Thursday, 4 June 2015

  video

Saat itu kapal kami berlayar dalam perjalanan pulang menuju kota Luwuk di Sulawesi Tengah dari Pulau Bangkurung (sembilan jam perjalanan laut), untung ponsel sempat di-charge sebelum berangkat berlayar. Setelah dua jam lepas dari Tanjung Dungkean saya melihat sesuatu yang berbeda berkaitan dengan unit sosial sebuah masyarakat. Suku Bajo selama ini kita kenal memang masyarakat yang kita sejati hidup di lautan. Namun saya belum pernah melihat 'kegilaan' sampai seperti tersaji di Reef Merpati ini.

Mereka (Suku Bajo) membangun 'perkampungan' sementara di atas reef sebagai tempat berkumpul dan tinggal pada musim tertentu agar lebih mudah mencari ikan, cumi-cumi, gurita dan lain sebagainya. Bagi saya orang daratan, ini gila, mengingat titik pembangunan kampung sementara ini persis di tengah selat besar antara Tanjung Dungkean dan Tanjung Kambani di Pulau Peleng. Yang pasti saya ingin datang kesana untuk mendokumentasikan kehidupan mereka suatu saat nanti. Semoga belum kedahuluan oleh pihak lain. Tetapi jika ternyata kemudian saya keduluan oleh televisi  lain, dan jika Anda yang tiba kesini tersebut tahu dari blog saya ini, semoga tidak keberatan sekedar berkabar. Thank you!!!

* Gadget: Iphone 5s. Captured on April 2015. No watermark or credit title on the video, but please don't use or reproduce (especially for commercial purposes) without my permission. Don't make money with my videos and pictures without respect!!!

1 comments:

Budiarto R. Sualang, SE IT BALUT 2015 said...

Mas Michael Ayo kembali lagi ke Banggai Laut kita ke Kepulauan Bokan banyak tempat2 bagus yang belum tersentuh dunia luar..ada danau ubur ubur tidak menyengat, kampung nelayan Toado di tengah laut dikelilingi mangrove dan masih banyak lagi yang unik unik dan itu belum ada televisi yang liput.

Popular Posts

Google+ Followers