Thursday, 27 August 2015


Ngebeng, bahasa Bangka Selatan untuk menyebut kegiatan menangkap ikan dengan tangan kosong. Ini hasil dokumentasi Juni tahun lalu. Kemarau sedang berada di puncaknya, panas membakar bumi hingga mendidih. Dan kami berjibaku di bendungan yang mulai mengering, menangkap ikan betutu bersama warga Bangka Selatan. Host waktu itu adalah Vika Fitriyana, gadis keturunan Batak yang cantik dengan semangat kerja yang luar biasa. Hasilnya adalah dokumentasi tentang kearifan lokal yang atraktif, seru, dan sekaligus menginspirasi. Ini tergolong dokumentasi paling berat yang pernah kami lakukan (mengingat panasnya cuaca di Bangka Selatan, dan dalamnya lumpur bendungan yang 'menghisap' kami). Ikan betutu sendiri adalah ikan khas perairan tawar Indonesia, dan saat ini tergolong ikan bernilai ekonomi tinggi. Akibat banyaknya permintaan pasar luar negeri terhadap spesies yang dianggap mampu mendongkrak kejantanan kaum pria ini. Perburuan terhadap ikan ini di Indonesia menjadi masif dan secara tidak langsung menekan populasi dan habitat spesies unik ini. Saya pernah membuat catatan cukup panjang tentang spesies ini di blog ini, dapat Anda cari dengan keyword "betutu" atau "bakut". Satu tahun lebih berlalu sejak dokumentasi ini kami lakukan, dan saya tidak pernah menuliskannya di blog remeh-temeh ini. Sebelum terlalu lama dan menjadi lupa, saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan di Pulau Bangka yang ikut membantu dokumentasi kegiatan ini; Thomas lurah ikan tomman di Bangka, Erick juragan kaos, Pak Haji Econ, dan Pak Iskandar juragan ikan talang di Bangka Selatan. Hehehehe! Thank you! You know who you are guys!


























 * Pictures taken on Juni 2014 by me. No watermark on the pictures, but please don't use or reproduce (especially for commercial purposes) without my permission. Don't make money with my pictures without respect!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers