Thursday, 4 June 2015

video

Pulau Bawean, Jawa Timur adalah noktah kecil yang seperti 'terapung' di pertengahan Laut Jawa. Tidak banyak kabar berita dari pulau yang mayoritas dihuni etnis Bawean dan Madura ini. Jika kita mengaksesnya dari Gresik dengan kapal cepat, perlu waktu sekitar 3-4 jam, itupun jika laut sedang bersahabat. Beberapa waktu terakhir ini Pulau Bawean mulai ramai diperbincangkan di beberapa media sosial, disebabkan oleh banyaknya para pelancong yang menyambangi pulau ini. Saya datang pada pertengahan Februari dengan tugas dan tinggal selama kurang lebih tujuh belas hari disana. Pulau yang cukup indah, namun saya merasakan kesulitan berbicara dan menyampaikan maksud dan tujuan kepada orang-orang Bawean. Terutama sekali ketika berinteraksi dengan masyarakat pesisirnya. Meskipun demikian tugas kami waktu itu selesai dan juga sudah ditayangkan di Trans|7.

video

Dua pertemuan dengan masyarakat yang menurut saya sangat berkesan adalah dengan dua kelompok masyarakat pegunungan di Desa Balik Terus. Satu kelompok bergiat menjalankan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) untuk desa mereka. Satu kelompok lagi setiap sore bermain baling-baling kayu di puncak bukit. Keduanya menarik. Kelompok PLTA menunjukkan semangat mencari solusi dari keterbatasan kehidupan akibat tidak masuknya jaringan listrik ke desa mereka. Kalau yang kelompok kedua, memberi inspirasi hiburan yang unik selepas usai mereka semua bekerja di kebun. Bahagia itu sederhana, begitulah yang dapat saya 'petik' dari hiburan ala warga Balik Terus ini. Meski, usai sepanjang sore bermain enter-enteran dengan mereka, malamnya saya masuk angin parah! Hahahaha!

* Gadget: Iphone 5s. Captured on February 2015. No watermark or credit title on the video, but please don't use or reproduce (especially for commercial purposes) without my permission. Don't make money with my videos and pictures without respect!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers