tetapi karena kemarin di utara, keadaan tetap masih relatif aman. Oleh karenanya saya hendak berpesan kepada pembaca blog ini, tak selamanya, hari terburuk saat mancing adalah hari terbaik dibandingkan jika kita sedang bekerja. Jadi berhati-hatilah Bung!

Beberapa hari yang lalu saya menerima email pemberitahuan tentang kecelakaan yang menimpa kawan-kawan pemancing Cilacap Fishing Club (Jateng), dan pada saat bersamaan kata kawan-kawan lain hal ini juga terjadi di Pacitan (Jatim), yang mana kemudian hal ini tersebar luas di jejaring Facebook dan memunculkan banyak respon empati. Menurut berita dari kawan di Cilacap tersebut sebuah perahu yang dipakai memancing di Samudera Hindia terbalik di perairan selatan Cilacap. Sebelas orang terjun bebas ke laut termasuk kapten dan para abk-nya. Enam berhasil diselamatkan oleh para nelayan keesokan harinya (kemungkinan besar mereka mancing malam meski saya tidak menerima info tentang ini) dan sampai hari ini belum ada kepastian dari lima orang yang dilaporkan hilang. Setidaknya tidak ada lagi kabar yang sampai ke saya bagaimana nasib lima orang yang masih hilang tersebut. Harapan saya, semoga semuanya kembali ke rumah masing-masing dengan selamat. Semoga saja kawan saya di Cilacap tersebut lupa mengabari kabar baik-nya ke saya. Berita ini sangat memprihatinkan. Mereka hendak rekreasi dan menyalurkan hobi memancingnya, tetapi malah mendapatkan kecelakaan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa tak selamanya hari terburuk saat mancing sama dengan hari terbaik saat kita bekerja. Semoga jika memang ada yang meninggal di kecelakaan Cilacap tersebut, keluarganya diberi ketabahan menghadapinya dan semoga Tuhan member tempat terbaik untuk korban yang hilang/meninggal tersebut.

Perbedaan Persepsi dan Standar Bisa Mencelakai…
Cuaca di laut, terutama Laut Selatan akhir-akhir ini memang sedang tidak bersahabat, terutama untuk kapal-kapal kecil yang sering kita gunakan untuk memancing. Ombak (wave) dan alun (swell) dan juga wind speed sangat tinggi/kencang. Sebaik-baiknya kapal mancing di seluruh pesisir selatan Jawa, setahu saya hanyalah kapal-kapal mancing di Binuangeun, Banten. Kapal-kapal disana sangat besar dan cukup mewah. Ukurannya rata-rata 20 kali 4 meter. Didorong dengan mesin besar dan juga disupport oleh berbagai sarana lain yang nyaman. Ada life craft untuk emergency, radio komunikasi, dan lain sebagainya. Itupun jika laut sedang seperti sekarang ini, dimana di berbagai situs prediksi cuaca ombak diprediksikan bisa mencapai 3-4 meter, kapal-kapal di Binuangeun juga memilih tidak melaut. Atau mereka memilih bergeser (dilakukan jauh-jauh hari sebelum Laut Selatan bergelora) ke Selat Sunda untuk kemudian membuka trip ke lokasi-lokasi seperti Ujung Kulon, Sea Mount Reef, Sanghyang, Krakatau dan lokasi-lokasi lain yang relatif lebih tenang dibandingkan Laut Selatan.

Nah jika kapal-kapal mancing yang besar dan bagus di Binuangeun itu saja memilih untuk safety first, kejadian di Cilacap seharusnya tidak terjadi jika pemancing dan juga awak kapal di sana aware dengan kondisi yang ada. Cilacap dan Binuangeun sama-sama berada di pesisir selatan. Saya sering ke Cilacap. Relatif kecil kapal-kapal di sana dan juga dengan sarana yang biasa saja karena kebanyakan adalah kapal-kapal nelayan. Standar keselamatan yang ada di kapal itupun adalah standar keselaatan ala nelayan yang berbeda dengan standar keselamatan yang ada dalam pikiran kita. Oke, memang kondisi sarana dan prasarana dalam dunia mancing kita ini memang tidak seperti di negeri-negeri Barat sana, tetapi sebagai pemancing yang rata-rata cukup melek informasi, seharunya kita lebih barhati-hati dalam menilai sebuah kondisi yang berlaku. Jika memang tidak aman melaut tidak perlu memaksakan diri. Jangan hiraukan celoteh-celoteh iseng tak berpikir seperti misalnya “masak gitu aja takut” dan lain sebagainya. Jangan pula merasa rugi karena telah member uang muka sewa kapal atau telah cuti dari kantor, atau telah terlanjur mendapat meminta ijin mancing dari istri (yang selalu tidak bisa tiap minggu didapatkan). Intinya, jangan pernah menyandarkan sepenuhnya keselamatan kita kepada para nelayan karena mereka tidak sama pandangannya dengan kita. Sering terjadi begini. Beberapa hari sebelum melaut kita selalu bertanya ke kapten atau abk kapal apakah aman, mereka selalu menjawab aman. Ini karena mereka tidak mau kehilangan uang sewa kapal. Atau mereka takut kita pindah kapal karena mereka dikira menjadi kapten atau abk yang penakut. Padahal jelas-jelas di televisi dan di situs-situs cuaca laut sedang ‘marah’. Nah kita sendirilah yang harus lebih aware dengan kondisi-kondis seperti ini.

Puji Tuhan bahwa hingga hari ini saya juga masih bisa melaut hampir tiap Minggu kemanapun di berbagai penjuru Indonesia. Dan cara-cara menilai kondisi lautan seperti bertanya kepada kapten dan abk kapal dan warga setempat juga saya lakukan. Tetapi saya selalu menggunakan alat bantu lain untuk menilai kondisi laut yang netral. Dan itu hanya bisa didapatkan dari situs-situs prediksi cuaca yang kini tersebar di internet seperti kacang goreng saking banyaknya. Anda tinggal browsing di internet dan akan banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Beberapa yang sering saya gunakan akan saya share di sini. Saya tahu, bahwa tidak semua pemancing di negeri ini melek internet, terutama di daerah-daerah kecil. Tetapi melihat perkembangan teknologi mobile phone dengan berbagai aplikasinya yang gila-gilaan sekarang ini, dan jika saya melihat akun-akun pemancing dari berbagai daerah di Facebook, seharusnya mereka yang tidak melek internet sangat sedikit saja jumlahnya. Jadi mari saudara-saudara, kita luangkan waktu untuk melakukan hal yang menarik daripada terus melototin Facebook untuk melihat ‘sampah’ yang semakin banyak saja jumlahnya. Saya tahu Facebook sangat menarik untuk menjalin pertemanan dan berbagi informasi. Tetapi kini ada kecenderungan, Facebook ini menjadi mesin pembodohan karena banyak orang terjebak di dalamnya untuk membahas hal-hal remeh-temeh.

Situs-situs Marine Forecast Yang Membantu…
Situs pertama yang paling saya percaya adalah FNMOC milik Angkatan Laut USA. Situs ini dibuat untuk melayani kapal-kapal perang Amerika pada ketersediaan data cuaca laut dan lain sebagainya dari seluruh dunia. Dan mereka, inilah menariknya institusi-intitusi di Barat, juga memberi layanan untuk publik yang bagus dengan membolehkan masyarakat luas mengakses data mereka secara online. Bandingkan dengan institusi militer kita yang jika kita ingin mengaksesnya kita kadang perlu tanda-tangan presiden. Syaratnya hanya satu, kita mengakses situs mereka tidak melalui koneksi internet wireless melainkan melalui jaringan LAN. Dan kita mengijinkan mereka mengecek IP Address kita. Jadi Anda bisa menggunakan koneksi LAN di kantor, rumah, warnet, dan lain sebagainya. Dan segunung informasi menarik mengenai wave heights, swell, wind speed, sea temperature dari lautan berbagai penjuru dunia bisa Anda dapatkan dalam hitungan detik. Ini situs yang paling saya rekomendasikan. Selanjutnya silahkan berkunjungi sendiri ke FNMOC.

Tetapi saya tidak pernah menggunakan satu situs prediksi cuaca saja. Harus ada pembanding agar gambaran yang kita dapatkan lebih lengkap. Nah, situs cuaca lain yang saya gunakan antara lain adalah Wundergorund.Com. Situs ini tidak sekaku FNMOC karena dibuat oleh para ahli cuaca yang diperuntukkan masyarakat luas. Tampilannya memang agak berantakan tetapi fiturnya luar biasa banyak. Di sini kita bisa melihat kondisi lautan di dunia dalam zona yang bisa kita perbesar sendiri. Ada tanda arah angin dan kecepatannya, dan juga ada peta temperature lautnya. Ada animasi yang berlaku untuk 24 jam ke dapan. WUndergorund memang hanya memprediksikan kondisi laut selama 24 jam ke depan saja. Ada yang bilang hanya menyediakan prediksi 24 jam ke depan itu suatu kekurangan karena terlalu pendek, tetapi tak bisa dipungkiri (menurut saya) hal ini lebih akurat dibandingkan prediksi yang mingguan atau dwi mingguan. Tampaknya target user situs ini adalah pengguna di negara-negara maju dimana orang-orangnya bisa online dari lubang jarum sekalipun. Situs ini bisa diakses melalui koneksi wireless dan juga LAN. Mudah sekali!

Indonesia juga punya institusi yang memiliki tanggung jawab pada meteorologi, klimatologi dan geofisika. Namanya BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Salah satu tugas institusi ini adalah menyediakan prediksi cuaca baik darat ataupun laut untuk seluruh wilayah Indonesia. Namun entah kenapa, prediksi cuaca (laut) yang dikeluarkan oleh institusi ini jarang digunakan oleh para pemancing kita. Banyak kawan-kawan yang bilang karena tidak akurat, atau kurang akurat. Laut tenang tetapi di BMKG kadang diprediksikan merah, kata mereka. Saya sendiri sering sekali men-klik situs BMG dan selalu memantau kondisi cuaca di laut melalui prediksi mingguan dan harian yang mereka keluarkan. Pernah memang kondisi yang ada benar-benar meleset dari prediksi yang ada, tetapi sangat jarang bahwa prediksi mereka benar-benar meleset sama sekali. Namanya juga prediksi, jika ada sedikit perbedaan tidak apa lah. Gratis ini. Cuma memang kadang mengganggu. Saat diprediksi dikatakan laut bergelora hingga 4 meter, tetapi nyatanya tidak demikian karena hanya 1.5-2 meter, maka bisa jadi trip kita batal karena prediksi yang kurang tepat tersebut. Dan yang diuntungkan oleh hal ini adalah kaum nekat yang tak peduli pada prediksi cuaca. Kelebihan dari prediksi cuaca mereka adalah peta prediksi cuaca mereka adalah peta Indonesia jadi lebih kelas saat kita lihat. Berbeda dengan situs-stius luar negeri yang cenderung memetakan berdasarkan lautan seperti Samudera Hindia, Pasifik, Atlantik, dll.

Berikutnya situs marine forecast yang saya rekomendasikan adalah Surf-Forecast.Com. Dibuat oleh para surfer untuk surfer. Titik surfing di Indonesia termasuk yang paling banyak di dunia, ada 146 titik yang dianggap kelas dunia. Berbeda sedikit dengan titik surfing milik USA, Perancis, dan South Africa. Jadi ketersediaan data marine forecast bagi para peselancar dianggap sangat penting. Hebatnya, meski tidak mencantumkan tidal prediction (prediksi pasang surut laut), situs ini menyediakan dengan lengkap prediksi angin, tinggi ombak, kekuatan ombak, prediksi awan dalam grafis yang sangat lengkap dalam 14 hari ke depan! Ini adalah situs marine forecast paling saya cintai dalam satu bulan terakhir ini karena begitu memikat. Jadi sangat mudah sekali jika Anda ingin tahu kondisi laut di Pulau Rote, NTT atau di Ujung Kulon, Banten sekalipun. Jadi saya merasa sangat perlu berterimakasih untuk para peselancar yang membuat situs ini. Luar biasa Bung!

Nah jika sudah yakin dengan kondisi laut yang ada. Ataupun meski laut bergelora tetapi Anda tetap ingin memancing, kita perlu informasi selanjutnya mengenai tabel pasang surut air laut. Ini sangat penting. Anda para pemancing tahu gunanya. Selama ini masih banyak pemancing yang meminta tabel ini ke Dinas Perikanan setempat, kalau ada TPI atau Kantor Perikanan di dekat lokasi memancing. Kalau tidak ada yang bisa dimintai tabel ini, biasanya berangkat mancing dengan hanya mengandalkan kemujuran saja tanpa tahu di jam-jam berapa best time for fishing-nya. Tabel keluaran DKP ini cukup detail, tetapi apakah petugas perikanan nya juga selalu ada, dan apakah juga selalu mau memberi kepada kita? Dan apakah Anda juga selalu ada waktu untuk mencari petugas atau kantornya? Nah daripada susah-susah, lebih baik Anda berkunjung ke situs EasyTide.Com. Mau port manapun ada di sini. Seluruh Indoensia juga ada. Anda tinggal mengetikkan nama daerah yang hendak Anda tuju maka bisa Anda dapatkan prediski pasang surut selama 7 hari ke depan. FREE! Prediksi pasang surut di Tanjung Layar (Banten), ada. Prediksi di Fakfak (Papua) pun tersedia. Tak perlu mengetuk pintu kantor, tak perlu memfotokopi KTP dan tak perlu membayar biaya administrasi.

Moon Phases Yang Juga Penting…
Berikutnya lagi adalah kalender bulan yang juga penting diperhatikan. Jujur saja, ini paling jarang saya perhatikan. Bukan saya menyepelekan pentingnya bulan pada kondisi laut, hanya jarang memperhatikan saja. Masih banyak pemancing yang menggunakan patokan bulan ini untuk pergi mancing, terutama para pecinta bottom fishing. Dan banyak sekali yang fanatik dengan kecantikan bulan ini. Saat hendak diajak popping bertanya “bulannya masih bagus gak?”. Saat diajak jigging bertanya “bulannya bagaimana?”. Pusing deh! Hehe. Nah di internet lunar calendar atau moon phases ini berserak. Anda tinggal mengklik beberapa kali di Google dan bisa mendapatkannya gratis. Jadi jangan terlalu memuji toko pancing atau media cetak yang memberi Anda kalender bulan gratisan, karena mereka juga mendapatkannya dari Paman Google! Hehehe! Saya sering melihat bulan di dua situs ini; Moon-Phases.Net dan Kalender-365.De. Oke, kiranya celoteh ngawur saya sudah kepanjangan. Mohon maaf, bukan bermaksud menggurui Anda para pengunjung blog ini. Hanya meneruskan informasi yang berserak di jagat maya yang siapa tahu bisa berguna. Salam!

* Foto 1-4: Sesaat sebelum hujan dan angin mengamuk di Kepulauan Seribu (29/6) by Me.
* Foto 5: Foto laut bergelora ini diambil dari blog peneliti burung Nate Jones.
* Foto 6: Diambil dari AnchorCharters.Com.Au.
* Foto 7: Diambil dari HeckerandDecker.Files.Wordpress.
* Foto 8: Diambil dari InternetSiao.Com.
* Foto 9: Image moon phases diambil dari Nau.Edu

1 comments:

Yudie Blog's said...

wah,
amazing indonsia,
bagus bgt infonya,
tapi saya lebih merhatiin foto-fotonya sih,
capture nya keren-keren,

salam, mampir..

Popular Posts

Google+ Followers