Wednesday, 17 June 2015





Judul postingan ini mungkin terkesan asosial ataupun egois. Semua bukan semata karena keegoisan sempit seperti mungkin Anda pikirkan saat ini, bukan karena saya ingin menikmati spot mancing tersebut seorang diri, tidak seperti itu, toh nyatanya sehari-hari di fishing ground tersebut warga sehari-hari juga terus memancing dengan segala kemungkinan hasil yang didapatkan. Dalam konteks sportfishing saya menyebut lokasi-lokasi tersebut sebagai 'baru', ini jika mengacu kepada keterangan warga yang saya jumpai yang menyatakan bahwa belum ada pemancing seperti saya yang memancing di lokasi tersebut. Begini alasan keputusan ini, saya hanya sangat bosan dan mungkin muak melihat banyak sekali fishing ground 'baru' yang sangat potensial, apalagi yang tergolong spot mancing 'baru' yang kemudian hancur akibat digempur terus-menerus oleh para sportfisher, kebanyakan para sportfisher dengan kemampuan finansial yang tinggi, yang tidak memiliki niatan sustainable sportfishing.

Mereka ini adalah kelompok yang mampu melakukan puluhan trip skala ekspedisi terus menerus dalam satu musim mancing saja, dan hampir semuanya dilakukan diam-diam. Ini tidak fair bagi yang awalnya menemukan spot seperti ini karena kemudian mereka akhirnya hanya menjadi penonton saja. Menjadi tukang ketok pintu pertama dan setelah itu dilupakan. Beberapa kasus yang pernah saya alami, banyak sekali trip skala besar digelar di lokasi yang pernah saya share detail lokasinya, tetapi saya baru tahu satu atau dua tahun kemudian, itupun tidak sengaja. Bahkan warga yang membantu kelompok pemancing seperti ini, menuturkan disuruh diam saja oleh mereka seakan tidak ada trip mancing ke lokasi tersebut. Pada kasus seperti ini, terlihat bahwa bukan saya yang asosial atau egois. Merekalah yang asosial dan egois! 

Banyak sekali spot mancing 'baru' yang kemudian tiba-tiba menjadi seperti 'kuburan' akibat populasi ikan kategori game fish menurun drastis akibat terus digempur terus menerus tanpa henti. Dahulu, taruhlah dua atau tiga tahun lalu, saya selalu tidak keberatan berbagi kisah tentang spot-spot mancing tersebut dengan gamblang, kini hal seperti itu tidak akan saya lakukan lagi. Meski keputusan ini dengan resiko saya akan ditinggalkan beberapa kawan yang selama ini mendapatkan detail akses ke lokasi dimaksud. Saya hanya akan membagi informasi hot spot mancing baru yang saya temukan, kepada mereka yang memiliki niatan sustainable sportfishing yang tinggi. Dan sedikit banyak saya mengenal individu ataupun kelompok yang mana di Indonesia ini yang memiliki semangat seperti itu.

Hingga hari ini, saya masih beranggapan bahwa Indonesia  memiliki potensi spot mancing yang luar biasa banyaknya. Selain beragam lokasi berikut spesiesnya, begitu banyak hal lain yang memperkaya dunia sportfishing kita jika dikaitkan dengan kearifan lokal dan potensi perairan lainnya. Jika tidak ingin 'diendus' oleh kelompok pemancing tipe "pasukan kuras laut" dan "pasukan kuras sungai", bukankah sebaiknya saya tidak perlu memamerkan hasil memancing saya di beragam media sosial yang ada? Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak bisa menikmatinya sendiri, itulah sebabnya saya juga aktif di berbagai media sosial yang ada saat ini. Dan hampir 90 % akun saya isinya juga hanya tentang mancing. Saya bukan ingin menguasai atau menikmati sendiri 'kemegahan' fishing ground tersebut, jadi meskipun misalnya penikmat foto-foto yang saya unggah tidak bisa menyambangi lokasi dimaksud, setidaknya mereka bangga dan sadar, bahwa kita memiliki potensi mancing yang luar biasa. Saya bisa membagi semua lokasi mancing 'hebat' yang saya tahu dalam kurun waktu 2-3 tahun terakhir ini, tetapi kembali lagi, hanya kepada mereka yang memiliki niatan sustainable sportfhishing yang tinggi. Demikian! Salam!

 * Pictures taken on May 2015. Mostly taken by me, others by my crew. No watermark on the pictures, but please don't use or reproduce (especially for commercial purposes) without my permission. Don't make money with my pictures without respect!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers