Tuesday, 11 June 2013

Thanks to editor of Berita Mancing Indonesia. Even I still wonder, why this baby GT so important? Anyway, THANK YOU. This photo taken at Selat Sunda, Mei 2013. I fished with some friends. Two GT landed, I got this small one. And of course I used popper BATANTA of my HIME LURE. Green colour is not familiar in Indonesia, but I thought that sometimes we must try new lures. The red head popper is most popular lures in the area for many many years. But now we have another colour to play. So my dear friends, no doubt to try another lures on your trip ya! Hehehe.

Beberapa minggu lalu saya bertemu dengan Pak Markus, pemimpin redaksi Tabloid Berita Mancing merangkap tukang foto merangkap reporter merangkap editor yang juga merangkap menjadi teman saya. Dia 'nyeletuk' nanti lihat ya edisi terbaru-nya (maksudnya Tabloid Berita Mancing). Memang ada apa Pak? Saya sudah mau pensiun mancing. Bah! Mana ada kau pensiun mancing, yang ada juga kau pensiun cari pasangan (ini 'senjata' teman-teman mancing kalau meledek saya, mentang-mentang sampai hari ini belum mampu menyebarkan undangan pernikahan). Saat itu kami sedang dalam perjalanan pulang dari Merak, usai popping di Selat Sunda (one day trip) bersama dua rekan kami lainnya. Rekan kami ada yang landed GT cukup besar, dan saya cuma kebagian baby GT. Padahal secara teknik dan semangat melempar boleh diadu. Tetapi hoki adalah urusan lain. Tetapi tampaknya 'amal dan perbuatan' kurang bagus sehingga tidak diberi strike ikan besar dari yang punya laut.

Tak terasa waktu berlalu, saya sibuk bekerja sebagai 'kuli berita' di Trans 7, dan Pak Markus saya lihat di jejaring sosial juga sudah wara-wiri keliling Indonesia meliput trip-trip mancing yang dilakukan beberapa angler. Dulu, sekitar lima tahun lalu, yang saya lakukan sama persis dengan yang dilakukan Pak Markus sekarang. Kemana-mana, berkeliling 'numpang' para pemancing mengeksplorasi berbagai fishing ground di Indonesia. Hal yang menurut saya sangat cool. Suatu hari saat saya sedang berada di kota Solo, Jawa Tengah ada email masuk, isinya cover tabloid-nya yang saya pajang di postingan ini. 

Bagi saya, ada bias yang terasa karena saya adalah teman dekat Pak Markus. Tetapi semua awak media memiliki pertimbangan dan kebebasan sendiri untuk menentukan apa yang hendak dia tampilkan ke publik, jadi saya menganggap bahwa foto yang dia tampilkan di cover tersebut memang pantas. Padahal kalau melihat 'lalu-lintas' foto ikan di jejaring sosial, banyak sekali foto hebat dari beberapa angler yang diunggah dan menurut saya itu lebih pantas ditampilkan. Terutama foto-foto freshwater yang menurut saya termasuk kategori langka. Yang saya khawatirkan, oplah Berita Mancing turun gara-gara foto baby GT ini.

Beberapa waktu sebelumnya, saya juga turun ke Selat Sunda bersama beberapa sahabat pemancing dari Cianjur, dan waktu itu popper warna hijau juga yang sukses disambar predator. Waktu itu popper BATANTA 120 gram buatan HIME LURE malah berhasil menggoda ikan tenggiri yang good size dan berhasil landed. Fotonya saya pajang di samping ini. Kembali ke foto cover, Pak Marcus dan awak Berita Mancing lainnya pasti memiliki pertimbangan sendiri. Mungkin karena senyum di balik baby GT tersebut? Yang tidak terima dengan statemen saya yang terakhir boleh mengirimkan tackle ke alamat saya! Hahaha. Salam strike!

* Me with baby GT photo by Marcus WN.
* Asep Syarifudin with big tenggiri photo by me.
* No watermark in the pictures, but please don’t use or reproduce, (especially for commercial purposes) without my permission. Especially if you are tackle shop, please don’t only make money from my pics without respect!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers