Thursday, 16 September 2010

Dimulai dengan headline news yang sangat cerdas, yakni tentang ikan sepat, a tiny fish yang jarang diperhitungkan oleh banyak pemancing, Hary Buana dan kawan-kawan dari Bandung Anglers Team (BAT) kembali melanjutkan langkah mereka dalam menyemarakkan dunia mancing negeri ini dalam bentuk yang semakin canggih. Yakni, sebuah website mancing yang cukup menarik dan saya yakin akan semakin berwarna kedepannya. Fun Fishing Zone ini saya yakin akan menjadi salah satu media mancing online yang diperhitungkan di masa mendatang. Karena saya tahu dengan pasti dibalik media ini terdapat persaudaraan dan kegilaan mancing yang di atas rata-rata dari kawan-kawan Bandung Anglers Team. Saya ikut gembira karena para BATman ini (BATman adalah sebutan untuk member BAT) adalah kawan-kawan baik saya. Fun Fishing Zone menyediakan beragam informasi mulai dari destinasi mancing, laporan-laporan trip mancing, trip mancing air tawar dan bahkan informasi seputar native fish negeri kita.

Khusus mengenai native fish ini komitmen Hary Buana dan BAT terhadap kelestariannya memang saya lihat tidak pernah luntur sedikitpun. Mereka terus gelisah dengan kenyataan kini dimana ikan-ikan non endemik kini merajalela di perairan tawar kita (saya agak malu karena saya belum sehebat mereka berkaitan dengan komitmen pada native fish ini). Dan banyak lagi informasi yang ditawarkan oleh Fun Fishing Zone. Semoga Fun Fishing Zone semakin 'penuh' dan terus mengalir melintasi masa layaknya arus air yang terus mencari jalan dari segala rintangan yang ada. Di bawah ini adalah beberapa petikan postingan dari Fun Fishing Zone, sedikit bukti dari statemen saya tentang "dibalik media ini terdapat persaudaraan dan kegilaan mancing yang di atas rata-rata dari kawan-kawan Bandung Anglers Team". Silahkan di klik pada judul tulisan...

BAT Goes to Cimanuk (Ketika Trip Mancing Menjadi Lebih Berarti)
Akhirnya setelah sekian lama bergelut dengan air asin, para BATman (panggilan resmi member Bandung Angler Team/BAT) memutuskan menjajal kembali perairan darat (fresh water) untuk dijadikan tujuan trip BAT kali ini. Setelah berdiskusi secara online baik itu di fesbuk maupun YM akhirnya Daerah Aliran Sungai Cimanuk tepatnya yang melintasi Limbangan Kabupaten Garut ditetapkan menjadi spot tujuan dengan harapan di spot ini masih terdapat beberapa ikan pusaka (baca ikan asli/native fish) perairan Jawa Barat seperti Kancra, Hampal, Balar/Lalawak dan ikan ikan lain yang bisa menjadi target. Sedikit berbeda dengan trip-trip BAT sebelumnya, trip kali para BATman juga membawa misi untuk mengidentifikasi ikan-ikan yang berhasil ditangkap sebagai langkah awal perjuangan BAT menyelamatkan ikan ikan asli perairan kita yang semakin lama semakin memprihatinkan keberadaanya. Data ini akan sangat penting dalam rangka menyusun program program konservasi sehingga langkah langkah konservasi bisa lebih tepat sasaran.

Band of Brother 3 day adventure
Besoknya kami terpaksa menghadiri dulu akad nikah Daseng padahal udah gak kuat ingin mancing lagi. Samapi sampai si Kaka berencana mengancam penghulu supaya acara akad Nikah dibuat secepat mungkin hahahahaha. Alhamdulilah acara berjalan lancar dan resmilah Daseng menjadi suami bagi Yuli (nama istrinya). Di akhir acara seorang sesepuh Kampung Cirorongkreng mengumumkan kalau ada anggota Band of Brother yang belum menikah saat ini masih ada dua gadis perawan dan satu janda bengsrat (maksudnya adalah janda yang belum sempat di gauli suaminya jadi sebenarnya posisinya masih perawan). Entah bercanda atau tidak, yang pasti semua anggota termasuk saya mengacungkan jari ketika sesepuh tersebut bertanya siapa yang tertarik dengan tawarannya (semoga istri saya gak buka FF deh). Usai acara langsung mancing lagi deh. Dan lagi-lagi Daseng tidak boleh ikut (hahaha kan nanti malem dia akan mancing menggunakan arsenal keramatnya). Namun kali ini kita pindah lokasi menuju hutan bakau di sebrang muara yang oleh penduduk setempat disebut Talanca. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk sampai di Lokasi. Di lokasi ini jenis-jenis ikan mulai lebih bervariasi. seperti tengterongan (mungkin kerong-kerong kaliya….), Keting. Conang, Cawene, Pepetek dan jenis ikan lainnya. Bahkan kaka berhasil strike Ikan Sidat (di sini di sebut Lubang Ceblok) yang rupanya mirip sekali dengan ular.

Sebuah Trip Mancing yang Membuat Strees
Karena tanggung kami memutuskan untuk menyewa perahu milik nelayan setempat, dengan berbekal hanya ikan tembang segar saja. Sang rekan akhirnya mengupayakan hal tersebut. Akhirnya sang rekan berhasil mendapat perahu setelah cukup alot bernegoisasi dengan nelayan pemilik kapal. Jadilah kami berangkat ke tengah laut denga target rumpon-rumpon yang ada di sekitar wilayah Cibangban. Ketika kami menuju tangsi (tempat kapal sandar) ternyata tempatnya diluar dugaan kami. Tangsi ini sama sekali tidak memiliki dermaga, jadi para nelayan yang akan naik perahu harus rela berbasah-basahan dulu untuk naik kapal. Karena tanggung kami hanya bisa pasrah…. “Ya mau gimana lagi,” ujar salah satu rekan yang lain. Disinilah bencana sebenarnya terjadi. Ketika kami baru saja menaiki kapal nelayan tersebut tiba-tiba datang ombak besar yang membuat kapal oleng. Karena tidak terduga salah satu rekan saya terjatuh ke air. Sementara saya dan rekan-rekan lain basah kuyup akibat cipratan ombak dengan badan kapal. Untung saja rekan yang terjatuh tidak terbawa ombak. (Khusus untuk hal ini saya sangat berterimakashi kepada Yang Maha Kuasa atas keselamatan yang masih diberikan kepada kami).

Berburu Hampala Citarum
Karena letih, saya ketiduran dan baru bangun sekitar magrib. Baru saja bangun, Asep ternyata sudah mempersiapkan kecrik (jaring/herap) dan beberapa alat pancingnya. “Berangkat Ke Citarum sekarang,” ucapnya. Kalau gak mau ikut berarti tidak punya nyali tambah Asep. Diantara sadar atau tidak maklum baru bangun tidur saya hanya bisa garuk-garuk kepala melihat kelakuan rekan yang satu ini. Setelah “kumpul pangacian” (istilah Sunda untuk kondisi sepenuhnya sadar setelah bangun tidur) baru saya tanya Asep kenapa tiba-tiba mau ke citarum. Ternyata karena kemarin dia gak bisa ikut bareng saya ama Mbah Toro akhirnya seharian Asep Sakau mancing. hahahahaha. Karena gak tega akhirnya tantangan Asep saya jabanin (jujur saja entah karena gak tega atau memang saya juga belum puas mancing). Akhirnya dalam kondisi yang lumayan masih letih sekitar pukul 7 malam, menggunakan bis disambung ojek, Saya, Asep dan Bapak mertua Asep berangkat Juga ke Citarum dengan target spot dibawah jembatan lama Citarum (satu jam perjalanan dari Cianjur). Sekitar pukul 8 malam kami sampai ke lokasi dan langsung mencari rakit untuk disewa. Khusus untuk trip ini Asep berencana untuk ngecrik (menjaring ikan) juga. Butuh sekitar satu jam sampai akhirnya kami mendapatkan rakit yang bisa di sewa. Walaupun saya tidak hoby ngecrik dan sering kali merasa terganggu kalau lagi mancing ada yang ngecrik, namun kemungkinan Asep dan Bapak mertuanya menghasilkan ikan asli citarum yang akan saya foto untuk fortopolio membuat saya mendukung mereka hehehe.

* All image and story by FunFishingZone.Com

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers