Skip to main content

Burugahing (GT) 45 Kg Pulau Kambing dan Malaria Falciparum

Hari ini sudah tiga minggu lebih berlalu sejak trip ke Pulau Kambing (16-23/11) usai kami lakukan. Salah seorang kru Mancing Mania Trans 7 (Cepy Yanwar) masih tergolek di sebuah RS akibat serangan penyakit malaria yang diderita usai tiba dari Pulau Kambing. Dan saya sendiri, baru dua hari lalu keluar dari rumah sakit usai melalui derita parah serangan plasmodium falciparum (penyebab Malaria tropika), penyakit malaria jenis paling mematikan yang bisa menyerang otak dan paling banyak menyebabkan kematian. Sangat mungkin saya tergigit nyamuk malaria ini saat berada di Pulau Kambing. Badan saya hari ini telah berangsur sembuh, namun kawan saya yang merupakan host baru MMT7 yakni Cepy Yanwar masih jauh dari kesembuhan. Telah dua kali saya menginjak Pulau Kambing, saya tahu ini adalah daerah endemik malaria, karenanya segala persiapan terbaik untuk mencegah kemungkinan terkena malaria juga kami lakukan. Namun itulah bencana, dia datang sesukanya tanpa kita ketahui. Dan dia tetap akan terjadi meski kita mempersiapkan sebaik mungkin karena memang harus terjadi. Saya hanya berdoa agar penyakit ini tidak kambuh lagi karena rasanya sungguh seperti sedang berada di ‘ujung’ perjalanan. Tulisan ini untuk dia dan mereka para sahabat kita yang sedang berusaha untuk kembali hadir berada di antara kita.

-----

Kami tiba di Pulau Kambing, pulau kecil di salah satu ujung Laut Sawu pada tanggal 17 November sore hari. Seperti biasa, jaur yang kami tempuh sangat panjang. Tanggal 15 kami masih berada di Waingapu (Sumba), sore hari kami terbang ke Kupang (Timor), lalu pada 16 siang kami terbang ke Maumere (Flores). Tanggal 17 pagi kami baru geser ke Larantuka dengan mobil, dan di sana sudah ada kawan-kawan kami orang-orang Pulau Kambing menunggu dengan sebuah kapal kayu tertambat di pojok dermaga,mereka di bawah komando Stanis. Panjang hampir 15 meter dengan lebar sekitar 1.5an meter. Saya selalu membayangkan bahwa momen pertemuan ini adalah scene sebuah film perjalanan yang heroik. Orang-orang Pulau Kambing ini merapat di sisi Pelabuhan Larantuka dalam diam, sebab Larantuka adalah ‘metropolitan’ sementara mereka berasal dari ‘ujung dunia’ yang jauh dan udik.

Bagi ‘kapten’ MMT7 Dudit Widodo trip ke Pulau Kambing ini adalah kali ke-12 yang dia lakukan. Baginya ini sudah seperti pulang kampung saja rasanya. Bagi saya ini kedua kalinya. Bagi Cepy Yanwar pertama kalinya. Konon, hanya orang-orang keren yang pernah mancing ke Pulau Kambing jadi kami merasa sangat bahagia bisa kembali lagi ke Pulau Kambing dengan tujuan yang masih itu-itu juga. Popping GT monster! Hahahaha! Pulau Kambing menurut saya adalah ‘pusatnya GT monster nasional’. Di sini sangat jarang terjadi kita mendapatkan strike dari ikan GT berukuran kecil. Jika ingin berburu ikan-ikan GT monster disinilah tempatnya. Dan bahkan jujur saja, untuk size GT, Pulau Sumba mungkin kalah jauh dibandingkan dengan Pulau Kambing. Sumba menang jumlah strike, tetapi tidak secara size. Tetapi memang tak mudah untuk menemui Pulau Kambing ini.

Misi Khusus Membaptis Host Baru MMT7
Ada satu tujuan utama yang diagendakan dalam trip kali ini. Bagi Mas Dudit Widodo selain 'pulang kampung' adalah demi ‘membaptis’ host baru MMT7, Cepy Yanwar. Ini memang lokasi yang tepat karena potensi ikan-ikan monsternya, kekhasan dan tantangannya yang lain. Dan entah kenapa ada semacam tradisi, Mas Dudit Widodo selalu membaptis orang-orang tertentu di pulau ini. Mungkin karena Pulau kambing memiliki segala yang diperlukan untuk sebuah pengalaman maksimal dari sebuah trip mancing, terutama popping. Itulah kenapa mungkin yang menjadikan lokasi ini menjadi destinasi favoritnya Mas Dudit.

Persiapan yang kami lakukan telah lebih dari cukup untuk sebuah petualangan memancing di Laut Sawu selama seminggu penuh sekalipun! Logistik untuk seminggu penuh, mulai dari bbm hingga sabun mandi. Dari beras hingga abon sapi. Dari keripik kentang hingga minuman mineral. Dari susu coklat hingga bir. Selusin tackle heavy duty kelas PE 10 dan PE 12. Peralatan dokumentasi serba ganda. Keperluan berkemah mulai dari tenda logistik sampai tenda dome. Selusin kru lokal Pulau Kambing. Dan terakhir, dua buah kapal kayu yang telah dimodifikasi dengan pagar pengaman yang masing-masing bermesin 25 PK.

Pada hari pertama (18/11), Rudi juaranya. Hanya dia yang hooked up GT monster. Lima ekor. Saya, Cepy dan Mas Dudit nol. Hooked up 5 ekor monster di Pulau Kambing sudah termasuk luar biasa capeknya karena sizenya besar semua. Jadi karakter Pulau Kambing adalah dia tidak memberi banyak strike, taruhlah sehari up 10 strike, tetapi satu hal yang pasti, dia tidak pernah memberi strike ikan-ikan GT kecil. Jadi ibaratnya kita strike 2 kali saja disini, sudah pasti up 25 kg dan seringnya adalah setidaknya 30 kg. Inilah uniknya Pulau Kambing. BIG STRIKE semua!

Hari kedua (19/11) Rudi masih tetap memimpin perolehan ikan GT monster di sini. Saya lupa lagi berapa dia mendapat ikan hari ini. Yang pasti, Tanjung Kempas, Tanjung Baru, Tanjung DW, dan spot Api semuanya memberi kami BIG STRIKE. Saya sempat sekali merasakan big strike ini dan sudah sangat puas dan memilih kembali ke tugas utama menjadi tukang suting. Mengingat dalam trip ini saya mendapat amanat sebagai kameraman sehingga tidak bisa berlama-lama popping. Cukup sekali lempar di Tanjung Baru dan BOOOOOM! Ngek ngek ngek, reel menjerit dan beberapa menit kemudian pinggang pun sudah mau patah! Di kapal kedua Mas Dudit Widodo juga strike GT monster, sekitar 40an kg. Hanya Cepy yang boncos pada hari ini. Beberapa strike yang dia dapatkan putus pada leader karena tergesek karang dan sebagian mocel karena tidak hooked up sempurna. Ada kekesalan dan muram di wajah host baru MMT7 ini. Hahahahaha! Ini Pulau Kambing Bung!

Kuncinya memang pada pengalaman dan persiapan. Secara apapun. Pengalaman popping Rudi tak bisa dibantah. Dimana spot monster yang tidak pernah dia pancingi? Papua, Sumba, Alor, Komodo, Jepang, dan lain sebagainya. Namun secara persiapan seharusnya seperti yang dilakukan oleh Rudi-lah kami juga melakukan persiapan tersebut jika ingin sukses popping GT monster. Rudi selalu membawa tackle yang sesuai untuk monster-monster di sini. Kelas PE 10 dan PE 12, itupun selalu ada backup, dengan tali PE yang baru semua, popper yang sesuai, treble hook baru yang sesuai dan lain sebagainya. Tackle kami (MMT7) yang dipakai Cepy Yanwar jujur saja sebagian sebenarnya under gun dan tidak dalam kondisi yang prima. Tali PE sudah harusnya diganti, leader kekecilan (hanya membawa leader 120 lbs), padahal seharusnya di Pulau Kambing setidaknya 170 dan 200 lbs. Tetapi tidak ada pelajaran dan kenangan jika semuanya sempurna. Harus selalu ada error agar jiwa tidak kerasan di rumah dan selalu ingin pergi lagi.

Cepy Yanwar Lulus di Pulau Kambing
Hari ketiga Cepy Yanwar mulai merubah nasibnya. Total dia mendapatkan lima kali big strike namun hanya landing 2 ekor. All monster! 25 dan 30 kg! Akhirnya, disaksikan orang-orang Pulau Kambing dan gunung-gunung di yang tegak menghadap laut Sawu, host baru MMT7 ini akhirnya berhasil lulus mengambil ijasah popping di kampung halaman-nya Mas Dudit Widodo. Pulau Kambing! Congratz bro!

Namun semua ini hanyalah kenangan. Telah lewat tiga minggu yang lalu dan gambaran betapa bahagianya kami saat berada di Pulau Kambing itu semakin samar tergantikan oleh hiruk-pikuk metropolitan Jakarta yang angkuh. Cepy Yanwar masih tergolek di rumah sakit, dan saya juga masih diintip kecemasan Malaria tropika. Rudi di Surabaya telah sibuk mengatur ekspedisi mancing akhir tahunnya, dan Mas Dudit Widodo sedang meluangkan waktu terbaiknya bersama keluarga. Semoga tulisan ini bisa mengabadikan kegembiraan-kegembiraan itu, dan terutama bisa menjadi doa kesembuhan untuk kawan kami Cepy Yanwar. Semoga lekas sembuh Bung!

Epilog
* Most pictures by me. Don’t use or reproduce (especially for commercial purposes) without our permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from our pics without respect!!!
*Foto#1: Rudi dengan GT monster 45 kg. Hanya dengan joran PE12 ikan ini bisa dinaikkan. Foto #2: Pil kina yang kami konsumsi tapi kami tetap ‘jebol’ juga. Foto #3: Pantai Desa Pulau Kambing sesaat setelah mendarat dari Larantuka. Foto#4-#5: Keberangkatan menuju basecamp. Tampak Cepy Yanwar rukun dengan Mas Dudit Widodo (baju merah). Foto #6-#7: Perjalanan ke salah satu spot. Foto #8: R means Rudi. Foto #9-#10: Di depan basecamp. Foto #11: Rudi adalah idola ribuan orang di Indonesia termasuk saya. Jarang-jarang nih foto berdua seleb. Foto #12: Rudi dengan black GT pertama di Lembata. Foto #13-#14: Rudi dan Rudi lagi. Foto #15: Saya dengan GT imut. Foto #16 Cepy akhirnya lulus popping di Pulau Kambing. Foto #16-#17: Saya dengan GT nya Rudi. Dan inilah tugas utama saya di Pulau Kambing, menjadi tukang kamera. Haha!

Comments

Darmadi said…
mike, maaf sy br buka blog km. Sy turut prihatin thdp Cepy dan km kena malaria. Smg Cepy and km cepet sembuh total. Gile bener km Mike dah lama gak posting blognya, tak taunya ke Lamalera popping GT monster.TOP banget dah!! kpn sy bs ke sana? boro2 ke sana ya Mike, ke UK ajah kita trip gak jadi2!! Kamifc mcg brg 90 orang di Binu tgl 15-16 Jan 2011.Diliput gak? proyek kolam catch n release di Bogor dah beres?
MancingGembira said…
Mike aku turut prihatin. Semoga Mas Cepy segera pulih. Malaria kan gak bisa sembuh total yah? sewaktu2 kambuh. Tabah yah Mike dan Mas Cepy.
Esmadol Jimbang said…
Salam perkenalan saudara MIKE, Pengisian blog dan aktiviti pancingan saudara memang hebat.
Saya kagum dengan ikan ikan di negara saudara.

Kepada saurada MIKE dan rakan rakan lain
Sila lawati juga blogspot saya dan terima kasih http://esmajim.blogspot.com
Dwi Kalashnikov said…
salam strike gan....:D
Saya mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan koment dari rekan-rekan sekalian. Mohon maaf karena saya kurang rajin dalan meresponnya karena berbagai hal. Salam strike untuk anda semua, good luck fishing!