Monday, 16 July 2012

Dear Anglers. Hari ini tanggal 16 Juli, salah satu tokoh mancing negeri kita yakni Dudit Widodo sedang berulang tahun. Apa yang kira-kira akan terjadi pada dunia mancing di Indonesia jika tidak ada sosok (Mas) Dudit Widodo. Seperti apa ‘rupa’ dunia mancing negeri kita jika tidak hadir figur pemancing seperti dia? Kita tidak tahu pasti tentunya karena nyatanya sosok dokumentaris handal yang humoris, berjiwa petualang, dan ‘gila’ mancing ini nyatanya saat ini hadir di tengah-tengah kita para pemancing. Tetapi pernahkah terbersit sedikit saja, benarkah dunia mancing Indonesia akan sebegini meriah dan semarak jika tidak ada sosok seperti dia yang tampil di ‘panggung’? Apakah sudah akan seperti saat sekarang ini dimana memancing kini menjadi olahraga yang begitu bergengsi dan dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat jika tidak ada sosok Dudit Widodo yang memancing ikan-ikan berukuran mungil, hingga monster laut dalam dengan berat ratusan kilogram? Saya tidak yakin. Dunia mancing Indonesia pernah mengalami masa dimana yang menekuni hobi memancing terbelah menjadi dua massa besar antara mancing sebagai sportfishing yang elite dan eksklusif, dan di sisi yang lain adalah dunia mancing yang dianggap sebagai hal yang membuang-buang waktu saja. Sebagai hal yang sia-sia dan bentuk kemalasan. Namun apa yang kita lihat sekarang? Mancing menjadi cara berbagai kalangan masyarakat meluangkan waktu bersama keluarga, sebagai sarana berbagai perusahaan besar menjalin kebersamaan, sebagai ajang menyalurkan hobi berpetualang ke pelosok negeri, dan sebagai ajang  berbagai hal positif lainnya yang dulu sekali pada jaman “mancing adalah bentuk kemalasan” mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dan jika ada orang yang begitu getol mengkampanyekan mancing sebagai olahraga dan banyak hal lainnya bagi masyarakat dan negeri ini, (menurut saya) salah satunya yang WAJIB disebut adalah Dudit Widodo.

Catatan kecil ini mungkin sangat subyektif. Anda yang merasa dunia mancing di Indonesia bisa semeriah ini karena “jatuh dari langit” boleh tidak setuju dengan saya. Tetapi saya tetap ingin menempatkan Dudit Widodo sebagai salah satu sosok penting di dunia mancing kita. Berkat usahanya yang tak kenal lelah mancing kini menjadi olahraga dan hobi bergengsi, ada acara mancing di televisi kita yang ditonton seluruh dunia (Mancing Mania Trans|7), pemancing ‘gila’ dari berbagai Negara kini membanjiri Indonesia, toko-toko pancing menjamur di seluruh negeri, berbagai daerah berlomba mempromosikan potensi baharinya melalui mancing, turnamen dari tingkat RT sampai piala presiden dan lain sebagainya. Terimakasih Mas Dudit, selamat ulang tahun. Semoga selalu terberketi dengan kesehatan, kebahagian, dan kesuksesan. Good luck fishing trip! Always! Tight lines!!!









 



 


* Sebagian besar foto ini saya dokumentasikan antara tahun 2008-2012 di berbagai pelosok negeri. Beberapa foto yang diambil oleh orang lain telah saya tuliskan pada keterangan yang tercantum di sudut kanan bawah foto. Khusus untuk foto terakhir di atas, adalah kali pertama saya berjumpa langsung dengan Mas Dudit. Saat itu kami tiba-tiba dipertemukan oleh sebuah even survay lokasi di Kabupaten Halmahera Utara pada bulan Maret 2008. Saat itu saya masih bekerja sebagai redaksi Majalah Mancing (Indonesia Sportfishing Magazine) di Jakarta. Tampak Mas Dudit duduk bersama Yahuda Tirtadihardja, salah satu pendiri dan pengurus Federasi Olahraga Mancing Indonesia. Di bentor (becak motor) yang belakang terlihat kakak beradik pemancing 'gila' asal Surabaya; Rudi Hadikesuma dan Wahyu Tamaela. Kami saat itu sedang bergerak menuju dermaga Tobelo. Saya berada di mobil bak terbuka di depan dan mengabadikan mereka, sosok-sosok penting dunia Mancing Indonesia. Salam strike!

1 comments:

Popular Posts

Google+ Followers