Thursday, 23 July 2015




Banyak sekali artikel di blog ini terkait program Jejak Petualang Wild Fishing sejak awal mula dirancang hingga hari ini pada usia 15 bulan, bisa di search dengan keyword “jejak petualang wild fishing” dan atau “jpwf”.

Kemarin sore, tepatnya tanggal 22/07/2015 pukul 14.45 wib telah ditayangkan episode perdana ‘new’ Jejak Petualang Wild Fishing (JPWF). Hasil dokumentasi kami di pedalaman Kalimantan Utara bulan Mei lalu. Ada yang berbeda memang dengan JPWF karena host-nya bukan lagi seorang pemancing kesohor Indonesia, Joe Michael, melainkan seorang lady angler baru yang awalnya seorang pendaki gunung bernama Chintya Tengens. Nona Ambon yang memiliki jiwa petualangan sangat tinggi dan tahan banting di segala medan (gunung, laut, rawa, darat, sungai, dan lain sebagainya). Ketika tayangannya masih on air di layar kaca, begitu banyak sms/telp/inbox dan lain sebagainya yang masuk ke ponsel saya dan juga ke akun beberapa media sosial saya. Ada yang mengucapkan selamat dengan ‘new’ JPWF ini, ada yang kepo menyelidik kenapa ganti host dan bla bla bla, ada yang terpesona dengan lady angler-nya yang jelita, ada yang menanyakan spot dan minta diantar kesana, ada yang sekedar menanyakan kemana saja saya selama ini dan kemudian mengajak ngopi bareng. Saya anggap, semuanya sebagai bukti persahabatan dan rasa persaudaraan sesama angler yang konon katanya terkenal kuat, abadi dan ‘hangat’. Meski jika menyangkut beberapa hal sebenarnya tidak juga seindah itu dunia mancing di Indonesia ini, karena saya sendiri mengalami sesuatu yang ‘aneh’ dari seseorang sejak September 2014 hingga hari gara-gara urusan mancing yang katanya fun & brotherhood ini.



Yang ingin saya tegaskan, semoga saja kemudian ini ada yang membacanya, bahwa JPWF masih seperti dahulu ketika pertama kali program ini dirancang pada Februari 2014. Dimulai di perairan tawar Propinsi Riau dan kemudian berlanjut ke berbagai penjuru negeri kita tercinta. Bahwa JPWF merupakan sebuah program, sebuah usaha, sebuah niatan, untuk menyatukan kearifan lokal masyarakat berkaitan dengan perairan baik tawar maupun laut, wild fishing, dan juga wild culinary (baca: kuliner tradisional masyarakat pedalaman). Ketiga elemen JPWF ini disatukan dalam sebuah tayangan petualangan perairan dengan menghadirkan masyarakat pedalaman, yang dibawakan oleh seorang host yang mampu menyatu dengan masyarakat, dan juga sekaligus mampu menantang dirinya sendiri untuk menjelajahi potensi perairan dalam bentuk kegiatan wild fishing yang menarik. Wild culinary menjadi bumbu penyedap yang akan menjadi cara pernyataan program, bahwa makanan adalah cerminan suatu masyarakat dan lebih jauh lagi juga mampu menjadi alat pemersatu masyarakat. Persoalan kemudian siapa yang kini tampil di JPWF ini adalah sebuah fase normal sebuah program televisi yang harus terus melakukan perubahan sesuai dengan karakter program dan tuntutan audience. Demikian masbro, ombro, ombos, dan pakbos semuanya! Salam wild fishing!

 * Pictures taken on May 2015 by me. No watermark on the pictures, but please don't use or reproduce (especially for commercial purposes) without my permission. Don't make money with my pictures without respect!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers