Sunday, 3 November 2013


Ketiga foto di dalam postingan ini adalah GT yang hooked up menjelang pukul enam sore di Karang Sekong, Selat Sunda (Agustus 2013). Spot yang hanya berjarak ‘selemparan batu’ saja dari Dermaga Merak. Strike terjadi beberapa menit sebelum kapal tancap gas menuju Dermaga Merak untuk pulang, karena petang sebentar lagi menjelang. Yang artinya untuk trip popping di Selat Sunda, menandakan bahwa one day popping trip telah berakhir.




Beberapa pemancing, akan meletakkan joran setelah beberapa puluh lemparan tidak ada sambaran. Air tidak bagus. Arus tidak ada. Ikannya makannya siang biasanya. Dan lain sebagainya. Yang parah terkadang akan bertanya (sambil bercanda tetapi terkadang serius dan meremehkan), ini spot yang benar bukan sih kepada kapten kapal atau ke ‘guide’-nya. Ada banyak alasan untuk kemudian berhenti memancing. Tidak banyak yang mengevaluasi kepada dirinya sendiri, mungkin kesalahan sebenarnya ada pada pribadi pemancing sendiri. Aksi umpan yang tidak beraturan, lemparan yang tidak juga cukup mencapai drop off ataupun titik yang diperlukan, lemparan yang pendek, memainkan popper (atau umpan lainnya) secara sembarangan, size popper (atau umpan lainnya) yang tidak disesuaikan dengan potensi lokasi, dan lain sebagainya. Saya sendiri beberapa kali mengalami, kehilangan disorientasi, kehilangan ‘kepercayaan’ kepada diri sendiri dan juga orang lain yang berada di samping saya saat memancing. Beberapa kali juga disadarkan, bahwa pemancing yang konsistenlah yang akan banyak berhasil (baca: strike). Dan sering terjadi, di saat-saat terakhir trip memancing akan usai, sambaran monster akan terjadi. Hanya mereka yang siap dapat berhasil mengkonversinya menjadi hooked up and then smile!!! 

* Pictures by boatman of KM Bintang Utara. No watermark in the pictures, but please don’t use or reproduce, (especially for commercial purposes) without my permission. Please don’t only make money from my pics without respect!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers